Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Khawatir Rusia, AS Sebar F-22 Raptor ke Eropa

Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengaku bersiap-siap untuk menyebarkan pesawat jet tempur siluman F-22 Raptor ke Eropa. Langkah itu diklaim sebagai komitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas semua sekutu AS dari potensi ancaman Rusia.

AS telah waswas dengan nasib para sekutunya di Eropa setelah menuding Rusia sebagai biang krisis Ukraina.

“Penyebaran dijadwalkan terjadi segera,” kata Sekretaris Angkatan Udara Pentagon, Deborah Lee James, Senin, yang dilansir Russia Today, Selasa (25/8/2015). Dia menggambar, penyebaran pesawat jet tempur siluman F-22 Raptor AS itu sebagai bagian dari “European Reassurance Initiative”.

James mengatakan, langkah itu untuk mendukung kebutuhan komandan pejuang di wilayah Eropa. Menurut James, kegiatan militer Rusia di Ukraina terus menjadi perhatian besar bagi AS dan sekutu Eropa-nya.

Penyebaran pesawat jet F-22 itu, kata dia, jadi poin kuat komitmen AS terhadap para sekutunya. Dia lantas mengutip pernyataan Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter terkait sikap AS dalam menghadapi Rusia. ”Pendekatan kami ke Rusia harus kuat dan perlu diimbangi,” kata James menirukan Carter.

Ditanya lokasi dan waktu pasti penyebaran pesawat tempur AS itu, James enggan menyebutnya. ”Untuk alasan keamanan operasional, kami tidak bisa berbagi dengan Anda soal tanggal yang tepat atau lokasi penyebaran ini,” katanya.

Pesawat jet tempur siluma F-22 adalah pesawat generasi kelima. Pesawat tempur ini mampu menjatuhkan bom presisi pada target yang jauhnya hingga 15 mil. (sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1LwtOeG 

IS Bunuh Pilot Militer Irak

Ahmad Zarzuur, salah seorang pilot militer rezim syiah irak / Shofawiyyin dilaporkan tewas terbunuh akibat ledakan yang menghancurkan mobilnya, pada Senin (9 Dzulqo’dah) di pusat Baghdad, dekat jembatan 14 Romadhon.
Penuturan sumber Azzam Media di wilayah sekitar Baghdad menyatakan, ledakan tersebut berasal dari bom tempel yang dipasang oleh unit Intelijen Islamic State menewaskan seketika sang pilot berpangkat Kolonel tersebut.[fudhail/azzammedia/infoduniamiliterz]

Link:  http://bit.ly/1Pyk3xm

Korsel Hentikan Speaker Propaganda, Korut Hentikan Perang

Korea Utara (Korut) bersedia minta maaf dan Korsel akan berhenti menyiarkan propaganda anti-Korut. Dengan demikian, kedua Korea itu batal untuk berperang.

Rezim Pyongyang bersedia minta maaf atas penanaman ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai dua perwira tentara Seoul. Kesediaan Korut untuk minta maaf itu bagian dari kesepakatan kedua Korea untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea yang telah di ambang perang.

Hal itu disampaikan Kepala Keamanan Nasional Korsel, Kim Kwan-jin, Selasa (25/8/2015), seperti dikutip kantor berita Yonhap. Peledakan ranjau darat itu membuat Korsel gencar menyiarkan propaganda anti-Korut hingga akhirnya rezim Pyongyang meluncurkan tembakan artileri.
Tembakan dari Korut itu dibalas dengan 36 tembakan dan membuat pemimpin Korut mendeklarasikan keadaan “semi-perang” dan memerintahkan pasukan militernya untuk siap perang.

”Saya berharap bahwa kita dapat membangun hubungan Korsel dan Korut yang baru, dimana orang-orang kami (berharap untuk) dengan tulus untuk melaksanakan isu-isu yang disepakati dalam dialog dan membangun kepercayaan untuk kerja sama,” kata Kim Kwan-jin.

“Dalam pertemuan tersebut, aspek permintaan maaf Korut itu sangat berarti atas insiden ranjau darat dan bahwa mereka setuju untuk membuat upaya itu untuk mencegah insiden dan meredakan ketegangan,” lanjut dia.

Sementara itu, Pemerintah Korut melalui kantor berita KCNA, juga menegaskan bahwa kesepakatan damai kedua Korea telah tercapai.
Permintaan maaf dari Korut itu secara resmi dituntut oleh Presiden Korsel, Park Geun-hye. 

”Ini adalah masalah keamanan dan keselamatan rakyat nasional kita,” katanya. ”Ini bukan soal di mana kita bisa mundur, bahkan jika Korut memaksimalkan provokasi dan mengancam keamanan seperti di masa lalu.”

Kesepakatan kedua Korea untuk meredam ketegangan itu tercapai dalam pembicaraan maraton di Desa Panmunjom, kawasan DMZ. Pada saat pembicaraan berlangsung, rezim Pyongyang sempat menyuarakan propaganda perang melalui siaran di stasiun televisi Pemerintah Korut.
“Mari kita menghancurkan militer boneka Korsel yang gila perang!,” bunyi siaran televisi itu yang disampaikan seorang penyiar berita. 

