Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

5 Foto Suriah ini Guncang Dunia

Empat tahun sudah revolusi Suriah berlangsung sejak bulan Maret tahun 2011 tanpa menunjukan adanya tanda-tanda akan berakhir. Ribuan judul head line berita, ribuan gambar foto dan ratusan video sudah di upload berbagai media internasional baik cetak maupun elektronik.

Dari ribuan foto-foto yang telah menghiasi media cetak dan elektronik mengenai Suriah, kantor berita elektronik Rassd mencoba menyaring 5 foto yang paling banyak menyita perhatian dan menimbulkan kegetiran dalam hati mengenai kekejaman Bashar Al Assad dan milisi Syiahnya yang tega menargetkan warga sipil.

Berikut 5 foto tersebut;

Pertama adalah foto seorang anak yang tewas tergeletak dipinggiran tepi pantai Turki.
Polisi pantai Turki menerangkan bahwa anak tersebut beserta 30 orang warga Suriah lainnya mencoba menyeberangi Lautan Mediterani menuju Pulau Kos, Yunani, pada Rabu (03/09) pagi waktu Turki, sebelum akhirnya tenggelam tidak lama setelah berlayar.

Tercatat dalam musibah tersebut sebanyak 15 orang dinyatakan selamat setelah berhasil berenang ke tepi pantai, 12 orang meninggal dunia, dan 3 lainnya dinyatakan hilang.

Foto ini pun sempat menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter sepanjang hari Rabu kemarin, dan menyebabkan banyak kecaman internasional akibat pembasmian warga sipil Suriah oleh rezim Bashar Al Assad. Beberapa sumber menyebutkan asal anak ini adalah Kobane, medan pertempuran teroris komunis kurdi melawan Islamic State yang belum berhenti hingga saat ini. 

5 foto suriah - balita korban tenggelam
Kedua adalah foto pengungsi Suriah di kamp pengungsian.

Foto ini menarik minat banyak orang di dunia maya setelah memperlihatkan ekspresi yang dikeluarkan seorang gadis kecil Suriah menghadapi musim dingin yang keras dan kurangnya bantuan internasional terhadap mereka.

Menurut perkiraan PBB, hampir setengah dari pengungsi Suriah yang kini berada di luar negeri adalah kaum anak-anak, lalu disusul kaum perempuan,

5 foto suriah - pengungsi kedinginan
Ketiga adalah foto pengungsi Suriah yang mencoba melewati perbatasan darat Hungaria.
Hendak mengungsi ke Eropa, pengungsi yang terdiri dari satu keluarga ini terpaksa harus berurusan dengan pihak aparat berwenang setelah dituding melanggar perbatasan melalui jalur non-resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas dan bagaimana keadaan keluarga Suriah yang sejak 6 hari lalu dibawa aparat berwenang Hungaria.

5 foto suriah - melintasi perbatasan hungaria
Keempat adalah foto anak Suriah yang terkubur akibat pesawat udara Bashar Al Assad
Tidak diketahui kapan serangan ini terjadi, akan tetapi sumber yang didapat menjelaskan bahwa anak ini harus meregang nyawa setelah bom barel yang dijatuhkan pesawat militer Bashar Al Asaad di kota Aleppo meluluh lantahkan bangunan miliknya.

5 foto suriah - terkubur akibat kekejaman Assad
Kelima adalah foto anak-anak yang mengintip dari reruntuhan bangunan

Ini adalah foto yang banyak diperbincangkan di dunia jejaring sosial. Dimana kedua anak Suriah yang selamat dari serangan membabi-buta rezim Bashar Al Assad, melihat keluar untuk memastikan apakah bunyi pesawat yang beberapa waktu lalu menghancurkan tempat tinggalnya akan kembali mengancam nyawanya. 

Perang memang pahit dan tidak disukai manusia. Namun perlawanan terhadap tirani dan pengkhianat mengharuskan adanya cucuran keringat dan darah.  Kita tentu berharap Rakyat suriah esok dapat hidup terhormat dan tidak dihinakan rezim syiah dan militan kurdistan atau tentara bayaran Amerika seperti pada hari ini. Semoga Allah menolong mujahidin yang ikhlas dalam jihadnya.

