Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Akui Pelaku Bom di Baghdad, Targetkan Militan Syiah

BAGHDAD  – Pasukan Islamic State (IS) kembali melancarkan serangan terhadap militan Syi'ah Hasyad Syabiy yang setia membantu tentara rezim Syi'ah Rofidhoh Iraq di distrik al-Jadidah, Baghdad. Dalam serangan tersebut, sedikitnya 65 militan Hasyad Syabiy tewas seketika.
"Sekitar 65 Militan Murtad #Hasyad_Rofidhiy Tewas dan Luka-luka Dalam Operasi Militer di Distrik #Baghdad_al_Jadidah," demikian lansir channel berita Nashir Indonesia pada Kamis (9/6/2016).
Sementara itu di kamp militer Taji, pasukan Daulah Islam (IS) juga berhasil memukul mundur dan menewaskan 26 tentara rezim Syi'ah Rofidhoh Iraq. "26 Tentara Murtad #Rofidhoh Terbunuh dan Terluka Dalam Operasi Istisyhadiyyah di Depan Kamp Militer #Taji," lanjut laporan tersebut.
Pasukan IS bernama Khubayb al-'Iraqiy menyerang gerombolan tentara rezim Syi'ah Rofidhoh Iraq di kamp militer Taji dengan melancarkan operasi bom syahid sehingga menewaskan puluhan tentara Syi'ah Iraq itu.
"Al Akh Khubayb al 'Iraqiy -taqobbalahullah-, bomber istisyhadiy menargetkan konsentrasi pasukan #Rofidhoh di kamp militer #Taji, utara #Baghdad," imbuh laporan tersebut.
Sebelumnya berita dari media internasional mengabarkan korban yang sedikit, hanya 25 orang. Namun berita versi IS ini mengungkapkan jumlah korban bom yang jauh lebih besar. [SS/manjanik/kabarduniamiliter]

AS Tetapkan Liwa Syuhada Yarmouk Sebagai Teroris

WASHINGTON Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/6/2016) menyatakan bahwa kelompok mujahidin Suriah yang dikenal dengan nama Yarmuk Martyr's Brigade (YMB) atau Liwa Syuhada Yarmouk sebagai ancaman terorisme global.
Karena itu, YMB pun kemudian dimasukkan oleh Amerika dalam daftar teroris global. YMB beroperasi di perbatasan Suriah dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Zionis Israel. AS menuduh YMB telah menculik sejumlah pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"YMB dibentuk pada Agustus 2012 di Deraa, Suriah dan melancarkan serangan di penjuru Suriah selatan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika.
Pada tahun 2014, Liwa Syuhada Yarmouk atau YMB awalnya dihubungkan dengan cabang Al-Qaeda di Suriah, Jabhah Nusrah (JN). Akan tetapi karena ada penyimpangan yang dilihat oleh para mujahidin YMB dari pemimpin JN, maka mujahidin YMB kemudian menyatakan berbaiat kepada Daulah Islam/Islamic State (IS).
"Sehubungan dengan penunjukkan tersebut, semua properti di dalam yurisdiksi AS yang melibatkan YMB diblokir" menurut pernyataan kementerian yang dikutip kantor berita AFP. "Dan warga AS secara umum dilarang terlibat transaksi dengan YMB," lanjut pernyataan tersebut.
Menurut daftar itu, Liwa Syuhada Yarmouk atau YMB bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan ke wilayah Israel dan dua penculikan massal pasukan perdamaian PBB asal Filipina di Golan pada tahun 2013. Tentara-tentara itu kemudian dibebaskan setelah perundingan. [SS/manjanik/kabarduniamiliter]

Disergap IS di Selatan Fallujah, Tentara Irak Melarikan diri

FALLUJAH - Sifat dan sikap pengecut para tentara Iraq kembali terungkap ke publik dan media massa ketika menghadapi pasukan Islamic State (IS).

Meski dibantu milisi Syi'ah Hasyad Syabiy dan serangan udara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS), para tentara Syi'ah Iraq tak berdaya menghadapi pasukan IS dan justru melarikan diri dari front pertempuran di selatan kota Fallujah, Iraq.

"Pasukan Syi'ah Rofidhoh berlomba-lomba melarikan diri di dekat sebuah universitas di selatan Fallujah ketika disergap singa-singa Daulah Islamiyyah," demikian laporan kantor berita A'maaq pada Sabtu (4/6/2016).

