Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Korut Rilis Video Penghancuran AS

 Korea Utara mengeluarkan video propa ganda kehancuran Amerika Serikat. Video yang berdurasi 4 menit itu memperlihatkan peluru kendali dari kapal selam menghantam Washington hingga akhirnya memperlihatkan bendera AS yang terbakar.

Video yang diberikan judul "Kesempatan Terakhir" itu juga memperlihatkan rangkaian serangan roket yang kemudian mengarahkan penonton pada pemandangan peluru kendali yang menghantam Gedung Putih dengan tulisan "Jika imperialis AS mendekat, kami akan hantam mereka dengan nuklir".

Tak hanya itu, sejumlah peristiwa yang melatarbelakangi hubungan Korut dengan AS juga diperlihatkan. Penangkapan sejumlah pilot dan kapal perang yang diduga milik AS hingga barisan tank artileri diperlihatkan di video tersebut.

Adapun video propaganda tersebut disebarkan oleh situs propaganda Korea Utara pada Sabtu (26/3/2016). (Kompas/kabarduniamiliter)


AS dan Rusia Susun Draft Konstitusi Suriah Baru

Amerika Serikat dan Rusia menyepakati untuk menghasilkan draf konstitusi baru Suriah pada Agustus nanti, kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.
Kerry berbicara setelah empat jam pertemuan di Kremlin dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurutnya, mereka juga sepakat untuk menekan pemerintah Suriah dan pemberontak untuk mempercepat pembahasan soal transisi politik.
Putaran perundingan perdamaian tak langsung di Jenewa antara pemerintah Suriah dan pihak oposisi ditutup pada Kamis.
Utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan bahwa dia menemukan kesamaan antara dua pihak.
Perundingan kini dalam masa reses dan menurut Mistura akan dimulai lagi bulan depan.

'Jadwal target'

Kerry datang untuk perundingan di Moskow sekitar 10 hari setelah Putin mengumumkan dia akan menarik sebagian besar militer Rusia dari Suriah.
"Kami menyepakati jadwal target untuk menetapkan kerangka kerja transisi politik dan juga draf konstitusi, dua-duanya ditargetkan untuk Agustus," kata Kerry pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Kerry tak menyebut apakah nasib Presiden Suriah Bashar al-Assad setelahnya dibahas dalam perundingan dengan Putin.
Namun dia mengatakan mereka sepakat Assad "harus melakukan hal yang benar" dan ikut dalam perundingan damai.
Oposisi yang didukung AS meminta Assad untuk turun, namun Rusia, sekutu pimpinan Suriah, mengatakan bahwa keputusan itu tergantung pada warga Suriah.
Lavrov mengatakan bahwa AS dan Rusia akan menekan pemerintah Suriah dan oposisi untuk mengadakan "pembicaraan langsung" di Jenewa yang akan menghasilkan "struktur pemerintahan transisi".
Dia dan Kerry mengatakan bahwa mereka akan menerapkan kembali gencatan senjata yang sudah berlaku sejak 27 Februari.
Sangat Aneh
Konstitusi untuk suriah baru ditentukan oleh negara lain. Bagaimana bisa AS dan Rusia menentukan masa depan Suriah, apakah ini artinya Suriah baru nanti tetap dibawah hegemoni asing? (Bbc/kabarduniamiliter)

Tentara Israel Tembak Warga Palestina di Kepala

Seorang serdadu negara Yahudi Israel ditahan setelah tertangkap kamera tampak sedang menembak seorang warga Palestina di kepala ketika ia tergeletak dalam kondisi luka dan tak bergerak di tanah.
Pria tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia. Ia adalah salah satu dari dua penyerang yang sebelumnya menikam seorang tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat.
Penembakan terjadi hanya dua menit setelah dua penyerang warga Palestina tersebut menikam serdadu Israel di pos pemeriksaan Hebron.

Pria Palestina yang ada dalam video itu ditembak dan mengalami luka-luka ketika melancarkan serangan. Rekaman video yang diambil oleh seseorang di lokasi kejadian menunjukkan salah seorang tentara Israel tampak mengarahkan senjata dan mengeluarkan tembakan di kepala pria Palestina. Israel takut hal itu akan membangkitkan perlawanan palestina seperti intifadah terdahulu. Namun banyak warga palestina yang tidak terima dengan penjajahan Israel dan memilih melawan secara mandiri, karena sudah muak dengan perundingan pemerintah Palestina yang tidak memihak pada rakyat. (Bbc/kabarduniamiliter)

    IS Masih Kuasai Penuh Kota Palmyra

    Meski diserang oleh koalisi AS, Saudi dan Yordania, IS mengklaim masih menguasai penuh kota Palmyra. Koalisi tersebut membantu rezim Assad merebut kembali kota Palmyra. Meski mereka berbeda kepentingan, namun mereka sama-sama menjadikan IS sebagai musuh nomor satu. Sementara rezim assad dan oposisi yang didukung koalisi sudah hampir mencapai kesepatakan damai. Jika oposisi dan assad berdamai, maka tidak ada musuh lagi bagi mereka kecuali Islamic State yang telah merebut sebagian besar wilayah Suriah. (Amaq/kabarduniamiliter)

