Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Sampaikan Pesan Lagi untuk Rakyat Palestina

Tentara Khilafah provinsi Damaskus kembali mengirimkan risalah dan pesan-pesan kepada kaum muslimin di Baitul Maqdis, Palestina. Sebuah pesan berharga terkait penjajahan negeri yang diberkahi ini oleh bangsa terlaknat Yahudi dan upaya untuk membebaskannya.
Dalam video risalah ini juga disampaikan bahwa segala upaya yang pernah dilakukan dalam pembebasan Palestina harus terus dikobarkan seraya membuang kerangka nasionalisme (atas nama bangsa Palestina) yang selama ini disponsori oleh pemerintahan thaghut Palestina dan Hamas. Mengembalikan tujuan dan kerangka perjuangan hanya di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya, bukan dijalan demokrasi dan selainnya.
Video bisa diklik disini (Azzammedia/infoduniamiliter)

LinK:  http://bit.ly/1KA8uIa

Angola Resmi Larang Agama Islam

Angola, sebuah negara di Afrika menjadi negara pertama yang secara resmi memberlakukan pelarangan terhadap agama Islam. Masjid menjadi bangunan yang terlarang, kitab suci al-Quran menjadi sekadar “buku” yang dilarang keberadaannya, sholat, puasa ramadhan, dan semua yang berbau Islam menjadi terlarang keras.

President Angola Jose Eduardo dos mendukung penuh pelarangan ini tanpa mempertimbangkan asas kebebasan memeluk agama bagi rakyatnya.

”Inilah akhir pengaruh Islam di negara kami,” ujarnya seperti dilansir dari Morroco News.

Presiden menetapkan pelarangan Islam melalui Menteri budaya, Rosa Cruz e Silva yang akan mengumumkan secara langsung. Menurut Silva, agama Islam memang belum mendapatkan izin dari pemerintahannya. ”Proses legalisasi Islam tidak disetujui oleh Kementerian kehakiman dan HAM. Masjid mereka akan segera ditutup,” katanya.

Silva mengatakan pelarangan Islam bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya Islam tidak sejalan dengan adat istiadat dan budaya masyarakat Angola, tanpa merinci budaya apa yang dimaksud.

Proses pelarangan eksistensi Islam di Angola diyakini bukan tanpa sebab dan tanpa proses panjang. Mungkin ada banyak sebab, dan mungkin pula salah satunya adalah “serbuan investor dan pekerja Negara Komunis RRC” ke Angola.

Belum lama ini, situs pribuminews memuat satu artikel “Cina Kuasai Angola, Sebentar Lagi Indonesia” (Senin, 29 Juni 2015). Salinan artikelnya secara lengkap seperti di bawah ini:

Cina Kuasai Angola, Sebentar Lagi Indonesia

Terkait dengan berbondong-bondongnya warga negara Cina ke Indonesia, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, beredarnya video dengan judul Indonesia adalah Angola Berikutnya? (http://www.vidio.com/watch/91133-indonesia-angola-berikutnya%EF%BB%BF) di sosial media menjadi suatu perbincangan hangat. Pasalnya, dalam video tersebut terlihat tampak secara jelas pola Cina dalam menguasai sebuah negara.

“Dalam video tersebut ditunjukan bagaimana Cina sukses menjadikan Luanda (ibukota Angola) sebagai kota yang maju. Namun, yang menarik adalah dengan dalih untuk kecepatan kerja dan efisiensi, pembangunan tersebut tenaga kerjanya pun didatangkan dari Cina, padahal tingkat pengangguran penduduk di negara tersebut tinggi. Ini merupakan gerakan senyap Cina untuk menguasai pereknomian sebuah negara” tutur Jajat.

Menurut Jajat, melihat investasi besar-besaran yang dilakukan Cina di Indonesia saat ini, sangat mungkin apa yang terjadi di Angola akan terjadi di Indonesia. Apalagi hal ini diperkuat dengan kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Cina Xi Jinping beberapa waktu lalu mengenai pertukaran penduduk hingga 10 juta penduduk. Jajat menganjurkan Jokowi jangan terlalu polos dan begitu saja menerima pinangan Cina.

