Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Bom Kembali Meledak di Turki, 5 Tewas

Bom kembali meledak di Turki, tepatnya di jl. istilklal, pusat kota Istambul. Ledakan ini memakan korban 5 jiwa dan 36 orang terluka. 12 orang diantaranya adalah warga asing, termasuk warga Iran, AS dan Israel.

Ratusan orang berlarian panik tatkala mendengar bom meledak di lokasi. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab dalam aksi ini. (Aljazeera/kabarduniamiliter)

Serang Israel, Warga Palestina Ditembak Mati

Militer Penjajah zionis Israel mengatakan pasukannya menembak mati seorang warga Palestina yang berusaha menyerang tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki Israel. 
Militer mengatakan orang tak dikenal tersebut menyerang tentara dengan pisau di persimpangan Gush Etzion, tempat beberapa serangan baru-baru ini terhadap militer Israel oleh orang Palestina.
Insiden itu adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan sejak Oktober yang telah menewaskan paling sedikit 188 orang Palestina, 28 warga Israel dan dua warga Amerika. Perlawanan secara mandiri semakin populer di Palestina, ketika pemimpin Palestina masih mau berunding dengan penjajah. 
Israel menuduh para pemimpin Palestina menghasut kaum muda untuk menimbulkan kerusuhan.
Palestina membantahnya dan mengatakan warga Palestina sudah muak atas apa yang mereka sebut penindasan oleh Israel, tidak adanya kesempatan ekonomi dan prospek yang suram akan perdamaian. [gp/voa/kabarduniamiliter]

John Cantile Kembali Muncul di Mosul, Tanggapi Bom AS

John Cantile, seorang warga negara Inggris dan merupakan tawanan Islamic State kembali muncul di kota Mosul, Islamic State. Meski sebagai tawanan, John Cantile kerap muncul dalam video resmi IS sebagai bagian dari propaganda IS. John Cantile berbicara layaknya seorang analis pendukung IS.

Pada video ini, john cantile menanggapi pengeboman yang dilakukan AS dan sekutunya di wilayah IS, khususnya pada kantor media di Mosul. Anehnya, john cantile tetap terlihat sehat dan bugar setelah dua tahun ditawan IS. Dalam setiap video, john mengatakan bahwa keputusan barat menyerang IS adalah salah besar. Keputusan barat itu dianggap bodoh, karena barat tidak tahu berhadapan dengan orang yang tidak takut mati. (Amaq/kabarduniamiliter)

AS Setuju Indonesia Beli 36 Rudal Senilai 1,2 Triliun

Washington DC - Amerika Serikat (AS) menyetujui permintaan Indonesia untuk membeli 36 rudal senilai Rp 1,2 triliun. Pembelian itu termasuk logistik, perlengkapan dan pelatihan.

Persetujuan untuk menjual 36 rudal AS itu dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri, seperti rilis yang disiarkan US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada 10 Maret 2016 lalu yang dikutip detikcom, Jumat (18/3/2016).

DSCA adalah badan di bawah Departemen Pertahanan AS yang bertanggung jawab atas penjualan senjata, pelatihan dan memelihara hubungan antara militer di antara sekutu AS. Sedangkan rudal yang dipesan Indonesia itu adalah AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs) dengan nilai sekitar US$ 95 juta alias sekitar Rp 1,2 triliun. Biaya sebesar itu sudah berikut perlengkapan, pelatihan dan dukungan logistik. DCSA mengirimkan sertifikasi yang diperlukan untuk memberitahu Kongres tentang kemungkinan penjualan ini pada 9 Maret 2016.

Pemerintah Indonesia telah meminta kemungkinan penjualan 36 rudal AIM-120C-7 AMRAAMs, termasuk perlengkapan pendukung kendali, suku cadang, pelayanan, logistik, dukungan teknis rekayasa, loading adaptors, publikasi teknis, pelatihan, uji perlengkapan dan semua elemen terkait.

Kebijakan ini termasuk bagian dari kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS untuk membantu meningkatkan keamanan dari partner kunci yang telah menjadi, dan terus berlanjut, menjadi suatu kekuatan penting untuk stabilitas politik dan perkembangan ekonomi di wilayah Asia Pasifik.

"Usulan penjualan ini meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mencegah ancaman regional dan memperkuat pertahanan tanah airnya. Indonesia mampu menyerap peralatan tambahan ini untuk mendukung angkatan bersenjatanya," demikian kata DCSA.

Dilansir dari The Diplomat hari ini, pada bulan Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui penjualan rudal AIM-9X-2 Sidewinder ke Indonesia dengan nilai penjualan diperkirakan mencapai US$ 47 juta (Rp 614 miliar). Kemudian, pada bulan Desember 2015, DPR RI meneken pengajuan anggaran US$ 38 juta (Rp 496 miliar) untuk pembelian awal dari sejumlah rudal udara untuk TNI AU.

