Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Israel: Tidak Akan Ada Negara Palestina

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan semalam sebelum pemilihan di Israel, Selasa (17/3) bahwa negara Palestina tidak akan berdiri selama dia berkuasa. Hal ini diduga dilakukannya agar menarik simpati dan dukungan dari para pemilih yang beraliran politik keras.
Berdasarkan sumber, Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu, berdasarkan jajak pendapat terakhir, berada di belakang aliansi oposisi Persatuan Zionis, Salah seorang pemimpin aliansi tersebut, Yitzhak Herzog, mengatakan dia akan mempersatukan Israel setelah masa perpecahan yang panjang.
Berdasarkan wawancara video dengan situs NRG NEWS, Netanyahu mengatakan bahwa memberikan wilayah pendudukan kepada Palestina jelas akan menjadi jalan bagi “ekstrimis” Islam untuk menyerang Israel. Ketika ditanya apakah hal tersebut berarti negara Palestina tidak akan terbentuk jika dia terpilih, Netanyahu menjawab: “Benar.”

China, Exportir Senjata Nomor 3 di Dunia

Tiongkok berhasil menjadi negara eksportir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serika Setikat dan Rusia. Begitu laporan terbaru yang dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (16/3). Selama kurun waktu 2010 dan 2014, Tiongkok berhasil menyalip Jerman, Perancis, dan Inggris dalam mengekspor senjata.
Saat ini, Tiongkok menyumbang sekitar lima persen dari ekspor senjata dunia. Tiga negara Asia yakni Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekspor Tiongkok tersebut.
Selain itu, menurut penelitian yang sama, Tiongkok sebagai negara ekonomi terbesar di dunia itu juga memiliki klien dari 18 negara Afrika selama periode lima tahun terakhir. Hal itu mencerminkan volume pengiriman senjata.
Ekspor senjata utama Tiongkok meningkat tajam sebesar 148 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir terhitung sejak tahun 2014 lalu. Dalam waktu yang bersamaan, ekspor senjata Jerman turun 43 persen, sementara Perancis turun 27 persen dalam rentang waktu yang sama. Kendati demikian, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara volume ekspor antara Tiongkok dan dua eksportir besar lainnya yakni Amerika Serikat dan Rusia. Amerika Serikat sendiri menyumbang 31 persen dari ekspor senjata dunia. Sementara itu Rusia menjual sekitar 27 persen dari ekspor senjata dunia. Sedangkan Tiongkok hanya lima persen.
Berikut 10 daftar negara eksportir senjata dunia berdasarkan data SIPRI seperti dimuat BBC:
1. Amerika Serikat (31 persen)
2. Rusia (27 persen)
3. Tiongkok (5 persen)
4. Jerman (5 persen)
5. Perancis (5 persen)
6. Inggris (4 persen)
7. Spanyol (3 persen)
8. Italia (3 persen)
9. Ukraina (3 persen)
10. Israel (2 persen) (rz/rmol/infoduniamiliter.com)

IS / ISIS Hajar Mitra AS di Erbil

Pertampuran sengit Islamic state melawan prajurit syi’ah shafawiyyah di Iraq tak kunjung usai, serangan demi serangan menyasar musuh bertubi-tubi, pertahanan ketat dikendalikan guna mempertahankan wilayah-wilayah Iraq yang telah dikontrol penuh.
Pada ahad (15/3/15) kantor media Daulah Islamiyyah (IS) Nainawa mempublikasikan operasi peperangan menyasar target peshmerga di wilayah Erbil, Iraq.
Berikut pernyataan resmi yang diedarkan !
Kantor Media Wilayah Nainawa
Pernyataan Ghozwah (Pertempuran) 24 Jumaadil Uulaa
Segala puji bagi Alloh yang maha kuat lagi perkasa, semoga sholawat serta salam terlimpahkan kepada Nabi (Muhammad) yang terpercaya, kepada keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya. Ammaa ba’du :
Berkat karunia Alloh Ta’ala Detasemen Al Isnad Daulah Islamiyyah bangkit bergerak membombardir menyasar target-target militer Peshmerga di kota Erbil dengan sejumlah roket dan langsung melukai musuh seketika, walillahil hamd, serangan tersebut terjadi pada pagi hari 24 Jumaadil Uula 1436 H.
Agar diketahui oleh para pengekor hamba-hamba salibis dari sekuleris serta yang lainnya dan siapa saja yang serupa dengan mereka bahwa api panas Daulah telah sampai berulang kali pada pusat kediaman kalian dan pedang-pedang khilafah telah meruncing guna memutus leher-leher kalian, dan inilah pertempuran pertama, dan akan terus berlangsung. Biidznillah.
Maka Demi Alloh.. Wallohi, sungguh kami telah mempersiapkan hari-hari yang mencekan untuk kalian, dan kami akan timpakan kalian kepahitan sebagaimana telah kalian timpakan dan dirasakan oleh Ahlussunnah di Rabi’ah, Sinjar, Karkuk dan Zammar.
Allohu Akbar
Dan kemuliaan hanya milik Alloh, RosulNya dan orang-orang beriman, akan tetapi orang-orang munafiq tidak mengetahuinya.
24 Jumaadil Uula 1436 H
15 Maret 2016
Pernyataan resmi berbahasa arab : https://mdwn.me/bayan24

