Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS dan Seluruh Milisi Muslim Puji Serangan Terhadap Charlie Hebdo

Mujahidin dari berbagai pihak yang berafiliasi pada  Al-Qaeda maupun Islamic State melontarkan pujian atas aksi dua pemuda yang menyerang kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo.

Milisi Al-Shabab Somalia, Jumat (9/1/2015), melontarkan pujian atas penyerangan terhadap majalah penghina Islam Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang. Mereka diantaranya adalah Pemimpin Redaksi dan kartunis senior majalah murahan tersebut.

“Mereka membuat jutaan umat Muslim berbahagia. Beberapa orang sesat mengatakan kebebasan berekspresi diserang, tapi itu bukan masalahnya, dan dua orang heroik sudah bertindak dengan benar,” demikian Al-Shabab lewat Radio Andalus yang merupakan media resmi kelompok itu.

Lebih jauh, Al-Shabab mengatakan, majalah Charlie Hebdo sudah menghina Nabi Muhammad dan menyerang jutaan umat Muslim dunia. Kelompok ini juga menyebut Cherif dan Said Kouachi merupakan dua saudara yang pertama membalaskan dendam.

Kemudian, Kelompok al-Qaeda cabang Afrika Utara memuji setinggi langit Kouachi bersaudara karena telah melakukan serangan terhadap koran satir Prancis, Charlie Hebdo. Tidak segan-segan al-Qaeda menyebut mereka sebagai satria.

“Al-Qaeda Afrika Utara atau AQIM memuji para penyerang Charlie Hebdo dan memanggil mereka sebagai satria kebenaran,” ungkap kelompok pemantau terorisme, SITE.

Selain itu, stasiun Radio resmi milik Negara Islam (Islamic State) juga memuji aksi heroik penyerangan kantor majalah  Charlie Hebdo sebagai pahlawan.

“Pahlawan jihad telah menewaskan 12 jurnalis yang bekerja untuk majalah Prancis Charlie Hebdo dan melukai lebih dari 10 orang lainnya, untuk membalas dendam Nabi (Muhammad),” demikian bunyi pernyataan radio Al-Bayan yang dikelola ISIS, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2015).

Dalam pernyataannya, radio Al-Bayan menyatakan Charlie Hebdo telah menghina Nabi Muhammad selama bertahun-tahun. “Di antara mereka yang tewas merupakan kartunis yang telah menghina Islam dan tokoh besarnya,” imbuh radio tersebut.

Untuk diketahui, Pemerintah Perancis telah menuduh dua kakak beradik Cherif Kouachi dan Saud Kouachi sebagai pelaku penyerangan majalah penghina Islam Charlie Hebdo.
Keduanya terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Aisne, Paris pada Kamis, 8 Januari 2015. BBC melansir keterangan seorang manajer di SPBU, kejadian tersebut berlangsung sekitar 10.30 pagi waktu setempat. Menurut pengakuan manajer, ciri-ciri mereka menyerupai deskripsi dua pria yang menyerbut ke kantor Majalah Charlie Hebdo. Mereka diketahui bersenjata lengkap jenis Kalashnikov.

Diberitakan sebelumnya Charlie Hebdo telah menjadi target buruan mujahidin karena telah mengina Islam selama bertahun-tahun. Terutama sejak tahun 2006 ketika majalah ini mempublikasikan ulang 12 karikatur Nabi Muhammad yang sebelumnya pernah diterbitkan surat kabar Denmark, Jyllands-Posten.
[Newsman/Pm/DM]

Bus Antarkota di Ukraina Dihantam Roket, 6 Tewas

Sedikitnya enam warga sipil Ukraina tewas dan belasan lainnya terluka ketika sebuah roket jarak jauh Grad yang diduga ditembakkan pemberontak pro-Rusia menghantam sebuah bus antarkota, Selasa (13/1/2015).

