Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Israel Klaim Buat Drone Mini Pengintai Reaktor Nuklir

Zionis Israel kembali mengklaim bahwa mereka berhasil membuat sebuah pesawat drone mini yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan nuklir dan mengukur tingkat radiasinya.

Seperti dilansir surat kabar Haaretz dalam terbitannya hari Rabu (09/09) kemarin menyatakan, “Drone yang dikenal dengan nama helikopter Micro kini sedang di uji coba untuk mengukur tingkat radiasi di pabrik nuklir Zionis Israel, Dimona.”

“Drone ini tidak memiliki paparan tingkat radiasi ataupun menyebarkan radiasi kepada manusia dan dapat menditeksi paparan radiasi di dalam tanah, ” tulis Haaretz dalam artikelnya.

Pemerintah Zionis Israel mengklaim bahwa drone tersebut bahkan membedakan antara radiasi alam dan radiasi yang dihasilkan oleh manusia dengan teknologi yang telah disematkan didalamnya.

Drone pesawat dengan ukuran tidak lebih dari seukuran telapak tangan orang dewasa dan dapat terbang dengan kecepatan 30 knot dalam waktu 20 menit merupakan buah kerjasama antara pemerintha Zionis Israel dengan Departemen Energi AS yang bertanggung jawab atas urusan nuklir.

Tidak ada bocoran apakah drone mini yang dirancang untuk menguji zona radioaktif dan melacak kebocoran radiasi di pabrik nuklir akan digunakan untuk kegiatan spionase militer Zionis Israel. (Rassd/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1izahAN

Tikus Terlatih Ini Dapat Mendeteksi Ranjau

Sebuah organisasi nirlaba di Afrika, APOPO, melatih lebih dari 100 ekor tikus untuk mengendus ranjau darat. Binatang pengerat itu saban hari harus melahap latihan di lapangan seluas setengah lapangan bola voli dalam waktu 20 menit.
Menurut APOPO, latihan tersebut demi menyelamatkan ribuan nyawa manusia di seluruh wilayah Afrika. Sampai sejauh ini, APOPO telah melatih sekitar 140 ekor tikus di pusat penelitian di Tanzania. Hasilnya, seluruh tikus yang terlatih disebarkan ke sejumlah negara di Afrika antara lain Angola dan Mozambik.
“Tikus-tikus itu berhasil menjinakkan 17.500 ranjau darat,” ujar APOPO.
image
Proses latihannya membutuhkan waktu selama sembilan bulan dengan biaya 4.200 pounds atau setara dengan Rp 88 juta per ekor dan tikus dilatih pada usia enam minggu. Latihannya menggunakan kombinasi suara dan makananan kesukaannya, biasanya kacang dan pisang.
Tikus memiliki kelebihan daya ciumnya sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi sasaran TNT, bahan peledak yang biasanya digunakan untuk amunisi ranjau darat. Ketika hewan ini mencium TNT, mereka akan menggaruk tanah selama dua atau tiga detik sebagai pertanda ada indikasi ranjau, sehingga petugas bisa meledakkan ranjau tersebut.
image
Tikus-tikus yang disapih oleh induknya akan dilatih untuk bersosialisai dengan manusia agar lebih nyaman, tidak takut dengan orang. Pada saat latihan sudah selesai, tikus sudah dewasa dan bisa mendapatkan tugas mengendus ranjau.
Apa yang membuat tikus-tikus ini cocok untuk pekerjaan yang membahayakan? Tikus dipilih karena memiliki berat badan lebih rendah ketimbang manusia, sehingga tidak bisa meledakkan ranjau darat jika dia menginjak.
Untuk meledakkan ranjau dibutuhkan rata-rata benda seberat 5 kilogram, sedangkan tikus ini berat badannya tidak lebih dari 1,5 kilogram sehingga tidak pernah ada tikus mati akibat menginjak ranjau.
image
Tikus juga harganya murah, demikian juga biaya perawatan, makan dan tahan terhadap penyakit tropis. Itu berarti lebih efektif melatih tikus daripada melatih manusia.
APOPO mengoperasikan tikus-tikus terlatih di Mozambik dan markas besar lembaga ini di Morogoro, Tanzania, karena kedua kawasan ini memiliki iklim tropis. Pelatih melengkapi tikus dengan pelapis antimatahri karena binatang ini sensitif dengan cahaya surya sekaligus mencegah dari kanker kulit. Setelah tikus dianggap selesai masa tugasnya, maka dia dilepas di alam bebas.
Timothy Edwards, Kepala Pelatihan dan Riset Perilaku di APOPO mengatakan, “Banyak orang tidak menyadari pekerjaan menakjubkan dari seekor tikus. Ketika orang belajar dari karya ini, kesan mereka dari tikus adalah dia seekor hama.” (tempo/infoduniamiliter)
Link:  http://bit.ly/1Ki3SDQ

