Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Liwa Syuhada Yarmouk Injak Bendera FSA di Dara'a

Anggota kelompok Syuhada al Yarmouk yang berafiliasi dengan Islamic State menginjak bendera kelompok FSA-VSO setelah mereka membebaskan wilayah Dara'a dari kelompok FSA. FSA semakin terdesak, senjata-senjata pemberian AS dan Turki justru mereka tinggalkan lari ketika diserbu oleh IS. (Syamtoday/kabarduniamiliter)

Banjir di Saudi dan Yaman, 42 Orang Tewas

RIYADH — Hujan lebat yang mengguyur Arab Saudi dan Yaman selama sepekan terakhir telah menewaskan 42 orang. Demikian pejabat kedua negara mengabarkan, Jumat (15/4/2016).

Sebanyak 24 orang tewas di wilayah utara Yaman, sedangkan 18 orang lainnya meninggal dunia di Arab Saudi setelah banjir melanda beberapa wilayah di kedua negara itu.

Sejumlah sumber pemerintah mengatakan, 10 orang tewas di provinsi Amran, sebelah utara ibu kota Yaman, Sana'a, dan sejumlah orang belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, banjir menghancurkan sejumlah rumah dan merendam jalan raya di provinsi Amran dan Hajjah. Khusus di provinsi Hajjah, 14 orang tewas akibat tanah longsor.

Adapun di provinsi Al-Mahwit, di sebelah selatan Hajjah, sebuah bendungan jebol yang mengakibatkan lahan pertanian terendam dan sejumlah jembatan hanyut.

Di Arab Saudi, sebanyak 18 orang tewas akibat hujan lebat yang melanda Riyadh, Hail, Mekkah, Madinah, Al-Baha, Asir, Najran, dan Jazan.

Selama sepekan terakhir, hujan deras melanda di beberapa daerah di Arab Saudi, termasuk di ibu kota Riyadh yang terletak di tengah gurun pasir.

Akibat hujan deras itu, sekolah-sekolah diliburkan setelah banjir ditambah hujan badai mengakibatkan kekacauan di jalan raya. (Kompas/kabarduniamiliter)

IS Gambarkan Kehidupan di Mosul Jauh Lebih Baik

Islamic State wilayah Ninawa merilis video "Water in Abundance" yang berisi kehidupan warga Khilafah di kota Mosul yang meskipun dalam kondisi perang mereka jauh merasakan lebih bahagia ketimbang ketika dikuasai rezim Syiah Irak. Video ini pun menegaskan bahwa tinggal dibawah naungan syariah dan khilafah jauh lebih baik daripada harus mengungsi ke negara lain secara hina.

Pemerintah AS Paling Rentan Serangan Maya

Badan-badan pemerintah federal, negara bagian dan lokal di Amerika berperingkat terbawah dalam hal keamanan dunia maya dibandingkan dengan 17 industri swasta besar, termasuk transportasi, ritel dan perawatan kesehatan, menurut sebuah laporan yang dirilis Kamis (14/4). 
Analisis tersebut, dari perusahaan teknologi SecurityScorecard, mengukur tingkat keamanan relatif pemerintah dan industri di seluruh 10 kategori, termasuk kerentanan terhadap infeksi virus, tingkat paparan kata kunci, dan kerentanan terhadap rekayasa sosial, misalnya penggunaan informasi akun perusahaan oleh pegawai pada jaringan sosial publik.
Industri pendidikan, telekomunikasi dan farmasi juga berperingkat rendah, menurut laporan tersebut. Layanan informasi, konstruksi, makanan dan teknologi termasuk yang berkinerja terbaik.
Badan-badan pemerintah selama bertahun-tahun telah kesulitan mengikuti irama peretas dan ancaman internal, sebuah tantangan yang menjadi perhatian utama setelah terungkap tahun lalu bahwa data milik lebih dari 21 juta individu dicuri dalam peretasan di Kantor Manajemen Personalia AS.
SecurityScorecard mengatakan telah melacak 35 pelanggaran data besar di seluruh pemerintahan dari April 2015 sampai April 2016. [hd/voa/kabarduniamiliter]

IS Kepung VSO di Perbatasan Turki

Kondisi koalisi VSO yang terdiri militan FSA dan Ahrar Syam kian terjepit. VSO Terjepit di perbatasan Turki dan posisinya sudah dikepung oleh IS. Mereka pun saat ini dibantu oleh pesawat tempur AS dan Turki. AS dan Turki sedang berupaya menyelamatkan para budaknya tersebut. (CR/kabarduniamiliter)

Jet Tempur Rusia Terbang Rendah diatas Kapal Perang AS

Sebuah jet tempur Su-24 milik AU RUsia terbang melintas hanya beberapa meter di atas sebuah kapal perang AS Donald Cook di Laut Baltik dengan cara yang "agresif". Demikian disampaikan sejumlah pejabat AS, Rabu (13/4/2016).



