Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Lubang Besar Tiba-tiba Muncul di Kanada

Lubang besar tiba-tiba muncul di jalan raya di jantung Ottawa, ibukota Kanada. Sebuah mobil tersedot lubang besar itu, namun tak ada laporan korban luka-luka.

Kemunculan lubang menganga alias sinkhole tersebut terjadi di jalanan Rideau Street pada Rabu, 8 Juni pagi waktu setempat di dekat gedung Parlemen. Saat kejadian, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/6/2016), di dekat lokasi tengah berlangsung pembangunan jalur kereta bawah tanah dan telah ditutup untuk semua lalu lintas.

Insiden ini menyebabkan evakuasi sebuah hotel di dekatnya, juga sebuah pusat perbelanjaan besar dikarenakan timbulnya bau gas di area tersebut. Awalnya, lubang tersebut diperkirakan berdiameter lima meter, namun kemudian lubang terus melebar. Saat lubang melebar, sebuah kendaraan van yang tengah diparkir tersedot ke dalamnya.

Belum diketahui penyebab insiden ini. Namun diduga ini ada kaitannya dengan pekerjaan pengeboran bawah tanah untuk proyek pembangunan jalur kereta bawah tanah.

Belum diketahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan kerusakan jalan ini.

"Ini sinkhole yang besar di pusat kota. Ini berdampak besar bagi pusat perbelanjaan retail terbesar kita, salah satu hotel besar kita serta salah satu persimpangan dan rute-rute bus tersibuk," tutur Wali Kota Ottawa, Jim Watson.

Sejauh ini belum ada laporan korban luka-luka dalam insiden ini.  (Detik/kabarduniamiliter)

SOHR: 132 Tentara IS Tewas dalam Perang di Manbij

Dikabarkan Lebih dari 130 tentara IS telah tewas dalam pertempuran yang didukung serangan-serangan udara Amerika Serikat dan koalisi di kota Manbij, Suriah utara yang saat ini dikuasai IS.

Koalisi AS melancarkan serangan udara tersebut untuk mendukung penyerangan yang dilakukan para petempur Kurdi dan Arab (SDF) dalam merebut kota tersebut dari tangan IS.

Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP,Kamis (9/6/2016), operasi yang dilancarkan sejak 31 Mei tersebut telah menewaskan setidaknya 132 mujahidin IS.

Dikatakannya, puluhan jasad tentara IS telah ditemukan pada Kamis pagi waktu setempat di desa-desa kecil di sebelah timur Manbij.

Disampaikan Observatory, serangan-serangan udara koalisi AS juga telah menewaskan setidaknya 30 warga sipil, termasuk 11 anak-anak. Menurut Observatory, sebanyak 21 petempur Syrian Democratic Forces (SDF) yang memerangi IS, juga telah tewas dalam pertempuran di kota Manbij. SOHR memantau keadaan Suriah dari Iggris, kondisi di lapangan bisa jadi berbeda. (Detik/kabarduniamiliter)

Terungkap, Militan Kurdi Pelaku Bom Mobil di Istanbul

Partai Pekerja Kurdi (PKK) terungkap sebagai dalang peledakan bom di Istanbul yang menewaskan 11 orang. PKK adalah organisasi terlarang karena telah melakukan pemberontakan di Turki. PKK memiliki sayap militer YPG yang bergerak di Suriah. Anehnya, barat menetapkan PKK sebagai teroris tapi barat mensuplai senjata pada YPG di Suriah. Senjata itu diharapkan barat digunakan untuk melawan Islamic State di Suriah, namun ternyata juga digunakan untuk meneror Turki yang merupakan sekuty barat. (Huriyet/kabarduniamiliter)

Penembakan di Israel Tewaskan 4 Orang

Dua orang bersenjata menembaki pembeli dan pengunjung di pasar Tel Aviv dan menewaskan 4 orang hari Rabu (8/6) malam.
Setidaknya dua orang bersenjata menembaki pembeli dan pengunjung di pasar hari Rabu (8/6) malam di dekat Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, menewaskan tiga orang (sumber lain 4 orang) dan melukai sedikitnya enam lainnya.
Polisi Israel menyebutnya sebagai serangan teroris dan menyisir daerah itu untuk mencari adanya kemungkinan bom yang ditanam.
Polisi mengatakan, dua laki-laki bersenjata itu berhasil "dilumpuhkan" dengan satu tembakan.
Serangan Rabu itu dilakukan di pasar Sarona di pusat Tel Aviv, tempat populer untuk berkumpul, berbelanja dan makan. (Voa/kabarduniamiliter)

Hilary Clinton Menangkan Pemilihan Bakal Calon Presiden dari Demokrat

New York - Hillary Clinton menyatakan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), setelah memenangi pemilihan awal di negara bagian New Jersey. Hillary semakin mendekati gelar pencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi capres AS.

"Terima kasih kepada Anda semua, kita telah mencetak sejarah. Kami semua berutang besar kepada Anda semua yang hadir," ucap Hillary Clinton saat menyampaikan pidato kemenangannya saat berkumpul bersama pendukungnya di New York, seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2016).

Hillary (68) menyampaikan pidatonya sesaat setelah mengalahkan pesaing terberatnya Bernie Sanders dalam pemilihan awal di New Jersey yang digelar Selasa (7/6) malam waktu setempat. New Jersey merupakan salah satu dari enam negara bagian yang menggelar pemilihan awal, pekan ini. Penghitungan CNN menyebut, Hillary berhasil meraup 63,3 persen suara melawan Sanders yang hanya memperoleh 36,7 persen suara.

