Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Musnahkan Rokok di Provinsi Ninawa

Islamic State telah melarang peredaran rokok di wilayah yang dikuasainya. Namun masih saja ada penyelundup yang hendak mencari untung dengan mengedarkan rokok. Kali ini IS berhasil menangkap mobil yang membawa rokok dengan disembunyikan dibawah besi. IS pun langsung memusnahkan rokok-rokok tersebut. (Ninawa/kabarduniamiliter)

Korut Uji Coba Rudal Balistik dari Kapal Selam

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengklaim telah melakukan uji coba rudal balistik dari kapal selam. Langkah ini disebutnya sebagai sebuah 'kesuksesan yang membuka mata'. Dengan teknologi yang mereka punya, pemimpin Korut ini mengklaim bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyerang Korea Selatan dan Amerika Serikat kapan saja.

Seperti dilansir AFP, Minggu (24/4/2016), media lokal setempat melaporkan AS bersama Inggris mengatakan dengan jelas bahwa peluncuran rudal tersebut melanggar resolusi dewan keamanan PBB. Mereka meminta negara tersebut untuk menahan diri untuk melakukan langkah lanjutan karena dapat merusak sejumlah kawasan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan mengatakan rudal tersebut sebagai sebuah kegagalan. Karena saat dilepaskan dari kapal selam di Laut Jepang misil tersebut terbang hanya sejauh 30 kilometer atau sekitar 18 mil. Untuk disebut sukses rudal harus dapat terbang sejauh 300 kilometer.

Namun Korut seperti diberitakan kantor berita Korut KCNA, bersikeras mengatakan bahwa tes yang disebut dimonitor langsung oleh Jong Un ini memiliki 'kehandalan sistem peluncuran misil bawah laut'. Disebutkan juga bahwa pemimpin Korut itu mengatakan bahwa Pyongyang saat ini telah mampu menyerang wajah boneka Korea Selatan dan imperialis AS kapan saja.

"Kesuksesan yang membuka mata semua pihak ini merupakan satu lagi hadiah berharga dari ilmuwan pertahanan dan para teknisi untuk pemimpin dan partai," ujar Kim Jong Un menambahkan.

Sebuah gambar dari televisi nasional setempat memperlihatkan Kim sedang berada di atas dek kapal selam sebelum menyaksikan tes melalui teropong lalu mengadakan pertemuan dengan kru serta ilmuwan. Beberapa gambar memperlihatkan misil tersebut dengan 'The North Star' yang termampang badan misil, melambung keluar dari dalam air dan terbang ke langit, meninggalkan segumpal besar asap di atas permukaan laut.

(rni/mad/detik/kabarduniamiliter)

AS Rusak Jalan di Ninawa, IS Memperbaikinya

Islamic State merilis video yang menunjukkan perbaikan jalan-jalan di provinsi Ninawa. Amerika Serikat sering sekali membom fasilitas umum seperti masjid, pasar, jalan raya dan jembatan namun IS seakan tidak kenal lelah terus memperbaikinya. (Ninawa/kabarduniamiliter)

PBB Minta Saudi Hentikan Hukuman Cambuk dan Amputasi

Riyadh, - Komite pakar PBB soal penyiksaan mendesak pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan hukuman fisik, termasuk cambuk dan amputasi. Hukuman fisik tersebut oleh otoritas Saudi disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari interpretasinya akan hukum Islam.

Komite yang memonitor Konvensi PBB terhadap Penyiksaan, juga menyatakan kekhawatiran atas perlakuan buruk yang dialami para blogger pengkritik Islam, aktivis dan pengacara HAM saat ditahan otoritas Saudi.

"Apakah Saudi telah mengambil langkah-langkah untuk melarang ... hukuman fisik, seperti cambuk dan amputasi anggota badan, yang merupakan pelanggaran Konvensi?" tanya anggota panel pakar PBB, Felice Gaer kepada delegasi Saudi seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (23/4/2016).

Menjawab pertanyaan tersebut, kepala delegasi Saudi mengatakan, hukum Islam tidak bertentangan dengan traktat internasional dan bahwa strategi antipenyiksaan Saudi didasarkan pada prinsip kuat konstitusi yang berasal dari syariah Islam, serta hukum-hukum terkait, legislasi nasional dan konvensi-konvensi, khususnya Konvensi terhadap Penyiksaan.

Namun ditambahkan kepala delegasi Saudi, pekerjaan tengah dilakukan untuk menyusun hukum pidana baru untuk memerangi penyalahgunaan kekuasaan, yang mencakup definisi penyiksaan seperti yang tercantum dalam Konvensi PBB terhadap Penyiksaan.

Gaer mengatakan, Komite PBB juga mengetahui tentang sejumlah kasus di mana para tersangka mengaku telah disiksa untuk membuat pengakuan, dan bahwa para hakim Saudi tampaknya tak banyak berbuat untuk menyelidiki dugaan penyiksaan tersebut.

Gaer pun menyinggung tentang Raef Badawi, blogger yang dikenai hukuman cambuk 1.000 kali dan hukuman penjara 10 tahun karena menghinda Islam. Badawi telah menjalankan hukuman cambuk pertamanya sebanyak 50 kali pada Januari 2015.

