Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Bunuh 5 Tentara Rusia di Barat Palmyra

IS berhasil membunuh 5 tentara Rusia di dekat Palmyra, Islamic State. Kantor berita Amaq mempublikasikan foto tentara Rusia yang berhasil dibunuh. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Rusia yang selama ini menyerang melalui udara, namun keok melawan IS di darat. (Amaq/kabarduniamiliter)

IS Bombardir Militan PKK di Qosylah

Militan PKK yang berasal dari suku kurdi yang berideologi komunis dibombardir oleh militer IS. IS membombardir menggunakan mortir kaliber 160mm. Bombardir atas posisi militan kurdi yang dibantu AS ini berasa di bukit Qosylah, pinggiran bendungan Faruq.

Sementara di tempat lain IS menyerang posisi PKK di tenggara Shaddadi, dalam penyerangan ini IS berhasil menewaskan pimpinan komunis kurdi, menghancurkan  1 tank dan 5 mobil tempur. (Amaq/kabarduniamiliter)

Makin Seru, AS Akan Persenjatai Pasukan Ukraina untuk Melawan Pemberotak Pro-Rusia

Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan dukungan bagi pasukan Ukraina yang tengah memerangi para pemberontak pro-Rusia. AS berniat untuk mengirimkan persenjataan bagi pasukan Ukraina.

Sejauh ini Presiden AS Barack Obama memang belum memutuskan apakah akan mengirimkan bantuan persenjataan tersebut. Namun Gedung Putih dan panglima militer NATO, Jenderal Philip Breedlove, tengah mempertimbangkan hal ini di tengah meningkatnya pertempuran antara Kiev dan pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur.

"Meskipun fokus kami tetap pada mengupayakan adanya solusi lewat cara-cara diplomatik, namun kami juga senantiasa mengevaluasi opsi-opsi lain yang akan membantu menciptakan ruang untuk solusi hasil negosiasi atas krisis ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Bernadette Meehan kepada The New York Times, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2015).

Namun dengan sanksi ekonomi yang tampaknya tidak begitu berdampak bagi Rusia, isu pengiriman senjata ini kian gencar dipertimbangkan AS.

Menurut Times, Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS, kini terbuka untuk pembicaraan baru mengenai bantuan senjata tersebut. Begitu pula dengan penasihat keamanan Obama, Susan Rice.

"Pendekatan komprehensif diperlukan, dan kami setuju bahwa peralatan defensif dan senjata harus menjadi bagian dari pembahasan itu," ujar seorang pejabat Pentagon kepada Times.

Pemerintah AS telah terang-terangan menuding Rusia mengirimkan pasukan darat ke Ukraina untuk memerangi pasukan Kiev. Namun tudingan ini terus dibantah Moskow. 

Saat ini, bantuan pemerintah AS untuk Ukraina hanya terbatas pada bantuan "tidak mematikan" seperti baju antisenjata, peralatan medis dan radar untuk mendeteksi serangan mortir (Detik/IDM)

Rumah Wakil Presiden AS Ditembak

Sejumlah tembakan diarahkan ke dekat rumah Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden di negara bagian Delaware, tetapi wakil Presiden Obama ini sedang tidak berada disana saat kejadian, kata pejabat Secret Service.

Tembakan pada Sabtu (17/01) waktu setempat tersebut berasal dari jalan umum di Greenville, di luar lingkaran pengamanan Secret Service, kata Robert Hoback. Jalan tersebut berjarak beberapa ratus meter dari rumah dan para petugas sedang menyelidiki apakah tembakan tersebut mengenai sesuatu.

Secret Service menyatakan kendaraan tempat tembakan berasal 'kendaraan yang dijalankan melewati kediaman wakil presiden dalam kecepatan tinggi' dan insiden itu sedang diselidiki.

"Tembakan terdengar oleh petugas Secret Service yang ditempatkan di kediaman, dan sebuah kendaraan, terlihat oleh seorang agen, meninggalkan tempat kejadian dalam kecepatan tinggi."