“ Jokowi seharusnya lebih lihai dalam masalah hubungan luar negeri, terlihat sekali kepolosan beliau dalam menjalin hubungan dengan Cina. Ini sudah merupakan bentuk penjajahan modern, jika dulu asing hanya bisa mengeruk hasil bumi Indonesia secara terbatas, yang terjadi sekarang malah semakin parah. Bukan hanya menguasai hasil bumi, namun berbagai mega proyek di Indonesia pun telah diserahkan ke Cina, sementara itu rakyat hanya akan jadi penonton bahkan menjadi tamu di negerinya sendiri”, tutup Jajat.[]

Nah, silakan pikir dan coba renungkan sendiri. (rd/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1KVZz2m

IS Kuasai Banyak Wilayah di Jazal, Suriah

Tentara Islamic State kembali memperbarui serangan pada Sabtu (21 Dzulqo’dah) fajar hari terhadap distrik Jazal, 15 kilometer barat laut kota Tadmur atau Palmyra, dari sejumlah arah, yang berhasil menguasai sejumlah titik setelah konfrontasi senjata sengit mengalahkan bala tentara rezim Nushairiyyah.
Sumber-sumber Azzam Media di wilayah Hims bagian timur menyatakan, pasukan rezim Suriah terkepung setelah Mujahidin memotong jalur suplai logistik Nushairiyyah, dan menghancurkan tuga unit Tank berikut satu unit Shilka.
Hingga kabar ini diturunkan, baku tembak masih berlangsung, dengan posisi IS lebih unggul karena menguasai sejumlah besar wilayah. Reporter lapangan Azzammedia meminta umat islam untuk membantu mujahidin dengan doa. [shuhayb/fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1Nbu1po

Al-Shabab Rebut Dua Wilayah Baru

Kelompok mujahidin Al Shabaab berhasil menguasai dua kota selama dua hari di sebelah barat daya Somalia. Keberhasilan Al Shabaab ini kurang dari seminggu setelah mereka menyerang pangkalan milik Uni Afrika di daerah yang sama.

Dalam pernyataannya, Al Shabaab menyatakan, mereka telah menguasai dua kota kecil di wilayah Bawah Shabelle-El Saliindi, 65 km sebelah selatan dari ibukota Mogadishu. Kota-kota itu terletak di sepanjang perjalanan dari Mogadishu ke pelabuhan Marka dan Kuntuweral, seperti dikutip dari laman Trust, Sabtu (5/9/2015).

"Sangat menyedihkan mengatakan bahwa Al Shabaab telah mengambil alih El Saliindi. Sedangkan pasukan Uni Afrika telah menarik diri dan sekarang Al Shabaab mengontrol daerah itu," ujar Gubernur Lower Shabelle.

Sebelumnya, kelompok Al Shabaab telah menyerang konvoi pasukan Uni Afrika di luar Marka dan mengklaim telah membunuh beberapa tentara dalam serangan itu.

Hal ini dibenarkan oleh Gubernur Lower Shabelle, namun ia tidak mengetahui secara persis jumlah korban. "Sebuah bom pinggir jalan yang menargetkan kendaran Uni Afrika meledak di luar Marka. Kami tidah tahu tentang rincian korban," ujarnya.

Al Shabaab berhasil menguasai pangkalan militer Uni Afrika, 90 km sebelah selatan Mogadishu pada 1 September lalu. Serangan itu bertepatan dengan satu tahun tewasnya pemimpin kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda ini, Ahmed Abdi Godane, akibat serangan udara Amerika Serikat (AS).
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1hMX3Qg

