Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Pengadilan AS Sebut Penyadapan NSA Ilegal

Pengadilan Tinggi di Amerika Serikat (AS) membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Pengadilan tersebut memutus bahwa apa yang dilakukan Agen Keamanan Nasional AS atau NSA adalah sesuatu yang ilegal.

Melansir Sputnik pada Kamis (7/5/2015), pengadilan tersebut menyatakan tidakan NSA yang menyadap telepon, pesan singkat dan surat elektronik hampir semua orang di AS, dan juga dibeberapa negara lainnya adalah sebuah tindakan yang menyalahi aturan.

"Tindakan NSA yang mengumpulkan semua data komunikasi adalah ilegal, apa yang mereka lakukan sudah melampui kewenangan yang diberikan kongres," bunyi putusan pengadilan tersebut.

Keputusan pengadilan ini juga membatalkan putusan dari Pengadilan Rendah di AS. Dalam keputusan yang dibuat Pengadilan Rendah AS, apa yang dilakukan oleh NSA tidak menyalahi kewenangan mereka, dan sudah sesuai dengan mandat kongres AS.

Kasus ini sendiri mulai dibahas paska Edward Snowden membocorkan rahasia NSA. Pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Snowden memang seperti menyadarkan orang di seluruh dunia bahwa mereka tengah diawasi oleh NSA.
(Sindo/infoduniamiliter )

Pos Ceckpoint Assad Hancur. IS Kuasai Sejumlah Distrik di Deir Ezzor


Kantor Berita Islamic State wilayah al Khoyr, merilis reportase foto aksi bom martor, Abu ‘Ali al Anshoriy yang membawa satu unit BMP penuh bahan peledak, menghancurkan pos checkpoint Nushairiy ‘Jamiyyan’.
Aksi bom syahid ini membuka jalan bagi Tentara Khilafah untuk membebaskan sejumlah distrik di kota pusat Deir Ezzor dari tangan rezim Assad / Nushairiyyah. (Azzammedia /infoduniamiliter )

Mayorittas Warga Australia Malah Menentang Keputusan PM Abbott

Perdana Menteri Tony Abbott telah memanggil pulang Duta Besar Australia di Jakarta sebagai bentuk protes atas eksekusi mati terhadap dua warganya. Namun ternyata, berdasarkan hasil jajak pendapat yang dibuat Lowy Institute for International Policy mayoritas, warga Australia tak setuju dengan keputusan Abbott tersebut.

Dalam jajak pendata tersebut, Lowy Institute for International Policy melibatkan sebanyak 1.200 warga Australia. Ketika ditanya apakah mereka setuju dengan kebijakan Abbott yang menarik Dubes di Jakarta, hasilnya hanya 42 persen yang setuju.

Melansir Sydney Morning Herald pada Kamis (7/5/2015), selain ditanya mengenai penarikan Dubes, lembaga itu juga melemparkan pertanyaan seputar efek dari eksekusi mati yang dilakukan Indonesia. Ketika ditanya apakah eksekusi itu akan membuat dampak besar dalam berkurangnya minat melakukan perjalanan ke Indonesia, 63 persen dari total responden yang menjawab mengatakan, tidak akan ada bedanya.

Menurut Direktur Lowy Institute, Michael Fullilove, masyarakat Australia nampaknya lebih dewasa dalam menanggapi isu antara Indonesia dan Australia saat ini. Menurut Fullilove, warga Australia lebih mempertimbangkan banyak hal ketika akan menunjukan sikap protes mereka terhadap eksekusi mati yang dilakukan Indonesia.

“Meskipun Abbott menyatakan protes keras atas eksekusi mati dua warganya, tampaknya rakyat Australia lebih memilih berhati-hati dalam mengambil tindakan tegas terhadap Indonesia setelah eksekusi mati yang telah terlaksana,” kata Fullilove. (Sindo/infoduniamiliter )

40 Militan PKK Tewas Diserang IS di dekat Hasakah

Tentara Islamic State pada Rabu pagi (17 Rajab) melancarkan serangan beruntun menggunakan bom mobil dan regu artilleri menghantam sejumlah markas besar Partai Komunis PKK dan Asayish di ibukota Provinsi Hasakah.
Bom mobil yang dipasang oleh Agen Intelijen Khilafah. / IS tersebut menghajar Markas Komando PKK dekat Universitas Pertanian di pusat kota Hasakah.
“40 militan PKK dan unit Asayish tewas terbunuh dihempas oleh ledakan tersebut, dan jumlahnya terus meningkat,” reporter Azzam Media melaporkan.
Serangan kemudian disusul dengan tembakan artilleri berat Mujahidin terhadap basis paramiliter komunis PKK di mantiqoh al Mufti, utara kota Hasakah. Sejumlah unit tentara marxist (komunis) tewas dan luka-luka. [battar/azzammedia /infoduniamiliter )

Nantang Umat Islam, Politikus Belanda Mau Gelar Pameran Kartun Nabi


Politikus anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders, ingin menggelar pameran kartun Nabi Muhammad hasil dari kontes yang digelar di Garland, Texas, Amerika Serikat (AS). Wilders tak kapok, meski kontes menggambar kartikatur Nabi Muhammad di Garland telah memicu serangan mematikan.
 
