Tajuk
Lokal
Islam
Barat
Timur
Like Us
Sejarah
Dengan berdasarkan wawancara dengan para korban dan saksi, serta gambar-gambar satelit, laporan itu mengatakan para anggota milisi syiah mengambil barang-barang seperti televisi, pakaian dan kabel listrik sebelum membakar bangunannya.
Pasukan dan milisi Irak yang memukul mundur lS dari kota Amerli, Irak utara, bulan September lalu, melakukan penjarahan dan membakar rumah-rumah, toko-toko, dan tempat-tempat usaha, kata Human Rights Watch dalam laporan baru hari Rabu.
Dengan berdasarkan wawancara dengan para korban dan saksi, serta gambar-gambar satelit, laporan itu mengatakan para anggota milisi mengambil barang-barang seperti televisi, pakaian dan kabel listrik sebelum membakar bangunannya. Penjarahan dan penghancuran mencapai 47 desa di sekeliling Amerli.
Human Rights Watch mengatakan staffnya tidak mendokumentasi pembunuhan, tetapi 11 pria diculik dalam operasi itu.
“Irak tidak dapat memenangkan perang melawan IS dengan serangan terhadap kaum sipil, ini melanggar hukum perang dan bertentangan dengan kemanusiaan yang beradab,” kata Joe Stork, wakil direktur Timur Tengah dan Afrika Utara Human Rights Watch. (Voa/infoduniamiliter.com)
[DP] Foto-foto Korban Senjata Kimia Bashar Assad yang Mengerikan
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 22.59 / comment : 0 hot, islam, tajuk
Anak-anak balita dan warga muslim sunni bergelimpangan meninggal dunia menjadi korban serangan bom kimia yang diluncurkan rezim Syiah Bashar Assad di Srmin, Idlib.simak foto-fotonya:
Frustasi, Milisi Syiah Irak Bakar Warga Sipil Sunni di Salahudin
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 20.30 / comment : 0 internasional, islam, tajuk
Baghdad – Sebuah rekaman video yang menunjukkan kekejaman milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi kembali beredar di internet. Rekaman terbaru itu melihatkan pembakaran sejumlah jasad warga Iraq.
Diberitakan Al-Jazeera, Ahad (15/03), video tersebut tersebar luas dari situs online yang fokus melaporkan “revolusi Iraq”. Sejumlah milisi Syiah terlihat mengerumuni jasad-jasad warga Iraq.
Dalam video tersebut juga melihatkan sejumlah anggota milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi tengah melindas jasad seorang warga Iraq dengan Tank. Tayangan lain melihatkan mereka membakar sejumlah jasad warga. Kejahatan itu terjadi di provinsi Shalahudin.
Beberapa hari sebelumnya, sebuah rekaman serupa juga menghebohkan media dan publik. Seorang anak kecil berusia 11 tahun yang bernama Miqyul Yadain disiksa hingga tewas oleh tentara Iraq.
Bocah kecil itu dimaki-maki oleh anggota tentara. Kemudian ia dipukuli hingga tewas. Kecaman mengalir atas kejahatan tersebut.
Dalam konteks yang sama, sejumlah halaman Facebook pekan lalu diramaikan dengan rekaman video pembakaran rumah-rumah warga sipil Iraq di desa Bu Ajil, dekat Tikrit. Pembakaran itu dilakukan oleh milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi.
Terkait video pembunuhan anak kecil oleh tentara Iraq, Menteri Pertahanan Iraq mengaku tengah membentuk tim penyelidik. Namun seperti biasa, pernyataan pemerintah tersebut belum ada bukti nyata.
Perlu diketahui, organisasi HAM internasional Human Right Watch (HRW) telah mengeluarkan laporan tentang pembantaian dan pengusiran warga Ahlu Sunnah oleh milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi. Milisi yang didanai pemerintah Iraq dan sebagian Iran itu melakukan pelanggaran HAM di wilayah-wilayah yang berhasil direbut dari ISIS.
Sebelum HRW mengeluarkan laporan itu, sejumlah media telah mengungkap kekejaman milisi Syiah tersebut. Mereka mencoba mengubah demografi wilayah Iraq untuk dijadikan wilayah Syiah.
