Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Provinsi Sinai Wisuda Pejuang Baru

Islamc State Provinsi Sinai, Mesir melakukan wisuda terhadap para pejuang baru. Berikut foto-fotonya:








Korut Bandel, DK PBB Naik Pitam

Negara-negara di dunia menyampaikan kemarahannya atas peluncuran roket jarak jauh yang dilakukan rezim bandel Korea Utara (Korut). Dewan Keamanan (DK) PBB telah bersumpah untuk menjatuhkan hukuman baru terhadap negara yang dipimpin diktator muda Kim Jong-un itu.

Sebanyak 15 negara anggota tetap DK PBB telah memutuskan bahwa Korut harus menerima “konsekuensi serius” atas peluncuran roket jarak jauh pada hari Minggu kemarin.

”Para anggota Dewan Keamanan mengecam keras peluncuran ini,” kata Presiden DK PBB yang juga Duta Besar Venezuela untuk PBB; Rafael Ramirez Dario Carreno, seperti dikutip Reuters, Senin (8/2/2016).

“Peluncuran itu adalah pelanggaran serius,” katanya lagi. Para anggota DK PBB, ujar Carreno, akan bekerja secepat mungkin untuk merumuskan sanksi untuk rezim Pyongyang.

Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, sepakat dengan keputusan DK PBB. “Kami akan memastikan bahwa Dewan Keamanan memberlakukan konsekuensi serius. Pelanggaran DPRK (Korut) terbaru ini membutuhkan respon kita untuk menjadi lebih tegas,” kata Samantha.


Duta Besar Jepang untuk PBB, Motohide Yoshikawa, mengatakan rancangan resolusi DK PBB untuk Korut akan lebih kuat.
Seorang diplomat Barat mengatakan kepada Reuters bahwa Washington berharap untuk memperketat pembatasan internasional terkait sistem perbankan Korut.

Sementara itu, China yang merupakan sekutu kuat Korut terkesan setengah hati mendukung penjatuhan sanksi baru terhadap rezim Pyongyang. “Pada akhirnya akan ada resolusi sanksi,” kata seorang diplomat China yang menolak diidentifikasi.

”China ingin langkah apapun terukur, tetapi (China) menginginkan Dewan (Keamanan PBB) mengirim pesan yang jelas kepada DPRK (Korut) bahwa mereka harus mematuhi resolusi Dewan,” lanjut dia.

China telah menyesalkan kenekatan Korut atas peluncuran roket jarak jauh dengan menggunakan teknologi rudal balistik.
(mas/sindo/kabarduniamiliter)

Rusia Undang 46 Negara di Kompetisi Militer

Rusia telah mengirimkan undangan kepada menteri-menteri pertahanan dari 46 negara untuk ikut serta dalam Kompetisi Militer Internasional ARMY 2016. Demikian hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan Anatoly Antonov, Kamis (4/2). Kompetisi militer ini direncakanan akan diselenggarakan pada Agustus mendatang.

"Kami berencana untuk menyelenggarakan kompetisi di 19 medan pelatihan, termasuk di zona perairan Laut Hitam dan Laut Kaspia," kata Antonov. Ia pun menambahkan bahwa beberapa kompetisi akan diselenggarakan di di luar Rusia, termasuk salah satunya di Kazakhstan.

Kompetisi Militer Internasional diluncurkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada tahun 2015. Program yang dimasukkan ke dalam kegiatan ini termasuk kompetisi antarpasukan bersenjata, mulai dari angkatan darat, udara, dan laut, hingga pasukan penerjun payung dan artileri. (Dw/kabarduniamiliter)

IS Gagalkan Serangan SAS Inggris

Tentara rahasia Inggris, SAS, dikabarkan terluka ketika menjalankan operasi rahasia di utara Irak yang dikuasai Daulah Khilafah Islamiyyah. Tak kurang 3 tentara SAS terluka ketika disergap 30-an mujahidin Khilafah. 

Misi ini belum dinyatakan kebenarannya oleh pemerintah Inggris, mengingat biasanya misi rahasia memang tidak pernah diungkap ke media. Dalam penyergapan ini, SAS meminta bantuan serangan udara untuk menyelamatkan mereka. Beberap mujahidin Khilafah dikabarkan syahid. 