    2 Mentri Belgia Ajukan Pengunduran Diri

    Dua menteri pemerintah Belgia menawarkan pengunduran diri mereka karena terjadinya sejumlah kesalahan saat melakukan pengejaran salah seorang pria yang diduga terlibat serangan bom hari Selasa di bandara Brussels.
    Namun Menteri Dalam Negeri, Jan Jambon, dan Menteri Kehakiman, Koen Geens, diminta -dan sepakat- untuk tetap menjabat.
    Tawaran mereka disampaikan setelah Turki menuduh Belgia tidak memperhatikan peringatan terkait Ibrahim el-Bakraoui, yang dideportasi dari Turki tahun lalu.
     (Bbc/kabarduniamiliter)

    Ahrar Syam: Sekarang JN Sekutu Kami, Tapi Tidak di Masa Depan

    Kelompok kemerdekaan Suriah atau yang menamakan diri Harakah Ahrar Syam menyatakan bahwa kerja sama mereka saat ini dengan Jabhah Nushrah (Al-Qaeda) hanya untuk sementara. Ahrar Syam menganggap saat ini siap bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan FSA dan Jabhah Nushrah.

    Ahrar Syam menyatakan bawah meski saat ini bekerja sama dengan Jabhah Nushrah, namun tujuan mereka sama sekali berbeda. Ahrar syam ingin membuat Suriah menjadi negara regional dan bekerja sama dengan negara Saudi Arabia, Turki dan Qatar. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Politik dan Perhubungan Ahrar Syam, Labib Nahhas dalam koran Al-Ah'd. 

    Pernyataan ini semakin memperjelas tentang rapuhnya koalisi antar pemberontak di Suriah. Bahkan sesama kelompok yang membawa nama Islam-pun juga berpecah dalam tujuan. Bashar Assad mungkin akan runtuh sebentar lagi, lalu terus apa? Apakah dilanjutkan dengan perang antar kelompok oposisi? (Eldorar/kabarduniamiliter)


    Israel: Belgia Kebanyakan Makan Coklat

    Brussels - Seorang menteri Israel menyindir Belgia yang dianggap gagal memerangi jihadis. Komentar ini terkait ledakan bom Brussels yang menewaskan 31 orang dan melukai ratusan orang lainnya.

    "Jika di Belgia, mereka terus makan cokelat, menikmati hidup dan berpawai sebagai kaum liberal dan demokrat yang hebat, namun tidak menyadari fakta bahwa beberapa warga muslimnya merencanakan aksi teror, mereka tidak akan mampu melawan teror," sindir Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, kepada radio Israel dan dilansir AFP, Kamis (24/3/2016).

    Tiga dari empat pelaku masuk ke terminal keberangkatan bandara Brussels, pada Selasa (22/3) pagi, dengan membawa bom tanpa terdeteksi. Dua pelaku di antaranya meledakkan diri di tengah ratusan penumpang yang hendak check-in di terminal tersebut. Satu pelaku lainnya kabur setelah meninggalkan bom di bandara dan masih diburu hingga kini.

    Otoritas Belgia tidak menanggapi langsung sindiran menteri Israel itu. Namun kritikan dari negara tetangganya, Prancis, memicu kemarahan Belgia. Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin, menuding otoritas Belgia naif karena tidak mencegah penyebaran ekstremisme Islam di wilayahnya.

    "Saya pikir ada... kekurangan tekad, di kalangan beberapa otoritas (Belgia)... mungkin juga semacam kenaifan," sebut Sapin dalam komentarnya pada Selasa (22/3) waktu setempat.

    "Mereka pikir untuk mendorong persatuan yang baik, masyarakat harus dibiarkan berkembang sendiri. Kita tahu... itu bukan jawaban yang benar. Ketika masyarakat dalam bahaya sektarian, kita seharusnya menerapkan kebijakan integrasi," imbuhnya kepada televisi Prancis, LCI.

    Menanggapi kritikan Sapin itu, politikus Belgia membalas dengan menyebutnya tidak sopan. "Hal itu sangat tidak pantas ketika orang-orang tengah menderita, tengah terkejut. Kita butuh solidaritas, bukan ceramah," ucap politikus Sosialis Belgia, Laurette Onkelinx.

    Secara terpisah, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls enggan terseret dalam adu argumen tersebut. "Tidak ingin menceramahi sahabat Belgia kita," ucapnya. 


    Seharusnya belgia dan negara eropa lainnya berpikir apa untungnya ikut bersama AS memerangi IS. IS memiliki tentara yang berani matinya tidak tertandingi oleh seluruh tentara manapun di dunia. Ketika negara-negara eropa terus membunuhi warga sipil di Islamic State, maka tidak mungkin IS berdiam diri. Eropa bisa kacau, hancur, ketakutan, pariwisata anjlok, belum lagi anggaran perang yang amat besar. Mengapa eropa tak mendengar saran John Cantile? sangat simpel! yaitu jaga baik-baik perbatasan dan berhenti membunuh muslim.

    (nvc/mad/detik/kabarduniamiliter)
    ⬆
    Top