Sumber: Al-Jazeera
<iframe width="304" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/9Xoqc05oTm0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
<iframe width="304" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/GlB9BC3J0pw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
Istri Pemimpin Syiah Ancam Tegakkan "Dark Justice"
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 19.30 / comment : 0 lokal, tajuk
Mengaku mewakili aktivis perempuan Syiah di lapangan, Emilia Renita AZ menebar ancaman.Emilia datang ke Komnas HAM, bersama penganut aliran Syiah yang tergabung dalam Organization of Ahlulbait For Social support and Education (Oase). Mereka mengadukan pembelaannya atas penahanan para preman bayaran Syiah lantaran aksi anarkis menyerang perkampungan Az Zikra, beberapa waktu lalu.Tak hanya itu, Emilia juga curhat soal banyaknya deklarasi penentangan terhadap aliran Syiah dari Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di berbagai tempat.“Didirikan misalnya Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), ini kami punya dokumennya lengkap, dari mulai tertulis, video, siapa pelakunya, kenapa seperti ini juga bisa begitu mulus dilakukan. Mau dibawa ke mana Indonesia ini (quo vadis Indonesia),” kata istri pentolan aliran sesat Syiah, Jalaludin Rahmat itu di kantor Komnas HAM, Jum’at (13/3/2015).Emilia yang membela para preman Syiah yang melakukan aksi anarkis di perkampungan Az Zikra, menyampaikan seharusnya yang ditangkap adalah pemasang spanduk anti Syiah.“Peristiwa Az Zikra, dua bulan spanduk itu ada, kenapa yang 34 yang ditangkap, kenapa bukan mereka yang masang spanduk itu. Betul bahwa di ranah area mereka, mereka bebas berekspresi apapun yang mereka lakukan, tetapi tidak menyebarkan kebencian di ranah publik,” ujarnya.Ia juga mempermasalahkan, seorang gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang memakai baju “Syiah Bukan Islam” sebagai ekspresi penolakan terhadap Syiah.Sebagai penganut aliran sesat Syiah, sangat wajar bila Emilia membela kelompoknya. Namun realitanya, bukan hanya aliran sesat Syiah yang dibelanya, tetapi juga orang-orang Kristen yang bersikeras mendirikan gereja ilegal, GKI Yasmin di Bogor.“Siapa yang harus bertanggung jawab atas keutuhan NKRI kita? Kita semua harus menciptakan Indonesia menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua. Lihat GKI Yasmin mereka 84 kali beribada di depan istana merdeka, tidak ada reaksi dari pemerintah. Sekarang mulai lagi Syiah seperti ini, mau dibawa ke mana negara kita?” paparnya.Emilia juga mempersoalkan para anggota Komnas HAM yang tak bisa masuk ke Polres Bogor untuk menemu para preman Syiah.
Karena pembelaan terhadap para preman Syiah itu dirasa tak maksimal, maka Emilia mengancam akan melakukan dark justice alias main hakim sendiri.
“Artinya kalau institusi seperti Komnas HAM saja tidak bisa bereaksi, ke mana kami harus mengadukan nasib kami? Apakah harus ada dark justice? Supaya kami bisa bergerak sendiri? Apa sekarang?” tegasnya.Maka ia pun mendesak Komnas HAM untuk bekerja lebih keras membela aliran sesat tersebut.“Artinya ini ngga bisa ditoleransi, you have to think, this is very serious, very very serious,” tandasnya. Sebelumnya puluhan preman syiah ditangkap karena menyerang pondok Azzikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham. Syiah semakin berani menyebarkan ajara nya. Ajaran sesat ini mengkafirkan istri-istri nabi muhamad SAW dan para sahabat nabi kecuali sahabat tertentu yang diagung-agungkan.[AW/panjimas/infoduniamiliter.com]
Dianggap Ancaman oleh AS, Venezuela Gelar Latihan Militer Besar-besaran
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 18.00 / comment : 0 internasional, tajuk, timur
Hampir 100.000 tentara Venezuela dilibatkan dalam 10 hari latihan militer besar-besaran, yang dilakukan untuk menghadapi ancaman dari Amerika Serikat (AS), setelah keputusan Washington menjatuhkan sanksi pada Venezuela.
Dikutip dari laman RT, Senin, 16 Maret 2015, Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino Lopez, mengumumkan bahwa latihan militer yang dimulai Sabtu, 14 Maret, dirancang untuk membuat pasukan siap menjalankan misi.
Lopez menambahkan bahwa sanksi AS merupakan ancaman berbahaya bagi Venezuela, sehingga militer harus dalam kondisi siap untuk memperjuangkan kedaulatannya.
Presiden AS, Barack Obama, pekan lalu, mengeluarkan perintah eksekutif untuk memasukkan Venezuela, ke daftar ancaman keamanan nasional AS, serta menjatuhkan sanksi pada tujuh pejabat Venezuela.
Latihan militer Venezuela akan dipusatkan pada wilayah selatan Caracas dan wilayah-wilayah kilang minyak seperti pantai Karibia. Uji coba sistem pertahanan udara juga akan dilakukan dalam latihan.