Rudal canggih AS biasanya diproduksi oleh kontraktor pertahanan Raytheon. Namun DCSA mengatakan bahwa kontraktor utama dalam penjualan ini akan ditentukan melalui kompetisi atau lelang. (nwk/nrl/detik/kabarduniamiliter)

Jenderal AS Dipecat Karena Selingkuh

WASHINGTON DC–Salah satu jenderal senior di lingkungan Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) dipecat dari jabatannya karena ketahuan berselingkuh dengan perempuan bersuami. Mereka saling bertukar surat elektronik (surel) yang "bernada seksual".
Juru bicara AU AS, Ann Stefanek, kepada The Washington Post, Kamis (17/3/2016, mengatakan, petinggi militer yang dimaksud adalah Letnan Jenderal John W Hesterman. Ia dipecat dari jabatan sebagai Asisten Wakil Kepala Staf AU.
Hesterman sebelumnya menjabat sebagai Komandan Komando Pusat AU AS (AFCENT), yang memimpin pada hari-hari awal serangan udara AS ke Negara Islam (IS) di Suriah. Kala itu, antara Juli 2013 hingga Juni 2015, AFCENT berbasis di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
Menurut Washington Post, penyelidikan dilakukan setelah ada keluhan masuk ke inspektur jenderal AU, Agustus lalu. Dikeluhkan, Hesterman telah melakukan hubungan tidak profesional dan ikut campur tidak pada tempatnya dalam tugas suami wanita itu.
Suami wanita yang berselingkuh dengan sang jenderal itu berpangkat kolonel AU. Istrinya bekerja sebagai salah satu staf di lingkungan AU.
Perselingkuhan diduga terjadi sejak 2007 ketika Hesterman masih seorang jenderal bintang satu dan sebagai Komandan Fighter Wing ke-45, yang menerbangkan F-15 jet dari Inggris.
Hingga Kamis malam tadi, Hesterman tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar terkait kasusnya. Hal yang mengejutkan bahwa pada upacara promosi jabatan suami wanita itu menjadi kolonel, Hesterman mengaku telah "menikahi gadis yang sama kami cintai," kata suaminya.
Sang jenderal membantah ia pernah berhubungan dengan wanita itu.  Namun, berbagai surel menunjukkan, betapa ia terlibat hubungan yang dalam dengan wanita bersuami itu.
Pada satu kesempatan, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang (Valentine Day), Hesterman mengirim surel kepada wanita itu dengan mengekspresikan betapa jenderal itu sangat merindukannya.
"Sayangku yang begitu cantik. Di Hari Kasih Sayang ini, ketahuilah betapa saya merindukanmu. Saya kangen dan berharap kamu pun senang dan baik adanya. Berlimpah Cinta, J."  
Korespondensi surel sejak 2007 itu masih terus berlanjut. Dalam salah satu surel pada 4 April 2011, Hesterman menyapa wanita itu dengan my lovely girl.  Rangkaian kata itu memperlihatkan percikan emosional yang dalam tentang hubungan mereka.
Masih banyak lagi korespondensi surel yang memperlihatkan adanya hubungan percintaan antara sang jenderal dengan isteri dari bawahannya.  Bukti-bukti itu kemudian yang membuat Hesterman dipecat dari jabatan sangat prestisius itu. (Kompas/kabarduniamiliter)

IS Bunuh 5 Tentara Rusia di Barat Palmyra

IS berhasil membunuh 5 tentara Rusia di dekat Palmyra, Islamic State. Kantor berita Amaq mempublikasikan foto tentara Rusia yang berhasil dibunuh. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Rusia yang selama ini menyerang melalui udara, namun keok melawan IS di darat. (Amaq/kabarduniamiliter)

Pelayat Fonda Kibarkan Bendera IS

Jenazah terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur, Fonda Amar Sholihin, warga Solo, dimakamkan hari ini di Pemakaman Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Dalam iring-iringan ratusan pelayat, tampak beberapa pelayat tak sungkam yang membawa bendera hitam yang selama ini digunakan oleh Negara Islam (IS).

Seperti diberitakan Detikcom, ratusan orang pelayat mengantar Fonda menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Ia diberangkatkan dari runah duka sekitar pukul 07.00 WIB. Pelayat yang membawa bendera hitam IS ikut mengiringi mobil jenazah dengan menggunakan sepeda motor.


Fonda tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi di Poso, Sulawesi Tengah. Ia terlibat kontak tembak dengan petugas Operasi Tinombala yang bertugas mengejar kelompok pimpinan Santoso.

Fonda merupakan anak dari Joko Tri Proyanmto atau Joko Parkit. Joko saat in tengah ditahan di Penjara Pekalongan atas tuduhan terlibat dalam perkara terorisme.

Jenazah Fonda tiba dari Poso tadi pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah diperiksa oleh pihak keluarga dan disalatkan, jenazah segera dibawa ke tempat pemakaman. Polisi menahan jenazahnya selama berminggu-minggu, meski demikian saksi lapangan mengatakan bahwa jenazahnya wangi.
"Ada sejumlah luka di jenazah," kata juru bicara pemakaman Endro Sudarsono.

Jenazah Fonda diterbangkan dari Palu menuju Bandara Juanda Surabaya, Kamis (17/3) malam, dan kemudian dibawa melalui jalan darat menuju rumah di Purwosari, Solo.(cnn/kabarduniamiliter)
⬆
Top