Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Drone AS Hancurkan Masjid di Raqqah

AS kembali mengulang kebiadaban di negri muslim, kali ini pesawat tanpa awak yang dikendalikan AS menghancurkan Masjid Noor di Raqqah, Ibukota Islamic State. Beberapa bagian bangunan terlihat hancur dan lainnya rusak berat. Masyarakat pun sibuk membersihkan pecahan kaca dan bahan bangunan lain di masjid tersebut. Hal ini semakin membuktikan bahwa AS tidak hanya memilih target militer IS, namun termasuk fasilitas umum umat islam. (Raqqah/kabarduniamiliter)

Polisi AS Tembak Mati Pelaku Penembakan di Virginia

Dua polisi negara bagian menembak tewas penyerang bersenjata yang melukai polisi ketiga di sebuah terminal bus yang ramai di pusat kota Richmond, Virginia, 175 kilometer dari ibukota Washington.
Dua warga sipil di sekitarnya juga cedera dalam insiden yang membuat sejumlah mobil polisi bergegas menuju terminal bus itu.
Polisi yang cedera itu dirawat akibat luka-luka serius yang dideritanya.
Para saksi mata mengatakan tersangka berjalan ke arah terminal bus dan menembak polisi itu. Dua polisi lainnya segera membalas tembakan.
Penyerang itu kemudian tewas di rumah sakit.
Juru bicara polisi negara bagian mengatakan penyelidikan masih dalam tahap awal dan tidak jelas apakah polisi yang terluka memang menjadi sasaran. [my/ds/voa/kabarduniamiliter]

KTT Nuklir Terfokus Bahas Ancaman IS dan Korut

KTT nuklir keempat dan terakhir bagi Obama ini berlangsung pada saat keprihatinan meningkat mengenai kemungkinan IS meledakkan bom-bom radioaktif dan juga mengenai kemungkinan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir.
Presiden AS Barack Obama, Jumat (1/4), akan berpidato di penghujung hari kedua dan terakhir KTT Keamanan Nuklir di Washington yang dihadiri para pemimpin dunia.
Presiden Obama, Kamis (31/3), mengatakan bahwa menyusul terjadinya berbagai serangan, termasuk di Brussels, tidak hanya ada keterdesakan untuk membahas masalah nuklir tapi juga memberantas teroris.
KTT nuklir keempat dan terakhir bagi Obama ini berlangsung pada saat keprihatinan meningkat mengenai kemungkinan IS meledakkan bom-bom radioaktif dan juga mengenai kemungkinan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir. Meskipun belum ada bukti IS memiliki senjata nuklir.
Sebelum KTT dimulai, Presiden Obama, Kamis bertemu dengan para pemimpin Korea Selatan dan Jepang untuk membahas usaha bersama untuk mendenuklirisasi Semenanjung Korea.
"Kita telah memerintahkan tim-tim kita pada pekan-pekan dan bulan-bulan mendatang untuk secara tekun berusaha mencari langkah-langkah tambahan yang dapat kita ambil bersamauntuk memastikan bahwa Semenanjung Korea bebas nuklir dan bahwa kita dapat memulihkan kestabilan dan perdamaian di kawasan itu," kata Presiden Obama. (Voa/kabarduniamiliter)

AS dan China Sepakat Hentikan Nuklir di Korea

Pemerintah China dan Amerika Serikat sepakat untuk bekerja sama dalam usaha menyikapi dan mencegah uji coba rudal oleh Korea Utara. Dua negara anggota tetap DK PBB itu sepakat untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Presiden AS, Barack Obama, mengatakan hal itu di Washington DC, Kamis (31/3/2016). Ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela pertemuan tentang nuklir di Washington.
Dalam beberapa pekan terakhir, Korut mengklaim telah melakukan uji coba bom hydrogen,  rudal, dan mengeluarkan ancaman kepada negara Barat.
Menurut Obama, kedua negara menginginkan Semenanjung Peninsula bebas nuklir. Ia mengaku, bersama Xi sedang berupaya untuk menghalangi program uji coba nuklir Korut.
Obama mengatakan, keduanya berupaya untuk menyepakati "bagaimana kami dapat menghalangi aksi seperti uji coba nuklir yang meningkatkan ketegangan dan melanggar peraturan internasional."
Xi, seperti dikutip dari kantor berita China, Xinhua, mengatakan penting bagi seluruh pihak untuk melaksanakan seluruh sanksi baru yang telah disepakati secara penuh dan ketat.
China dan Korut merupakan sekutu dekat. China merupakan mitra dagang terbesar Korut. Namun, sejak beberapa kali melakukan uji coba nuklir, Beijing pun berang dan melancarkan kecamatan terhadap Pyongyang.
Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang, mengatakan, kedua presiden "bertukar pandangan secara terbuka dan mendalam mengenai berbagai isu dan mencapai konsensus yang penting". Pertemuan itu disebut "positif, konstruktif, dan bermanfaat."
Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada 6 Januari lalu. Aksi itu diikuti dengan peluncuran satelit pada 7 Februari, Kedua kegiatan itu melanggar sanksi PBB.
PBB dan Washington menerapkan sanksi lanjutan terhadap Pyongyang. Misalnya, memeriksa pengiriman barang dari dan ke Korut. Langkah itu didukung China setelah dua bulan perundingan antara Beijing dan Washington. (Kompas/kabarduniamiliter)