(Rassd/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)
5 foto suriah - melihat langit suriah

Link:  http://bit.ly/1OhiTWG

Israel Akan Tambah Personel Militer di Al-Quds

Rabu 2 September 2015, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan aparat keamanan untuk menambah jumlah personel kepolisian hingga 400 aparat di sekitar komplek Masjid Al Aqsha.

Dalam perintahnya, Netanyahu meminta adanya tambahan aparat polisi di Route 443 yang dicaplok oleh bangsa Yahudi pada tahun 1980.

Sebuah kebijakan yang hingga kini tidak mendapat pengakuan dari masyarakat internasional.

Selain itu dalam rapat dengan sejumlah Menteri Zionis Israel , Netanyahu meminta aparat keamanan untuk menindak tegas terhadap pelaku pelemparan batu Palestina, meskipun seorang anak kecil. (Almasryalyoum/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1JTtF1p

Kampus AS Kembali Diguncang Penembakan

Seorang mahasiswa meregang nyawa dan dua lainnya terluka setelah insiden keributan yang diwarnai dengan aksi penembakan terjadi di sebuah perguruan tinggi di Sacramento, Amerika Serikat (AS). Aksi penembakan ini terjadi di tempat parkir, dekat lapangan baseball Sacramento City College.

Juru bicara kampus mengungkapkan, kejadian bermula dari sebuah pertengkaran yang kemudian berujung dengan baku hantam. "Kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan pistol semi-otomatis dan mulai menembak," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2015).

Pasca kejadian itu, pihak kepolisian langsung memblokade lokasi kampus. Pihak kepolisian awalnya menduga penembakan dilakukan dari seberang jalan kampus. Namun kemudian Polisi mengatakan, penembakan itu dilakukan di dalam kampus, dekat lapangan baseball.

"Setelah melakukan pencarian dan penggeledahan di seluruh bangunan kampus selama empat jam, pihak kepolisian memperbolehkan mahasiswa dan staf pengajar untuk pulang," ujar juru bicara kampus.

Menurut pihak kepolisian, pelaku hingga saat ini masih buron. Namun, mereka telah mengantongi ciri-ciri dari pelaku, yaitu seorang pria keturunan pasifik dengan mengenakan celana pendek kargo dan bertelanjang dada.

Pihak kampus sendiri belum merilis nama-nama korban yang semuanya adalah laki-laki. Menurut salah seorang anggota polisi Sacramento, salah seorang korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan yang lainnya hanya mengalami luka ringan.
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1O25yU8

Kuasai Desa Kristen, Begini Perlakuan IS

Kantor berita Islamic State provinsi Damaskus, merilis reportase foto khusus penegakan hukum Allah berupa syari’at Jizyah, pada kaum Nashrani di kota al Qoryatayn.
Merupakan sebuah penerapan syari’ah yang kaffah, karena sebagaimana yang diketahui sebelumnya, kota yang terletak di distrik pusat Hims tersebut belum lama takluk di bawah naungan Islamic State.
Disebut dengan nama al Qoryatayn, yang memiliki arti ‘Dua Desa’, karena kota tersebut terdiri dari dua bagian wilayah, satu dihuni oleh kaum Muslimin, sementara lainnya oleh kaum Nashrani. 
Pembayaran jizyah itu merupakan uang keamanan dimana dengannya darah dan harta mereka dijamin oleh Islamic State.(Azzammedia/infoduniamiliter)

Link:   http://bit.ly/1UrvIVs




Bangun Basis Militer di Eropa Timur, NATO Tantang Rusia?

Langkah NATO untuk mendirikan basis atau pangkalan militer di Eropa Timur bisa memicu konfrontasi dengan Rusia. Demikian peringatan dari Duta Tetap Rusia untuk NATO, Alexander Grushko, Jumat (4/9/2015).

Rencana pendirian pangkalan militer itu, kata dia, bertentangan kepentingan keamanan Eropa. ”Langkah ini, bagian dari langkah-langkah NATO yang sedang berlangsung untuk memperkuat sisi timur, yang akan iklim konflik yang menciptakan konfrontasi dengan Rusia,” kata Grushko yang menulis di akun Twitter-nya.

“Ini bertentangan dengan kepentingan keamanan nyata Eropa dan kawasan regional, yang hanya dapat dipastikan atas dasar kesetaraan dan kolektif,” lanjut Grushko. “Ini adalah jalan buntu, yang menyebabkan peningkatan ketegangan dalam skenario era Perang Dingin,” imbuh dia, seperti dikutip Sputnik.

