Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Bagikan Makanan di Provinsi Anbar




Distribusi bantuan makanan bagi keluarga miskin dan membutuhkan oleh Baitul Ma'al Islamic State provinsi Anbar di desa Al Qsyrat, timur kota Haditha. (Syamtoday/kabarduniamiliter)

Turki Kesal Disetarakan dengan Kurdi oleh AS

Pemerintah Turki mengaku kaget sekaligus kesal dengan pernyataan terbaru yang dilontarkan oleh pihak Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam itu menyetarakan Turki dengan Kurdi Suriah.

"Turki "terkejut" oleh pernyataan terbaru dari Departemen Luar Negeri AS yang menempatkan Ankara di keranjang yang sama dengan pemberontak Kurdi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic.

Komentar Bilgic mengacu kepada pernyataan yang dilontarkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby. Dimana, dalam pernyataanya Kirby mendesak Turki dan Kurdi untuk fokus dan bekerjasama dalam mengatasi masalah bersama, yakni IS.

Dukungan AS terhadap Kurdi sendiri memang telah mebuat Turki kebakaran jenggot. Turki dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa AS harus segera memilih, apakah mereka mendukung Kurdi yang di mata Turki adalah teroris, atau pemerintah Turki.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Bilgic juga mengatakan bahwa Turki tidak akan meminta izin AS untuk melawan setiap organisasi teroris. "Kami juga akan menyampaikan protes kepada pemerintah AS atau pernyataan Kirby," ucapnya. (Sindo/kabarduniamiliter)

Turki Terobos Perbatasan Udara Yunani 22 Kalo Sehari

Otoritas Athena menyatakan pesawat-pesawat jet tempur Turki menerobos langit atau wilayah udara Yunani sebanyak 22 kali dalam tempo 24 jam.

Yunani merespons dengan mengerahkan beberapa pesawat tempur untuk mencegat manuver pesawat-pesawat jet tempur Turki. Hal itu sempat memicu ketegangan kedua pihak.

Athena News Agency, kantor berita yang dikelola Pemerintah Yunani pada Selasa (16/2/2016) melaporkan, armada Ankara yang terdiri terdiri dari enam pesawat tempur dan pesawat angkut Angkatan Laut bermanuver di atas kepulauan Aegea Yunani.

Manuver dari Turki itu terjadi pada Senin (15/2/2016). Dua dari enam pesawat tempur Turki dilengkapi senjata. Seorang staf tentara Yunani yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, dua "dogfights virtual" berlangsung antara pesawat Turki dan Yunani.

Ketegangan di wilayah udara Yunani itu terjadi setelah NATO memutuskan untuk menyebarkan patroli Angkatan Laut di Laut Aegea untuk membantu Turki dan Yunani dalam mencegah penyelundupan dan perdagangan imigran.

Kawasan perairan Aegea menjadi jalur utama para imigran Timur Tengah untuk mencari suaka ke Eropa. Banyak korban berjatuhan, ketika para imigran mencoba mengarungi Laut Aegea saat meninggalkan negara mereka yang dilanda konflik.

Pemerintah Turki belum merespons tuduhan pelanggaran wilayah udara dari Yunani. Kedua negara itu sejatinya sama-sama anggota NATO namun kerap terlibat sengketa teritorial. (Sindo/kabarduniamiliter)

Densus 88 Dapat Kucuran Dana 1,9 Triliun

Rencana Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) untuk mengalokasikan dana tambahan APBN sekitar Rp 1,9 triliun untuk Densus 88 Antiteror Mabes Polri menuai sindiran dan kritik dari sejumlah pihak dan netizen.
Pengamat terorisme dari ICAF, Mustofa B Nahrawardaya menilai anggaran sebesar itu akan bisa menambah sikap represif Densus 88 dalam menangkap seseorang yang baru diduga terkibat jaringan teror sebagaimana selama ini yang sudah terjadi. Bahkan tidak mungkin akan lebih banyak lagi yang ditembak mati ditempat.
“Dengan demikian harus siapkan lebih banyak kantong mayat. Saya lebih setuju jika anggaran sebesar ini, di korupsi saja lah. Daripada menyebabkan banyak kantong jenazah,” ujar Mustofa melalui akun Twitternya, @TofaLemon pada Senin (15/2/2016).
Sementara itu, netizen (pengguna sosial media) lainnya menyatakan jika anggaran sebesar itu jadi digelontorkan pemerintah Indonesia kepada Densus 88, maka akan banyak seseoang yang ditembak mati. Pasalnya dengan anggaran yang sudah ada saja, Densus 88 sering bersikap represif dalam menangani  kasus terorisme.
“Bakal tambah banyak ‘terduga teroris’ yang langsung ditembak mati nich,” ujar akun @Eri_Zoel pada Senin (15/2/2016). [GA/mj/kabarduniamiliter]

Saudi: Pasukan Darat ke Suriah Menunggu Perintah AS

Arab Saudi menuturkan, realisasi pengiriman tentara ke Suriah berada di tangan Amerika Serikat (AS) sebagai pimpinan koalisi melawan Negara Islam (IS). Menurut Saudi, AS adalah pihak yang menentukan kapan pengiriman dan penyebaran itu dilakukan.

