Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

F16 Tabrakan dengan Pesawat Sipil di South Carolina

Pesawat jet tempur F-16 Amerika Serikat (AS) bertabrakan dengan pesawat sipil kecil jenis Cesna C-150 di langit South Carolina, AS. Dua orang dari pesawat sipil tewas, dan hebatnya pilot jet tempur AS masih bisa selamat.
Pesawat Cesna C-150 hancur dan puing-puingnya berserakan di kawasan rawa. “Pilot F-16 dikeluarkan dan tampaknya tidak terluka,” kata juru bicara Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS, Peter Knudson, Rabu (8/7/2015), seperti dilansir AP.
Pihak pangkalan Angkatan Udara di Sumter dalam keterangan persnya mengatakan, pilot pesawat jet tempur yang selamat itu adalah Mayor Aaron Johnson dari Skuadron Tempur 55. Dia dibawa ke klinik medis di Charleston.
Seorang saksi mata, Leo Ramsey, mengatakan, tabrakan dua pesawat itu terjadi di wilayah udara di dekat Moncks, South Carolina.
”Kami mendengar kecelakaan pesawat. Dan kemudian kami berangkat dari tempat saya berada sekitar sekitar setengah mil. Ketika itu, kami melihat kepulan asap,” ujar Ramsey, yang bekerja di sebuah perkebunan.
Dia dan dua rekannya pergi ke tempat lokasi di mana muncul cahaya dari pesawat jet yang mendarat, tak jauh dari perkebunan. Di lokasi kejadian, mereka menemukan puing-puing logam berserakan dan masih dalam kondisi terbakar. Menurut Ramsey, pesawat jet tempur yang dia ditemukan sudah dalam kondisi kosong.
Pihak NTSB sedang menyelidiki penyebab tabrakan dua pesawat itu. Departemen Pertahanan (Pentagon) maupun Pemerintah AS sampai saat ini belum memberikan keterangan atas insiden tersebut. (Sindo/infoduniamiliter)

Link: http://bit.ly/1RjsrWV

Ini Seruan IS Terkait Palestina


Berikut seruan Islamic State terkait dengan Palestina yang mama IS bersiap untuk beroperasi disana dalam pembebasan dari Israel:
Sejak hilangnya menara kaum muslimin, ditandai dengan runtuhnya khilafah Islamiyah terakhir di Turki, kaum muslimin terpecah belah dalam berbagai macam kelompok (jama’ah minal muslimin) dalam upaya untuk mengembalikan kejayaan Islam.
Lamanya kaum muslimin tanpa khilafah, membuat mereka semakin terbiasa dengan kondisi perpecahan, bahkan seperti merasa nyaman berjuang dalam kondisi berpecah belah. Ketika Khilafah telah dideklarasikan, alih-alih mendukung dan bersatu, justru sebagian dari mereka banyak yang malah bersikukuh mempertahankan perpecahan dalam kelompok-kelompok atas nama Islam.
Dalam video rilisan wilayah Halab ini, tentara Khilafah menyampaikan pesan khusus kepada kaum muslimin Palestina terkait seruan menyambut Khilafah seraya meninggalkan perpecahan dalam berbagai macam kelompok atas nama Islam, dalam hal ini HAMAS. (Azzammedia/infoduniamiliter)
Video:  http://bit.ly/1fm6UMj
Link:  http://bit.ly/1Rjr6zb

Samakan Lee Kuan Yew dengan Hitler, Blogger Remaja Singapura Dipenjara

Pengadilan Singapura, Senin (6/7/2015), menjatuhkan hukuman kurungan selama empat minggu untuk seorang bloger remaja yang dianggap terbukti bersalah menyinggung agama dan menyebarkan materi pornografi lewat blognya.
Amos Yee, remaja berusia 16 tahun itu, juga dinyatakan bersalah karena menerbitkan video yang mengecam pendiri negara Singapura, mendiang Lee Kuan Yew.
Video selama delapan menit itu juga menyebutkanLee Kuan Yew, yang meninggal dunia pada Maret 2015, seperti diktator Mao Zedong, Joseph Stalin, dan Adolf Hitler.
Dia juga mengakali gambar yang tampak memperlihatkan Lee sedang melakukan hubungan seks dengan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Video dan sejumlah foto tersebut dia unggah di internet tak lama setelah Lee meninggal dunia dan ketika warga Singapura masih dalam keadaan berkabung.

Jaksa sebenarnya menuntut agar dia diganjar hukuman percobaan dan bukan hukuman penjara. Meski divonis hukuman penjara, Amos, yang mengaku bersalah, akan segera bebas karena hukumannya telah dipotong dengan masa tahanan yang sudah dijalani selama ini.

Hakim Jasvender Kaur, dalam pembacaan putusan, mengatakan bahwa dakwaan yang menjerat Amos "sifatnya tidak serius, tetapi juga bukan hal yang sepele".
Sejumlah pegiat hak asasi memprotes kasus ini dengan alasan melanggar kebebasan berpendapat dan unjuk rasa kecil dilaporkan berlangsung di Singapura, Hongkong, dan Taiwan.
Namun, seorang juru bicara Kejaksaan Agung Singapura mengatakan kepada kantor AFP bahwa dakwaan atas Amos bukan terkait kebebasan berekspresi. "Ungkapan pendapat semena-mena yang tanpa batas tidak ada dalam masyarakat apa pun," ujarnya.  (Kompas/infoduniamiliter)

Uni Eropa Takut IS Menyusup Lewat Perahu


Seorang jaksa ternama Uni Eropa, Senin (6/7/2015) mengatakan, dia mendapatkan informasi bahwa perahu-perahu yang membawa para migran melintasi Laut Tengah menuju ke Eropa juga membawa tentara Negara Islam (IS).