Kepolisian setempat mengatakan roket ditembakkan dari sebuah pos pemeriksaan yang didirikan tentara pemerintah di jalan raya yang menghubungkan kubu pemberontak di Donetsk dengan pesisir Laut Azov di wilayah tenggara Ukraina.

Sebuah pernyataan yang dirilis pusat informasi militer Ukraina wilayah timur mengatakan enam orang tewas dan sedikitnya 20 orang lainnya terluka akibat insiden yang terjadi 35 kilometer sebelah barat daya kota Donetsk.

Menteri Regional Donetsk Vyacheslav Abroskin mengatakan roket itu bergerak liar setelah ditembakkan dari sebuah pos pertahanan di dekat kota Volnovakha.

"Roket itu menghantam langsung sebuah bus antarkota. Penyelidikan sedang berlangsung. Jalan raya antara Donetsk dan Mariupol kini ditutup," ujar Abroskin merujuk kota pelabuhan yang masih dikuasai pasukan pemerintah.

Sejauh ini belum diperoleh komentar dari para pemimpin pemberontak terkait insiden itu. Pemberontak dan tentara pemerintah kerap saling tuding jika terjadi insiden salah tembak yang menewaskan warga sipil.

Akun Twitter Komando Militer AS Jebol Diretas Cyberarmy IS

Akun Twitter dan YouTube milik komando militer AS operasi di Timur Tengah diretas oleh pihak yang mendukung IS / Negara Islam, yang saat ini diserang oleh Amerika Serikat melalui pesawat. 

Para pejabat Amerika Serikat mengakui insiden ini memalukan tetapi berupaya mengecilkan dampaknya. 

Juru Bicara Pentagon Kolonel Steve Warren mengatakan Departemen Pertahanan “memandang hal ini tidak lebih dari keisengan, atau vandalisme.”

“Ini tidak menyenangkan, ini menjengkelkan tetapi sama sekali tidak ada informasi yang sensitif atau rahasia yang dicuri,” ujar Warrent kepada media. 

Gedung Putih mengatakan terus mengikuti perkembangan insiden peretasan ini. Dua pejabat pertahanan AS yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa aksi peretas ini memalukan tetap gambar-gambar yang diunggah oleh para pertas tidak mengandung informasi rahasia atau merupakan ancaman keamanan. 

“Bismillah Hirrahman Nirrahim, CyberCaliphate melanjutkan Jihad Siber,” cuit akun twitter Komando Pusat yang juga menampilkan dua rekaman video terkait ISIS. 

Negara Islam yang telah menguasai sejumlah besar wilayah di Suriah dan Irak, saat ini sedang diserang melalui udara oleh pasukan Amerika dan koalisi internasionalnya. 

Akun twitter ini juga menerbitkan daftar nama dan alamat jenderal yang terkait dalam Komando Pusat dengan judul “Daftar Kerja Jenderal Militer (berdasarkan pangkat) 2 Januari 2014.”

“Kami mengkonfirmasi bahwa akun Twitter dan YouTube CENTCOM telah diretas hari ini. Kami telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah itu,” bunyi pernyataan tertulis Komando Pusat. 

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa aksi peretasan itu “hal yang kami anggap serius.”

Earnest tampaknya mengecilkan dampak insiden tersebut dengan megnatakan, “Ada perbedaan besar antara penerobosan data besar-besaran dan peretasan satu akun Twitter.”

Secara terpisah, Presiden Barack Obama mengumumkan proposal baru yang bertujuan meningkatkan keamanan siber AS setelah terjadi aksi peretasan besar seperti terhadap Sony Pictures Entertainment yang menurut para pejabat As dilakukan oleh Korea Utara. 

Meski belum jelas apakah jaringan Pentagon telah diretas sepenuhnya, para peretas tampaknya untuk sementara berhasil mengendalikan cuitan akun Twitter Komando Pusat yang dikendalikan oleh password. 

Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri DPR, Michael McCaul dari negara bagian Texas, menyebut insiden itu “sangat mengkhawatirkan.”

“Serangan oleh jihadis siber akan sering terjadi kecuali pemerintah menerapkan strategi yang bisa menjawab serangan-serangan, seperti dari Korea Utar terhadap Sony, ini dengan semestinya,” kata McCaul. 

Kajian Dokumen

Kantor berita Reuters telah mengkaji dokumen yang disebarkan oleh para peretas tetapi tidak menemukan informasi yang membahayakan keamanan nasional AS. Sebagian data yang diunggah dengan mudah bisa dicari dengan mesin pencari Google. Dokumen anggaran “Biaya Program Akuisisi oleh Sistem Persenjataan” adalah dokumen Maret 2014 yang tersedia di situs pengawas keuangan departemen pertahanan AS. 

Setelah diretas, bagian atas akun Twitter Komando Pusat memperlihatkan satu figur dengan ikat kepala hitam putih dan kata “CyberCaliphate” dan “I love you ISIS.”

Sementara akun YouTube Komando Pusat menampilkan video yang diunggah oleh militer AS mengenai serangan udara ke sasaran ISIS di Suriah dan Irak. 

Akun ini diretas untuk mengunggah dua video berjudul “Api Perang Video ISIS” dan “Oh Tentara Kebenaran Pantang Mundur.”

Beberapa peneliti swasta mengatakan insiden seperti itu sering terjadi. 

“Meski hal ini akan disebut “canggih”, sebenarnya tidak sulit masuk ke akun media sosial atau surat elektronil orang lain,” uajr Michael Smith dari Kronos Advisory, perusahaan intelijen swasta di bidang kontra-terorisme. 

Dalam langkah yang bisa disebut salah waktu, Kontraintelijen Nasional dan Pusat Keamanan AS pada Senin (12/1) untuk pertama kali bergabung dengan Twitter. 

Cuitan pertamanya bernada bergurau: “Hingga 292 pengikut sejauh ini dan belum diretas.”

Komando Pusat berbasis di Markas Angkatan Udara MacDill di Florida dan menangani operasi militer di timur Tengah dan Asia Tengah. Badan ini bertanggung jawab atas perang di Irak dan Afghanistan dan mengendalikan serangan udara AS terhadap Negara Islam.

Serangan ini tentu sangat memalukan dan mencoreng wibawa AS. Bisa jadi serangan ini hanyalah awal saja, dan akan dilanjutkan dengan retasan berikutnya. Jika di darat kemampuan pasukan AS payah, di udara gagal, di dunia maya pun jebol, barangkali satu-satunya kekuatan AS tinggal di film-film Hollywood yang tetap menampilkan dongeng AS sebagai Adi Kuasa dunia yang tak terkalahkan. (CNN/DM)

IS Telah Gunakan Sistem "TOW"

IS (Islamic State) atau Negara Islam, kini mempunyai sistem "TOW". Apa itu? Lengkapnya adalah BGM-71 TOW ("Tube-launched, Optically-tracked, Wire-guided") adalah sebuah peluru kendali / rudal anti-tank. Teknologi canggih ini Telah dipergunakan oleh Negara Islam di pegunungan Qaryatin, Damaskus.

Pertama diproduksi pada tahun 1970, TOW adalah salah satu yang paling banyak digunakan rudal anti-tank dipandu. Awalnya dikembangkan oleh Hughes Aircraft antara tahun 1963 dan 1968, XBGM-71A dirancang untuk darat dan aplikasi heli-borne. Pada tahun 1997, Raytheon Co membeli Hughes Electronics dari General Motors Corporation, sehingga pengembangan dan produksi sistem TOW kini hadir di bawah merek raytheon. 

