Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Sodomi 30 Anak-anak Suriah, Pria Turki Ini Cuma Dipenjara

Ankara, - Sebuah pengadilan di Turki menjatuhkan vonis penjara 108 tahun kepada seorang pria, yang dinyatakan melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki pengungsi Suriah.

Putusan itu dijatuhkan dalam persidangan yang digelar Jumat, 3 Juni waktu setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/6/2016).

Terdakwa berinisial E.E. tersebut merupakan seorang petugas kebersihan di kamp pengungsi Nizip di Gaziantep, Turki. Dia didakwa telah melakukan kejahatan seks terhadap total 30 bocah laki-laki Suriah di toilet-toilet kamp tersebut mulai September 2015 hingga awal tahun ini. Para korbannya berumur 8 tahun hingga 12 tahun.

Di persidangan, pria Turki berumur 29 tahun itu telah mengaku bahwa dirinya memperdaya korban-korbannya untuk masuk ke toilet, yang tidak dipasangi kamera CCTV. Di sanalah terdakwa berhubungan sodomi terlaknat dengan para korban setelah membayar 1,5-5 lira untuk masing-masing anak. Menurutnya, banyak pegawai dan manajer di kamp pengungsi itu juga terlibat dalam kejahatan seks anak-anak pengungsi.

Kejahatan tersebut terungkap setelah seorang anak laki-laki berinisial H.I menceritakan kepada ayahnya mengenai terdakwa. Sejauh ini keluarga delapan anak telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Keluarga para korban lainnya tidak mengambil langkah serupa karena khawatir akan dideportasi.

Kejahatan seks ini tak pernah terdeteksi oleh Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki, yang mengelola kamp pengungsi tersebut. (Detik/kabarduniamiliter)

IS Pamerkan Bangkai-bangkai Tank Irak di Fallujah

Islamic State merilis foto-foto bangkai tank milik pemerintahan syiah Irak yang terbakar di Fallujah. Tank-tank tersebut adalah pemberian AS dengan harapan akan mengalahkan IS, namun justru kebanyakan korban malah di pihak syiah. Diperkirakan hanya 600 tentara IS di Fallujah, sementara di pihak syiah terdapat puluhan ribu tentara. (Fallujah/kabarduniamiliter)

51 Orang Disambar Petir Saat Festival Musik di Jerman

Berlin, - Setidaknya 51 orang terluka akibat disambar petir di Jerman barat. Insiden ini terjadi saat berlangsung festival musik "Rock am Ring" pada Jumat, 3 Juni malam waktu setempat.

Kepolisian Jerman menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/6/2016), serangan-serangan kilat lainnya diperkirakan akan kembali terjadi.

Pihak penyelenggara festival belum berkomentar mengenai ada tidaknya rencana untuk menghentikan festival tersebut. Festival tahunan ini telah berlangsung selama 31 tahun dan digelar di bandara di Mendig, sebuah kota kecil yang berlokasi sekitar 150 kilometer dari Frankfurt, dekat trek balap motor Nuerburgring.

Pada Sabtu (4/6) pagi waktu setempat, pihak penyelenggara festival melaporkan di situsnya bahwa setidaknya 42 orang terluka akibat disambar petir. Sebanyak 8 orang di antaranya mengalami luka-luka serius.

Namun menurut kepolisian, jumlah korban terus meningkat seiring bertambahnya laporan korban luka pada Sabtu pagi waktu setempat.

Media-media Jerman melaporkan, tahun lalu, sebanyak 33 orang terluka akibat disambar petir saat berlangsung festival yang sama. Menurut media Deutsche Welle, festival tersebut tahun ini dihadiri oleh sekitar 45 ribu orang.

(ita/detik/kabarduniamiliter)

Puluhan Pemuda Manbij Bersumpah Berperang bersama IS

Media amaq memberitakan puluhan pemuda di kota Manbij bersumpah akan berperang bersama IS untuk menghadapi militan kurdi yang dipersenjatai oleh AS. Sumpah setia tersebut terjadi di Masjid ketika selesai Shalat Jumat. Khatib menyerukan kepada para pemuda untuk turun berperang membela agama.

Militan kurdi YPG atau dengan nama lain SDF mulai melakukan serangan di kota-kota di Islamic State, bahkan dikabarkan tentara AS ikut serta, namun hanya dalam angka ratusan saja. Tentara AS di tubuh militan Kurdi itu memakai seragam dan emblem layaknya militan kurdi lainnya. Sampai saat ini IS masih bisa menghadapi serangan militan kurdi tersebut. (Amaq/kabarduniamiliter)

Truk Militer Terseret Banjir, 5 Tentara AS Tewas

Sebuah truk militer Amerika Serikat (AS) terguling dan jatuh ke sungai yang meluap di kompleks militer Fort Hood, Texas, AS. Sedikitnya 5 tentara AS tewas dan 4 tentara lainnya hilang dalam insiden ini. 