Pada pidatonya di televisi, Presiden Nicolas Maduro memuji militer yang disebutnya sebagai jaminan terbaik untuk menjaga perdamaian bagi rakyat Venezuela.
"Jika sepatu boot imperialisme berani menyentuh tanah Venezuela yang suci, pada hari itu jika kita harus bertempur untuk harga diri bangsa. Kita akan melakukannya untuk perdamaian, kedaulatan dan integritas," kata Maduro. (one/viva/infoduniamiliter.com)
Islamic State Bikin Pondok Berbahasa Melayu
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 16.00 / comment : 0 hot, islam, tajuk
Semakin banyaknya orang yang hijrah dari Asia Tenggara membuat IS membentuk pondok khusus yang berbahasa melayu. Ma'had Abdullah Azzam, sebuah pondok pesantren milik Islamic state khusus untuk anak-anak Asia Tenggara, menyelenggarakan pendidikan dengan bahasa pengantar bahasa Melayu.
Anak-anak diberikan pendidikan dasar tentang dasar-dasar islam dengan standar departemen pengajaran dan pendidikan Khilafah plus pendidikan kemiliteran. Terlihat anak-anak indonesia dan malaysia bersama-sama melakukan aktifitas belajar di pondok tersebut. (Syam today/infoduniamiliter.com)
Pemerintah Boneka Afghanistan Coba Rayu Taliban
Posted by: Info Dunia Militer Posted date: 15.00 / comment : 0 internasional, islam, tajuk
Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan mengatakan bahwa pemerintahnya telah mencapai kemajuan dalam usaha perundingan perdamaian dengan Taliban.
Walaupun adanya berbagai laporan yang bersifat skeptis dan kontradiktif, Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan berkeras bahwa perundingan dengan pihak yang disebutnya sebagai “oposisi yang menggunakan kekerasan” akan segera dimulai.
Wakil Menlu Hekmat Khalil Karzai Senin (16/3) mengungkapkan rencana perundingan langsung Kabul dengan pihak oposisi, tanpa menyebut nama Taliban.
“Kini pemerintah sedang menyusun tim negosiasi dari Afghanistan dan lokasi perundingan perdamaiannya sedang diputuskan,” kata Karzai.
Wakil Menteri Luar Negeri itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah seminar yang disponsori Kementerian Luar Negeri di Kabul yang diselenggarakan bersama dengan sebuah organisasi riset China (Institut Hubungan Internasional Kontemporer RRC). Dia mendorong China supaya menggunakan pengaruhnya terhadap Pakistan untuk memudahkan perundingan tersebut.
Afghanistan sering menuduh Pakistan melindungi para anggota Taliban Afghanistan. Para pejabat Afghanistan juga yakin Pakistan punya pengaruh besar atas kelompok itu untuk memaksa mereka berunding.
Ketika dihubungi VOA, juru bicara Taliban mengatakan kelompoknya tidak berencana untuk berunding dengan Afghanistan.
Zabiullah Mujahid menekankan kembali sikap kelompok itu bahwa perundingan dengan Kabul tidak mungkin terjadi kecuali pasukan penjajah AS ditarik sepenuhnya dari Afghanistan. Dia juga mengatakan pemerintahan bentukan AS di Kabul “tidak berdaulat.”
Para pengamat mengisyaratkan mungkin ada perbedaan pendapat di kalangan pejabat Taliban mengenai apakah mereka akan mengadakan perundingan perdamaian dengan Kabul atau tidak.
Jika perundingan-perundingan ini tidak segera dimulai, ini mungkin akan memberi dampak negatif pada hubungan antara Afghanistan dengan Pakistan. Para pejabat Afghanistan berkeras bahwa jika pertempuran mendatang sama berdarahnya dengan yang sebelumnya, itu akan menunjukkan bahwa Pakistan tidak menarget Taliban Afghanistan dalam ofensif baru-baru ini terhadap militan.
(Ayesha Tanzeem/VOA/infoduniamiliter.com).
Langganan:
Postingan (Atom)
- Populer
- Terbaru
- Tag
Archive
-
▼
2016
(525)
-
▼
06/05 - 06/12
(25)
- IS Akui Pelaku Bom di Baghdad, Targetkan Militan S...
- AS Tetapkan Liwa Syuhada Yarmouk Sebagai Teroris
- Jet Tempur Rusia Jatuh di Moskow, Pilot Tewas
- Bom di Baghdad Tewaskan 24 Orang
- Lubang Besar Tiba-tiba Muncul di Kanada
- SOHR: 132 Tentara IS Tewas dalam Perang di Manbij
- Disergap IS di Selatan Fallujah, Tentara Irak Mela...