IS Gagalkan Serangan Besar-besaran Rezim Assad


Pasukan Islamic State pada hari Jum’at kemarin kembali mematahkan serangan skala besar pasukan rezim Suriah yang dibantu oleh milisi-milisi loyalisnya di bukit-bukit sekitar kota Mahin, tenggara.kota pusat Hims.

Pasukan rezim Suriah meluncurkan serangan dari dua arah dengan mengerahkan sejumlah unit Tank dan kendaraan tempur lapis baja, diawali dengan bombardir meriam artilleri dan serangan udara menargetkan lini pertahanan IS di kawasan bukit, diikuti dengan masuknya pesawat tempur Angkatan Udara Rusia. Pasukan IS merespon dengan serangan bom martir menghantam posisi tempur pasukan rezim Suriah.

Pasukan rezim kemudian mundur setelah konfrontasi senjata tanpa henti dari fajar hingga sore hari, dengan jumlah personel yang terbunuh diantara mereka sebanyak 16 orang, dan empat unit Tank hancur akibat perlawanan sengit dari pasukan IS Sementara itu, insiden “Friendly Fire” yang dilakukan oleh pesawat tempur Rusia menghancurkan satu unit Tank rezim Suriah, tanpa diketahui dengan pasti berapa jumlah kerugian personel akibat kejadian salah tembak tersebut. (azzam/kabarduniamiliter}

23 Orang Tewas dalam Gempa Taiwan


 
Setidaknya 23 orang diketahui telah tewas akibat gempa hebat yang mengguncang Taiwan pada Sabtu kemarin. Dari jumlah tersebut 16 korban ditemukan di gedung Wei-guan Golden Dragon yang runtuh di kota selatan Tainan.

Sementara itu, menurut pejabat pemerintah setempat, 120 orang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan perumahan, dimana 30 diantaranya terperangkap sangat dalam di bawah reruntuhan, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (7/2/2016).

Tim penyelamat sendiri sejauh ini telah berhasil menyelamatkan lebih dari 240 korban dari reruntuhan bangunan. Mereka untuk sementara ditampung di bawah tenda darurat guna mendapatkan perawatan medis sementara.

Walikota Tainan, William Lai mengatakan, upaya penyelamatan terfokus pada 29 orang yang lokasinya mudah dijangkau oleh tim penyelamat dengan menggunakan peralatan yang ringan. "Untuk 103 korban lainnya diyakini berada di lantai bawah bangunan dan kami tidak dapat menemukan rute untuk mengakses daerah-daerah tersebut saat ini," jelasnya.

Gempa hebat dengan kekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Taiwan pada Sabtu pagi. Lokasi musibah gempa itu terjadi di Tainan, wilayah Taiwan selatan. Gempa mengakibatkan sembilan bangunan di kota berpenduduk 2 juta itu runtuh dan lima bangunan dalam kondisi miring dengan sudut yang mengkhawatirkan. (sindo/kabarduniamiliter)

Korut Sukses Luncurkan Rudal Jarak Jauh


Televisi pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan, bahwa mereka telah sukses meluncurkan roket jarak jauh. Menurut laporan televisi Korut, roket itu diluncurkan untuk membawa satelit baru mereka.

"Peluncuran roket jarak jauh, yang diperintahkan oleh pemimpin Kim Jong Un untuk untuk menempatkan satelit ke ruang angkasa, telah sukses," bunyi laporan televisi Korut.

"Satelit, Kwangmyongsong-4, akan mengorbit bumi setiap 94 menit dan Korut akan terus meluncurkan satelit di masa depan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (7/2).

Sebelumnya, media-media di Korea Selatan (Korsel) memang telah ramai membicarakan mengenai adanya peluncurkan roket jarak jauh tersebut. "Korut telah meluncurkan roket jarak jauh dari lokasi peluncuran di barat laut mereka," kata media Korsel, Yonhap dalam laporannya.

Peluncurkan roket jarak jauh ini memang telah diprediksi beberapa hari sebelumnya. Karena, sejumlah data menunjukkan jika Korut telah mengisi tangki bahan bakar roket, satu hari sebelum peluncuran roket tersebut. (sindo/kabarduniamiliter)
⬆
Top