Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Berita 50 Pejuang IS Tewas di Palmyra Cuma Hoax

Ini adalah sekian kalinya media-media mainstream terus menyebarkan berita-berita bohong tentang Islamic State. Salah satunya dalam serangan udara koalisi AS yang menargetkan kota bersejarah Palmyra seetelah beberapa hari dikuasai oleh mujahidin Khilafah IS.

Seperti dalam laporan media Al-Jazeera pada Rabu, (27/5). Dengan mengutip sumber dari militer Suriah, “Angkatan Udara Suriah telah meluncurkan sebanyak 160 serangan udara terhadap kelompok ISIS yang menguasai Kota Palmyra. Setidaknya sebanyak 50 pejuang ISIS terbunuh dalam serangan tersebut,”.

Benarkah demikian ?

Inilah berita yang bersumber langsung dari pihak Islamic State / Khilafah yang berada di kota Palymbera, fakta menunjukan dalam berita yang dimuat dalam media Khilafah Azzam Media pada Selasa, (26/5) sejumlah 30 awam Muslimin di Kota Palmyra meninggal oleh serangan udara brutal Nushairiyyah. Wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan ini.

Sedikitnya 30 orang muslimin sipil meninggal dunia akibat serangan udara rezim Nushairiyyah yang brutal dan sporadis terhadap kota Palmyra atau Tadmur, Homs bagian Timur pada Senin (7 Sya’ban) kemarin.

“Kebiasaan buruk rezim Nushairiyyah setiap kali menderita kekalahan besar melawan Mujahidin, memuntahkan bombardir udara secara sporadis terhadap rumah-rumah kaum muslimin sipil,” reporter Azzam Mediamelaporkan.

” Hari ini, pesawat Nushairiy memuntahkan puluhan bom terhadap Kota Palmyra yang telah ditaklukkan oleh Daulah Islamiyyah dalam tiga hari terakhir,” imbuhnya. (Shoutussalam /infoduniamiliter )

Australia Ikut Nimbrung di Konflik Laut China Selatan

Pemerintah Australia mulai angkat bicara mengenai konflik yang terjadi di kawasan Laut China Selatan. Negeri Kanguru itu mengatakan, aktivitas China di kawasan sengketa tersebut benar-benar mengganggu dan mengkhawatirkan.

“Meningkatnya aktivitas China di Laut China Selatan telah menyebabkan ketegangan militer di wilayah konflik tersebut,” kata Sekretaris Kementerian Pertahanan Australia, Denis Richardson, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (27/5/2015).

Menurut Richardson, kekhawatiran semakin meningkat karena China terus meningkatkan kekuatan militernya di wilayah tersebut. “Peningkatan kekuatan militer China di Laut China Selatan jauh lebih berkembang ketimbang negara lain,” sambungnya.

Selain karena dua alasan tersebut, satu hal lain yang membuat Australia khawatir mengenai situasi di Laut China Selatan adalah keselamatan kapal-kapal mereka. Hal ini dikarenakan banyak kapal dagang dari Negeri Kangguru tersebut berlayar di Laut China Selatan.

"Kami meminta agar keselamatan kapal dagang dari negara kami dijamin oleh negara-negara yang bersengketa di Laut China Selatan," tambahnya.

Pernyataan Richardson ini muncul tidak lama setelah pemerintah Australia mengumumkan akan melakukan latihan perang bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Latihan perang tersebut akan digelar pada Juli mendatang, dan dikabarkan akan diikuti oleh lebih dari 30 pasukan dari ketiga negara.
(esn/sindo/infoduniamiliter )

AS Makin Brutal Perangi Umat Islam

Pasca kekalahan koalisi AS yang bertubi-tubi di Iraq maupun di Suriah, koalisi Salib pimpinan AS semakin brutal dalam membombardir kaum muslimin di berbagai wilayah baik Iraq maupun Syam.

Terakhir sebuah kawasan padat penduduk di ‘Aden, wilayah Nainawa menjadi target serangan membabi-buta pesawat-peswat koalisi Salib Amerika Serikat. Media Khilafah wilayah Nainawa merilis video sesaat setelah pesawat tempur koalisi membom rumah-rumah penduduk di kawasan ‘Aden. Sejumlah korban jiwapun berjatuhan mulai dari anak-anak. wanita, hingga orang tua. 

Sejumlah serangan juga terjadi di ssejumlah titik kawasan Fallujah, mobil, rumah-rumah hingga pertokoan penduduk hancur dibombardir koalisi Salib AS.