Kantor Biden menyatakan wakil presiden dan istrinya Jill kemudian diberitahu tentang kejadian tersebut. Belakangan seorang pria ditangkap namun tidak diketahui apakah dia terlibat langsung dengan penembakan.

Biden dan keluarga seringkali menghabiskan akhir minggu di rumah di Delaware tersebut, lapor kantor berita AP. Saat ini AS terus "bermain api" dengan terusmelancarkan serangan udara terhadap IS. Bisa jadi ini adalah teror balasan dari IS dalam rangka membalas kematian bayi-bayi tak berdosa yang menjadi korban keganasan serangan pesawat AS. Sampai kapan terus hidup dalam ketakutan, AS? (BBC/IDM)

Wow! Bocah 10 Tahun Eksekusi Agen Rusia

Negara Islam (IS) kembali merilis video yang cukup menggentarkan. Kali ini video itu menampilkan seorang bocah laki-laki yang mengeksekusi dua pria yang terbukti sebagai mata-mata Rusia.

Video berdurasi tujuh setengah menit itu dirilis sayap media IS, Al Hayat pada Selasa (13/1/2015) malam dan kemungkinan besar direkam pada November 2014.

Dalam video itu terlihat dua pria yang diinterogasi oleh seorang tentara IS terkait upaya mereka melakukan infiltrasi ke dalam tubuh Negara Islam di Suriah. Usai interogasi itu, seorang bocah yang berdiri di samping tentara IS menembak kedua orang itu hingga tewas.

Video yang masih dalam upaya verifikasi itu dibuka dengan interogasi terhadap salah seorang pria bernama Mameyev Jambulat Yesenjanovich, yang mengaku berasal dari Kazakhstan. 

Kepada sang interogator, Mameyev mengatakan dia direkrut Dinas Intelijen Rusia (FSB) untuk mendekati salah seorang tentara IS di Suriah.

Pria kedua mengaku bernama Ashimov Sergei Nikolayavich tidak menyebutkan kewarganegaraannya namun mengaku bekerja untuk FSB dan ditugaskan untuk membunuh seorang tentara IS.

Setelah interogasi usai, video itu kemudian beralih sebuah lokasi di luar ruangan. Di tempat itu seorang pria bercambang yang diyakini sebagai seorang anggota ISIS yang mengenakan pakaian militer berdiri di samping seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun yang menggenggam sepucuk pistol.

Bocah itu berambut panjang dan mengenakan jaket berwarna hitam dan celana panjang bercorak militer. Sementara dua orang agen Rusia itu mengenakan pakaian berwarna abu-abu dan berlutut di depan pria bercambang dan bocah itu.

Tak lama kemudian bocah itu berjalan menghampiri kedua pria tersebut dan menembak kepala kedua orang itu masing-masing satu kali. Setelah kedua orang itu rubuh, bocah tersebut menembak mereka beberapa kali lagi.

Di akhir video itu, bocah tersebut kembali muncul dan mengatakan bahwa dia ingin tumbuh besar untuk membunuh orang-orang kafir yang memerangi Islam. Dalam video itu, bocah tersebut mengaku bernama Abdallah berasal dari Kazakhstan. Sejauh ini FSB belum memberikan komentar terkait video baru IS itu.

Dari video itu IS terlihat ingin menunjukkan bahwa generasi anak-anak mereka mereka bukanlah generasi yang cengeng. Memang sejak di sekolah dasar, Negara Islam telah memberlakukan kurikulum yang membentuk mental anak-anaknya agar menjadi pejuang Islam yang tidak takut mati. Bisa jadi di masa depan, kekuatan IS jauh lebih kuat dari saat ini, sebab mereka terdidik mentalnya sejak dini. (Kompas/DM) 

IS dan Seluruh Milisi Muslim Puji Serangan Terhadap Charlie Hebdo

Mujahidin dari berbagai pihak yang berafiliasi pada  Al-Qaeda maupun Islamic State melontarkan pujian atas aksi dua pemuda yang menyerang kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo.

Milisi Al-Shabab Somalia, Jumat (9/1/2015), melontarkan pujian atas penyerangan terhadap majalah penghina Islam Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang. Mereka diantaranya adalah Pemimpin Redaksi dan kartunis senior majalah murahan tersebut.