Kepengecutan para tentara dan milisi Syi'ah dalam menghadapi pasukan Daulah Islam (IS) didalam front pertempuran sengit di Fallujah itu juga terekam dalam sebuah video yang dirilis oleh A'maaq. (Amaq/manjanik/kabarduniamiliter)

Berikut ini videonya, dan silahkan dilihat; https://amp.twimg.com/v/5b152e80-55c3-4c6d-9c12-2634165171a1

IS Afrika Barat Panen Rampasan Perang

IS provinsi afrika barat yang menguasai sebagian wilayah nigeria mendapatkan banyak rampasan senjata setelah menyerang markas militer dan polisi provinsi Yobe, Nigeria. Dalam foto-foto yang dirilis resmi oleh IS terlihat banyak senjata, amunisi, dan mobil. (Westifriqiah/kabarduniamiliter)

Rusia Tidak Sengaja Jatuhkan Bom ke Pasukan Assad

Sial benar nasib tentara loyalis diktator Bashar Assad. Mereka berperang melawan IS di darat dan dibantu oleh Rusia dari pesawat tempur. Sialnya Rusia malah salah posisi dalam menjatuhkan bom, Rusia malah mengebom pasukan Assad. Entah karena salah lihat atau karna 'faktor yang lain'. Hal seperi ini sering sekali terjadi di Suriah. (Amaq/kabarduniamiliter)

Serangan Bom IS Mulai Guncang Karbala

Kota Karbala yang merupakan kota suci bagi agama syiah diguncang bom hari selasa kemarin (7/6/2016). Islamic State (IS) menyatakan sebagai pelaku peledakan ini. Kota ini sangat dijaga oleh tentara dan milisi syiah Irak sehingga akses menuju kesana sangat sulit, terlebih kota ini dihuni oleh mayoritas syiah. 

Kota yang dihuni mayoritas penduduk Syiah ini sedianya terbilang jarang diguncang serangan bom, terutama dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Namun kemarin. penduduk di kota ini digegerkan serangan bom dengan menggunakan mobil yang menewaskan tiga orang, pada Selasa, 7 Juni 2016 waktu setempat. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

19 Tentara IS Serang Militan Kurdi, 70 Militan Tewas

HASAKAH – Kantor berita A'maaq melaporkan bahwa pada Sabtu (4/6/2016), 19 tentara Daulah Islam/Islamic State (IS) dari detasemen pasukan khusus In-ghimas telah melancarkan serangan terhadap posisi tempur gerakan paramiliter komunis Kurdi di desa jalal, Hajalat, Hariri, Awd, dan Hammadat di selatan dan timur kota Syadadi, pinggiran provinsi Hasakah, Suriah.
Berdasarkan penuturan narasumber A'maaq, beberapa diantara mereka meledakkan bom rompi menargetkan beberapa militan Komunis Kurdi, sementara sisanya masih terlibat dalam konfrontasi senjata sengit hingga diturunkannya kabar ini.
Serangan tersebut juga bersamaan dengan bombardir mortir dan tembakan roket Grad dari pasukan Daulah Islam (IS) yang menargetkan lini pertahanan milisi Komunis Kurdi di kota Syadadi.
Sumber yang sama juga mengatakan, salah satu tentara In-ghimasiy berhasil menghancurkan satu unit Hummer, menewaskan semua kru militan Komunis Kurdi yang ada didalamnya, serta melumpuhkan satu unit kendaraan personil lapis baja selama baku tembak.
Sumber tersebut menuturkan, lebih dari 70 militan Komunis Kurdi tewas mengenasakan dalam serangan tersebut, di samping sejumlah besar lainnya juga mengalami luka-luka. [SS/manjanik/kabarduniamiliter]