Rusia Kembangkan Robot Militer

Penggemar film-film action tentu akrab
dengan kata Terminator, kata yang menjadi judul sebuah film yang mengisahkan mengenai robot-robot militer cerdas. Entah terinspirasi dari film tersebut atau tidak, Rusia dikabarkan sedang berusaha untuk mengembangkan robot seperti yang ada di film tersebut.

Sergei Garbuk, Wakil Direktur Advanced Research Foundation Rusia (ARF) mengatakan, saat ini para ilmuwannya tengah melakukan penelitian untuk menciptakan sistem kecerdasan seperti itu. Sistem kecerdasan itu kelak yang akan menjadi "otak" bagi robot-robot Rusia.

Garbuk mengatakan, ARF dan beberapa badan pengembangan teknologi Rusia saat ini masih berupaya untuk menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan yang akan disematkan pada sebuah robot. Robot tersebut nantinya mampu menyelesaikan tugas-tugas manusia, bahkan tugas militer sekalipun.

“Saya memprediksi, dalam tujuh hingga 10 tahun ke depan, para ilmuwan Rusia sudah dapat menciptakan sebuah robot yang mempunyai sistem kecerdasan buatan,” ungkap Garbuk, seperti dilansir Sputnik pada Senin (1/6/2015).

“Robot seperti itu nantinya dapat menjalankan program pelatihan militer, dan juga dapat berfungsi sebagai pengendali lalu lintas udara,” sambungnya.

ARF sendiri merupakan sebuah badan yang didirikan pada 2012 untuk melakukan penelitian-penelitian mutakhir untuk Angkatan Bersenjata Rusia. ARF kini tengah mengusulkan 49 proyek penelitian teknologi mutakhir, di mana 26 proyek di antaranya dalam status pengembangan.
(esn/sindo/infoduniamiliter )

Setelah Ramadi, IS Targetkan Baghdad

Seorang sumber yang tidak mau diungkapkan namanya mengungkapkan bahwa ibukota Baghdad adalah target pejuang Negara Islam selanjutnya, setelah berhasil menguasai kota Ramadi yang berjarak 100 km dari ibukota pada pertengahan Mei lalu.

Sumber tersebut menambahkan, “Kota-kota Husaybah, Habbaniyah dan Khalidiyah di timur Ramadi yang kini dikuasai oleh pasukan pemerintah dan milisi Syiah Iran adalah target penting selanjutnya pejuang Negara Islam menuju ibukota Baghdad.”

Menurutnya pejuang Negara Islam akan memanfaatkan kelengahan tentara pemerintah Irak dan milisi Syiah Iran di kota Ramadi. “Mereka akan bergerak dari arah Fallujah yang terletak sekitar 60 km tenggara ibukota, untuk lebih mendekatkan posisi mereka ke Baghdad jika pasukan pemerintah terlalu berfokus pada Ramadi,” ujarnya.

Pemerintah Teheran sendiri dikabarkan telah mengerahkan sekitar 3000 milisnya ke kota Habbaniyyah sejak awal pekan lalu, untuk membantu tentara pemerintah merebut kembali kota Ramadi pada awal Juni mendatang. (Alarabiya/Ram/eramuslim /infoduniamiliter )

S-500, Sistem Pertahanan Baru Rusia

Setelah sukses meluncurkan sistem pertahanan udara S-300 dan S-400, Rusia dikabarkan sedang mengembangkan sebuah sistem pertahanan baru. Sistem pertahanan yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017 itu diberi nama S-500.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yury Borisov mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan riset pengembangan rudal terbaru mereka tersebut. “Proyek produksi rudal S-500 Rusia saat ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Kemungkinan peluncuran resmi akan dilakukan pada 2017,” ucapnya.

Rudal sekaligus sistem pertahanan udara S-500, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (24/5/2015) nantinya dikabarkan akan dapat meluncurkan 10 rudal dalam sekali tembak, dengan kecepatan hingga 7 Km/detik untuk mencapai target.