Rusia Latihan Militer di Kutub Utara

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Senin (16/3) mengatakan bahwa latihan di kawasan Arktik melibatkan 38.000 tentara, lebih dari 50 kapal dan kapal selam serta 110 pesawat udara.
Militer Rusia telah melancarkan latihan militer besar-besaran di kawasan Arktik, bagian dari usaha negara itu untuk memperluas kehadirannya di kawasan kutub itu.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan, hari Senin (16/3), latihan tadi melibatkan 38.000 tentara, lebih dari 50 kapal dan kapal selam serta 110 pesawat udara.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor-kantor berita Rusia, Shoigu mengungkapkan, Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan latihan-latihan itu untuk menguji kesiapan Armada Utara dan kemampuan militer Rusia dalam mengerahkan pasukan-pasukan tambahan dari Rusia tengah.
Latihan tersebut dilaksanakan di tengah-tengah ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat atas Ukraina. AS berencana mengadakan berbagai latihan bersama dengan pasukan-pasukan dari Estonia, Latvia dan Lithuania akhir bulan ini.
Shoigu menandaskan, "berbagai tantangan dan ancaman baru membutuhkan lebih ditingkatkannya beragam kemampuan angkatan bersenjata." (Voa/infoduniamiliter.com)

Militan Syiah Tidak Dianggap Teroris oleh AS

Begitulah AS dengan sandiwaranya selama ini, kini AS mengubah ‘yang katanya adalah musuhnya’ , telah terang benderang menyatakan sebagai  sekutunya . AS kini  menghapus  Iran dan Syiah Hizbullah dari Daftar Terorisme .
Laporan penilaian keamanan AS tahunan ini disampaikan oleh James Clapper , Direktur Intelijen Nasional AS dihadapan para Senat . Laporan tersebut telah mengeluarkan Iran dan kelompok militan Syiah Libanon, Hizbullah dari daftar terorisme.
Laporan yang dikeluarkan oleh Clapper pada 26 Februari terkait Penilaian Ancaman dunia oleh Intelijen AS, telah diterbitkan oleh Times of Israel , pengeluaran biang Syiah dunia itu sebagai kelompok teror disebabkan aksi rezim  Teheran dan Syiah Hizbullah yang telah melakukan aksinya untuk memerangi Daulah Islam.
Padahal dalam laporan sebelumnya pada Januari 2014, Clapper memasukkan  Iran dan Syiah Hizbullah dalam daftar  ‘Terorisme’. Namun dalam laporan terbaru, Clapper menghilangkan Iran dan Hizbullah dari bagian ini.
Laporan ini juga menyebutkan bantuan Teheran dalam memerangi Daulah Islam / Islamic State untuk  meraih lebih banyak  wilayah tambahan” di Irak, dan  memiliki “niat untuk meredam sektarianisme, respon dalam membangun mitra mitra barat, dan mengurangi  ketegangan dengan Arab Saudi” telah menjadi justifikasi keluarnya mereka dalam daftar terorisme.
Cie cie yang lagi mesra…(JL/KH)

Berita Anggota ISIS Menyamar jadi Perempuan Ternyata Hoax

Banyak media Arab, Barat, dan Syiah menyebutkan dalam beberapa foto bahwa mujahidin Islamic state karena ketakutan digempur di Tikrit lalu berpura-pura menjadi wanita. Namun foto-foto tersebut adalah HOAX. Foto tersebut foto lama tertanggal 18 Juli 2014 dengan lokasi di Pakistan.
Cacatnya, beberapa media nasional seperti kompas.com juga memberitakan hal ini. Pasukan IS terkenal dengan pasukan berani matinya, sehingga cukup aneh jika lari dari peperangan, apalagi dengan menyamar sebagaimana kebiasaan tentara irak. Namun media mainstream rata-rata bersikap oposisi terhadap IS sehingga menelan mentah-mentah segala berita miring. (Syam today/infoduniamiliter.com)

Presiden ukraina Berusaha Peroleh Bantuan Senjata dari Barat

Presiden Ukraina Petro Poroshenko, yang berusaha memperoleh bantuan militer Barat untuk mengakhiri pemberontakan pro-Rusia di tanah airnya., telah tiba di Jerman untuk berbicara dengan Kanselir Angela Merkel dan para anggota terkemuka parlemen Jerman.

Keterangan lebih jauh mengenai pembicaraan mereka belum diungkapkan. Tetapi pertemuan hari Senin itu dilakukan setelah seruan menteri luar negeri Jerman pekan lalu agar Kyiv jangan diberi senjata untuk melawan pemberontakan yang didukung Moskow selama hampir setahun ini.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter-Steinmeier, berbicara hari Kamis di Washington, mengatakan pemberian senjata demikian kepada Ukraina dapat mengakibatkan konflik itu tidak terkendali.

Ia dan pejabat lain Eropa juga telah memperingatkan Eropa bahwa baik Jerman maupun Perancis tidak akan mendukung setiap tindakan Amerika mengirim senjata.

Para pemimpin Uni Eropa yang akan mengadakan pertemuan pekan ini di Brussels diperkirakan akan meninjau kembali sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Moskow atas bantuannya bagi pemberontakan itu, yang telah menelan lebih dari 6000 korban jiwa. (via/infoduniamiliter.com)
⬆
Top