“Mereka membuat jutaan umat Muslim berbahagia. Beberapa orang sesat mengatakan kebebasan berekspresi diserang, tapi itu bukan masalahnya, dan dua orang heroik sudah bertindak dengan benar,” demikian Al-Shabab lewat Radio Andalus yang merupakan media resmi kelompok itu.

Lebih jauh, Al-Shabab mengatakan, majalah Charlie Hebdo sudah menghina Nabi Muhammad dan menyerang jutaan umat Muslim dunia. Kelompok ini juga menyebut Cherif dan Said Kouachi merupakan dua saudara yang pertama membalaskan dendam.

Kemudian, Kelompok al-Qaeda cabang Afrika Utara memuji setinggi langit Kouachi bersaudara karena telah melakukan serangan terhadap koran satir Prancis, Charlie Hebdo. Tidak segan-segan al-Qaeda menyebut mereka sebagai satria.

“Al-Qaeda Afrika Utara atau AQIM memuji para penyerang Charlie Hebdo dan memanggil mereka sebagai satria kebenaran,” ungkap kelompok pemantau terorisme, SITE.

Selain itu, stasiun Radio resmi milik Negara Islam (Islamic State) juga memuji aksi heroik penyerangan kantor majalah  Charlie Hebdo sebagai pahlawan.

“Pahlawan jihad telah menewaskan 12 jurnalis yang bekerja untuk majalah Prancis Charlie Hebdo dan melukai lebih dari 10 orang lainnya, untuk membalas dendam Nabi (Muhammad),” demikian bunyi pernyataan radio Al-Bayan yang dikelola ISIS, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2015).

Dalam pernyataannya, radio Al-Bayan menyatakan Charlie Hebdo telah menghina Nabi Muhammad selama bertahun-tahun. “Di antara mereka yang tewas merupakan kartunis yang telah menghina Islam dan tokoh besarnya,” imbuh radio tersebut.

Untuk diketahui, Pemerintah Perancis telah menuduh dua kakak beradik Cherif Kouachi dan Saud Kouachi sebagai pelaku penyerangan majalah penghina Islam Charlie Hebdo.
Keduanya terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Aisne, Paris pada Kamis, 8 Januari 2015. BBC melansir keterangan seorang manajer di SPBU, kejadian tersebut berlangsung sekitar 10.30 pagi waktu setempat. Menurut pengakuan manajer, ciri-ciri mereka menyerupai deskripsi dua pria yang menyerbut ke kantor Majalah Charlie Hebdo. Mereka diketahui bersenjata lengkap jenis Kalashnikov.

Diberitakan sebelumnya Charlie Hebdo telah menjadi target buruan mujahidin karena telah mengina Islam selama bertahun-tahun. Terutama sejak tahun 2006 ketika majalah ini mempublikasikan ulang 12 karikatur Nabi Muhammad yang sebelumnya pernah diterbitkan surat kabar Denmark, Jyllands-Posten.
[Newsman/Pm/DM]

Akun Twitter Komando Militer AS Jebol Diretas Cyberarmy IS

Akun Twitter dan YouTube milik komando militer AS operasi di Timur Tengah diretas oleh pihak yang mendukung IS / Negara Islam, yang saat ini diserang oleh Amerika Serikat melalui pesawat. 

Para pejabat Amerika Serikat mengakui insiden ini memalukan tetapi berupaya mengecilkan dampaknya. 

Juru Bicara Pentagon Kolonel Steve Warren mengatakan Departemen Pertahanan “memandang hal ini tidak lebih dari keisengan, atau vandalisme.”

“Ini tidak menyenangkan, ini menjengkelkan tetapi sama sekali tidak ada informasi yang sensitif atau rahasia yang dicuri,” ujar Warrent kepada media. 

Gedung Putih mengatakan terus mengikuti perkembangan insiden peretasan ini. Dua pejabat pertahanan AS yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa aksi peretas ini memalukan tetap gambar-gambar yang diunggah oleh para pertas tidak mengandung informasi rahasia atau merupakan ancaman keamanan. 

