Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Bagi-bagi Tabung Gas Gratis

Meskipun Islamic State (IS), negara yang saat ini menjadi pusat perhatian karena aksi militernya, terkenal dengan kejam dan sadis sebagaimana yang diberitakan media. IS didalam negirnya justru dicintai rakyatnya, kok bisa ya?

Pemenggalan, eksekusi mati, rajam, dll adalah citra IS dimata internasional. Sebagian orang menilai hal tersebut sebagai citra buruk, sementara yang lainnya menilai itu adalah ajaran islam yang murni. Aktivitas IS berikut ini barangkali bisa menjadi penyeimbang citra tersebut. Kantor Zakat provinsi Al-Bab (salah satu provinsi IS) membagikan bahan bakar gas secara gratis kepada para faqir miskin dan warga yang membutuhkan di kota Al-Bab, Allepo. Warga secara mandiri berdatangan untuk mengambil gas di Kantor Zakat wilayah Al-Bab.

Petugas yang bertugas di Kantor Zakat langsung mendata para warga yang telah mengambil haknya di Kantor Zakat wilayah Al-Bab. Sejumlah zakat berupa gas yang dibagaikan kepada para mustahiq ini bersumber dari zakat yang telah diambil dari para "orang kaya" atau orang yang wajib membayar zakat di wilayah setempat.

Bukan kali ini saja, IS memang sering membagikan bahan bakar dan kebutuhan penduduk lainnya. Pemimpinnya "Khalifah Abu Bakar Al-Baghdady" terkenal dengan pemimpin yang tidak menghitung-hiotung jika membagikan harta. Hal itu karena IS sangat kaya, dari hasil tambang minyak, sementara dari segi militer IS justru lebih banyak mendapatkans enata dari rampasan perang. (Shoutussalam/IDM)

Pertempuran IS (ISIS) vs Peshmerga Makin Memanas

Pertempuran melawan Peshmergha masih terus berlanjut. Kali ini media Khilafah /IS provinsi Nainawa Selasa, (3/2) merilis video pertempuran terbaru mujahidin IS melawan tentara komunis Kurdi alias Peshmergha.

Kali ini mujahidin IS melancarkan peperangan dengan sandi “Ghozwah Al-Kurrar” dengan misi menguasai barak-barak milisi Peshmergha di sebuah kawasan di provinsi Nainawa. Meskipun barak dilindungi dengan parit yang mengelilinginya namun mujahidin IS dapat memasuki kawasan tersebut. 

Saksikan video selengkapnya berikut ini:

TNI AD Ciptakan Senjata yang Dikendalikan via Remot Kontrol

Foto penampakan RCWS hasil penelitian DISLITBANG TNI AD. Remote Controlled Weapon Station (RCWS) hasil penelitian DISLITBANG TNI AD ini dimaksudkan untuk dapat memperlengkapi kendaraan tempur TNI AD. Dengan adanya RCWS, penembak SMB maupun SMR diatas kendaraan tempur seperti ANOA dapat lebih terjamin keamanannya. Penembak tidak perlu lagi terekpos oleh lawan, karena SMB maupun SMR tersebut dapat dikendalikan dari dalam kendaraan.

Bunuh 129.000 Warga Jepang, Kenapa AS Dimaafkan?

Menggelitik pertanyaan berikut ini,dimana PM Jepang mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan pernah memaafkan IS yang telah membnuh 2 warganya. Pertanyaannya "mengapa Jepang bisa memaafkan Amerika Serikat yang telah membunuh 129.000 warga Jepang dengan Bom Atom, di Hiroshima dan Nagasaki?"

Israel Ungkapkan Blasungkawa kepada Jepang

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirim surat belasungkawa ke PM Jepang Shinzo Abe atas eksekusi mati terhadap Kenji Goto, sandera kedua, oleh Islamic State (sebelumnya dikenal dengan ISIS).

"Terimalah ucapan belasungkawa saya atas kematian tragis Kenji Goto dan Haruna Yukawa," tulis Netanyahu, seperti dikutip jpupdates.com, Minggu (1/2/2015). Nentanhayu mengungkapkan itu seakan amnesia dengan pembantaian negaranya terhadap ribuan warga sipil Palestina.

