Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Milisi Syiah Coret-coret Masjid Bersejarah di Samara, Irak

Milisi Syiah mencoret-coret masjid yang telah berusia lebih dari 1000 tahun di Samara, Irak. Coretan tersebut berisi hujatan pada Muwiyyah ra yang merupakan salah satu tokoh yang paling dibenci oleh Syiah. Muawiyyah ra adalah khalifah yang menggantikan Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Muawiyyah yang sebelumnya gubernur syam, sempat berkonflik dengan Ali bin Abi Thalib karena pendukung Ali membunuh Utsman bin Affan. Namun mereka akhirnya bersepakat berdamai. (CR/kabarduniamiliter)

Meski Dibombardir AS, IS Tetap Panen Melimpah

Meskipun diserang dan dibombardir pesawat udara koalisi Salibis, pertanian Daulah Khilafah Islamiyyah (Islamic State) wilayah Fallujah tidak malah kekurangan pasokan pangan. Hasil panen saat ini justru lebih bagus dan lebih banyak dari sebelumnya. Sementara di Islamic State wilayah Irak lainnya yaitu di provinsi Anbar, gandum sudah hampir mencapai panen raya. Islamic State saat ini diperangi oleh 60 negara yang dipimpin AS dan para militan bayaran, mereka harus berupaya memenuhi kebutuhan dalam negri sendiri. (Syamtoday/kabarduniamiliter)

Masjid Agung Bursa dibom Oleh Militan Kurdi PKK

Wanita pelaku bom bunuh diri di kota bersejarah di Turki, Bursa, pekan ini, ternyata terkait dengan kelompok pemberontak Kurdi yang juga bertempur melawan Islamic State di Suriah.
Hal ini terungkap dalam sebuah laporan yang dikutip Kantor Berita AFP, Jumat (29/4/2016).
Disebutkan, aparat tidak menemukan adanya sidik jari pada barang-barang bukti yang ada di sekitar wanita yang meledakkan diri di depan Masjid Agung Bursa, Rabu lalu.  
Namun, hasil pemeriksaan DNA berhasil mengungkap identitas pelaku. Demikian dilansir Harian the Hurriyet.
Wanita itu diketahui bernama Suzan B, anggota Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang juga melakukan perlawanan terhadap pasukan keamanan Turki sejak gencatan senjata gagal pada musim panas lalu.

Dalam laporan itu juga terungkap, Susan menghabiskan waktunya di Suriah, bergabung dengan pasukan the Kurdish Peoples' Protection Units (YPG) melawan kelompok teroris Negara Islam (IS).

Suzan diketahui kembali masuk ke wilayah Turki pada April ini. Pemerintah Turki selama ini menyebut YPG adalah perpanjangan tangan dari PKK. (Kompas/kabarduniamiliter)

Jaish al-Islam: Jabhah Nusharh dkk Serang Kami!

Jaish al Islam melaporkan bahwa Jabhah Nusrah, Ahrar Sham, Jaish Al-Fustat, Faylaq Sham, dan Fajr Ummah menyerang markas dan rumah komandan mereka di Zamalka, Ain Tarma, Mesraba, Jobar, dan Kafr Batna. Namun Salah satu komandan Ahrar Sham, Khalid Abo Anas, mengatakan bahwa Ahrar Sham tidak terlibat dalam serangan tersebut. (Syamtoday/kabarduniamiliter)

Militan Kurdi YPG Bantai 83 Militan FSA

Berita mengejutkan dan semakin membuat ruwet kondisi Suriah datang dari distrik Tel Rifah, Suriah. Militan Kurdi YPG yang merupakan militan yang disuplai senjata oleh AS menyerang FSA yang juga disuplai senjata oleh AS. Bahkan YPG memamerkan mayat-mayat anggota FSA yang telah di bantai.

Kedua militan itu digunakan oleh AS dalam memerangi IS, namun kini mereka malah bertempur sesama. Diperkirakan karena perbedaan kepentingan antara FSA dan YPG memecah konflik mereka. Bisa juga karena kedekatan FSA dengan Turki yang merupakan musuh YPG membuat YPG berang.

Sebab lain kemungkinan YPG cemburu dengan bantuan AS yang lebih besar pada FSA, YPG ingin menjadi budak AS satu-satunya di Suriah. Sungguh aneh, ketika para 'pejuang' kemerdekaan berebut menjadi budak negara imperialis seperi AS dan Eropa. (Syamtoday/kabarduniamiliter)

Trump Sesumbar Hancurkan IS dalam Hitungan Hari

Calon presiden kontroversial Partai Republik Donald Trump telah merinci kebijakan luar negeri dalam pidatonya.

Paparan tersebut disampaikannya sehari setelah Trump menyapu kemenangan di lima pemilihan pendahuluan negara bagian di Amerika Serikat. Ia mengklaim kemenangan di Connecticut, Delaware, Rhode Island, Maryland dan Pennsylvania.