“Bismillah Hirrahman Nirrahim, CyberCaliphate melanjutkan Jihad Siber,” cuit akun twitter Komando Pusat yang juga menampilkan dua rekaman video terkait ISIS. 

Negara Islam yang telah menguasai sejumlah besar wilayah di Suriah dan Irak, saat ini sedang diserang melalui udara oleh pasukan Amerika dan koalisi internasionalnya. 

Akun twitter ini juga menerbitkan daftar nama dan alamat jenderal yang terkait dalam Komando Pusat dengan judul “Daftar Kerja Jenderal Militer (berdasarkan pangkat) 2 Januari 2014.”

“Kami mengkonfirmasi bahwa akun Twitter dan YouTube CENTCOM telah diretas hari ini. Kami telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah itu,” bunyi pernyataan tertulis Komando Pusat. 

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa aksi peretasan itu “hal yang kami anggap serius.”

Earnest tampaknya mengecilkan dampak insiden tersebut dengan megnatakan, “Ada perbedaan besar antara penerobosan data besar-besaran dan peretasan satu akun Twitter.”

Secara terpisah, Presiden Barack Obama mengumumkan proposal baru yang bertujuan meningkatkan keamanan siber AS setelah terjadi aksi peretasan besar seperti terhadap Sony Pictures Entertainment yang menurut para pejabat As dilakukan oleh Korea Utara. 

Meski belum jelas apakah jaringan Pentagon telah diretas sepenuhnya, para peretas tampaknya untuk sementara berhasil mengendalikan cuitan akun Twitter Komando Pusat yang dikendalikan oleh password. 

Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri DPR, Michael McCaul dari negara bagian Texas, menyebut insiden itu “sangat mengkhawatirkan.”

“Serangan oleh jihadis siber akan sering terjadi kecuali pemerintah menerapkan strategi yang bisa menjawab serangan-serangan, seperti dari Korea Utar terhadap Sony, ini dengan semestinya,” kata McCaul. 

Kajian Dokumen

Kantor berita Reuters telah mengkaji dokumen yang disebarkan oleh para peretas tetapi tidak menemukan informasi yang membahayakan keamanan nasional AS. Sebagian data yang diunggah dengan mudah bisa dicari dengan mesin pencari Google. Dokumen anggaran “Biaya Program Akuisisi oleh Sistem Persenjataan” adalah dokumen Maret 2014 yang tersedia di situs pengawas keuangan departemen pertahanan AS. 

Setelah diretas, bagian atas akun Twitter Komando Pusat memperlihatkan satu figur dengan ikat kepala hitam putih dan kata “CyberCaliphate” dan “I love you ISIS.”

Sementara akun YouTube Komando Pusat menampilkan video yang diunggah oleh militer AS mengenai serangan udara ke sasaran ISIS di Suriah dan Irak. 

Akun ini diretas untuk mengunggah dua video berjudul “Api Perang Video ISIS” dan “Oh Tentara Kebenaran Pantang Mundur.”

Beberapa peneliti swasta mengatakan insiden seperti itu sering terjadi. 

“Meski hal ini akan disebut “canggih”, sebenarnya tidak sulit masuk ke akun media sosial atau surat elektronil orang lain,” uajr Michael Smith dari Kronos Advisory, perusahaan intelijen swasta di bidang kontra-terorisme. 

Dalam langkah yang bisa disebut salah waktu, Kontraintelijen Nasional dan Pusat Keamanan AS pada Senin (12/1) untuk pertama kali bergabung dengan Twitter. 

Cuitan pertamanya bernada bergurau: “Hingga 292 pengikut sejauh ini dan belum diretas.”

Komando Pusat berbasis di Markas Angkatan Udara MacDill di Florida dan menangani operasi militer di timur Tengah dan Asia Tengah. Badan ini bertanggung jawab atas perang di Irak dan Afghanistan dan mengendalikan serangan udara AS terhadap Negara Islam.