Lawan IS, Ribuan Tentara Irak Terluka

Seorang pejabat kesehatan rezim Syi'ah Iraq mengakui lebih dari 1.000 tentara Syi'ah Iraq mengalami cedera cukup parah sejak dimulainya front pertempuran melawan Daulah Islam/Islamic State (IS) untuk merebut kota Fallujah dari tangan IS.
"Kami telah menerima 1.119 korban terluka sejak awal operasi," kata seorang pejabat kesehatan senior Baghdad, yang namanya tidak ingin disebut kepada AFP pada Jum'at (3/6/2016).
"Para pejuang (Syi'ah Rofidhoh –red) terluka itu dirawat di rumah sakit Kadhimiya, Abu Ghraib, Al Karama, Al Karkh dan Yarmuk," ungkapnya.
Dia menyebutkan jumlah korban mencakup personel angkatan darat, polisi, badan kontraterorisme dan organisasi paramiliter Syi'ah Hasyad Syabiy.
Sementara itu, komandan militer Syi'ah Rofidhoh Iraq tidak bersedia mengungkap jumlah korbannya secara detail. Pejabat kesehatan tersebut tidak bisa mengatakan berapa banyak pasukan Syi'ah yang tewas akibat bertempur melawan Daulah Islam (IS).
Pasukan Syi'ah Iran yang dibantu milisi dari Negara Syi'ah Iran pada 22-23 Mei 2016 lalu meluncurkan serangan besar-besaran yang ditujukan untuk merebut benteng kota Fallujah, kota ahlu sunnah yang sudah dikuasai oleh Daulah Islam (IS).
Didalam wilayah yang berjarak hanya 50 kilometer dari barat Baghdad itu, Daulah Islam (IS) telah menerapkan syari'at Islam secara kaffah, dan masyarakat Fallujah menyambut baik hal itu. Wilayah tersebut menjadi daerah pertama yang terlepas dari kendali pemerintah Syi'ah Iraq pada 2014 silam. [SS/manjanik/kabarduniamiliter]

Capek dan Kurang Pede, Irak Batal Serang Mosul

Para pejabat Amerika Serikat yang membantu Irak dalam pertempuran melawan Islamic State (IS) menyatakan bahwa pasukan Irak kelelahan dan kurang percaya diri karena persenjataan militer masih dirasa kurang. kemungkinan besar akan menunda serangan untuk menggempur IS di Mosul yang sudah direncanakan selama beberapa bulan terakhir.

Meski Presiden AS Barack Obama ingin mengurangi keterlibatan AS di Timur Tengah terutama di Irak. Dalam dua tahun terakhir AS meningkatkan dukungan logistik untuk melengkapi tentara Irak, yang kesulitan menyalurkan berbagai kebutuhan mendasar seperti makanan, air dan persenjataan untuk pasukannya.

Petugas AS yang saat ini membantu mengatur logistik militer Irak menyerukan agar Irak meningkatkan rantai pasokan hingga mencapai sekitar 321 km, dari depot Kementerian Pertahanan di ibu kota Baghdad ke Mosul, kota terbesar kedua di negara ini dan masih dikuasai IS.

"Logistik adalah salah satu hal yang paling membuat kami khawatir, sehingga kami melakukan segala upaya agar semuanya berjalan seperti yang direncanakan," kata Kolonel Christopher Garver, juru bicara Amerika Serikat untuk koalisi yang memerangi IS di Irak, kepada New York Times pada Sabtu (4/6). 

Para komandan AS menyatakan kepada NYT bahwa tanpa bantuan AS, serangan terhadap Mosul kemungkinan besar gagal.

Para pejabat AS juga menyebutkan bahwa musim panas yang membuat cuaca sangat terik di Irak merupakan hambatan utama. Selain itu, pergerakan militer Irak diperkirakan melambat selama bulan Ramadan. 

"Jeda ini bukan pertanda baik, tetapi dibutuhkan kerja keras untuk menghasilkan kekuatan tempur," kata Kolonel Steven Warren, juru bicara militer Amerika lainnya di Irak.

Meski AS memprioritaskan menyerang IS di Mosul, pemerintah Perdana Menteri Haider al-Abadi meluncurkan serangan besar sejak 22 lalu terhadap Fallujah, yang berjarak hanya 50 kilometer sebelah barat ibu kota Baghdad, dan merupakan salah satu benteng utama IS.

Keputusan Abadi itu terjadi menyusul tekanan dari dalam negeri yang meningkat untuk menghentikan ancaman IS dari Fallujah. Pasalnya, kota ini diyakini menjadi basis mujahidin untuk melancarkan serangan bom terhadap pemerintahan syiah di Baghdad. 