Seperti dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), insiden ini terjadi pada Kamis (2/6) waktu setempat, ketika sebagian wilayah Texas dilanda banjir yang dipicu badai yang membawa hujan deras ke wilayah tersebut. Banjir itu mengacaukan jalur transportasi lalu lintas setempat.

Dalam pernyataannya, militer AS menyebut truk militer itu terguling di perlintasan Owl Creek yang terendam banjir, ketika latihan militer digelar. Tiga jasad tentara AS ditemukan hanyut hingga ke bagian hilir, sedangkan dua jasad lainnya tidak disebutkan lokasi penemuannya.

Militer AS menegaskan, upaya pencarian terus dilakukan untuk mencari empat tentara yang masih hilang. Keempat tentara yang hilang itu disebut berasal dari Divisi Berkuda Pertama. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

CIA: Perancis Akan Mendapat Serangan Teror

Intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan teroris pada kejuaraan sepakbola Eropa 2016 di Prancis. Acara ini dijadwalkan akan digelar mulai dari 10 Juni hingga 10 Juli mendatang.

"Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Eropa di musim panas akan menjadi target yang lebih besar untuk teroris," sebut Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya seperti dikutip CNN, Selasa (1/6/2016).

Serangan disebut bisa terjadi di lokasi wisata, restoran, pusat komersial dan transportasi selama kejuaraan sepakbola berlangsung. Dalam travel alert-nya bagi warga AS, Kementerian Luar Negeri AS menyebut kemungkinan serangan teroris tak hanya terjadi di Prancis, namun seluruh wilayah Eropa.

Tak hanya kejuaraan sepakbola, namun peringatan juga muncul terkait dengan penyelenggaraan Tour de France dan the Catholic Church's Youth Day di Krakow, Polandia. Kedua ajang ini diperkirakan akan menarik 2,5 juta pengunjung.

Menanggapi peringatan tersebut, seorang mantan pejabat AS, Shamila Chaudhary mengatakan, adalah praktek standar bagi AS untuk mengeluarkan peringatan bagi setiap tempat yang diduga akan menjadi sasaran serangan teroris, termasuk Eropa.

"Saya pikir orang-orang Eropa sendiri telah menolak isu terorisme dalam negeri mereka," ujar Chaudhary.

Seorang mantan kepala kontraterorisme M16, Richard Barrett mengatakan, AS kerap mengeluarkan peringatan terkait isu serupa karena mereka berkewajiban memberi tahu orang-orang, bukan memastikan apa yang akan terjadi.

Namun peringatan yang dikeluarkan AS itu disebut Barret masih simpang siur. "Mereka bicara tentang seluruh Eropa," ujarnya.

Pejabat kontraterorisme di Kementerian Luar Negeri AS yang juga mantan pejabat CIA, Henry Crumpton, mengatakan, "pernyataan itu mungkin hanya merespon sinyal dan keributan," tutur Crumpton.

Tak hanya AS, namun Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengeluarkan peringatan tingginya potensi ancaman serangan teroris di Perancis.

Ketika disinggung apakah pernyataan itu sebagai reaksi atas peringatan AS sebelumnya, Inggris tidak menjawab secara jelas. Mereka mengatakan peringatan itu ditujukan bagi penonton kejuaraan sepakbola.

Prancis sendiri telah memperpanjang keadaan darurat, termasuk ketika kejuaraan sepakbola tengah berlangsung. Negara itu kabarnya akan menggunakan drone sebagai upaya antisipasi atas berbagai isu keamanan.

Lebih dari 90.000 polisi, tentara dan agen keamanan swasta dilibatkan dalam mengamankan pelaksanaan kejuaraan sepakbola itu. Sekitar satu juta orang diperkirakan akan memadati area kejuaraan sepakbola. (Cnn/atjehcyber/kabarduniamiliter)

Dini Hari, IS Serang Balik Militer Irak

Militer IS melancarkan serangan balasan saat dini hari sementara pasukan pemerintah Irak berusaha mendesak masuk kota Fallujah.

Sejumlah perwira mengatakan, bahwa satu hari setelah pasukan bergerak maju ke Nuaimiya di selatan, sejumlah milisi IS menyerang mereka.

Sementara itu menurut sejumlah sumber, militer mengalahkan para milisi tetapi sebagian dari mereka cedera.

Petugas kemanusiaan semakin mengkhawatirkan keamanan 50.000 warga sipil yang bertahan di Fallujah.

IS telah menguasai Fallujah sejak bulan Januari 2014, yang dipandang sebagai momen penting kebangkitan kelompok jihadis Islam Sunni itu.

Kala itu, mereka menyatakan pendirian kekhalifahan di Irak dan Suriah.

Adapun wilayah Fallujah merupakan satu dari dua kota penting di Irak yang dikuasai IS selain Mosul. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)
⬆
Top