Dalam video terbaru berjudul "Pesan pada Pemerintah Jepang," IS memperlihatkan jasad tanpa kepala yang diklaim sebagai Goto. IS dalam video itu, yang memiliki aksen Inggris, diduga kuat sebagai Jihadi John.

"Pembunuhan keji yang dilakukan Islamic State adalah pengingat kepada semua negara untuk bersatu melawan teror di Timur Tengah dan seluruh dunia," ungkap Netanyahu. Padahal semua orang tahu bahwa yang paling layak mendapat julukan teroris adalah negaranya sendiri.

Abe sedang berada di Israel saat IS pertama kali mengumumkan menyandera Goto dan juga Yukawa, pria yang sudah terlebih dahulu dipenggal. Yukawa dibunuh karena uang tebusan USD200 juta atau Rp2,5 triliun tidak dibayarkan Jepang.

"Kami tidak akan pernah memaafkan teroris. Kami akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk membuat mereka (IS) membayar atas kejahatan mereka," tegas Abe.

Ratusan warga Jepang berduka untuk Goto, sekaligus kesal atas Abe. Mereka menilai pemerintah kurang maksimal dalam menyelamatkan Goto. Begitu mudahnya Abe mengeluarkan 200 juta dolar kepada negara-negara yang memerangi IS, namun ketika menyelamatkan warganya sendiri, Abe tampak sangat pelit mengeluarkan uang dengan jumlah yang sama. Pada kesempatan kedua saat IS tidak lagi meminta uang, Abe tampaknya tidak serius menekan Yordania untuk melakukan pertukaran tahanan, dan justru Yordania menangkap utusan IS. Apakah Abe dibawah tekanan AS? (Metrotv/IDM) 

Makin Seru, AS Akan Persenjatai Pasukan Ukraina untuk Melawan Pemberotak Pro-Rusia

Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan dukungan bagi pasukan Ukraina yang tengah memerangi para pemberontak pro-Rusia. AS berniat untuk mengirimkan persenjataan bagi pasukan Ukraina.

Sejauh ini Presiden AS Barack Obama memang belum memutuskan apakah akan mengirimkan bantuan persenjataan tersebut. Namun Gedung Putih dan panglima militer NATO, Jenderal Philip Breedlove, tengah mempertimbangkan hal ini di tengah meningkatnya pertempuran antara Kiev dan pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur.

"Meskipun fokus kami tetap pada mengupayakan adanya solusi lewat cara-cara diplomatik, namun kami juga senantiasa mengevaluasi opsi-opsi lain yang akan membantu menciptakan ruang untuk solusi hasil negosiasi atas krisis ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Bernadette Meehan kepada The New York Times, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2015).

Namun dengan sanksi ekonomi yang tampaknya tidak begitu berdampak bagi Rusia, isu pengiriman senjata ini kian gencar dipertimbangkan AS.

Menurut Times, Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS, kini terbuka untuk pembicaraan baru mengenai bantuan senjata tersebut. Begitu pula dengan penasihat keamanan Obama, Susan Rice.

"Pendekatan komprehensif diperlukan, dan kami setuju bahwa peralatan defensif dan senjata harus menjadi bagian dari pembahasan itu," ujar seorang pejabat Pentagon kepada Times.

Pemerintah AS telah terang-terangan menuding Rusia mengirimkan pasukan darat ke Ukraina untuk memerangi pasukan Kiev. Namun tudingan ini terus dibantah Moskow. 

Saat ini, bantuan pemerintah AS untuk Ukraina hanya terbatas pada bantuan "tidak mematikan" seperti baju antisenjata, peralatan medis dan radar untuk mendeteksi serangan mortir (Detik/IDM)

mengenal 15 Milisi Syiah di Timur Tengah

Revolusi Suriah telah memasuki kwartal ke-4 pada awal tahun 2015 ini. Revolusi yang telah memakan korban ratusan ribu jiwa kaum Muslimin sipil Suriah, baik wanita, anak-anak serta lansia yang tak berdaya.