"Untuk setiap gadis kecil yang bermimpi besar: Iya, kalian bisa menjadi apapun yang kalian inginkan -- bahkan menjadi presiden. Malam ini untuk kalian semua," tulis Hillary dalam akun Twitternya, usai mengklaim kemenangan di New Jersey.


Sementara dari lawan partainya ada Donald Trump yang diprediksi akan bersaing dengan Hilary. Presiden AS mendatang bisa jadi Hilary Clinton yang merupakan wanita dengan segala sifatnya khasnya, atau jika tidak maka presidennya adalah Donald Trump yang memiliki sifat tempramen dan dibenci masyarakat dunia. (Detik/kabarduniamiliter)

Sama-sama Serang Raqqah, AS Mengaku Tak Kerjasama dengan Rusia


Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menuturkan, mereka tidak melakukan kerjasama dalam melakukan serangan terhadap basis teroris di Suriah, walaupun pasukan yang didukung AS atau Rusia melakukan serangan bersama di Suriah.

Pasukan Kurdi Suriah yang didukung AS, sementara pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia, saat ini diketahui tengah berusaha bersama-sama untuk bisa masuk ke Raqqa, kota terbesar di Suriah yang dikuasi oleh Islamic State (IS).

"Dalam hal koordinasi langsung (dengan Rusia) mengenai kegiatan di lapangan, hal itu tidak terjadi," kata sekretaris pers Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (7/6).

Dirinya menuturkan, sejauh ini koordinasi antara AS dan Rusia hanya terbatas pada koordinasi untuk memastikan pesawat tempur kedua negara tidak saling bertabrakan atau terlibat konflik di langit Suriah.

"Kami tidak melihat (koordinasi dengan Rusia) sebagai masalah sekarang. Namun, jika hal itu menjadi salah satu masalah di masa depan, saya yakin kami akan bisa mengatasi hal tersebut," sambungnya. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

Bom Meledak Dekat Bus Polisi Turki, 11 Orang Tewas

Jumlah korban jiwa akibat ledakan bom mobil yang menargetkan bus polisi di Istanbul, Turki telah bertambah. Korban tewas sejauh ini mencapai 11 orang, termasuk 7 polisi.

"Tujuh polisi dan empat warga sipil kehilangan nyawa mereka," kata Gubernur Istanbul, Vasip Sahin kepada para wartawan di lokasi kejadian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/6/2016).

Ditambahkan Sahin, sebanyak 36 orang luka-luka dalam insiden yang terjadi di distrik Vezneciler saat jam sibuk pagi hari itu. Di antara para korban luka, tiga orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.

Media CNN Turki seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (7/6/2016) melaporkan, sebuah mobil bermuatan bahan peledak yang diparkir di lokasi kejadian, diledakkan dengan alat pengendali jarak jauh saat sebuah bus polisi datang melintas. Akibat ledakan bom itu, bus polisi tersebut hancur.

Menurut saksi mata seperti dilaporkan media pemerintah Turki, Anadolu Agency,suara-suara tembakan terdengar di lokasi usai ledakan bom tersebut. Distrik Vezneciler merupakan pusat bisnis serta lokasi beradanya Universitas Istanbul, dan dekat dengan tempat-tempat wisata utama seperti Grand Bazaar. Belum ada yang mengakui sebagai dalang serangan ini. (Detik/kabarduniamiliter)

AS Larang Tentara Minum Alkohol di Jepang

Tokyo - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan minum alkohol terhadap seluruh tentaranya yang ditugaskan di wilayah Jepang. Larangan ini diberlakukan setelah satu tentara AS ditangkap di Okinawa karena mengemudi sambil mabuk, hingga memicu kecelakaan yang melukai dua orang.

"Selama beberapa dekade, kami menikmati hubungan yang kuat dengan warga Jepang. Sungguh penting agar setiap tentara harus memahami bahwa tindakan mereka mempengaruhi hubungan itu dan aliansi AS-Jepang secara keseluruhan," tegas komandan pasukan Angkatan Laut AS di Jepang, Laksamana Muda Matthew Carter, dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Senin (6/6/2016).

Untuk saat ini, AS diketahui menugaskan 18.600 tentaranya di wilayah Jepang. Dengan adanya aturan baru ini, setiap tentara AS yang ada di Jepang akan diwajibkan tetap berada di markas dan dilarang untuk minum alkohol.

"Hingga seluruh personel memahami dampak perilaku bertanggung jawab mereka terhadap aliansi AS-Jepang," demikian bunyi keterangan pers militer AS.

"Tentara yang tinggal di luar markas (militer) akan diizinkan untuk bepergian dari dan ke markas saja dan hanya melakukan 'aktivitas penting'," imbuh pernyataan itu.

Larangan minum alkohol ini tidak akan berlaku untuk keluarga militer, juga warga sipil AS yang bekerja sebagai kontraktor di Jepang. Namun demikian, mereka didorong untuk menghormati aturan tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Tentara AS yang ditahan terkait insiden tabrakan mobil di Okinawa itu, dilaporkan berjenis kelamin perempuan dan masih berusia 21 tahun. Kendaraan yang dikemudikan tentara wanita itu terlibat dalam tiga kecelakaan mobil yang memicu korban sejumlah luka pada Sabtu (4/6) waktu setempat.

"Kami sungguh menyayangkan insiden ini dan menyampaikan simpati mendalam kami untuk korban kecelakaan serta keluarga mereka. Kami berharap pemulihan cepat untuk mereka. Tentara yang terlibat berada dalam penahanan polisi Jepang, atas dugaan mengemudi sambil mabuk dan kami bekerja penuh dalam penyelidikan," terang salah satu komandan militer AS di Jepang, Letnan Jenderal John Dolan. (Detik/kabarduniamiliter)

Top