Demi keselamatan warga sipil, Perdana Menteri Haider al-Abadi pada Kamis (2/6) sempat mengumumkan bahwa pasukan Irak menunda dulu serangan untuk menggempur IS di pusat kota Fallujah. Pasukan Irak pun menghentikan serangan meski mengklaim sudah berada di pinggir kota. (NYtines/atjehcyber/kabarduniamiliter)

IS Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada Senin 6 Juni 2016

DAULAH ISLAM - Kekhilafahan Islam / Islamic State (IS) akhirnya memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin 6 Juni 2016. 

Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hilal (bulan sabit baru) yang dilaksanakan oleh Komite Syar'iy Pengamatan Hilal Daulah Islam (IS) seputar hilal bulan Ramadhan dan pengumuman bahwa hari Senin adalah awal bulan Ramadhan. Metode yang dipakai IS adalah rukyat hilal global.

"Komite Syari'ah Pemantau Hilal Daulah Islamiyyah mengumumkan, bahwa Senin (6/6/2016) besok adalah hari pertama bulan Ramadhan," demikian bunyi laporan kantor berita A'maaq pada Ahad malam (5/6/2016 atau 29 Sya'ban 1437 H).

Selain itu, Daulah Islam (IS) juga mengeluarkan kalender Hijriyah bulan Ramadhan 1437 H. IS mengeluarkan kalender perbulan, dengan memantau hilal setiap awal bulannya (Manjanik/kabarduniamiliter)

Pemuda Manbij Antri Ingin Berperang Melawan SDF

Media amaq memberitakan bahwa para pemuda Manbij rela antri untuk mendapatkan senjata yang dibagikan oleh Islamic State. Para pemuda ini telah sepakat untuk berperang melawan Syrian Democratic Force (SDF). SDF adalah militan campuran Kurdi (YPG) dengan militan arab, militan ini dibentuk, dilatih dan dipersenjatai oleh Amerika Serikat. (Amaq/kabarduniamiliter)

Tempur dengan IS, 80 Tentara Irak Tewas di Selatan Fallujah

FALLUJAH – Pertempuran sengit antara Pasukan Daulah Islam/Islamic State (IS) melawan militer Syi'ah Rofidhoh Iraq dan militan Syi'ah Hasyad Syabiy kembali berlangsung pada Jum'at (3/6/2016) di sekitaran kota Fallujah.

Pasukan Syi'ah Iraq bersama milisi Syi'ah Hasyad Syabiy meneruskan kembali serangan mereka terhadap kota Fallujah dan mengerahkan sejumlah besar kendaraan tempur jenis Hummer, bulldozer dan tank, dengan misi utama menguasai kawasan-kawasan startegis di sekitar jembatan Tufahah, selatan kota, bersamaan dengan bombardir udara intensif pesawat tempur Angkatan Udara Iraq dan Amerika Serikat (AS) yang menargetkan sejumlah daerah di dalam kota dan sekitarnya.

Namun menurut laporan kantor berita A'maaq, serangan militer dan militan Syi'ah itu tak berdaya menghadapi operasi bom syahid IS yang menghantam sekelompok besar konsentrasi pasukan infantri dan kavaleri militer Syi'ah Iraq yang kemudian menghancurkan sejumlah unit kendaraan, di samping puluhan militer dan militan Syi'ah yang tewas dan luka-luka yang cukup banyak personil diantara mereka.

Berdasarkan penuturan korespondon A'maaq, pertempuran di selatan Fallujah tersebut menewaskan lebih dari 80 personil militer Syi'ah Iraq dan anggota gerakan paramiliter Syi'ah Hasyad Syabiy. (Manjanik/kabarduniamiliter)

IS Serang Barak Militer Irak di Karmardi

Islamic State melakukan serangan ovensif pada barak militer pemerintahan syiah Irak. Penyerangan ini terjadi di desa Karmardi, Makhmur. Terlihat barak tersebut terbakar dan berhasil dikuasai oleh militer IS. (Dijlah/kabarduniamiliter)

IS Pamerkan Bangkai-bangkai Tank Irak di Fallujah

Islamic State merilis foto-foto bangkai tank milik pemerintahan syiah Irak yang terbakar di Fallujah. Tank-tank tersebut adalah pemberian AS dengan harapan akan mengalahkan IS, namun justru kebanyakan korban malah di pihak syiah. Diperkirakan hanya 600 tentara IS di Fallujah, sementara di pihak syiah terdapat puluhan ribu tentara. (Fallujah/kabarduniamiliter)

Puluhan Pemuda Manbij Bersumpah Berperang bersama IS

Media amaq memberitakan puluhan pemuda di kota Manbij bersumpah akan berperang bersama IS untuk menghadapi militan kurdi yang dipersenjatai oleh AS. Sumpah setia tersebut terjadi di Masjid ketika selesai Shalat Jumat. Khatib menyerukan kepada para pemuda untuk turun berperang membela agama.

