Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Ledakkan Kuil Syiah di Baghdad

Dua (2) orang melakukan serangan bom di sebuah kuil Syi’ah di Baghdad, Iraq. Akibat serangan tersebut, sedikitnya menewaskan 15 militan Syi’ah. Sesaat setelah kejadian itu, Daulah Islam/Islamic State (IS) mengklaim sebagai pihak yang melakukan serangan bom isytishadiyyah tersebut.
Selain menewaskan 15 orang, insiden tersebut juga melukai 50 kaum Syi’ah dan militan Syi’ah lainnya di kawasan Shulaa yang didominasi oleh para pengikut Syi’ah.
Pelaku pengeboman pertama melakukan aksi heroiknya di dalam kuil Syi’ah dan yang kedua melakukan serangan bom ketika pasukan keamanan Syi’ah berkumpul di lokasi ledakan pertama.
Menurut laporan, empat (4) dari korban tewas adalah anggota pasukan keamanan Syi’ah Iraq. Demikian seperti dilansir dari Reuters, pada Jum’at (26/2/2016).
Mujahidin Islamic State (IS) yang mengendalikan dan mengontrol sejumlah bagian utara dan barat Iraq mengatakan, serangan tersebut memang yang menjadi target utamanya adalah para militan Syi’ah Rofidhoh.
Sebelumnya pada Januari 2016 lalu, setidaknya 51 orang Syi’ah tewas dalam ledakan bom di Baghdad, Iraq. Ledakan berasal dari pelaku isytishadiyyah yang menggunakan bom mobil. Insiden tersebut juga dilakukan oleh Islamic State (IS). [SS/mj/kabarduniamiliter]

Takut Ditikam Pisau, Tentara Israel Malah Tembak Warga Yahudi

Seperti dilansirReuters pada Kamis (25/2/2016), tentara Zionis Israel secara tidak sengaja menembak mati warga negaranya sendiri, ketika sedang berusaha menembak warga Palestina yang membawa belati.
Pada Rabu 24 Februari 2016, tentara Zionis Israel mendeskripsikan pria yang tewas tertembak adalah warga Yahudi Israel. Mereka mengklaim bahwa awalnya tentara Zionis itu berusaha menembak warga Palestina yang membawa pisau dan menyerang warga Israel.
Pihak Zionis Israel juga mengatakan pada insiden yang terjadi di permukiman Israel di blok Gush Etzion itu, mereka berhasil ‘melumpuhkan’ warga Palestina yang membawa pisau tersebut. Dilaporkan, blok Gush Etzion menjadi salah satu titik di wilayah Israel-Palestina yang terus memanas akibat kekerasan yang terus terjadi.
Sebenarnya semenjak Oktober 2015, baik Zionis Israel maupun Palestina telah banyak kehilangan nyawa warga negaranya. Sedikitnya 28 warga Israel dan satu warga negara Amerika Serikat (AS) telah meregang nyawa akibat serangan yang dilakukan oleh warga Palestina.
Israel juga tidak berdiam diri, 168 warga Palestina telah meninggal dunia oleh serangan brutal timah panas milik tentara Zionis Israel yang diklaim telah memakan korban sebanyak 111 orang, baik wanita dan anak-anak maupun pelaku penyerangan.
Kekerasan tidak pernah mereda di wilayah Palestina-Israel dan banyak yang menduga ini diakibatkan oleh berbagai faktor dari mulai pencaplokan wilayah Palestina yang dilakukan Zionis Israel, hingga penyerobotan komplek Masjid Al-Aqsa oleh Zionis dan gagalnya pembicaraan damai kedua negara. [SS/atj/mj/kabarduniamiliter]

Perancis Kirim Pasukan Khusus Untuk Perangi IS di Libya

Perancis telah mengirimkan pasukan khususnya untuk memerangi Daulah Islam/Islamic State (IS) di wilayah Libya. Hal itu sebagaimana laporan kantor media Le Monde, pada Rabu (24/2/2016).
Le Monde mengabarkan, pasukan khusus Perancis dan anggota badan keamanan eksternal DGSE berada di Libya untuk “operasi rahasia” melawan Islamic State (IS). Dilaporkan pula, serangan udara Perancis pada November lalu yang diklaim membuat petinggi IS di Libya, Abu Nabil meninggal juga dilakukan oleh Paris.
Laporan Le Monde memicu investigasi pemerintah, mengenai mengapa informasi rahasia ini bisa bocor ke media.
“Investigasi harus dilakukan jika berbagai detail rahasia dimunculkan dalam artikel ini,” ujar seorang sumber yang dekat dengan Menteri Pertahanan (Menhan), Jean-Yves Le Drian, seperti dikutip AFP.
“Saat operasi rahasia berlangsung, kerahasiaannya tetap harus terjadi demi keamanan operasi dan personelnya,” lanjutnya.
Pelanggaran terhadap bocornya informasi rahasia ini dapat berujung pada hukuman tiga tahun penjara dan denda USD50 ribu. Beberapa negara Barat, termasuk Perancis, sepakat bahwa operasi militer diperlukan untuk mengatasi pengaruh Islamic State (IS) di Libya yang terus meluas. [SS/mj/kabarduniamiliter]