Korban luka dan cacat  tidak terhitung jumlahnya, dan pengungsi yang menyelamatkan diri dari kekejaman kaum Syiah tercatat lebih dari 5 juta jiwa. Kerugian materil dan non materil yang dirasakan kaum Muslimin Suriah sampai hari ini sungguh sangat menyesakkan dada dan membakar amarah siapa saja yang peduli pada Islam dan urusan umat ini.

Suriah telah menjadi medan perang terbuka pasca revolusi bagi organisasi sektarian Syiah dari seluruh dunia, yang datang untuk membela rezim Bashar al Assad dari kehancuran, dan untuk melindungi tempat suci yang mereka klaim disana.

Sebagaimana kaum Muslimin sunni bersimpati dan datang menolong saudara mereka Muslimin sunni Suriah, maka kaum Syiah dari berbagai Negara juga bersimpati pada saudara Syiah mereka di Suriah.

Wakil Komandan Pengawal Revolusi Iran Jenderal Hossein Salami telah mengisyaratkan bahwa kehadiran tentara Syiah Iran di Suriah terkait dengan kepentingan revolusi Iran disana. Adapun Hizbullah di Libanon menampakkan keterlibatan diri mereka secara terang-terangan, mereka turut berperang di medan nyata. Jumlah kelompok Syiah bersenjata yang membela rezim Assad di Suriah tercatat lebih dari 20 organisasi yang memiliki kapasitas puluhan ribu milisi.

Sebagaimana diketahui, milisi Syiah dari berbagai belahan dunia datang berkumpul ke Suriah untuk menjaga eksistensi salah satu rezim Syiah di muka bumi saat ini dan ikut andil dalam salah satu pembantaian tersadis selama sejarah kaum Muslimin.

Apa saja kelompok bersenjata Syiah yang berperang di Suriah?

DI bawah ini tercatat lebih dari 20 kelompok milisi Syiah bersenjata sekarang berada di Suriah, yang total keseluruhan milisi Syiah asing ini melebihi angka 100.000 tentara (hampir setara dengan tentara musuh bebuyutannya, Islamic State (IS) ) yang datang dari berbagai Negara. Dan ini belum termasuk jumlah pasukan Rusia, China dan Negara-negara Amerika latin yang menjadi sekutu rezim syiah Bashar al Assad.

Berikut ini adalah data kelompok-kelompok militan Syiah;

Pengawal Revolusi Iran
Iran berdiri di samping rezim Bashar Al Assad dengan kekuatan penuh sejak awal revolusi Suriah. Mereka terpaksa turut campur setelah melihat tekanan dari para pemberontak dan khawatir runtuhnya sistem Syiah yang berkuasa, sebab itulah mereka mengirim pasukan milik Garda Revolusi ke Suriah secara besar-besaran berkisar antara angka 60-70.000 tentara, begitulah menurut pernyataan yang dibuat oleh seorang Jendral pensiunan di Garda Revolusi pada majalah Reuters. Di mata banyak analis saat ini, Garda Revolusi Iran lah yang mengelola Suriah hari ini.

Republik Syiah Iran telah melihat untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka kematian Pengawal Revolusi Iran di tangan mujahidin. Sebagaimana media massa Iran melaporkan bahwa seorang perwira senior di Garda Revolusi Iran Jabbar Drisawi tewas dalam pertempuran dengan mujahidin di pinggiran Damaskus.

Hizbullah Libanon
Faksi politik sekaligus perpanjangan tangan militer Iran di Libanon “Hizbullah” terlihat lebih terang-terangan dalam membantu rezim Assad secara militer. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yang pertama adalah karena kesamaan ideologi dan akidah Syiah dan kedua adalah faktor geografis dimana letak kedua Negara yang bersebelahan. Hizbullah dapat mengakses dengan cepat dan mudah dalam menyuplai tentara dan senjata kedalam Suriah. Sampai saat ini jumlah tentara Hizbullah diperkirakan lebih dari 10.000 di dalam Suriah.