(ita/ita/kabarduniamiliter)

IS Bunuh 39 Tentara dan Gagalkan Serangan Syiah Irak

Islamic State (IS) kembali melancarkan serangan bom martir kepada pasukan Syi'ah Rofidhoh Iraq di distrik Ruwafah, Iraq. Dalam serangan tersebut, 39 pasukan Syi'ah Rofiddhoh tewas dan 6 mobil Hummer milik rezim Syi'ah Iraq hancur.
"39 tentara #Iraq terbunuh dan enam unit Hummer remuk akibat serangan bom syahid di distrik Ruwafah, pinggiran kota al #Karmah, di timur laut #Fallujah," demikian rilisan kantor berita A'maaq pada Sabtu (23/4/2016).
Sementara itu ditempat terpisah, mujahidin Islamic State (IS) juga melakukan serangan mematikan dan juga menghalau serangan pasukan Syi'ah Iraq di sejumlah distrik yang berada di provinsi Al-Anbar, Iraq.
"Pasukan Daulah Islamiyyah gagalkan serangan pasukan #Iraq terhadap distrik Dulab, Nawi'am, dan Zakhikhoh, timur al #Baghdadiy di Provinsi al #Anbar," lanjut rilisan A'maaq. [SS/manjanik/kabarduniamiliter]

Saudi Gandeng Kemenag RI Perangi 'Teroris'

Arab Saudi sedang gencar-gencarnya mengajak sejumlah negara berpenduduk Muslim untuk memerangi mujahidin atau yang saudi dan Amerika Serikat sebut sebagai terorisme. Seperti diketahui bersama, istilah terorisme selalu dilekatkan kepada para ulama dan mujahid yang teguh pendiriannya dalam menyuarakan dakwah tauhid dan jihad fie sabilillah.
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin pun menyambut baik ajakan Pemerintah Saudi  tersebut untuk bekerjasama dalam memerangi terorisme. Ajakan ini disampaikan penasihat Menag Saudi, Syaikh Abdul Aziz al-Amar, saat bersilaturahim ke kantor Kemenag, Jakarta, sebut keterangan tertulis Kemenang, pada Sabtu (23/4/2016).
"Kami, menyambut baik ajakan Menag Saudi untuk bekerjasama memerangi terorisme. Jika bisa, lebih cepat, lebih baik," terang Menag saat menerima kunjungan Syekh Abdul Aziz al-Amar, pada Jum'at (22/4/2016).  Syaikh Abdul Aziz al-Amar datang didampingi Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim al-Mubarak.
Sebelumnya, al-Amar mengatakan, Indonesia dan Saudi Arabia mempunyai banyak kesamaan, seperti sosial kemasyarakatan, visi politik dan lain sebagainya. Di samping itu, Indonesia dan Saudi juga mempunyai masalah yang sama, yakni memerangi terorisme
"Kami mengajak pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenag untuk melakukan aksi nyata memerangi terorisme. Salah satu langkahnya mungkin kita bisa membuat sebuah forum atau konferensi internasional. Minimal se-Asia. Jika Menag Lukman berkenan bekerjasama, akan kami sampaikan kepada Menag Saudi," imbuh al-Amar.
Al-Amar menambahkan, Indonesia dan Saudi telah bekerjasama di banyak bidang. Kedepan, kerjasama tersebut bisa dikembangluaskan untuk kebaikan bersama. "Insya Allah Menag Saudi dan Menteri Haji Saudi dalam waktu dekat akan berkunjung ke Indonesia," tambah al-Amar
Akan hal ini, Menag Lukman mengaku siap menyambut kedatangan Menteri Agama dan Menteri Haji Saudi. Menurutnya, banyak hal yang nantinya bisa didiskusikan dan dikerjasamakan.
"Gagasan membentuk forum untuk memerangi terorisme ini sangat penting. Jadi kita memiliki cara pandang yang sama. Terorisme memang perlu diklarifikasi. Karena dunia melihat, terorisme identik dengan Islam. Padahal pandangan tersebut tidak benar. Pemerintah Indonesia siap bekerja sama dan menyambut dengan tangan terbuka dan mendukung," tegas Menag.
Menag sepakat dengan al-Amar, bahwa kedua negara sahabat telah bekerjasama di berbagai bidang. Menag juga menyambut jika ke depan, kerjasama tersebut bisa diperkuat dan diperluas, tidak sekedar dalam MoU saja, namun dalam aksi yang nyata. Dalam kesempatan tersebut, diperkirakan setelah Bulan Ramadhan 1437 ini, pendirian forum internasional untuk memerangi terorisme bisa dilaksanakan. [GA/Ant/manjanik/kabarduniamiliter]

Pesawat Tak Dikenal Masuki Wilayah, Israel Ketakutan

Tel Aviv, - Jet-jet tempur Israel dikerahkan untuk mengejar sebuah pesawat penumpang tak dikenal yang memasuki wilayah udaranya. Pesawat tersebut kemudian terus dikawal hingga mendarat di bandara di Tel Aviv.

"Pagi tadi, dua pesawat Angkatan Udara Israel menyertai sebuah pesawat asing yang berniat mendarat di bandara Ben Gurion, yang tidak mengidentifikasi dirinya ketika memasuki wilayah udara Israel," ujar juru bicara militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/4/2016).

"Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di bandara Ben Gurion sesuai rencana," imbuh juru bicara tersebut tanpa menjelaskan lebih detail.

Media Israel melaporkan, pesawat asing tersebut kemudian diketahui sebagai milik maskapai Mesir, Air Sinai yang terbang dari Kairo, Mesir menuju bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Menurut radio publik Israel, pesawat Air Sinai tersebut diterbangkan oleh pilot yang baru dengan rute tersebut. Pilot tersebut tidak familiar dengan prosedur identifikasi radio yang semestinya dilakukan saat mendekati wilayah Israel.

"Perusahaan Mesir tersebut telah diminta untuk memperjelas prosedur tersebut kepada para pilotnya," demikian disampaikan radio Israel.

Namun menurut situs berita Ynet, tak adanya prosedur identifikasi radio oleh pilot tampaknya dikarenakan gangguan teknis.

(ita/ita)
⬆
Top