Wow, Persekutuan Gereja Jayawijaya Minta Bupati Larang Masjid dan Pemakaian Jilbab

Tindakan diskriminatif kembali harus diterima oleh umat Islam di Indonesia, khususnya yang ada di Bumi Cenderawasih, Papua. Diskriminasi inipun tidak hanya sekali saja terjadi terhadap umat Islam yang kabarnya penduduk mayoritas di Indonesia.
Pada Jum’at (26/2/2016) pagi beredar kabar di sosial media (sosmed) jika Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ), Kabupaten Jayawijaya, Papua melarang kaum Muslimin membangun masjid dan melarang para Muslimah untuk memakai jilbab.

Tuntutan itu dikatakan langsung oleh Ketua PGGJ Kabupaten Jayawijaya, Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th didampingi 15 dedominasi gereja yang ada di Jayawijaya dan diterima langsung Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo bersama Wakil Bupati, anggota forum komunikasi pimpinan daerah Jayawijaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jayawijaya dan ratusan jemaat gereja.
Larangan tersebut disampaikan oleh PGGJ pada saat melakukan pertemuan dengan Bupati dan Muspida Jayawijaya di Gedung Ukumiarek Asso Wamena pada hari Kamis 25 Februari 2016 kemarin. Berikut ini kabar selengkapnya;
“Berita dari Jayapura: Asslm.Wr.Wb. Info: Pada 25 Feb 2016, di Gedung Ukumiarek Asso Wamena Kab. Jayawijaya Papua, diadakan pertemuan di fasilitasi oleh FKUB dihadiri Bupati dan Muspida. PGGJ (Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya) menyampaikan Aspirasi  Butir sbb. 1) Menolak pembangunan Masjid Baitur Rahman Wamena, 2) Menutup Musalla yg tdk memiliki izin, 3) Dilarang Membangun Masjid baru,”.
“4) Dilarang menggunakan TOA di Masjid ketika Adzan, 5) Dilarang menggunakan jubah, 6) Dilarang menggunakan jilbab ditempat2 umum, 7) Hentikan mengirim anak2 Kristen ke Pesantren, 8) Hentikan mendatangkan guru2 kontrak non Kristen. Demikian info dan terimakasih. Wassalam.Wr.Wb. Adnan Yelipele, SHI, MA.Hk,”.
Inilah 9 desakan dan tuntutan PGGJ Jayawijaya kepada Pemkab Jayawijaya:
  1. Seluruh denominasi gereja di Kabupaten Jayawijaya meminta pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya untuk mencabut/membatalkan ijin mendirikan Masjid Agung Baitur-Rahman Wamena.
  1. Panitia pembangunan Masjid Baitur-Rahman harus menghentikan pekerjaan pembangunan.
  1. Menutup Mushola/Masjid yang tidak memiliki ijin atau menyalahgunakan ijin tempat usaha tetapi menjadikan Mushola/Masjid, sebagaimana yang diatur oleh SKB dua menteri.
  1. Dilarang membangun mushola dan masjid baru di Kabupaten Jayawijaya.
  1. Dilarang menggunakan Toa (pengeras suara) saat sholat karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat.
  1. Dilarang menggunakan busana ibadah (jubah dan jilbab) di tempat umum.
  1. Hentikan upaya mendidik (menyekolahkan) anak-anak kristen Papua di pesantren-pesantren.
  1. Berhentikan mendatangkan guru-guru kontrak beragama Islam dari Jawa.
  1. Demi keharmonisan, kenyamanan, dan keamanan agar dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. 
Namun hingga kini, belum ada yang bisa dikonfirmasi untuk memberikan kroscek terkait kabar tersebut. Pihak FKUB, PGGJ dan instansi terkait yang ada di wilayah Jayawijaya juga belum memberikan klarifikasi soal kabar yang sudah berbedar luas tersebut. Namun dari foto surat tersebut bisa dikatakan asli karena ada stempel dan tanda tangan beberapa pendeta. Jika memang terjadi seperti ini, maka umat islam saatnya bangkit agar agama yang dibawa penjajah ini (yaitu kristen) tidak sewenang-wenang dengan umat islam.
 [GA/mj/kabarduniamiliter]