Serangan ini tentu sangat memalukan dan mencoreng wibawa AS. Bisa jadi serangan ini hanyalah awal saja, dan akan dilanjutkan dengan retasan berikutnya. Jika di darat kemampuan pasukan AS payah, di udara gagal, di dunia maya pun jebol, barangkali satu-satunya kekuatan AS tinggal di film-film Hollywood yang tetap menampilkan dongeng AS sebagai Adi Kuasa dunia yang tak terkalahkan. (CNN/DM)

Bandel, Charlie Hebdo Tetap Terbitkan Kartun Nabi Muhammad

Majalah murahan Perancis, Charlie Hebdo, meluncurkan terbitan perdana pasca-penembakan yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi Stephane Charbonnier dan tiga kartunis kawakan, Jean Cabut, Bernad Velhac, dan Georges Wolinski. Kuat dugaan serangan ini dipicu karena majalah itu kerap menampilkan hinaan terhadap Nabi Muhammad. Bukannya kapok, Charlie Hebdo edisi terbaru ini malah menampilkan sosok yang dianggap "Nabi Muhammad" di sampul depannya.

Dilansir dari AFP, Selasa (13/1/2015), Charlie Hebdo menampilkan sosok "Nabi Muhammad"  dengan wajah sedih yang sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan "Je Suis Charlie" (Kami adalah Charlie). Slogan itu memang digunakan untuk meraih simpati terhadap Charlie Hebdo.

Selain itu, di atas sosok yang menggunakan sorban putih ini, terdapat tulisan "Tout Est Pardonne", yang berarti "Semua telah dimaafkan".

Peluncuran sampul ini dibuat lebih cepat dari jadwal rilis Charlie Hebdo yang rencananya akan dilakukan pada Rabu (14/1/2015) mendatang. Pihak penerbit menyiapkan setidaknya 3 juta kopi dari edisi yang dikerjakan oleh "karyawan yang selamat dari serangan", dari 60.000 kopi eksemplar yang biasanya diterbitkan. Rencananya, majalah ini akan didistribusikan ke 25 negara dan diterjemahkan ke 16 bahasa atas permintaan global. Karyawan itu selamat karena memang penyerang memilih hanya orang penting yang dibunuh, namun ternyata karyawan yang tidak dibunuh itu sama "gilanya" dengan orang-orang penting majalah itu.

Penggambaran kembali sosok Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo dikhawatirkan akan kembali memicu kemarahan komunitas Muslim dunia. Selama ini, tradisi Muslim memang melarang penggambaran sosok wajah dan karakter Nabi Muhammad. 

Pelaku penembakan di Charlie Hebdo memang sempat berteriak bahwa serangan yang dilakukan mereka adalah "balasan terhadap apa yang dilakuan terhadap Nabi Muhammad". Sebelum serangan maut itu terjadi, Charlie Hebdo memang kerap mendapat ancaman saat menampilkan gambar yang dianggap penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Pada 2006, misalnya, karyawan majalah itu mendapat ancaman saat menampilkan kartun Nabi Muhammad yang dimuat di koran Denmark, Jyllands-Posten. Kemudian, pada 2011, kantor itu sempat dilempar molotov ketika kembali memuat gambar yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

Karyawan Charlie Hebdo mengaku, mereka akan tetap mempertahankan tradisinya untuk mengkritik dengan cara mengina tokoh-tokoh semua agama, politisi, selebriti, dan perisitwa berita lain. "Di tiap edisi selama 22 tahun terakhir, tidak ada satu pun yang tanpa karikatur Paus, Yesus, pendeta, rabi, imam, atau Muhammad," kata pengacara Charlie Hebdo, Richard Malka.

Menurut Malka, akan sangat mengejutkan jika kartun Nabi Muhammad tidak muncul dalam isu terbaru. Lebih lanjut, Malka mengatakan bahwa Charlie Hebdo "bukan koran berisi kekerasan, melainkan merupakan sindiran terhadap segala sesuatu yang dianggap serius".