Militan kurdi YPG atau dengan nama lain SDF mulai melakukan serangan di kota-kota di Islamic State, bahkan dikabarkan tentara AS ikut serta, namun hanya dalam angka ratusan saja. Tentara AS di tubuh militan Kurdi itu memakai seragam dan emblem layaknya militan kurdi lainnya. Sampai saat ini IS masih bisa menghadapi serangan militan kurdi tersebut. (Amaq/kabarduniamiliter)

Dini Hari, IS Serang Balik Militer Irak

Militer IS melancarkan serangan balasan saat dini hari sementara pasukan pemerintah Irak berusaha mendesak masuk kota Fallujah.

Sejumlah perwira mengatakan, bahwa satu hari setelah pasukan bergerak maju ke Nuaimiya di selatan, sejumlah milisi IS menyerang mereka.

Sementara itu menurut sejumlah sumber, militer mengalahkan para milisi tetapi sebagian dari mereka cedera.

Petugas kemanusiaan semakin mengkhawatirkan keamanan 50.000 warga sipil yang bertahan di Fallujah.

IS telah menguasai Fallujah sejak bulan Januari 2014, yang dipandang sebagai momen penting kebangkitan kelompok jihadis Islam Sunni itu.

Kala itu, mereka menyatakan pendirian kekhalifahan di Irak dan Suriah.

Adapun wilayah Fallujah merupakan satu dari dua kota penting di Irak yang dikuasai IS selain Mosul. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

Irak Menyerah dan Tunda Serang Fallujah

Perdana Menteri Haider al-Abadi, mengumumkan bahwa pasukan Irak 'menunda' serangan untuk menggempur IS di kota Fallujah dengan alasan yang dibuat-buat, yaitu "khawatir atas keselamatan warga sipil". Menurut media syiah, pasukan Irak terpaksa menghentikan sementara serangan meski sudah berada di pinggir kota. Pasukan syiah Irak yang telah membantai kaum sunni, sangat aneh kalau tiba-tiba beralasan tidak mau membunuh sipil, padahal sudah ribuan warga sunni dibunuh seperti hang terjadi di Baiji dan Ramadi. Alasan yang masuk akal adalah pasukan syiah Irak memang tidak mampu menembus pertahanan IS, dan justru banyak korban berjatuhan di pihak syiah.

Keputusan Abadi untuk menghentikan sementara serangan ini hanya berselang dua hari setelah pasukan elite Irak dikerahkan ke wilayah di pinggiran selatan Fallujah. Dengan dihentikannya serangan untuk sementara, pertempuran yang disebut-sebut terbesar dalam melawan IS pun tertunda. 

Irak, didukung oleh koalisi serangan udara Amerika Serikat, bersumpah merebut kembali kota yang pertama kali jatuh ke genggaman mujahidin pada 2014 itu.
"Akan sangat mungkin untuk mengakhiri pertempuran dengan cepat jika kami tidak memprioritaskan perlindungan warga sipil," kata Abadi kepada sejumlah komandan militer di barak militer garis depan, disiarkan oleh stasiun televisi negara, dikutip dari Reuters.

"Terima kasih Tuhan, unit kami berada di pinggiran Fallujah dan kemenangan ada dalam jangkauan," klaim Abadi, Rabu (1/6).

Fallujah merupakan benteng mujahidin Sunni yang berjuang melawan pendudukan AS di Irak maupun pemerintah Syiah di Baghdad. Mujahidin Irak yang kini telah menjadi Islamic State mendeklarasikan kekhalifan di kota itu pada 2014 dan merebut sejumlah kota lainnya di Irak dan Suriah. 