Korut: Roket Kami Bikin Tank Musuh Jadi Labu Rebus

Rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un mengklaim roket baru anti-tank lapis baja yang mereka kembangkan telah diuji coba. Roket baru itu diklaim membuat tank musuh yang ditembak menjadi seperti labu rebus.   Klaim itu dilaporkan kantor berita KCNA, Sabtu (27/2/2016). Media Pemeritah Pyongyang itu melaporkan bahwa, Kim Jong-Un telah menyaksikan tes dari roket portabel yang dipandu laser.  

Roket baru itu, lanjut KCNA, memiliki daya tembak terpanjang di dunia. Bahkan, akurasinya diklaim seakurat senapan penembak jitu.   ”Dia mencatat dengan kepuasan besar, bahwa bahkan tank lapis baja khusus dan mobil dari musuh-musuh yang membanggakan kemampuan manuver tinggi dan kekuatan yang mencolok, tidak lebih dari labu rebus sebelum akhirnya ditembak senjata anti-tank,” tulis media Pemerintah Korut itu.  

Kim menyerukan senjata baru Korut itu masuk ke produksi massal sesegera mungkin. Dia juga memerintahkan agar senjata itu dikerahkan untuk unit garis depan dan unit pertahanan pesisir.  Korut yang dianggap sejumlah negara—terutama Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang—sebagai negara berbahaya telah mempertahankan kekuatan militernya.   Negara itu memiliki sekitar 1,2 juta tentara aktif dari jumlah penduduknya sekitar 25 juta. Jumlah tentara aktif Korut itu dua kali lipatnya dari pasukan yang dimiliki Korsel. 

Kendati demikian, banyak pihak yang meyakini militer Korut ketinggalan zaman karena negara itu kekuarangan dana. Hal itu diperparah dengan rentetan sanksi dari sejumlah negara setelah Korut menguji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen dan roket jarak jauh baru-baru ini. (sindo/kabarduniamiliter)

Meski Berbeda, Semua Calon Presiden AS Sepakat Terus Perangi IS

Pendapat kandidat presiden dari Partai Republik dan Demokrat sangat berbeda mengenai berbagai masalah politik, namun mereka sepakat tentang perlunya Amerika berperan dalam mengalahkan Kekhilafahan Islamic State (IS). Itu berarti, dalam beberapa tahun ke depan, Amerika mungkin akan berperan utama di Irak, siapapun yang memenangi pemilu November nanti.

Tantangan besar dalam mengalahkan IS adalah mencari cara memberi insentif (menyuap) populasi Sunni agar menolak IS, ujar Letnan Jenderal purnawirawan Michael Barbero, mantan Wakil Kepala Staf (Operasi Strategis) di Gugus Tugas Multi-Nasional Irak. (voa/kabarduniamiliter)

LCS DIsentil Australia, China Tidak Terima

Pemeritahan China menganggap Australia sudah berkomentar negatif pada Beijing. ”Kami berharap pihak Australia dapat (bersikap) benar dan positif melihat pengembangan dan tujuan strategis China,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China; Hua Chunying, pada konferensi pers di Beijing, kemarin, seperti dikutip news.com.au, Jumat (26/2/2016).

Ketika ditanya apakah China ingin melihat sebuah perlombaan senjata di kawasan Laut China Selatan. Hua mengatakan; ”Jawabannya pasti tidak ada”. Perdana Menteri Australia; Malcolm Turnbull, pada hari sebelumnya meluncurkan sebuah cetak biru pertahanan baru yang ambisius. Dia memperingatkan bahwa setengah dari kapal selam dunia dan pesawat tempur canggih akan beroperasi di wilayah Indo-Pasifik dalam dua dekade mendatang.

“Kami akan khawatir jika persaingan untuk (berebut) pengaruh dan pertumbuhan dalam halkemampuan militer menyebabkan ketidakstabilan dan mengancam kepentingan Australia, apakah di Laut China Selatan, Semenanjung Korea atau lebih jauh,” katanya sambil meluncurkan “Buku Putih Pertahanan” baru. Makalah itu menguraikan serangkaian faktor yang akan membentuk pandangan strategis Australia pada 2035, terutama soal hubungan antara China dan AS yang akan tetap menjadi kekuatan global unggulan selama periode tersebut. (sindo/kabarduniamiliter)
⬆
Top