BGM-71 TOW
Tipe : Rudal anti-tank
Negara Asal : Amerika Serikat
Sejarah Penggunaan Digunakan : 1970–sekarang
Sejarah Produksi Pembuat : Hughes Aircraft Company
Didesain : 1963–1968
Spesifikasi Panjang : 1.16–1.17 m (probe terlipat) 1.41–
1.51 m (probe diperpanjang)
Diameter : 152 mm
Berat Hulu Ledak : 3.9–6.14 kg
Lebar Sayap : 0.46 m
Rentang Operasional : Hingga 4,200 m
Kecepatan : 278–320 m/dtk
Sistem Panduan : Optik terlacak, kawat dipandu
Untuk Mengetahui Lebih Lanjut Mengenai Sistem Canggih
"TOW" Silahkan Klik : http://en.wikipedia.org/wiki/

Bandel, Charlie Hebdo Tetap Terbitkan Kartun Nabi Muhammad

Majalah murahan Perancis, Charlie Hebdo, meluncurkan terbitan perdana pasca-penembakan yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi Stephane Charbonnier dan tiga kartunis kawakan, Jean Cabut, Bernad Velhac, dan Georges Wolinski. Kuat dugaan serangan ini dipicu karena majalah itu kerap menampilkan hinaan terhadap Nabi Muhammad. Bukannya kapok, Charlie Hebdo edisi terbaru ini malah menampilkan sosok yang dianggap "Nabi Muhammad" di sampul depannya.

Dilansir dari AFP, Selasa (13/1/2015), Charlie Hebdo menampilkan sosok "Nabi Muhammad"  dengan wajah sedih yang sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan "Je Suis Charlie" (Kami adalah Charlie). Slogan itu memang digunakan untuk meraih simpati terhadap Charlie Hebdo.

Selain itu, di atas sosok yang menggunakan sorban putih ini, terdapat tulisan "Tout Est Pardonne", yang berarti "Semua telah dimaafkan".

Peluncuran sampul ini dibuat lebih cepat dari jadwal rilis Charlie Hebdo yang rencananya akan dilakukan pada Rabu (14/1/2015) mendatang. Pihak penerbit menyiapkan setidaknya 3 juta kopi dari edisi yang dikerjakan oleh "karyawan yang selamat dari serangan", dari 60.000 kopi eksemplar yang biasanya diterbitkan. Rencananya, majalah ini akan didistribusikan ke 25 negara dan diterjemahkan ke 16 bahasa atas permintaan global. Karyawan itu selamat karena memang penyerang memilih hanya orang penting yang dibunuh, namun ternyata karyawan yang tidak dibunuh itu sama "gilanya" dengan orang-orang penting majalah itu.

Penggambaran kembali sosok Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo dikhawatirkan akan kembali memicu kemarahan komunitas Muslim dunia. Selama ini, tradisi Muslim memang melarang penggambaran sosok wajah dan karakter Nabi Muhammad. 

Pelaku penembakan di Charlie Hebdo memang sempat berteriak bahwa serangan yang dilakukan mereka adalah "balasan terhadap apa yang dilakuan terhadap Nabi Muhammad". Sebelum serangan maut itu terjadi, Charlie Hebdo memang kerap mendapat ancaman saat menampilkan gambar yang dianggap penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Pada 2006, misalnya, karyawan majalah itu mendapat ancaman saat menampilkan kartun Nabi Muhammad yang dimuat di koran Denmark, Jyllands-Posten. Kemudian, pada 2011, kantor itu sempat dilempar molotov ketika kembali memuat gambar yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

Karyawan Charlie Hebdo mengaku, mereka akan tetap mempertahankan tradisinya untuk mengkritik dengan cara mengina tokoh-tokoh semua agama, politisi, selebriti, dan perisitwa berita lain. "Di tiap edisi selama 22 tahun terakhir, tidak ada satu pun yang tanpa karikatur Paus, Yesus, pendeta, rabi, imam, atau Muhammad," kata pengacara Charlie Hebdo, Richard Malka.