- Terungkap, Militan Kurdi Pelaku Bom Mobil di Istanbul
- IS Afrika Barat Panen Rampasan Perang
- Penembakan di Israel Tewaskan 4 Orang
- Rusia Tidak Sengaja Jatuhkan Bom ke Pasukan Assad
- Hilary Clinton Menangkan Pemilihan Bakal Calon Pre...
- Serangan Bom IS Mulai Guncang Karbala
- Sama-sama Serang Raqqah, AS Mengaku Tak Kerjasama ...
- 19 Tentara IS Serang Militan Kurdi, 70 Militan Tewas
- Bom Meledak Dekat Bus Polisi Turki, 11 Orang Tewas
- Lawan IS, Ribuan Tentara Irak Terluka
- Capek dan Kurang Pede, Irak Batal Serang Mosul
- AS Larang Tentara Minum Alkohol di Jepang
- AS Jatuhkan Senjata pada Oposisi Suriah karena Ter...
- Penuh Lumpur, Paris Tak Lagi Indah
- IS Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada Senin 6 Juni 2016
- SDF dan Pasukan Assad Mulai intensif Serang Raqqah
- Pemuda Manbij Antri Ingin Berperang Melawan SDF
- Banjir di Paris Terbesar Sejak 30 Tahun Lalu
- ► 05/29 - 06/05 (29)
- ► 05/22 - 05/29 (30)
- ► 05/15 - 05/22 (29)
- ► 05/08 - 05/15 (31)
- ► 05/01 - 05/08 (27)
- ► 04/24 - 05/01 (35)
- ► 04/17 - 04/24 (31)
- ► 04/10 - 04/17 (33)
- ► 04/03 - 04/10 (31)
- ► 03/27 - 04/03 (24)
- ► 03/20 - 03/27 (22)
- ► 03/13 - 03/20 (25)
- ► 03/06 - 03/13 (26)
- ► 02/28 - 03/06 (25)
- ► 02/21 - 02/28 (21)
- ► 02/14 - 02/21 (12)
- ► 02/07 - 02/14 (31)
- ► 01/31 - 02/07 (5)
- ► 01/24 - 01/31 (31)
- ► 01/17 - 01/24 (2)
-
▼
06/05 - 06/12
(25)
-
►
2015
(1992)
- ► 12/13 - 12/20 (4)
- ► 12/06 - 12/13 (20)
- ► 11/29 - 12/06 (22)
- ► 11/22 - 11/29 (16)
- ► 11/15 - 11/22 (11)
- ► 11/08 - 11/15 (10)
- ► 10/04 - 10/11 (6)
- ► 09/27 - 10/04 (20)
- ► 09/20 - 09/27 (20)
- ► 09/13 - 09/20 (36)
- ► 09/06 - 09/13 (35)
- ► 08/30 - 09/06 (48)
- ► 08/23 - 08/30 (58)
- ► 08/16 - 08/23 (53)
- ► 08/09 - 08/16 (29)
- ► 08/02 - 08/09 (37)
- ► 07/26 - 08/02 (43)
- ► 07/19 - 07/26 (28)
- ► 07/12 - 07/19 (43)
- ► 07/05 - 07/12 (37)
- ► 06/28 - 07/05 (56)
- ► 06/21 - 06/28 (42)
- ► 06/14 - 06/21 (74)
- ► 06/07 - 06/14 (75)
- ► 05/31 - 06/07 (73)
- ► 05/24 - 05/31 (60)
- ► 05/17 - 05/24 (88)
- ► 05/10 - 05/17 (88)
- ► 05/03 - 05/10 (85)
- ► 04/26 - 05/03 (64)
- ► 04/19 - 04/26 (81)
- ► 04/12 - 04/19 (98)
- ► 04/05 - 04/12 (81)
- ► 03/29 - 04/05 (65)
- ► 03/22 - 03/29 (52)
- ► 03/15 - 03/22 (43)
- ► 03/08 - 03/15 (48)
- ► 03/01 - 03/08 (32)
- ► 02/22 - 03/01 (21)
- ► 02/15 - 02/22 (35)
- ► 02/08 - 02/15 (36)
- ► 02/01 - 02/08 (39)
- ► 01/25 - 02/01 (34)
- ► 01/18 - 01/25 (23)
- ► 01/11 - 01/18 (20)
- ► 01/04 - 01/11 (3)
-
►
2014
(1)
- ► 12/28 - 01/04 (1)