Sistem pertahanan udara S-500 milik Rusia sendiri digadang-gadang akan menjadi saingan utama Rudal Patriot RAS3 milik Amerika Serikat (AS). 

Sejauh ini, dua rudal yang diluncurkan Rusia yakni S-300 dan S-400 diklaim sebagai salah satu senjata pertahanan udara paling ampuh di dunia.

Iran bahkan kepincut dengan rudal S-300, dan dikabarkan dalam waktu dekat akan menyelesaikan proses pembelian rudal tersebut. Rusia sendiri saat ini memang tengah gencar-gencarnya mengembangkan sistem pertahanan mereka. Sebelumnya, Negeri Beruang Merah itu baru saja meluncurkan helikopter Mi-26T2, yang disebut sebagai helikopter terbesar dan terkuat di dunia.
(esn/sindo/infoduniamiliter )

Lapan Luncurkan Roket RX-450


Lapan berhasil meluncurkan roket RX-450. Peluncuran berlangsung di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Jawa Barat, Rabu (13/5/2015). RX 450 merupakan roket sonda yang mempunyai diameter 450 mm yang dapat digunakan untuk mengukur parameter atmosfer.
Roket ini direncanakan mampu mencapai ketinggian dan jangkauan maksimum berturut-turut sebesar 44 km dan 129 km jika ditembakkan pada sudut elevasi 70 derajat. Roket RX 450 merupakan bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS). Uji terbang roket ini merupakan bagian dari tahapan dalam penguasaan roket RPS yang direncanakan dapat membawa muatan 50 kg ke orbit rendah.
Pada uji terbang roket RX 450 tersebut motor roket dapat berfungsi dengan baik untuk membawa terbang roket. Beberapa hal masih harus terus dilakukan untuk memperoleh hasil terbang yang maksimal.

Setelah peluncuran RX-450, Lapan berencana untuk menuju peluncuran berikutnya yaitu RX-550 dan roket berdiameter yang lebih besar. Hasil peluncuran tersebut menjadikan motivasi bagi Lapan untuk lebih maju dalam peningkatan dan pengembangan teknologi antariksa khususnya roket.
Peluncuran disaksikan oleh Kepala Lapan Prof. Thomas Djamaluddin, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Dr. Rika Andiarti beserta pejabat struktural dan para peneliti Lapan, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta PT Pindad.
Lapan.go.id/infoduniamiliter 

IS Bombardir Barak Militer Tentara Irak dengan Mortir 210 mm

Tentara Negara Islam (IS) wilayah al Anbar terus mengintesifkan serangan bombardir terhadap barak-barak militer rezim syiah Shofawi, diantaranya menggunakan mortir kaliber berat 210 mm. Berikut liputan fotonya. (azzammedia /infoduniamiliter )






Kalashnikov Perkenalkan Varian AK-74 Tercanggih


Produsen senapan serbu legendaris Rusia, Kalashnikov, untuk pertama kalinya akan memperkenalkan senapan serbu tercanggih dan mematikan terbaru mereka, AK-74 M. Senapan “kerabat” AK-47 itu akan dipamerkan dalam parade militer Hari Kemenangan (Victory Day) pada 9 Mei 2015 di Moskow Red Square.
 
Kalashnikov, seperti dilansir Russia Today, semalam (7/5/2015), mengklaim bahwa senapan serbu terbaru itu 50 persen lebih akurat. Senapan serbu AK-74 M akan dilengkapi dengan optoelektronik dan laser. Selain itu juga dipasang senter senjata untuk visibilitas rendah dan kebisingan saat menembak juga diklaim lebih rendah.
 
Hebatnya lagi, senapan ini juga akan mencakup peluncur granat 40-mm dan bayonet. Pihak Kalashnikov mengklaim, senapan AK-74 M, 50 persen lebih akurat pada jarak tembakan hingga 300 meter. Bahkan akurasi dari tembakan senapan itu berlaku untuk sepanjang hari dalam berbagai kondisi cuaca.
 
Produk inovasi dari Kalashnikov ini akan bergabung dengan berbagai kendaraan tempur canggih terbaru Rusia lainnya, termasuk tank Armata T-14 yang diklaim Rusia sebagai tank terkuat di dunia untuk saat ini.
 
Tank tempur T-14 diketahui dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125 mm yang dapat menembakkan amunisi bertenaga tinggi, termasuk membuang proyektil, peluru kendali, dan jenis-jenis amunisi lain. Tenaga dari moncong meriam tank itu lebih besar daripada meriam pada tank Leopard Jerman.
 