Menurut keterangan "si klimis" Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, pengiriman tentara ini berhubungan erat dengan operasi militer yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan AS. Oleh karena itu, kapan pengiriman dan penyebaran pasukan ini secara tidak langsung ditentukan oleh AS.

Jubeir juga mengatakan, Saudi sejatinya telah siap untuk mengirimkan tentara ke Suriah. Kesiapan Saudi, lanjut Jubeir, terlihat dari sudah mulai ditempatkannya sejumlah pesawat di pangkalan udara  Incirlik di Turki.

"Pengerahan pesawat kerajaan ke pangkalan udara Incirlik di Turki adalah bagian dari kampanye ini," kata Jubeir dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (15/2).

"Kesiapan kerajaan untuk menyediakan pasukan khusus untuk setiap operasi darat di Suriah terkait dengan keputusan untuk memiliki komponen di darat, sebagai bagian koalisi melawan IS Suriah - koalisi ini dipimpin AS - jadi waktunya tidak bergantung pada kami," ucap Jubeir.

Saudi sendiri seperti diketahui memang merupakan anggota dari koalisi pimpinan AS untuk melawan IS di Suriah dan juga Irak. Sehingga, sebenarnya bukan hal aneh jika Saudi menunggu persetujuan AS untuk mengirimkan tentara ke Suriah. (Sindo/kabarduniamiliter)

Perancis Desak Turki Berhenti Menyerang Militan Kurdi

Menteri Luar Negeri Prancis meminta Turki menghentikan serangannya terhadap Militan Kurdi di utara Suriah.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Prancis “khawatir serangan tersebut akan  situasi di Suriah” yang sudah sangat kompleks.
Pada Sabtu (13/02), Turki mulai menyerang milisi yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki. PKK kerap menebar teror di Turki karena menuntut kemerdekaan wilayah.
Turki menyebut, partai PYD, afiliasi PKK di Suriah, sebagai organisasi teroris. PYD dikhawatirkan Turki akan “menggelapkan” senjata dari Suriah ke Turki.
Image copyrightReuters
Image captionTurki mengkhawatirkan PKK akan mendapat pasokan senjata dari PYD di Suriah.
Namun, Washington menolak klaim Turki tersebut dan menyebut PYD efektif dalam membantu menyerang IS. Barat terpaksa memanfaatkan Teroris Kurdi yang atheis itu dalam menghadapi IS secara darat, sebab Barat sampai saat ini masih belum berani berhadapan langsung dengan IS yang terkenal ganas di medan perang.
Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, Minggu (14/02) kemarin mengungkapkan bahwa Turki “tidak akan mengizinkan milisi Kurdi melakukan aktivitas “agresif””.
“Militer kami akan merespons setiap ‘aktivitas’ yang dilakukan milisi Kurdi,” kata Davutoglu.

‘Kutukan’ Suriah

Suriah pun mengutuk serangan Turki dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terhadap kedaulatan” Suriah.
Image copyright
Image captionKonflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 250.000 orang.
Negara yang tengah berkonflik ini juga telah meminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk mengintervensi.
Namun, pemerintah Suriah juga tidak luput dari kritik Prancis. Rezim Basar al-Assad dan koalisinya diminta untuk menghentikan pengeboman “di seluruh penjuru Suriah”.
Prancis menegaskan yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana menerapkan kesepakatan yang telah dicapai di Munich, Minggu ini, untuk bersama menghadapi IS.
 (Bbc/kabarduniamiliter)

Saudi Kerahkan Jet Tempur di Turki Untuk Serang Islamic State

Arab Saudi telah mengirimkan jet tempurnya ke pangkalan udara Turki di Incirlik, untuk memerangi mujahidin Daulah Islam/Islamic State (IS). Namun mereka menyatakan belum menempatkan pasukan daratnya di sana.
Menteri Pertahanan Arab Saudi Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri mengatakan kepada Al Arabiya, pada Sabtu (13/2/2016), berkomitmen meningkatkan pertempurannya melawan mujahidin Islamic State (IS). Penempatan jet tempur tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya persiapan berperang melawan Islamic State (IS) dan sebagai bentuk komitmen Arab Saudi dalam keikut sertaannya dalam koalisi internasional.
“Apa yang ada sekarang adalah pesawat yang merupakan bagian dari pasukan Arab Saudi,” ujar Assiri.
Arab Saudi telah melanjutkan keikutsertaanya dalam serangan udara melawan mujahidin Islamic State (IS) dan meningkatkan kerjasamanya dalam koalisi Internasional.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) AShton Carter mengatakan pada Kamis (11/2/2016), ia menyambut baik atas komitmen Arab Saudi dalam memperluas dan memperkuat perannya untuk memerangi mujahidin Islamic State (IS).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlet Cavusoglu mengatakan kepada koran Yeni Safak, Arab Saudi telah melakukan pemeriksaan di pangkalan udara. Langkah tersebut dalam persiapan unuk mengirim pesawat tambahan ke pangkalan udara Turki.
Awal bulan ini, Riyadh mengatakan siap mengerahkan pasukan darat ke Suriah guna melawan mujahidin Islamic State (IS), jika pemimpin koalisi menyetujui tawarannya. [AN/mj/kabarduniamiliter]
⬆
Top