Siaran itu diikuti dengan tayangan vudeo klip dengan yel-yel berbunyi; ”Matilah Amerika imperialis” yang berlanjut dengan orang-orang yang meneken perjanjian untuk menghancurkan Amerika Serikat. (sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1MSRfC2

IS Bagikan Zakat di Provinsi Dijlah

Islamic State provinsi Dijlah, melalui Dewan Urusan Zakat dan Shodaqoh mengatur pengambilan dan pengumpulan zakat dari harta kaum muslimin, untuk kemudian memastikan pendistribusiannya kepada yang berhak sesuai petunjuk syari’at.
Dewan Urusan Zakat ini juga mencatat dan mendata pemasukan zakat dan membaginya ke beberapa cabang dewan zakat di wilayah ini, kemudian mengembalikan harta zakat tersebut terhadap para mustahiq (yang berhak menerima zakat) zakat di masing-masing cabang. (Azzammedia/infoduniamiliter)


Link:  http://bit.ly/1UcwOza

Israel Keluarkan Travel Warning ke Eropa

Badan Anti Terorisme Zionis Israel meminta kepada warganya untuk tidak mengunjungi 41 negara di Eropa, termasuk untuk negara-negara yang Eropa yang ada di wilayah barat maupun di utara. 

Negara-negara tersebut bergabung dengan negara-negara "tradisional" yang kerap masuk ke dalam daftar travel warning macam Mesir, beberapa negara Afrika, dan negara-negera Timur Jauh, serta Denmark, Finladia, dan negara-negara lain yang menjadikan orang Yahudi dan Israel sebagai sasaran penyerangan.

Travel warning ini dikeluarkan bertepatan dengan musim liburan mendatang, ketika warga Israel banyak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk merayakan Rosh Hashana atau tahun baru Yahudi dan Sukkot. Rosh Hashana jatuh dimulai pada 13 September dan Sukkot berakhir pada 5 Oktober.

Sejumlah negara masuk dalam daftar travel warning yang dikeluarkan oleh Israel. Negara-negara itu adalah Belgia, Kanada, Australia, Prancis, Denmark, dan beberapa lokasi di Eropa. Warga Israel diminta berhati-hati saat melakukan perjalanan ke negara tersebut dan bersikap low-profile.

"Israel dan Yahudi bisa menjadi target serangan teror terutama selama dalam periode itu," bunyi pernyataan travel warning tersebut seperti dikutip dari laman Israel National News, Selasa (25/8/2015). Badan anti terorisme itu pun meminta kepada warga Israel dan Yahudi untuk selalu waspada.

Badan anti terorisme Israel mengatakan, untuk sementara ini tidak memberikan detail peringatan tersebut, namun warga Israel yang berada di luar negeri harus bersikap hati-hati di Eropa, berdasarkan informasi intelijen yang mereka dapatkan.

"Warga Israel bisa menjadi sasaran penculikan, pemboman, dan penyanderaan. Warga Israel jika bisa menghindari perjalanan yang tidak perlu sama sekali terutama ke negara-negara yang masuk dalam daftar peringatan," demikian bunyi pernyataan itu.
 (sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1JxwKIw

Setahun Diserang AS, Khilafah Tetap Eksis

Satu tahun sudah koalisi Salib internasional melancarkan bombardir terhadap kota-kota kaum muslimin di bumi Khilafah / Islamic State. Puluhan ribu serangan udara telah dilancarkan, namun khilafah tetap eksis dan berkembang. Bahkan dukungan kaum muslimin dan mujahidin dari penjuru dunia semakin meluas. Hal itu telihat dengan ratusan orang yang diterima IS setiap harinya dari berbagai penjuru dunia.
Akhirnya, makar koalisi pimpinan AS dalam menggempur khilafah tidaklah menghasilkan apa-apa kecuali justru menambah keteguhan dan keyakinan kaum muslimin dan mujahidin akan janji Allah bahwa kemenangan ada dipihak mereka. (Azzammedia/infoduniamiliter)


Link:  http://bit.ly/1hdBJTT

Kewalahan Hadapi MIT, Polisi Akan Dilatih Inggris


Kepolisian RI menjalin kerjasama dengan pemerintah Inggris untuk menggelar latihan memperkuat pasukan Brimob. Kerjasama ini dibangun upaya memperkuat ketahanan dan kekuatan Brimob dalam negeri dalam menghadapi tantangan kelompok jihadis yang semakin kuat termasuk kelompok jihadis MIT (Mujahidin Indonesia Timur) yang dipimpin Santoso di hutan belantara Sulawesi Tengah.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti sudah mengirim surat kepada Panglima TNI agar personel Korps Brimob Polri diikutkan dalam Pendidikan dan Latihan Raider di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Menurut Badrodin, Polri perlu diperkuat dalam kemampuan ketahanan untuk melakukan operasi di hutan. Sebab, operasi menumpas teroris di hutan berbeda dengan di kota. Kemampuan itulah yang dibutuhkan Brimob saat ini.

"Bagaimana kita bertahan, bagaimana sistem evakuasinya semuanya harus kita pelajari," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Sejauh ini, ujar Badrodin, upaya Polri meminta latihan bersama dengan TNI itu belum terwujud. Sementara Panglima TNI sudah memberikan jawaban bahwa latihan tidak dilakukan di Batujajar. Melainkan, hanya di Resimen Induk Daerah Militer yang ada.

"Saya pikir kalau di Rindam sama dengan latihan-latihan (biasa) lain. Oleh karena itu kami terima tawaran dari beberapa negara," ungkapnya.

Karena itu, lanjut mantan Kabaharkam ini, salah satu alternatif yang ditempuh itu adalah dengan menjalin kerjasama dengan Inggris. "Kalau memang dari TNI tidak melakukan, kami bisa dari beberapa negara lain. Salah satunya Inggris," ujarnya.

Nantinya, kata dia, pasukan Brimob akan dilatih di suatu tempat tertentu oleh pelatih dari Inggris. "(Pelatih) dari kepolisian (Inggris) ada, dari militer ada. Kami akan jajaki dulu," tutup Badrodin. (Merdeka/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1i0wRC2
⬆
Top