Abadi pertama kali mengumumkan rencana menyerang Fallujah sekitar 10 hari lalu. Namun, mengingat masih terdapat sekitar 50 ribu warga sipil yang diyakini terperangkap di dalam kota, PBB menuduh bahwa mujahidin mempergunakan ratusan keluarga di sana sebagai perisai manusia. Padahal puluhan ribu warga Fallujah memang sudah terbiasa hidup dibawah IS sejak dua tahun belakang ini. (Cnn/kabarduniamiliter)

IS Bom Kumpulan Milisi Peshmerga

IS merilis 2 wajah pelaku bom martir yang meledakkan posisi milisi kurdi Peshmerga di utara Mosul. Koalisi AS dan Kurdi sedang berupaya merebut kota-kota yang dikuasai IS, namun hingga kini upaya tersebut tidak membuahkan hasil. (Ninawa/kabarduniamiliter)

Kakek 81 Tahun Ikut Bertempur di Fallujah

Untuk meningkatkan moral para tentaranya dalam perang di Fallujah, Irak, Islamic State (IS) menugaskan salah satu tentara tertuanya yang berusia 81. 

Tentara tua disebut-sebut bernama Muhammed Amin dan berasal dari etnis minoritas Muslim Uighur asal Xinjiang, Tiongkok/China. Selama ini Xinjiang menjadi lokasi perselisihan antar Uighur dengan pemerintahan Tiongkok. 

Seperti dikutip ibtimes.co.uk, Selasa (31/5/2016), Amin meninggalkan keluarganya di Tiongkok dan bergabung dengan IS setelah melihat video yang berisi pembunuhan anaknya di Suriah. 

Melalui serangkaian foto Amin, IS berusaha meningkatkan moral tentara IS dalam menghadapi gempuran pasukan lokal Irak di Fallujah. 

"Saya mendapat tekanan di Turkistan oleh tangan-tangan prajurit Tiongkok selama 60 tahun. Saya hijrah bersama empat cucu, anak perempuan dan istri saya," ucap Amin dalam video propaganda IS. 

Memegang senapan AK-47, Amin mengaku sudah mendapat pelatihan dari IS, dan telah lulus akademi militer. "Saya datang ke Islamic State dan pergi kamp pelatihan meski usia saya sudah tua. Saya berlatih, merangkak, berlari dan berguling-guling. Saya menyelesaikan latihan dengan baik," ungkap Amin. 

Pasukan Irak sudah memasuki Fallujah, sejak operasi militer untuk merebut kota tersebut dimulai pekan lalu. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

Dalam sehari 70 Tentara Irak Tewas dj Fallujah

Telah terjadi peningkatan dalam intensitas pertempuran di pinggiran dari al-Fallujah di sebelah barat Baghdad antara pasukan Dawlah Islam di satu sisi dan tentara Irak dengan milisi Mobilisasi Bangsa di sisi lainnya.

Jumlah tentara Irak yang tewas dalam pertempuran kemarin (Ahad, 29 Mei) di Fallujah secara total mendekati 70 orang, dimana pasukan Irak juga kehilangan 2 tank, 2 buldoser, 6 APC, dan 9 Hummers, beberapa di antaranya dikuasai dan diambil oleh pejuang IS, di samping 12 kendaraan dari berbagai jenis yang dirusak, sementara itu dua operasi istisyhad menyerang pasukan Irak di Albu Aziz dan Sijr.

Pasukan IS lalu bergegas melancarkan sebuah serangan di dekat Amiriyyah al-Fallujah di mana mereka berhasil merebut kembali beberapa titik dan menguasai sejumlah kendaraan. Mereka juga mematahkan sebuah usaha maju yang dicoba di arah Albu Aziz, Institut Teknik, az-Zaghorid dan as-Sijr, mereka melakukan serangan balik yang berujung pada penarikan pasukan Irak dan terhentinya operasi syiah pada sumbu ini. Pasukan IS kemudian datang kembali dengan serangan cepat di wilayah Albu Syajal di barat laut dari al-Fallujah dan di pinggiran selatan wilayah Albu Ubayd timur dari Romadi.

Di kota Hit yang terletak di sebelah Barat Anbar, IS mengejutkan pasukan pemerintah di kota dengan serangan yang menyebrangi Sungai Efrat di mana mereka berhasil menguasai lebih dari setengah kota dan membunuh 46 personil pasukan pemerintah berdasarkan sebuah sumber militer. (Amaq/kabarduniamiliter)

Top