Menurut US Foreign Military Studies Office(FSMO), tank tempur T-14 dapat mempertahankan diri dari serangan apapun. Bahkan helikopter Apache yang paling modern tidak akan memiliki kesempatan 100 persen untuk menghancurkan tank itu dengan rudal. (Sindo/infoduniamiliter )

Rusia Resmi Luncurkan Tank T-14 yang Diklaim Terkuat Sedunia


Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya meluncurkan tank tempur Armata T-14. Foto-foto tank yang diklaim sebagai tank terkuat di dunia itu secara resmi dipublikasikan di situs kementerian tersebut menjelang parade Hari Kemenangan (Victory Day) di Moskow.
 
Gambar tank tempur T-14 sebelumnya pernah dilansir media Rusia namun masih dalam kondisi terbungkus. Sedangkan foto di situs Kementerian Pertahanan Rusia, semalam (4/5/2015) secara lengkap diterbitkan foto tank tersebut serta beberapa kendaraan lapis baja terbaru lainnya.
 
Tak hanya foto bentuk tank tempur T-14, situs itu juga memberikan deskripsi singkat dan siapa saja diperbolehkan mengunduh informasi itu.
 
Tank Armata terbaru itu akan ambil bagian dalam parade Victory Day di Moskow pada tanggal 9 Mei 2015, parade itu untuk menandai 70 tahun kemenangan Uni Soviet (nama Rusia sebelumnya) atas Nazi Jerman. Sebanyak 194 kendaraan lapis baja dan 134 pesawat tempur akan berpartisipasi dalam acara tersebut.
 
Kementerian itu pernah mengklaim tak tempur T-14 sebagai tank terkuat di dunia pada saat ini. Sejumlah laporan sebelumnya juga sempat mengulas tank tempur terbaru Rusia ini. Salah satunya IHS Jane, yang menulis; ”Kendaraan baru terutama yang didesain bersih dan mewakili perubahan terbesar dalam keluarga kendaraan tempur lapis baja Rusia sejak tahun 1960-an dan 1970-an.”
 
Tank tempur T-14 diketahui dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125 mm yang dapat menembakkan amunisi bertenaga tinggi, termasuk membuang proyektil, peluru kendali, dan jenis-jenis amunisi lain. Tenaga dari moncong meriam tank itu lebih besar daripada meriam pada tank Leopard Jerman.
 
Sedangkan menurut US Foreign Military Studies Office (FSMO), tank tempur T-14 dapat mempertahankan diri dari serangan apapun. Bahkan helikopter Apache yang paling modern tidak akan memiliki kesempatan 100 persen untuk menghancurkan tank itu dengan rudal.
 
Cara kerja amunisi otomatis untuk membidik target pada tank tempur T-14 telah menggunakan sistem komputerisasi. Meskipun semua senjata dan teknologi telah dirancang dengan sistem komputerisasi, tank Rusia ini hanya perlu dua prajurit untuk mengoperasikannya. Tank T-14, telah disiapkan Rusia untuk menjalani uji coba pada tahun 2016. (Sindo/infoduniamiliter )

AS Persembahkan Teknologi Militer Termahal untuk Israel

Selain sebagai negara yang paling usil di dunia, Amerika dikenal sebagai negara dengan sistem persenjataan paling banyak dan lengkap di bumi. Nah, di antara teknologi militernya ada satu sistem persenjataan yang paling mahal yang siap dibuat massal tahun depan.
Lockheed Martin sebagai kontraktor teknologi militer terkemuka di Amerika telah memastikan bila mereka akan membangun sistem persenjataan paling mutakhir di bulan September 2016, yakni pesawat jet F-35 Lightning II.
Menurut Lockheed, pembuatan satu pesawat F-35 Lightning II bisa menghabiskan dana USD 103 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun! Yang tidak kalah mengejutkan, angka itu belum termasuk mesin dan amunisi yang bobot totalnya bisa mencapai 8 ton.
Keunggulan pesawat jet F-35 dari pendahulunya adalah keberadaan sistem meriam internal (terletak di bagian bawah kokpit pilot). Sistem meriam baru ini bisa menampung 12 jenis roket mematikan.
Total, Lockheed Martin akan membuat 1.763 pesawat jet F-35 Lightning II. Pesawat-pesawat itu kemudian akan dikirim ke layanan militer cabang milik Amerika yang ada di Inggris Raya, Australia, Belanda, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, dan Israel, Business Insider (28/04).
Menariknya, Israel bakal menjadi negara pertama di luar Amerika yang mencicipi pesawat jet F-35 Lightning II. Dua F-35 Lightning II pertama akan menyambangi Israel di bulan Desember tahun 2016, Israel National News (17/04). Israel diketahui telah memesan 33 F-35 Lightning II untuk membangun dua skuadron pesawat paling berbahaya di kawasan Timur Tengah.  Sebagai negara penjajah nomor 1 tentu AS sangat senang jika membantu negara sesama penjajah, yaitu Israel.(Tempo/infoduniamiliter )