Menurut Malka, akan sangat mengejutkan jika kartun Nabi Muhammad tidak muncul dalam isu terbaru. Lebih lanjut, Malka mengatakan bahwa Charlie Hebdo "bukan koran berisi kekerasan, melainkan merupakan sindiran terhadap segala sesuatu yang dianggap serius".

Seperti pepatah arab, "jika ingin terkenal, maka kencingilah air zam-zam". Begitulah slogan yang dipakai oleh majalah pencari sensasi ini, dengan menghina sosok yang teramat mulia dan dihormati, maka dia berharap menjadi majalah yang terkenal. Majalah Charlie Hebdo barangkali tidak terlalu merasakan pahitnya akibat perbuatan ini, namun dalam jangka panjang Prancis, eropa, dan seluruh pendudukngnya diperkirakan akan merasakan pil pahitnya.(Kompas/DM) 

Perang Diponegoro, Bukan Soal Sejengkal Tanah

Sejak di Sekolah Dasar kita sudah diajar tentang sejarah bangsa Indonesia. Salah satu pelajaran sejarah yang masih selalu teringat ketika Sekolah Dasar adalah sejarah tentang perlawanan melawan penjajah. Baik di tanah Jawa maupun luar tanah Jawa. Di luar tanah Jawa, sejarah Perang Paderi dipimpin Imam Bonjol, Si Singamangaraja XII, Sultan Hasanudin dan masih banyak lagi. Tanah Jawa yang menjadi pusat pemerintahan Hindia-Belanda tak kurang perlawanan yang dilakukan oleh, Sultan Agung Tirtayasa, Fatahillah, serta tak ketinggalan Pangeran Diponegoro.

Mungkin perlu kita perlu membaca ulang buku sejarah yang menjadi buku ajar di sekolah. Terutama tentang Perang Diponegoro. Hal ini perlu karena terdapat distorsi dalam penulisan sejarah tentang Perang Diponegoro. Adanya upaya pengkerdilan peran Islam dalam setiap detik sejarah bangsa ini. Sampai hari ini kita akan membaca bahwa awal mula Perang Diponegoro adalah karena pemerintahan kolonial Belanda membangun jalan di atas tanah makam dan leluhur Pangeran Diponegoro. Namun pertanyaannya adalah: benarkah Perang Diponegoro terjadi karena masalah sejengkal tanah? Atau ada masalah lain yang menjadi pemicu Perang Diponegoro?

Perang Diponegoro adalah perang paling berat yang dilalui oleh Pemerintah Kolonial Belanda selama melakukan perang. Meskipun perang ini hanya berlangsung lima tahun (1240 H- 1245 H / 1825M – 1830M), namun merupakan perang dengan biaya paling mahal yang pernah dikeluarkan, sekitar 200.000 golden. Perang ini pula yang membuat perusahan VOC bangkrut karena terlalu banyak mengeluarkan dana untuk biaya perang.

Sudah saatnya kita membaca fakta yang disembunyikan dari penulisan sejarah bangsa ini. Fakta yang selalu ditutupi untuk mengkerdilkan peran Islam dalam sejarah perlawanan melawan penjajah. Salah satu fakta sejarah yang tidak kita temui adalah bahwa dalam Perang Diponegoro, Pangeran Diponegoro didukung oleh 108 kiai, 31 haji, 15 syaikh, 12 pegawai penghulu Yogyakarta, dan 4 kyai tasawuf.

Lagi-lagi, benarkah perang ini karena urusan sejangkal tanah leluhur pangeran Diponegoro?

Pangeran Diponegoro atau bernama asli Pangeran Ontowiriyo adalah anak dari Sultan Hamengkubuwono III dari salah satu selirnya. Selama masa muda, Ontowiriyo diasuh oleh moyangnya Ratu Ageng Tegalreja Magelang. Inilah yang menyebabkan Ontowiriyo tidak terkena pengaruh oleh kebiasan istana Yogyakarta saat itu yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubowono IV.