Seperti pepatah arab, "jika ingin terkenal, maka kencingilah air zam-zam". Begitulah slogan yang dipakai oleh majalah pencari sensasi ini, dengan menghina sosok yang teramat mulia dan dihormati, maka dia berharap menjadi majalah yang terkenal. Majalah Charlie Hebdo barangkali tidak terlalu merasakan pahitnya akibat perbuatan ini, namun dalam jangka panjang Prancis, eropa, dan seluruh pendudukngnya diperkirakan akan merasakan pil pahitnya.(Kompas/DM) 

Pemerintah Ukraina dan Pemberontak Pro-Rusia Barter Tawanan

Kubu pemberontak pro-Rusia membarter ratusan tawanan dengan pemerintah Ukraina dekat Kota Donestsk di bagian timur negara tersebut.

Dalam kesepakatan itu, pemerintah Ukraina sepakat membarter 225 anggota milisi pro-Rusia yang ditawan untuk 150 serdadu Ukraina. Belakangan, pemerintah Ukraina meralat dengan menyebutkan telah membebaskan 222 anggota milisi untuk ditukar 146 serdadu.

Sejauh ini, kesepakatan tersebut ialah barter terbesar antara kedua pihak.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun BBC, pertukaran tawanan dilaksanakan di dekat Kota Avdiyivka, sekitar 35 kilometer sebelah utara Donestsk.

Media Ukraina dan Rusia menayangkan jajaran pria berpakaian sipil di sebuah jalan yang diawasi kumpulan pria bersenjata.

“Mereka hanya memberitahu kami bahwa hal ini akan terjadi. Saya menantikan untuk bertemu orang tua dan istri saya. Mereka tidak tahu saya akan datang,” kata serdadu Ukraina yang dibebaskan, Artem Syurik, sebagaimana dikutip kantor berita Associated Press.

Di sisi lain, anggota milisi yang dibebaskan, Denis Balbukov, mengatakan, “Saya ingin makan kentang goreng dan bertemu kerabat saya. Saya akan kembali bertempur. Kondisinya baik-baik saja ketika kami dipindahkan ke pusat tahanan, tapi kemudian mereka benar-benar menyiksa kami,” ujarnya.

Perundingan damai antara pemerintah Ukraina dan kubu pemberontak di Minsk, Belarus, bubar pada Rabu (24/12) tanpa ada kejelasan kapan negosiasi berlanjut. Namun, kedua kubu diyakini masih menjalin kontak melalui Skype.

Kendati eskalasi konflik bersenjata antara kedua kubu telah menurun, koresponden BBC di Kiev, David Stern, mengatakan ketegangan masih berlanjut dan lebih dari 1.300 orang telah tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada September lalu.(kompas/DM)

AS Akan Selenggarakan KTT Anti-Teror

Amerika Serikat mengatakan akan menyelenggarakan KTT anti-teror di Washington bulan depan guna menanggulangi aksi teror, sementara pemimpin-pemimpin Eropa dan Amerika menyerukan langkah yang lebih tegas dalam pengawasan dunia maya dan perbatasan.

Jaksa Agung Amerika Eric Holder yang sedang berada di Paris untuk mengikuti konferensi tentang terorisme pasca serangan pekan lalu di kota itu yang menewaskan 17 orang, hari Minggu (11/1) mengumumkan bahwa KTT anti-teror tersebut akan dilangsungkan pada 18 Februari mendatang.

Dalam pernyataan tertulis, Gedung Putih mengatakan KTT itu akan menyoroti “langkah-langkah terbaik dan upaya segera beberapa komunitas Amerika yang melakukan program ujicoba mengatasi ekstrimis.

Sejumlah menteri dalam negeri dan menteri kehakiman dari negara-negara Eropa dan Amerika berkumpul di Paris hari Minggu, menyerukan ditingkatkannya pengawasan di internet dan keamanan yang lebih ketat di perbatasan guna mengatasi serangan seperti terhadap kantor tabloid murahan “Charlie Hebdo”.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve yang mengikuti pertemuan itu mengatakan Eropa harus memperbaiki sistem saling tukar informasi di perbatasan dan melakukan pelacakan yang lebih baik terhadap penumpang yang bepergian antar negara.