BBC News melaporkan, Trump mengatakan ia akan mengejar kebijakan "Amerika Utama". Sebelum pidato Trump berjanji kebijakan ini tak akan menjadi "doktrin Trump". Ia mengatakan akan mempertahankan fleksibilitas untuk perubahan jika nanti terpilih.

Banyak hal dalam pidatonya memfokuskan pada apa yang disebut kelemahan, kebingungan dan kekacauan dari pemerintah Obama dan harapan untuk membalikkan keadaannya. Sebelum bertemu pendukungnya di Washington, ia bersumpah menghapus "karat" dari kebijakan luar negeri AS.

Terkait Negara Islam (IS/ISIS), Trump mengatakan di bawah pemerintahannya militan tersebut hanya tinggal menghitung hari. Namun Trump mengatakan tak akan memberitahu mereka kapan dan bagaimananya.

Ia sebelumnya juga mengatakan ia akan melemahkan militan IS dengan memotong akses mereka ke minyak. Trump juga mendukung penggunaan metode waterboarding dalam melakukan interogasi terhadap ISIS. Tapi ia tak menyampaikan usulan itu pada Rabu (27/4).

"Mengatasi penyebaran kelompok radikal harus menjadi tujuan kebijakan luar negeri AS dan dunia," katanya.

Ia mengatakan akan bekerja sama dengan sekutu AS di Timur Tengah untuk memerangi ekstremisme. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

Ahrar Syam dan Jaisyul Islam Terancam Masuk Daftar Teroris PBB

Rusia mengusulkan kepada Dewan keamanan PBB untuk memasukkan dua kelompok pemberontak Suriah, Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham, ke dalam daftar hitam. Kedua organisasi ini disebut-sebut memiliki hubungan dengan al-Qaidah. Jaish Al islam dan Ahrar Syam memang bersekutu dengan Jabhah Nushrah yang merupakan perwakilan Al-Qaeda, namun mereka beralasan bahwa persekutuan itu hanya untuk sementara.

Jika dari 15 anggota komite pemberian sanksi kepada IS/khilafah dan al-Qaidah tidak menentang usulan ini hingga 11 Mei 2016 jam 3 sore waktu setempat, maka PBB akan memasukkan kedua kelompok itu ke dalam daftar hitam. Padahal dua kelompok ini telah mengikuti resolusi PBB dan ikut memerangi IS dibawah koordinasi AS, sungguh malang nasib mereka.

"Alasan melakukan langkah ini karena adanya informasi bahwa kelompok-kelompok ini, yang melakukan serangan ke Suriah, memiliki hubungan dekat dengan IS dan al-Qaidah," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin dalam pernyataannya pada Selasa (26/4).

Namun, pejabat senior Dewan Keamanan PBB yang tidak dipublikaskan namanya, menyebut langkah yang dilakukan Rusia itu "tidak membantu."

"Ini cara untuk mencoba memecah oposisi," kata diplomat itu pada Rabu (27/4).

Kelompok Jaish al-Islam, yang berarti Tentara Islam, merupakan kelompok pemberontak bersenjata di Suriah dan bagian dari Komite Negosiasi Tinggi, kelompok yang didirikan di Riyadh, Arab Saudi pada Desember lalu dan termasuk wakil oposisi dalam perundingan damai dengan pemerintah Suriah yang didukung PBB.

Komite Negosiasi Tinggi didukung oleh sejumlah negara Barat dan negara-negara besar Arab.

Sementara, kelompok Ahrar al-Sham menarik diri dari perundingan di Riyadh dan menyatakan bahwa "kelompok revolusioner" tidak menghadiri perundingan ini. Meski demikian, kelompok ini menghadiri perundingan damai di Jenewa.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah lama menyatakan bahwa Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham seharusnya tidak terlibat dalam perundingan damai Suriah.

Ahrar al-Sham merupakan kelompok yang berhaluan ikhwan dan merupakan bagian dari aliansi militer yang didukung oleh Turki. Sementara Jabhah Nushrar/Front al-Nusra sendiri tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak Februari lalu. 

Pemimpin Ahrar al-Sham merupakan tokoh yang pernah berperang bersama Osama bin Laden. Tahun lalu, kelompok membantah keterkaitan ideologi dengan al-Qaidah atau memiliki hubungan dengan kelompok militan itu. PBB saat ini memang masih membutuhkan militan sepeti Ahrar Syam dan Jaisyul Islam, namun dapat dipastikan ketika mereka sudah dibutuhkan maka militan ini pun akan disingkirkan, karena baik barat maupun timur tidak pernah rela ada aroma islam sedikitpun dalam Suriah yang baru. Hal ini persis yang terjadi di Irak dan Libya, sayangnya milisi-milisi tersebut tidak belajar dari sejarah, dan salah dalam menempatkan loyalitas. Berperang dibawah bendera barat adalah kehancuran itu sendiri. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)
⬆
Top