Pangeran Diponegoro adalah seorang Muslim yang shaleh dan taat pada aturan agama. Beliau juga seorang pembaharu Islam di Jawa Tengah. Kalau kita amati dalam serial gambar-gambar pahlawan Nasional, pasti kita akan mendapati gambar pangeran Diponegoro dengan pakaian surban dan jubah. Mirip dengan pakaian yang digunakan Imam Bonjol dan para ulama-ulama sampai hari ini, meskipun kebiasaan pakaian istana bukanlah demikian.

Jauhnya dari kehidupan istana dan belajar Islam dibawah asuhan Ratu Ageng membuat pangeran Diponegoro menolak kebiasaan kehidupan istana pada saat itu. Kebiasaan istana dibawah kepemimpinan Sultan Hamengkubowono IV lebih dekat dengan kebiasaan orang-orang Belanda yang senang foya-foya dan mabuk-mabukan. Tingkah laku para bangsawan tidak lagi menjalankan syariat Islam, kehidupan mewah dan menindas rakyat kecil hingga menikah dengan banyak perempuan dan tanpa batas.

Hal itulah yang membuat beliau  melancarkan protes keras kepada pemerintahan istana saat itu. Selain itu, Pemerintahan kolonial belanda yang berlatarbelakang Kristen Protestan berusaha melakakuan pemurtadan kepada warga pribumi merupakan salah satu hal yang diperangi oleh pangeran Diponegoro.

Di sisi lain, Keinginan pangeran Diponegoro yang ingin menegakkan syariat Islam adalah ancaman bagi kolonial Belanda pada saat itu. Perjuangan pangeran Diponegoro dalam membela kepentingan rakyat kecil dan membangkitkan Islam di tanah Jawa membuatnya diangkat menjadi Sultan Abdul Hamid Erucakra Amirul Mukmin Sayyidin Panatagama Khalifah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Tanah Jawa.

Maka, tidaklah tepat kalau hanya ditulis dalam sejarah bangsa ini bahwa sejarah Perang Diponegoro adalah karena tanah leluhur pangeran Diponegoro yang dijadikan jalan oleh pemerintah kolonial Belanda. Sebab, Pangeran Diponegoro seorang muslim yang taat dan ingin menerapkan syariat Islam di Tanah Jawa. Sehingga hal ini sangat mengancam keberadaan pemerintahan kolonial yang beragama Protestan. Dan fakta bahwa banyak tokoh Islam yang mendukung Perang Diponegoro ini merupakan salah satu alasan kenapa perang ini bukan hanya soal sejangkal tanah. Tetapi lebih tepatnya adalah perang agama seperti halnya yang ada di Perang Paderi.

M. Baharudin Fahmi

Facebook:     facebook.com/baharudinfahmi
Twitter     :     @baharudinfahmi

Waduh, Ternyata Budi Gunawan Mendapatkan Raport Merah dari KPK

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein menyesalkan pengajuan nama Budi Gunawan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Kapolri. Sebab, integritasnya sempat dipertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi dan PPATK.

“Calon Kapolri sekarang pernah diusulkan menjadi menteri. Tetapi pada waktu pengecekan info di PPATK & KPK, yang bersangkutan mendapat rapor merah alias tidak lulus,” ujar Yunus melalui twitternya @YunusHusein, Ahad, 11 Januari 2015.

Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, Komisaris Jenderal, Budi Gunawan, digadang-gadangmenjadi calon Kapolri. Mantan ajudan presiden di era Presiden Megawati itu akan menggantikan kursi yang kini dijabat Jenderal Sutarman.

Budi sempat menuai polemik setelah masuk dalam daftar perwira tinggi pemilik rekening gendut. Berdasarkan laporan PPATK, ia diketahui memiliki rekening senilai Rp 54 miliar dan melakukan transaksi di luar profilnya.
(Tempo/DM)
⬆
Top