Cazeneuve mengatakan meski dilakukan peningkatan pengawasan, “kebebasan fundamental” akan tetap dihormati. 

Apakah KTT ini akan lebih membahas pada penanganan teror saja atau kepada penyebab teror yang mana hal itu sebenarnya disebabkan kebijakan negara mereka sendiri. Prancis misalnya, tercatat terlibat dalam pemboman terhadap penduduk sipil di wilayah Negara Islam, sementara majalah Charlie Hebdo juga sudah berulang kali menghina Nabi Muhammad SAW yang amat dihormati seluruh umat Islam. Daripada AS dan Eropa menghabiskan energi solusi-solusi yang pasti gagal, mengapa tidak kepada solusi yang pasti berhasil yaitu berhenti ikut campur dalam dunia Islam dan hormati umat Islam, itu saja. Atau AS dan Eropa mau hidup selamanya dalam ketakutan? mari kita tunggu hasil KTT tersebut (VOA/DM)

FBI: Serangan ke Sony Berasal dari Server Korea Utara

Direktur FBI, James Comey mengatakan para peretas yang menyerang Sony bulan lalu ceroboh, melakukannya langsung dari sebuah server yang secara khusus digunakan oleh Korea Utara.

Comey hari Rabu (7/1) mendesak masyarakat intelijen untuk membuka informasi yang membuktikan bahwa para peretas menggunakan server-server yang terkait langsung dengan pemerintah Korea Utara.

Pejabat-pejabat Amerika sebelumnya menuduh Korea Utara meretas komputer-komputer perusahaan Sony. Korea Utara menyangkal terlibat tapi memuji serangan dunia maya itu.

Serangan itu terjadi setelah Korea Utara memperingatkan Sony agar tidak merilis film komedi “The Interview” yang menggambarkan pembunuhan fiktif pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. 

Comey Rabu menyampaikan komentar pada konferensi keamanan dunia maya di New York. Direktur Intelijen Nasional Amerika, James Clapper, yang juga berbicara di konferensi itu menyebut serangan dunia maya itu sebagai yang paling serius terhadap kepentingan-kepentingan Amerika. Dia memperingatkan. Korea Utara akan melanjutkan serangan-serangan internet terhadap kepentingan Amerika jika Amerika tidak mengambil tindakan

Akhir bulan lalu, FBI memperingatkan bahwa para peretas yang menyebut diri mereka " Pengawal Perdamaian," mungkin berikutnya akan menarget organisasi-organisasi berita terkemuka Amerika.(VOA/DM)

Israel Suka Islam yang "Normal"

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pujian kepada Perancis yang bertindak tegas terhadap perilaku terorisme dan anti-Semitisme (Anti Yahudi). Pujian Netanyahu ini diucapkannya saat berada di Sinagoga Agung Paris (Tempat Ibadah Terbesar Yahudi di Paris), usai mengikuti aksi solidaritas jutaan orang yang mengutuk penyerangan kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menewaskan 3 kartunis penghina Nabi Muhammad SAW, pemimpin redaksinya, serta polisi penjaganya pada Minggu (11/1/2015) waktu setempat.


"Musuh bersama kita adalah Islam yang radikal, yang ekstremis. Bukan Islam yang normal," kata Netanyahu. 

Rangkaian penyerangan yang terjadi di Perancis memang tak hanya terjadi saat penembakan di kantor Charlie Hebdo. Penyerangan yang dilakukan oleh kakak beradik Cherif Kouachi dan Said Kouachi, serta Amedy Coulibaly juga menewaskan setidaknya 5 orang lain.

Satu polwan tewas ditembak oleh Coulibaly sebelah selatan kota Paris. Tidak hanya itu, Coulibaly juga menewaskan 4 orang Yahudi dalam penyanderaan di kosher atau supermarket khusus masyarakat Yahudi.