[M/dbs/shoutussalam /infoduniamiliter )

Rusia Ancam Perangi Eropa Jika Terus Diberi Sanksi

Pemerintah Rusia mengeluarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya karena tidak tak tahan dengan sanksi yang dijatuhkan. Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin menyatakan jika Rusia terus dikenai sanksi, maka tank tempur Kremlin “berbicara”.

Rogozin adalah pejabat Kremlin yang bertanggung jawab atas sektor pertahanan Rusia. Dengan emosi, Rogozin menanggapi keprihatinan Barat atas meningkatknya ketegasan Kremlin di Arktik atau Kutub Utara.

”Saya selalu bercanda tentang hal itu. Jadi, jika mereka (Barat) tidak akan memberi kita visa, menempatkan kita pada daftar sanksi, maka tank (Kremlin) tidak perlu visa!,” kata Rogozin.

Rusia baru-baru ini menggelar latihan perang besar-besaran di Arktik untuk menegaskan klaimnya atas atas sumber daya energi dan mineral di kawasan itu. Rogozin bersumpah bahwa Rusia akan terus mengeksploitasi kekayaan sumber daya mineral di Arktik.

Menurutnya, AS dan Eropa yang prihatin dengan langkah Rusia itu sejatinya takut dengan Kremlin. “Barat takut dengan fakta bahwa kekuatan yang sangat besar kami sudah dilihat,” katanya, seperti dilansir news.com.au, Rabu (27/5/2015).

Wakil PM Rusia ini sebelumnya menjabat sebagai Duta Rusia untuk NATO. Dia sudah masuk daftar tokoh yang dijatuhi sanksi oleh AS dan Uni Eropa setelah Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina pada Maret 2014.
(mas/sindo/infoduniamiliter)

Iran Adakan Kontes Kartun Hina Islamic State


Pemerintah Syiah Iran menjanjikan hadiah US$1.500, atau sekitar Rp19,7 juta bagi kartunis yang dapat menghasilkan karya karikatur satir terbaik yang menyingung dan menghina Negara Islam. 

Kontes ini disambut oleh oleh para bajingan kartunis dunia. Komite House of Cartoon di Iran setidaknya menerima 800 kartun dari 43 negara berbeda di seluruh dunia. Namun, hanya 280 karikatur yang lolos seleksi. Sementara, pemenang karikatur akan diumukan pada 31 Mei mendatang. 

Keputusan Iran ini mungkin adalah caranya untuk menghibur diri setelah ribuan milisinya tewas saat menyerang IS. Jika di medan pertempuran, Iran keok lawan IS, mungkin mereka akan merasa menang dengan gambar-gambar murahan dan menjijikkan ini. (Cnn/infoduniamiliter )

IS Bombardir Militan Syiah di al Januub

Kantor Berita wilayah al Januub, merilis dokumentasi foto aksi penyerangan Junud Islamic State membombardir barak militer Shofawi dan milisi Shohawat Iraq di Amiriyyah Fallujah menggunakan mortir kaliber 220 mm. 
(Azzammedia /infoduniamiliter )






Israel Lancarkan Empat Serangan ke Gaza


Israel melancarkan empat serangan udara terhadap Jalur Gaza, Rabu (27/5/2015). 


Jet tempur membidik sejumlah kamp pelatihan kelompok pejuang Hamas di Rafah, Khan Yunis dan Kota Gaza. Belum ada laporan korban tewas maupun luka. 



Selasa malam, sebuah roket dilaporkan meluncur dari Palestina dan mendarat di wilayah selatan Israel. Tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Militer Israel menyebut empat infrastruktur di selatan Jalur Gaza terkena misil sebagai respon dari peluncuran roket. 



"Kenyataan bahwa wilayah Hamas dijadikan tempat untuk menyerang Israel adalah sesuatu yang tak dapat diterima dan akan mendapatkan konsekuensi," tutur juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Peter Lerner, seperti dikutip AFP. 



Hamas, yang secara de facto menguasai Gaza, belum mengonfirmasi adanya peluncuran roket ke Israel. 



Peluncuran Roket dari Gaza ke Israel pada Selasa kemarin terjadi untuk kali ketiga sejak gencatan senjata mengakhiri konflik 50 hari pada 2014. Perang itu menewaskan 2200 warga Palestina, sebagian besarnya warga sipil, dan 73 dari kubu Israel. 



(WIL /metrotv/infoduniamiliter )
⬆
Top