Aksi militer pertama Hizbullah di Suriah secara terang-terangan terjadi pertama sekali pada April 2013. Di mana Hizbullah menginvansi kota Qushair di provinsi Homs, tatkala mereka mampu merebut kota tersebut dari tangan Ahlus Sunnah, maka simpatisan mereka di Beirut (Ibukota Libanon) membagi-bagikan manisan sebagai pesta atas “kemenangan” Syiah atas Sunni. Dan saat ini Hizbullah masih berjibaku dan semakin terdesak kalah di Qalamoun bahkan di dalam Libanon sendiri, setelah kelompok sunni Jabhah Nushrah mengumumkan perang terbuka atas Hizbullah baik di dalam Suriah atau di dalam Libanon.

Liwa’ Abul Fadhl Al-Abbas (Iraq)
Mereka adalah elemen Syiah Iraq dipimpin oleh Jendral Abul Fadhl, yang mana mereka merupakan pengikut fanatik “Gerakan Al-Sadr Iraq” yang dicetuskan pertama oleh Muqtada Al-Sadr, sisanya adalah pelarian Syiah Iraq yang telah menetap di Damaskus pasca perang yang melanda Iraq setelah invansi Amerika di sana. Bahkan tercatat sebagian anggota mereka juga datang dari Negara-negara Asia Timur, Yaman dan Amerika.

Milisi Liwa’ Abul Fadhl Al-Abbas (Iraq)

Brigade Syiah ini didirikan pada 2012, dengan tujuan utamanya adalah untuk melindungi kuil Zainab di Damaskus. Kemudian nama mereka mulai muncul kepermukaan pada 2013 setelah terlibat dalam banyak peperangan untuk mempertahankan wilayah Sayyida Zainab, pinggiran Damaskus dan Bandara Qalamoun dari gempuran Mujahidin.

Brigade Dzul Fiqar
Didirikan pada Juni 2013, mereka adalah pecahan dari Liwa’ Abul Fadhl, yang mengklaim beranggotakan para tentara Mahdi dan Ahlul Haq. Mereka banyak terlibat dalam peperangan di jalan utama Bandara Damaskus, serta di desa Adra pinggiran Damaskus.

Katibah Hizbullah Iraq
Hizbullah versi Iraq ini ditengarai sebagai kelompok militan Syiah terbesar ke-4 di Iraq. Didirikan pada akhir 2012 oleh pemimpin tertinggi mereka Wasiq Al-Battat awalnya dengan nama Jaisyul Mukhtar (Tentara Pilihan), lalu dengan cepat berganti nama menjadi “Hizbullah” versi Iraq.

Pada 2013 mereka mengumumkan akan membantai siapa saja yang coba melengserkan rezim Assad di Suriah. Mereka telah mengirim pasukan terlatih ke Suriah untuk menghadapi Mujahidin dan melindungi kuil-kuil suci Syiah disana, dan segala puji bagi Allah tercatat banyak sekali tentara mereka mati di tangan Mujahidin.

Jumlah kelompok Syiah bersenjata yang membela rezim Bashar Al Assad di Suriah tercatat lebih dari 20 organisasi yang memiliki kapasitas puluhan ribu. Di bawah ini-nama-nama milisi bersenjata Syiah;

Katibah Sayyidus Syuhada’ (Iraq)
Kelompok ini dibentuk pada bulan Juni 2013 di Iraq, lalu semua mereka berangkat ke Suriah. Disana mereka terlibat dalam pertempuran mempertahankan wilayah Sayyidah Zainab di pinggiran Damaskus. Ditengarai mereka memiliki hubungan dekat dengan sayap militer Organisasi Al-Badr dan juga dengan Hizbullah versi Iraq.

Pasukan Baqir As-Sadr, Sayap Militer Organisasi Al-Badr
Faylaq Badar didirikan pada tahun 1980 M oleh Ulama tertinggi Syiah Iraq sekaligus sebagai ketua dewan tertinggi majelis Revolusi Syiah di Iraq, Muhammad Baqir Al-Hakim, yang telah tewas dibunuh pada tahun 2003. Kelompok ini didirikan sebagai perpanjangan kepentingan Republik Syiah Iran di Iraq, mereka menjadi pihak oposisi terhadap rezim Saddam Husein di masa itu.