Rusia Klaim Tank T-14 Terkuat Sejagat


Rusia mengklaim tank tempur terbarunya, T-14 Armata Main Battle Tank (MBT)sebagai tank terkuat sejagad. Tank tempur ini diyakini akan mencuri perhatian dalam Parade Victory Day di Moskow 9 Mei 2015 nanti.
 
Klaim itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia. Menurut kementerian itu, tank tempur T-14 bisa dibilang sebagai kendaraan tempur lapis baja mematikan di dunia. Tank tempur terbaru Rusia ini menjadi bukti lompatan teknologi besar dari peralatan militer tua era-Soviet.
 
”Kendaraan baru terutama yang didesain bersih dan mewakili perubahan terbesar dalam keluarga kendaraan tempur lapis baja Rusia sejak tahun 1960-an dan 1970-an,” demikian laporan HIS Jane 360 ​​Defense Weekly.
 
Tank tempur T-14 dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125 mm yang dapat menembakkan amunisi bertenaga tinggi, termasuk membuang proyektil, peluru kendali, dan jenis-jenis amunisi lain. Tenaga dari moncong meriam tank itu lebih besar daripada meriam pada tank Leopard Jerman.
 
Menurut US Foreign Military Studies Office(FSMO), tank tempur T-14 dapat mempertahankan diri dari serangan apapun. Bahkan helikopter Apache yang paling modern tidak akan memiliki kesempatan 100 persen untuk menghancurkan tank itu dengan rudal.
 
Cara kerja amunisi otomatis untuk membidik target pada tank tempur T-14 telah menggunakan sistem komputerisasi. Meskipun semua senjata dan teknologi telah dirancang dengan sistem komputerisasi, tank Rusia ini hanya perlu dua prajurit untuk mengoperasikannya. Tank T-14, seperti dikutip Sputnik, Minggu (26/4/2015) telah disiapkan Rusia untuk menjalani uji coba pada tahun 2016. (Sindo/infoduniamiliter.Com)

Assad Bom Pasar, 10 Warga IS Meninggal Dunia


Rezim Nushairiyyah Bashar Assad kembali membombardir kaum muslimin di pasar kota Syaddaadi, Hasakah pada Sabtu (6 Rajab) kemarin.
Tepat setelah usai sholat dzuhur, dua helikopter rezim memuntahkan empat hingga enam buah birmil, menghantam sejumlah titik di pasar Syaddaadi. Reporter Azzam Media di lokasi menuturkan, setidaknya 10 orang meninggal dunia, diantaranya anak-anak dan kaum wanita. (Azzammedia/infoduniamiliter.com)








Pemboran Minyak Memperbanyak Gempa Bumi?

Sebelum tahun 2008, sekitar masa pemboran minyak dan gas baru mulai diperluas, Oklahoma hanya mengalami satu atau dua gempa berskala lebih dari 3.0, setiap tahunnya. Kini terjadi satu dua gempa berukuran semacam itu setiap hari.
Sebuah studi baru oleh Dinas Survei Geologi AS menyebutkan perluasan pemboran minyak dan gas telah mengakibatkan bertambahnya jumlah gempa-gempa bumi ringan di daerah-daerah yang tidak biasanya memiliki aktivitas seismik.
Studi yang dirilis hari Kamis itu memeriksa 17 area di delapan negara bagian di AS bagian tengah dan timur, yang baru dinyatakan sebagai rentan gempa bumi. Secara tradisional, gempa bumi kebanyakan terjadi di pantai barat AS.
Peningkatan paling dramatis terjadi di negara bagian Oklahoma. Sebelum tahun 2008, sekitar masa pemboran minyak dan gas baru mulai diperluas, Oklahoma hanya mengalami satu atau dua gempa berskala lebih dari 3.0, setiap tahunnya. Kini terjadi satu dua gempa berukuran semacam itu setiap hari.
Gempa-gempa bumi itu diduga berkaitan dengan teknik pemboran minyak dan gas yang disebut rekah hidrolik atau‘fracking’ yang melibatkan pemompaan air, pasir dan bahan kimia dengan tekanan tinggi, ke dalam formasi batuan jauh di bawah tanah. (Voa/infoduniamiliter.Com)