Tidak jelas apa yang dimaksud oleh PM Israel sebagai Islam yang "normal". Hal ini patut dipertanyakan sebab dalam sejarah, Israel-lah yang datang ke tanah Palestina, merampas tanah mereka dan membunuhi penduduk sipil setempat. Apakah muslim yang tinggal di Palestina adalah Islam yang "tidak normal" menurut definisi Israel? Apakah muslim harus rela tanahnya diambil dan dibunuhi oleh Israel baru disebut sebagai Islam yang "normal"? !(kompas/DM)

Begini Kronologi Penyerangan Kantor Charlie Hebdo

Jaksa Paris, Fancois Molins mengatakan para penyerang kantor majalah Charlie Hebdo masuk melalui pintu depan gedung, lalu membunuh satu orang di pintu masuk.

Dikutip dari Reuters, mereka kemudian naik ke lantai dua dan melepas tembakan saat rapat redaksi sedang berlangsung. Rapat itu dihadiri oleh delapan wartawan, seorang polisi yang ditugaskan untuk melindungi pemimpin redaksi Charlie Hebdo dan seorang tamu.

“Apa yang kami lihat adalah pembantaian. Banyak dari korban dieksekusi, sebagian besar dari mereka terluka di kepala dan dada,” kata Patrick Hertgen, seorang petus medis gawat darurat yang dipanggil untuk menangani para korban kepada Reuters.

Rekaman video dari luar bangunan merekam dua orang berjaket dengan penutup kepala berteriak “Allahu Akbar!” berbarengan denga suara tembakan. Satu orang berjalan ke arah polisi yang berbaring terluka dan menembaknya dengan senapan serbu. 

Keduanya lantas dengan tenang naik ke mobil berwarna hitam dan pergi dari sana.

Diantara korban tewas adalah editor Stephane “Charb” Charbonier, bersama dengan Georges Wolinski, Jean “Cabu” Cabut dan Bernard Verlhac, yang dikenal sebagai “Tignous”. Mereka dikenal sebagai kartunis berbakat di Perancis. 

Belum ada klaim siapa yang melakukan serangan namun sebuah surat kabar, 20 Minutes, mengutip seorang saksi yang mengatakan salah seorang penyerang berteriak “Katakan pada media bahwa ini adalah al-Qaeda di Yaman!”

Polisi Perancis mencari tiga orang, dua diantaranya bersaudara, yang diduga terlibat dalam serangan mematikan itu.

Menurut keterangan polisi, satu dari pelaku meninggalkan kartu identitasnya di mobil yang digunakan.

“Ada kemungkinan serangan lain dan tempat-tempat lain diamankan,” kata Rocco Contento, pejabat serikat polisi.

Pemerintah Perancis mengumumkan tingkat siaga tertinggi, meningkatkan pengamanan di transportasi umum, situs-situs religius, kantor-kantor media dan pusat perbelanjaan, sekaligus untuk memburu para dugaan pelaku.

Reporter Reuters melaporkan polisi bersenjata terlihat berpatroli di pusat-pusat perbelanjaan dan diluar ikon Perancis, Arc de Triomphe.

Tahun lalu, Perancis memperkuat undang-undang anti-terorisme dan mengimbau warganya untuk waspada akan serangan militan Islam yang kemungkinan menyerang warga Perancis dan kepentingannya sebagai balasan atas keikutsertaan Perancis dalam serangan udara di Suriah dan Irak. Dimana serangan itu menewaskan ratusan sipil muslim di Irak dan Suriah yang dikuasai Negara Islam. 

Kantor Majalah Charlie Hebdo kemungkinan diserang karena sering mempublikasikan kartun Nabi Muhammad SAW, yang sangat dihormati oleh seluruh umat Islam di dunia. Tidak hanya melecehkan Nabi Muhammad SAW, majalah itu juga pernah melecehkan tokoh Kristen, Yahudi dan pejabat-pejabat negara. Bahkan beberapa jam sebelum penyerangan, Charlie Hebdo sempat mengunggah kartun Abu Bakar Al-Baghdady yang menjabat Khalifah di Negara Islam. Barat memang memegang prinsip "kebebasan berbicara dan berekspresi", namun setelah peristiwa ini, masihkah ada yang memanfaatkan prinsip itu demi menjual majalah murahan? kita lihat saja. (CNN/DM)

Top