Markas Militer Syiah Remuk Dihajar IS di Dekat Ramadi

Dua operasi serangan bom martir menghajar konsentrasi pasukan militer syiah Irak / Rofidhoh Shofawiyyin di timur laut dan tenggara kota Ramadi, Jum’at (20 Dzulqo’dah). Koresponden Azzam Media di wilayah al Anbar memberikan rincian laporan atas serangan yang menewaskan puluhan tentara syiah berikut sejumlah kendaraan militer lapis baja tersebut.
Di Tenggara Ramadi, satu unit mobil Hummer bermuatan material peledak dikendarai oleh tentara IS, Abu Kholid asy Syamiy taqobbalahullah menargetkan markas Shofawiyyin di gurun al Humayroh. Sedikitnya enam kendaraan tempur murtaddin hancur.
Sementara itu, di tenggara Ramadi, Abu Miqdad al Urduniy melancarkan operasi syahid menggunakan bom truk menghantam sekumpulan tentara rezim Iraq dan militan Hasyad Sya’biy Rofidhi, di gurun Albu ‘Aitsah.
Segera setelah ledakan terjadi, sejumlah kecil tentara IS bergerak menghampiri lokasi, guna menghabisi sisa-sisa tentara syiah yang masih hidup. [fudhail/kholid/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1i5Ayqs

Prancis Akan Perpanjang Operasi Militer di Suriah

Belum puas membuat rakyat di Suriah sengsara, Prancis masing ingin terus melakukan pembantaian di Suriah, khususnya di wilayah kekuasaan IS. Media di Prancis menurunkan laporan yang menyatakan Presiden Francois Hollande tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang operasi militer di Suriah guna menyerang wilayah IS.

Media Prancis, La Monde, melaporkan Holande tengah mempelajari kemungkinan untuk mengirimkan pesawat tempur Prancis ke Suriah untuk menggempur IS, seperti dilansir oleh Telegraph, Sabtu (5/9/2015).

Menurut La Monde, Holande telah melakukan pertemuan dengan Dewan Pertahanan Prancis untuk membahas kemungkinan itu. Holande rencananya akan mengungkapkan pandangannya itu dalam sebuah konferensi pers pada Senin pekan depan.

Dalam laporannya, La Monde menyatakan, pertimbangan tersebut muncul dilatarbelakangi sejumlah permasalahan. Permasalahan itu adalah eksodus pengungsi Suriah, kegagalan koalisi internasional untuk memukul mundur ISIS, dan keterlibatan militer Rusia di Suriah untuk membantu Assad.

Sebelumnya, Holande menyerukan sebuah solusi politik untuk menyelesaikan permasalahan di Suriah. "Kita harus memastikan bahwa kita dapat menemukan solusi politik dalam memerangi terorisme dengan metoda yang tepat dan kerjasama yang baik," ujarnya.
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1UA3ORS

Tentara Turki yang hilang Ternyata Dirawat di Rumah Sakit IS

Seorang tentara Turki yang hilang setelah menyerang tentara IS di perbatasan dengan wilayah Suriah, dikabarkan telah ditangkap oleh Tentara Islamic State (IS). Saat ini, ia berada di sebuah rumah sakit yang dioperasikan oleh Islamic State.

Laporan tersebut diturunkan oleh koran Hurriyet, yang dikutip oleh Reuters, Sabtu (5/9/2015). Menurut sumber-sumber keamanan mengutip laporan intelijen, Hurriyet Daily News melaporkan, tentara yang hilang itu mengalami luka di kakinya. Ia dibawa ke sebuah rumah sakit yang berada di dekat Aleppo. Namun, sejumlah pejabat Turki yang dimintai konfirmasinya menolak untuk berkomentar.

Jika kabar ini benar, maka hal ini akan menjadi masalah yang besar bagi Turki paska meningkatnya operasi militer terhadap IS sejak bulan Juli. 

Tahun lalu, IS menahan 46 tawanan Turki, termasuk seorang diplomat senior. Mereka ditawan selama 3 bulan lebih, sebelum akhirnya dibebaskan. Mereka dibebaskan karena saat itu Turki enggan terlibat dalam perang melawan IS.

Namun kini Turki sudah lupa dengan kebaikan IS tersebut, kebijakan itu telah berubah. Turki telah memutuskan untuk membuka salah satu pangkalan udaranya untuk koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat guna menyerang basis IS. Tidak hanya itu, Turki pun ikut dalam operasi serangan udara memerangi IS.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang tentara Turki hilang dan lainnya tewas saat terjadi baku tembak dengan anggota IS di dekat kota Kilis, Turki. Kota ini berdekatan dengan wilayah Suriah yang telah berada di bawah kendali IS selama berbulan-bulan.
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1O6geBq
⬆
Top