Hubungan antara Rusia dan NATO telah memburuk di tengah krisis Ukraina. Sejak 2014, NATO telah memperkuat kehadiran militernya di negara-negara Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia. NATO juga menuduh Moskow telah ikut campur dalam urusan internal Kiev.

Sedangkan Rusia telah berulang kali membantah tuduhan NATO. Sebaliknya, Kremlin menyatakan keprihatinannya atas penguatan militer NATO di sepanjang perbatasan Rusia. Langkah NATO itu dianggap Rusia bisa menyebabkan destabilisasi di kawasan. (sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1LPkgeZ

Pasukan Elit IS Rontokkan Pos Militan PKK

Milisi komunis PKK
Puluhan militan komunis tewas berikut sejumlah kendaraan mereka dilaporkan hancur dalam sebuah serangan unit pasukan elit komando Islamic State di salah satu pos logistik PKK, dekat perbatasan Iraq dan Suriah, Kamis (19 dzulqo’dah) kemarin.
Koresponden Azzam Media di wilayah al Barakah melaporkan, Mujahidin melancarkan serangan terkoordinasi secara sempurna terhadap pos Dziroyyah, di kota Ya’rubiyyah tersebut, menewaskan puluhan militan PKK.
Merespon serangan tersebut, konvoi pasukan bantuan PKK segera menuju lokasi kejadian, namun disergap oleh ledakan ranjau IED yang dipersiapkan oleh Mujahidin di sepanjang jalan sebelumnya, menghancurkan sejumlah kendaraan tempur PKK.
Kemenangan yang diperoleh IS dalam operasi khusus di pinggiran timur Qomisyli ini semakin sempurna, dimana Mujahidin yang terlibat di dalamnya berhasil pulang kembali menuju markas mereka dengan selamat, membawa sejumlah besar rampasan perang. [fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1L9qEuE

Pentagon Waspada Aksi Mata-mata Kapal Selam Rusia

Pentagon panik dengan sepak terjang kapal mata-mata Rusia yang mengintai pangkalan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) di dekat Atlantik Utara. Pentagon bahkan mengerahkan kapal-kapal militer, pesawat terbang hingga satelit pengintai untuk memantau pergerakan kapal mata-mata Rusia itu.

Kapal mata-mata Rusia bernama Yantar itu sejatinya berada di perairan internasional. Sehingga tidak bisa dianggap melanggar aturan apapun.

Namun, pejabat senior Pentagon mengatakan kepada Fox News, bahwa Pentagon tidak berhenti memantau sejak kapal mata-mata Rusia itu terlacak satelit di Atlantik Utara.

Saat ini, kapal mata-mata Yantar bergerak ke wilayah di dekat Kuba. Menurut laporan media AS itu, Pentagon tidak bisa menyembunyikan kepanikannya tentang fakta bahwa kapal Yantar sempat berada di sebuah wilayah lepas pantai yang berjarak 300 mil dari pangkalan kapal selam nuklir AS di Kings Bay, Georgia.

Pentagon tak peduli meskipun keberadaan kapal mata-mata Rusia itu masih ada di wilayah internasional.

“Saya bisa mengkonfirmasi bahwa kami menyadari kapal Rusia beroperasi di perairan internasional, di lepas pantai timur Amerika Serikat,” kata pejabat Pentagon, Letnan Kolonel Tom Crosson kepada Sputnik yang dilansir Jumat (4/9/2015). ”Kami (Departemen Pertahanan AS) tidak mendiskusikan hal ini dengan Rusia,” katanya lagi.

Spesifikasi kapal mata-mata Yantar pernah diungkap pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Mei lalu. Kapal itu memang diandalkan untuk riset oseanografi terbaru. Namun, terkait sepak terjangnya yang mendekati pangkalan kapal selam nuklir AS, Rusia tidak bersedia mengkonfirmasi.

“(Kapal) Yantar dilengkapi dengan fasilitas unik di dalamnya, untuk penelitian ilmiah yang memungkinkan kapal itu untuk mengumpulkan data tentang lingkungan laut, baik dalam kondisi bergerak maupun tertahan,” kata Kepala Departemen Penelitian Laut di Kementerian Pertahanan Rusia, Alexei Burilichev.

(mas/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1L9pUFZ
⬆
Top