Capres Republik: Musnahkan IS dengan cara Persenjatai Kurdi

Tiga kandidat calon presiden dari Partai Republik yang saat ini masih bersaing, Selasa (29/3), sepakat mengenai perlunya mengalahkan Islamic State (IS), namun mereka membatalkan dukungan terhadap satu sama lain.
Pada sebuah pertemuan yang dilangsungkan CNN di Wisconsin, yang akan melangsungkan pemilihan pendahuluan pekan depan, unggulan terdepan Donald Trump, mengatakan, Amerika Serikat harus memusnahkan IS dari muka bumi sesegera mungkin dan sekeras mungkin karena Amerika tidak mempunyai pilihan lain.
Senator Texas Ted Cruz, yang menempati tempat kedua dalam perolehan delegasi, mengatakan, AS pertama-tama harus menggunakan kekuatan udara yang besar-besaran, kemudian mempersenjatai para pejuang Kurdi dan membiarkan mereka membasmi IS. Cruz juga mengatakan, keputusan apakah akan menggunakan pasukan khusus atau pasukan darat merupakan langkah selanjutnya. Cruz mengeritik Presiden Barack Obama dengan mengatakan bahwa ia tidak akan mengirim pasukan Amerika ke luar negeri berdasarkan peraturan keterlibatan yang sangat ketat sehingga tidak memungkinkan untuk menang. 
Pemerintahan Obama bentrok dengan pemerintak Irak dan Afghanistan menyangkut ketentuan-ketentuan yang mengatur operasi pasukan Amerika di kawasan kedua negara itu.
Gubernur Ohio John Kasich mendukung pendekatan koalisi untuk menghancurkan IS yang melibatkan kontribusi yang lebih besar negara-negara Teluk. Ia mengatakan usaha itu harus dilakukan di udara dan darat, dan kemudian pasukan harus ditarik pulang.
Kasich mengecam usulan Cruz untuk melakukan patroli di permukiman-permukiman Muslim untuk memberantas terorisme dari akarnya. Kasich mengatakan, Amerika seharusnya tidak memecah belah rakyat di dunia yang beradab.
Berbeda dengan awal masa kampanye, di mana semua kandidat berjanji untuk mendukung siapapun yang terpilih sebagai calon partai untuk pemilu presiden November mendatang, para kandidat yang tersisa kini membatalkan dukungan mereka.
Trump mengatakan, ia tidak akan lagi memenuhi janji itu karena telah diperlakukan secara tidak adil oleh Partai Republik. Cruz tidak menjawab langsung pertanyaan apakah ia akan mendukung calon terpilih. Ia hanya mengatakan, jika Trump terpilih, akan terjadi kekacauan dan solusinya untuk masalah itu adalah ia memenangkan nominasi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka bersatu namun sebenarnya hatinya berpecah belah.
Kasich mengatakan, ia masih akan menunggu hingga kampanye berakhir sebelum memutuskan apakah ia akan menawarkan dukungannya. [ab/as/voa/kabarduniamiliter]

AS Hancurkan 17 Jembatan Penting di Islamic State

Koalisi Internasional pimpinan AS yang beranggotakan negara-negara barat dan arab telah menyerang wilayah di Irak yang dikuasai Islamic State. Sayangnya bukannya menyerang militer IS, tapi koalisi justru menghabiskan rudal bernilai milyaran tersebut hanya untuk menghancurkan fasilitas sipil. Media Amaq merilis ada 17 jembatan vital yang dihancurlan oleh koalisi. Akibatnya perekonomian masyarakat menjadi susah, mungkin itulah yang diharapkan oleh koalisi. Namun IS terus memperbaiki jembatan tersebut, karena sangat pentingnya jembatan itu dalam perekonomian masyarakat. Tentu saja membangun jembatan itu tidak lebih mahal daripada rudal koalisi. (Amaq/kabarduniamiliter)

Ahrar Syam Serang Liwa Syuhada Yarmuk

Sebagai bagian dari peserta konferensi Riyadh, Ahrar Syam terus berkomitmen menyerang kelompok yang disebut 'extrimis'. Kali ini mereka menyerang Liwa Syuhada Yarmuk, kelompok ini dituduh sebagai bagian dari Islamic State yang diharuskan untuk diperangi berdasarkan kesepakatan internasional. Penyerangan ini dilakukan di barat Daraa, Suriah. (Ahrar/kabarduniamiliter)
⬆
Top