NATO Latihan Perang Menggunakan Laser


Tentara AS telah bergabung tentara Estonia dalam latihan perang NATO yang diberi nama “Tornado”. Dalam Latihan perang terbesar sepanjang sejarah Estonia ini, NATO akan menggunakan laser untuk simulasi perang yang sebenarnya.
 
”Pada hari Senin, hampir 2.000 tentara dari Brigade Infanteri I dari Angkatan Pertahanan Estonia, serta Divisi Pasukan Payung AS, akan mulai latihan Tornado lima hari, yang akan menunjukkan tingkat kesiapan mereka untuk latihan militer yang lebih besar,” kata Staf Umum Angkatan Pertahanan negara itu, dalam sebuah pernyataan.
 
Sistem MILES (Multiple Integrated Laser Engagement System) akan digunakan selama latihan Tornado untuk tujuan simulasi. Namun, sistem MILES dalam latihan NATO di Estonia ini berbeda dengan sistem MILES yang khusus digunakan AS dan militer internasional.
 
Menurut Russia Today, semalam (20/4/2015), sistem ini menggunakan laser dan kartrid kosong untuk mensimulasikan pertempuran yang sebenarnya. Tentara akan membawa laser kecil yang ditempatkan di atas pakaian mereka untuk mendeteksi tentara lain yang disorot oleh senjata laser api itu.
 
Sejak tegang dengan Rusia yang dipicu krisis Ukraina , NATO telah membangun kehadiran militernya di sepanjang perbatasan barat Rusia. Pihak Moskow telah berulang kali memperingatkan bahwa ekspansi militer NATO di dekat perbatasan Rusia hanya akan meningkatkan ketegangan dan menggoyahkan keamanan regional.
 
”Penyebaran kemampuan militer tambahan di sepanjang perbatasan itu hanyalah upaya untuk membantu militer melakukan tekanan terhadap Rusia,” Duta Tetap Rusia untuk NATO, Alexander Grushko, beberapa waktu sebelumnya.(sindo/infoduniamiliter.Com)

Norwegia Tutup Siaran Radio FM

Norwegia diberitakan akan segera menutup siaran radio yang menggunakan gelombang FM mulai awal 2017. Dengan demikian, Norwegia akan menjadi negara pertama yang menutup layanan radio FM dan beralih ke layanan audio digital.
Laman Radio.no melaporkan, Kementerian Kebudayaan Norwegia telah memastikan tanggal untuk menutup layanan Radio dengan gelombang FM mulai 11 Januari 2017. Selanjutnya, negara di kawasan Skandinavia itu akan menerapkan standar nasional siaran dengan menggunakan Digital Audio Broadcasting (DAB).

Rencana ini telah diajukan oleh Pemerintah Norwegia sejak 2011. Pemerintah menilai Norwegia telah menjadi negara yang memenuhi semua persyaratan untuk transisi mulus ke siaran digital.

"Pendengar akan memiliki akses ke konten radio yang lebih beragam dan plural, menikmati suara dengan kualitas yang lebih baik dan fungsi yang baru," demikian pernyataan Menteri Kebudayaan Thorhild Widwey dalam pernyataan tertulis.
"Digitalisasi juga akan berkembang dan meningkatkan sistem persiapan emergency (gawat-darurat), memfasilitasi kompetisi yang semakin meningkat, dan membuka peluang baru untuk inovasi dan pengembangan," lanjut Widvey.

Saat ini, DAB menawarkan 22 saluran nasional, dan memiliki kapasitas untuk ditambah 20 saluran baru. Angka ini tentu lebih banyak ketimbang gelombang FM yang hanya menawarkan 5 saluran.

Selain itu, menurut kementerian, biaya transmisi melalui gelombang FM disebut lebih mahal delapan kali jika dibandingkan transmisi DAB. 
Menurut Radio.no, sejumlah negara di Eropa dan Asia Tenggara juga sudah mempertimbangkan perpindahan ke DAB. Namun, hingga saat ini belum ada negara yang mengumumkannya secara resmi. (Kompas/infoduniamiliter.Com)

Pindad Produksi Senapan Sniper Tembus Baja untuk Kopassus

Penembak runduk. Istilah itu bisa ditelusuri sejak tahun 1770-an, di kalangan prajurit kolonial Inggris di India. Barang siapa mahir memburu burung snipe yang konon sulit ditembak, maka ia berhak mendapat julukan 'sniper'. 