Dua pria bersenjata yang menyerang kontes karikatur itu ditembak mati tim SWAT setelah mengumbar tembakan di sekitar lokasi kontes. 
 
”Saya akan meminta parlemen untuk menunjukkan kartun yang sama seperti yang orang-orang tampilkan di Garland,” kata Wilders kepada AFP, yang dilansir Kamis (7/5/2015).
 
Polisi Texas menyatakan, dua pria bersenjata Elton Simpson dan Nadir Soofi melaju ke lokasi lomba yang digelarAmerican Freedom Defensi Initiative (AFDI) pada Minggu malam. Keduanya lantas mengumbar tembakan dengan senapan serbu yang melukai para pejaga keamanan
 
Negara Islam atau Islamic State (IS) mengklaim di balik serangan di kontes kartikatur Nabi Muhammad itu.
 
Wilders, 51, yang menjadi pembicara dalam kontes kontroversial itu juga jadi target para penyerang. Dia meninggalkan arena loma setelah dia berpidato mengkritik Islam, sesaat sebelum serangan bersenjata terjadi. 

”Saya ingin mengirim pesan bahwa, jika Anda menggunakan kekerasan untuk menekan kebebasan berbicara, satu-satunya efek adalah bahwa kita akan melakukannya lagi bahkan lebih,” kata Wilders. ”Kita harus menunjukkan bahwa kita tidak terintimidasi,” katanya lagi. (Sindo/infoduniamiliter )

Mengintip Kekuatan Militer Rusia


Rusia pada Sabtu (9/5/2015) nanti akan menggelar parade militer untuk mengenang 70 tahun Hari Kemenangan Rusia (kala itu Soviet) atas Nazi Jerman. Namun, di balik parade itu Rusia selama 15 tahun di bawah rezim Vladimir Putin telah membangun kekuatan militer sebagai antisipasi untuk melawan Barat.
 
Selain kekuatan darat dan udara yang berbasis nuklir, militer Rusia juga telah membangun kekuatan armada laut dengan kapal selama nuklirnya. Yang terbaru, Rusia akan memamerkan tank Armata T-14 pada parade Hari Kemenangan nanti. Tank T-14 telah diklaim sebagai tank terkuat di dunia untuk saat ini.
 
Untuk senjata skala kecil-kecilan, produsen senjata legendaris, Kalashnikov, telah memperkenalkan senapan serbu tercanggih dan mematikan AK-74 M. Senapan terbaru yang juga akan dipamerkan dalam parade Hari Kemenangan di Moskow Sabtu nanti, diklaim 50 persen lebih akurat untuk menembak dalam jarak 300 meter dalam kondisi waktu apa pun dan kondisi cuaca apa pun.
Mengintip Kehebatan Militer Rusia dalam Melawan Barat

 
Sedangkan dalam skala besar, militer Kremlin sejak dipimpin Putin telah bangkit. Angkatan Udara Rusia tercatat menjadi yang terbesar ketiga di dunia. Untuk Angkatan Darat, Rusia diprediksi memiliki 766 ribu pasukan di “bawah lengan” dan lain 2,5 juta pasukan cadangan. Angka ini menjadikan pasukan Rusia menjadi yang terbesar keempat di dunia, setelah setelah China (2,3 juta), India (1,4 juta) dan Amerika Serikat (1,3 juta).
 
Rusia sendiri tercatat sebagai eksportir senjata terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Kendati demikian untuk melawan Barat, Rusia harus berpikir matang-matang. Data Global Fire Power, yang dilansir Telegraph, menunjukkan bahwa dalam hal teknologi, Rusia masih tertinggal di belakang Amerika Serikat. Terlebih, alutsista Rusia terbilang tua, yakni merupakan warisan Soviet.
 
Tapi, Rusia belum menyerah. Sejak 2009, Rusia mendongkrak belanja militer secara gila-gilaan. Tahun lalu saja, Rusia menghabiskan 3,2 triliun rubel atau setara dengan 4,5 persen dari PDB Rusia, yang dihabiskan untuk sektor pertahanan. Jumlah itu naik dari 3,6 persen dari PDB Rusia sejak Putin berkuasa pada tahun 2000. (Sindo/infoduniamiliter )

IS Serang Tentara Irak di Wilayah Al-Janub

Tentara khilafah / Islamic State (IS) melakukan serangan terhadap salah satu markas pasukan rezim irak Shafawi di wilayah Al Janub. Rezim irak makin terjepit dan wilaya. IS makin meluas, padahal 'seluruh dunia' sudah membantu irak dan IS berjuang mandiri. (Azzammedia /infoduniamiliter )

Video Player
00:00
04:03

⬆
Top