Sekarang mereka terjun ke Suriah dengan mengirim pasukan elit Syiah  sekitar 2000 tentara. Mereka memilik persenjataan yang lebih lengkap dan baik dibandingkan brigade Syiah lainnya di Suriah. Mereka fokus memerangi mujahidin di Sayyidah Zainab, dan terutama daerah selatan Damaskus. Dan juga terlibat dalam pertempuran di Ghoutah timur dan jalan utama Bandara.

Liga Ahlul Hak (Iran)
Kelompok ini menikmati dukungan langsung oleh Gerakan Al-Quds di Iran. Diperkirakan jumlah mereka di Suriah lebih dari 10.000 prajurit yang tersebar di pingiran Damaskus dan mengkonsentrasikan kekutan mereka di tempat suci yang mereka yakini yaitu wilayah Sayyidah Zainab.

Faylaq Al-Wa’du As-Shadiq
Kelompok “janji setia” ini didirikan pada 2006 di Iraq. Mereka adalah gabungan Syiah Iraq dan Suriah. Diperkirakan jumlah mereka adalah ribuan yang tersebar di pinggiran Aleppo. Mereka membuat pos-pos penjagaan di sana, dan terlibat bersama tentara rezim Bashar Al Assad dalam mempertahankan Penjara Pusat Aleppo dari gempuran mujahidin.

Harakah Hizb Nujaba’
Hizbullah mendirikan kelompok ini untuk menampung mereka yang keluar dari Liga Ahlul Hak. Dipimpin oleh Panglima sekaligus Sekjen Akram Al-Ka’bi, sosok yang telah terlibat dalam banyak pertempuran di Suriah.

Asaib Ahl al-Haq Shi'ite militia fighters from the south of Iraq

Liwa’ Asadullah
Mereka adalah para milisi Irak, yang sekarang bertempur di Suriah. Dengan kemampuan tempur tingkat tinggi, dilengkapi peralatan lengkap dan canggih dan berseragam SWAT Iraq Army. Kelompok ini dipimpin oleh Abu Fatimah Al-Mousawi. Jumlah mereka hanya 500 pasukan elit, yang ditempatkan di wilayah Sabinah selatan Damaskus dan Sayyidah Zainab.

Brigade Imam Husein
Brigade ini berbeda dengan Kelompok Abu Al-Fadhl Al-Abbas, Brigade Imam Husein beranggotakan prajurit Syiah dari Iraq, Iran, Afghanistan dan Pakistan. Sebagian besar mereka ditempatkan di Provinsi Aleppo. Jumlah mereka diperkirakan 1.200 orang.

Jaisyul Mahdi – Brigade Harapan
Jaisyul Mahdi adalah pengikut Muqtada As-Sadr, mereka dipimpin oleh Ahmad As-Saadi, mereka bertugas untuk melindungi tempat-tempat suci Syiah di Suriah.

Detasemen Gerak Cepat
Tim khusus dari SWAT Iraq Army ini dipimpin oleh Ahmad As-Saadi, beranggotakan pasukan gerak cepat. Berada di Damaskus.

Kelompok Ansharullah Yaman atau Al Houthi/Hautsiyun
Banyak milisi Syiah Hautsi/Houthi terlibat dalam pertempuran-pertempuran di timur dan tengah Suriah. Sebuah surat kabar lokal mengutip pernyataan seorang pejabat senior rezim Bashar al Assad bahwa ratusan milisi Hautsi telah memasuki Suriah difasilitasi oleh Hizbullah Libanon sebelum akhirnya ditempatkan di front-front terdepan.

Surat kabar yang sama melaporkan bahwa masuknya Hautsi ke Suriah bertepatan dengan pengumuman Hizbullah untuk berperang membantu rezim Assad di Suriah.

Itulah 15 kelompok militan Syiah bersenjata yang paling dominan berperang dan membantai kaum Muslimin Suriah sampai hari ini. Selain mereka, kami juga mencatat ada beberapa kelompok kecil Syiah dari Asia timur yang turut berpartisipasi dalam perang Suriah, seperti: Garda Depan Saraya Khurasan dan Liwa’ Fatimiyun. (Hidayatullah/IDM)
⬆
Top