Seiring berlalunya waktu, sniper mengalami pergeseran arti. Yakni, prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan. 

Indonesia baru kehilangan sniper legendaris yang diakui dunia, Tatang Koswara, yang meninggal dunia pada 3 Maret 2015. senapan penembak runduk (SPR) yang diproduksi PT Pindad ini dinamai SPR 2. 

SPR ini bukan sembarang senjata. Pelurunya bisa menembus tank baja. Dan bahkan, ada peledak di balik munisi tersebut yang bisa menghancurkan kendaraan tempur dalam sekejap. Lebih hebat lagi, SPR 2 juga memiliki jangkauan tembak hingga 2 kilometer (km). Kemunculannya menggemparkan dunia sniper.

"Senjata yang mendunia, kalau kita fokus ke senjata, kita punya SS-1, SS-1 dan beberapa varian. Kita juga punya SPR-2 yang baru kita launching dan langsung dibeli oleh Kopassus," kata Direktur PT Pindad Silmy Karim kepadaLiputan6.com. (Liputan6/infoduniamiliter.Com)

Ketika Truk Diubah Menjadi Peluncur Roket

Sangat unik cara beradaptasi Islamic State terhadap serangan pesawat tempur Amerika Serikat dan sekutunya, Telah di buat oleh IS yaitu DIY 4 X 120mm rocket launcher dari sebuah truk. Inilah foto-fotonya:



General Elektrik Berniat Suplai Mesin KFX

General Electric (GE) ingin menyediakan mesin pesawat mahakarya mereka, untuk program jet tempur Korea Selatan.
Perusahaan infrastruktur dan teknologi terkemuka di dunia ini, berencana menawarkan mesin F414-GE-40 kepada Korea Aerospace Industries (KAI), selaku pemenang lelang program jet tempur Korean Fighter Experimental (KF-X).
Selama ini mesin F414 telah dipilih untuk jet tempur di enam negara: Australia, Brazil, India, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat.
Mesin buatan General Electric (GE) idigunakan oleh : F / A-18E / F super Hornets – US Navy, EA-18G Growlers, Gripen NG Saab dan Pesawat Tempur Ringan Mark II Tejas, India. Menurut GE, lebih dari 1.200 mesin F414, telah terjual di seluruh dunia.
“GE telah lama menjadi pendukung industri penerbangan Korea. Kami sekarang ingin menjadi bagian dari program KF-X,” kata CEO GE Korea, Chris Khang. “Kami siap menawarkan solusi mesin yang paling mampu dan kompetitif melalui F414, platform yang terbukti kehandalannya dan menggunakan teknologi terbaru. Track record yang panjang dan handal dalam pengoperasian, dibutuhkan oleh jet tempur KF-X.”
Khang mengatakan GE juga akan mentransfer teknologi manufaktur, serta pemeliharaan, perbaikan dan kemampuan overhaul, jika mereka dipilih untuk bekerja dengan KAI.
“Kami yakin bahwa kami telah melakukan lebih banyak lokalisasi di Korea daripada pesaing,” katanya. “Kami telah membeli berbagai komponen inti dari mitra Korea kami, senilai lebih dari $ 200 juta. Ini membuktikan komitmen kuat kami terhadap perkembangan industri penerbangan negara itu.”
KFX  twin engine
KFX twin engine
Salah satu faktor penting bagi keberhasilan program KF-X adalah exportability dari jet tempur, Khang menambahkan bahwa GE mendukung program KAI mengekspor jet temput T-50 dan FA-50 ke Indonesia, Irak dan Filipina.
“Kami telah mendukung program ekspor KAI untuk dua jenis pesawat dan helikopter Surion. Dengan jaringan kuat dan kepemimpinan teknologi global GE, kami akan terus memainkan peran penting dalam memfasilitasi upaya Korea untuk menjual pesawat generasi berikutnya ke luar negeri.”
Program KF-X senilai $ 7,7 miliar berencana membangun pesawat tempur sekelas F-16 dengan bantuan kontraktor pertahanan global, termasuk GE, untuk menggantikan penuaan armada F-4 dan F-5 Angkatan Udara Korea Selatan. KAI akan menyediakan 120 pesawat bermesin ganda untuk Angkatan Udara pada 2032.
Selama 35 tahun terakhir, GE telah bekerja sama dengan kementerian pertahanan dan perusahaan penerbangan swasta di Korea Selatan.
Lebih dari 1.300 mesin GE telah memperkuat 600 pesawat dan kapal yang dioperasikan oleh militer Korea, termasuk mesin F110 dan F404 untuk pesawat tempur sayap tetap, mesin T700 dan CT7 untuk helikopter dan pesawat terbang turboprop, dan mesin LM500 / LM2500 untuk kapal angkatan laut.(koreatimes.co.kr/infoduniamiliter.Com).