Komando Eropa milter AS (EUCOM) mengatakan, pesawat tempur itu melintas hanya sembilan meter di atas kapal perang yang sedang melakukan simulasi penyerangan di laut internasional 70 mil dari Kaliningrad, kawasan kantung di kawasan Baltik.

"Kami prihatin atas manuver pesawat tempur Rusia yang berbahaya dan tak profesional," demikian pernyatan resmi EUCOM.

"Tindakan ini berpotensi untuk memicu ketegangan yang tidak perlu antara kedua negara dan bisa menghasilkan sebuah salah perhitungan," tambah EUCOM.



Selain merilis pernyataan resmi, EUCOM juga memperlihatkan video yang memperlihatkan jet tempur itu melintas sangat dekat dengan USS Donald Cook.

Seorang pelaut AS bahkan terdengar mengatakan bahwa pesawat itu terbang lebih rendah dari titik tertinggi di kapal tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengecam aksi terbang lintas yang dilakukan jet tempur Rusia itu.



"Seluruhnya tidak sesuai dengan norma militer profesional dalam hal saling medekati di perairan dan ruang udara internasional," ujar Earnest.



Sejak awal pekan ini, dua jet tempur Rusia jenis SU-24 melintasi USS Donald Cook dalam jarak kurang dari 914 kilometer dan terbang dalam ketinggian 1.448 kilometer.

Tak lama setelah kedua Su-24 itu terbang begitu dekat kapal itu, tetapi sayap pesawat "kedar" yang artinya pesawat itu tak membawa senjata.

Sementara itu, juru bicara Kemenhan Rusia Igor Konashenkov mengatakan, kru jet tempur Su-24 yang melintas di atas kapal perang USS Donald Cook sudah memenuhi semua aturan keselamatan. Demikian dikabarkan kantor berita Interfax. (Kompas/kabarduniamiliter)

IS Akui Bentrok dengan Tentara Filipina

Islamic State (IS) atau sebagian media masih menyebut nama lamanya ISIS baru saja mengaku bertanggung jawab atas baku tembak yang menewaskan sekitar 23 tentara Filipina. Baku tembak yang dimaksud, terjadi antara Abu Sayyaf dengan tentara Filipina. Hal itu menginformasikan bahwa Abu Sayyaf adalah bagian dari Islamic State.

Kejadian itu juga menewaskan tiga orang dari pihak kelompok militan Abu Sayyaf yang telah berbaiat kepada IS sendiri.

"Dengan rahmat Tuhan kami berhasil meledakkan tujuh truk yang membawa tentara," demikian pernyataan yang dilontarkan IS terkait kejadian itu.

Tentara yang bertahan kemudian berjuang melawan mujahidin yang saat itu terdiri atas 120 mujahid Muslim. Baku tembak itu terjadi di pulau bagian selatan selama sekitar 10 jam lamanya.

Militer menerangkan, pasukannya telah melancarkan serangan terhadap benteng pertahanan IS di sebuah pulau bernama Basilan. 

Amerika Serikat bersedia memberi hadiah sampai US$5 juta kepada yang berhasil menangkap pemimpin pemberontak itu.

Pada Maret 2014, diketahui pemerintah Filipina menandatangani perjanjian damai dengan kelompok pemberontak terbesar, Moro Islamic Liberation Front. Namun Abu Sayyaf kelua dari kelompok tersebut yang menerima pemerintahan Filipina.

Dalam perjanjian itu tertulis, pemerintah akan mengakui otonomi di bagian selatan. Kedua pihak juga sepakat mengakhiri konflik yang telah berjalan selama 45 tahun dan menewaskan 120 ribu serta "menelantarkan" dua juta orang. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)
⬆
Top