Michele Coninsx, kepala badan kerjasama hukum Uni Eropa Eurojust, kepara wartawan mengatakan informasi yang diperolehnya itu adalah bagian dari upaya lembaganya membantu negara-negara Uni Eropa merespon imigrasi ilegal, terorisme dan kejahatan siber.



Coninsx menambahkan, upaya kerja sama antaralembaga ini masih terus berlangsung dan dia menegaskan tak bisa membeberkan informasi lain yang disediakan negara-negara Uni Eropa.



Eurojust, lanjut Coninsx, adalah satu dari beberapa organisasi Uni Eropa yang digerakkan untuk menghentikan operasi para penyelundup manusia itu.



"Kami akan mengejar para kriminal ini. Kami akan menelusuri jejak uangnya," kata Coninsx, jaksa karier asal Belgia yang juga pejabat urusan investigasi terorisme Eurojust.



"Di sisi lain penyelundupan manusia ini digunakan untuk sarana infiltrasi tentara IS (ke Eropa)," tambah dia.


(Kompas/infoduniamiliter)

Rayakan Kemerdekaan Sambil Mabuk, Pemuda AS Tewas



Banyak cerita terkait aksi ceroboh manusia yang berakhir fatal. Salah satunya terjadi di kota Calais, Maine, AS, ketika seorang pria tewas setelah menyalakan kembang api di kepalanya.


Devon Staples (22) tengah merayakan hari kemerdekaan AS pada Sabtu (4/7/2015) di kediamannya di kota Calais bersama teman-temannya. 



Setelah minum-minum, Devon kemudian mengambil tabung kembang api, mirip tabung mortir, di kepalanya sebelum kemudian menyalakan kembang api itu.



"Sepertinya, dia menganggap aksinya sebuah ide yang bagus," kata Stephen McCausland, juru bicara Departemen Keselamatan Publik Maine.



"Teman-temannya mengatakan telah mencegah Devon melakukan aksi itu. Namun, hal berikutnya yang mereka alami, pemuda itu menyalakan kembang api di kepalanya dan tewas seketika," kata Stephen.



Cody Staples, saudara laki-laki Devon, berdiri hanya beberapa meter dari pemuda itu ketika kembang api di kepala Devon meledak.



"Kami tak perlu lagi membawa dia ke rumah sakit karena begitu saya mendekat Devon sudah tiada," ujar Cody kepada harian The New York Daily News.



"Itu adalah sebuah kecelakaan yang mengerikan. Biasanya, Devon bukan tipe orang yang suka melakukan hal-hal bodoh seperti itu," ujar Cody.



"Dia adalah pemuda yang polos dan kerap berpura-pura melakukan hal-hal bodoh agar orang lain tertawa," ujar dia.


Devon adalah korban tewas pertama di Maine sejak negara bagian itu melegalkan kembang api dan petasan pada 2012. (Kompas/infoduniamiliter)

Error, Pesawat Irak Jatuhkan Bom di Baghdad


Akibat kesalahan teknis, sebuah bom yang dibawa sebuah pesawat jet tempur Sukhoi Su-25 milik AU Rezim Syiah Irak tanpa sengaja jatuh di sisi timur kota Baghdad dan menewaskan tujuh orang. Demikian penjelasan aparat keamanan dan medis, Senin (6/7/2015).


"Salah satu bom macet karena kesalahan teknis. Saat pesawat itu kembali ke pangkalan, bom itu malah jatuh menimpa tiga rumah di kawasan Jadida, Baghdad," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Saad Maan.



"Pesawat tempur itu sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan operasi pengeboman," kata Jenderal Maan.



Angkatan bersenjata Irak menerima sejumlah jet Sukhoi Su-25 dari Rusia tahun lalu sebagai bagian penambahan kekuatan angkatan udara dalam upaya memerangi Negara Islam (IS) yang kini menguasai sebagian besar wilayah negeri itu, paska invasi AS.



Sukhoi Su-25 adalah pesawat tempur canggih yang dirancang untuk melakukan serangan terhadap sasaran di darat. Namun, armada Sukhoi milik Irak terdiri dari pesawat-pesawat berusia tua yang digunakan melebihi kapasitas dalam perang melawan IS.


Sementara itu, AS sudah sepakat untuk menjual 35 buah jet tempur F-16. Namun, hingga saat ini, belum satu pun pesawat itu yang dikirim ke Irak. Gelombang pertama jet-jet F-16 pesanan Irak itu sebenarnya sudah diterbangkan ke Arizona, tempat para pilot angkatan udara berlatih. (Kompas/infoduniamiliter)

2 Hari Digempur Assad, Zabadani Porak Poranda

Zabadani, Suriah terus digempur oleh rezim diktator suriah / Bashar Assad. Berikut Kondisi Zabadani setelah digempur dengan mortir dan meriam selama lebih kurang 2 hari oleh pasukan rezim Syiah Assad dan milisi Syiah. (SyamToday/infoduniamiliter )





⬆
Top