Cyber army Islamic State Retas Televisi di Perancis


Jaringan televisi PerancisTV5MONDE mengatakan, mereka mengalami serangan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dari peretas yang berafiliasi dengan Islamic State atau sebelumnya dikenal dengan nama ISIS.

TV5MONDE mengatakan, stasiun televisi mereka, situs, dan akun-akun media sosial mereka semua diretas.

Para peretas juga mengunggah dokumen-dokumen yang terlihat sebagai kartu tanda pengenal dari kerabat tentara Perancis yang terlibat dalam operasi anti-IS.

TV5MONDE dapat mengambil alih sebagian besar situsnya sekitar dua jam setelah serangan dimulai.

Direktur digital Helene Zemmour menyebut peretasan tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya dan dalam skala besar".

Sebuah pesan yang diterbitkan oleh peretas di situs Facebook TV5MONDE bertuliskan, "Khalifah siber terus melakukan jihad siber terhadap musuh-musuh IS."

Mereka mengganti profil media sosial TV5MONDEdengan gambar pejuang mujahidin bertopeng.

Perancis adalah bagian dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara terhadap IS di Irak dan Suriah. Sehingga ikut bertanggungjawab atas jatuhnya korban sipil di wilayah IS.

Pada Januari 2015, akun Twitter dan YouTube komando militer AS diserang peretas pro-IS. Namun, Komando Pusat AS (Centcom) menenangkan diri debgan mengatakan, hal tersebut merupakan "vandalisme siber" dan bukan pelanggaran data yang serius. (Kompas/infoduniamiliter.Com)

Hadapi Serangan Global Kilat AS, Rusia Andalkan Rudal S-500


MOSKOW - Rusia sedang mengembangkan sistem rudal S-500 yang jadi andalan mereka untuk menghadapi Prompt Global Strike (serangan global kilat) dari Amerika Serikat (AS). Rudal canggih itu dirancang untuk mencegat rudal supersonik.

Wakil Kepala Pertahanan Udara Rusia, Mayor Jenderal Kirill Makarov, mengatakan ancaman Prompt Global Strike (PGS) AS terhadap Federasi Rusia adalah salah satu tantangan utama bagi Angkatan Pertahanan Udara Rusia.

Menurut Makarvov, rudal S-500 merupakan rudal generasi baru Rusia. “Rudal untuk sistem ini masih dalam pengembangan,” kata Makarov, seperti dilansir Russia Today, Minggu (5/4/2015).

Menurutnya, PGS bisa dipandu oleh AS dalam waktu kurang dari satu jam dan bisa menjadi ancaman keamanan nasional Rusia. “Ini tepatya untuk memerangi aset-aset pertahanan udara yang sedang kita bangun,” kata Makarov, yang menekankan bahwa tugas yang dia emban sangat penting.

PGS Washington secara keseluruhan memiliki struktur yang mirip dengan nuklir triad. Menurut analisa militer Rusia, biasanya serangan cepat AS dimulai dari darat dan laut dengan menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah antar-benua.

Rusia telah memperkirakan bahwa pada tahun 2020, AS akan memiliki sebanyak 8 ribu rudal jelajah, sekitar 6 ribu di antaranya akan mampu membawa hulu ledak nuklir. “Dengan beberapa derajat kepastian, orang bisa menilai bahwa dalam kondisi tertentu aset militer ini bisa digunakan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Federasi Rusia,” kata Makarov yang mengantisipasi PGS Washington.

Kendati demikian, ancaman seperti itu diklaim bisa diatasi oleh Rusia. Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yuri Borisov, pernah menyatakan, bahwa Rusia mampu dan harus mengembangkan sistem PGS serupa dengan AS. (Sindo/infoduniamiliter.com)

Top