Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Lubang Besar Tiba-tiba Muncul di Kanada

Lubang besar tiba-tiba muncul di jalan raya di jantung Ottawa, ibukota Kanada. Sebuah mobil tersedot lubang besar itu, namun tak ada laporan korban luka-luka.

Kemunculan lubang menganga alias sinkhole tersebut terjadi di jalanan Rideau Street pada Rabu, 8 Juni pagi waktu setempat di dekat gedung Parlemen. Saat kejadian, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/6/2016), di dekat lokasi tengah berlangsung pembangunan jalur kereta bawah tanah dan telah ditutup untuk semua lalu lintas.

Insiden ini menyebabkan evakuasi sebuah hotel di dekatnya, juga sebuah pusat perbelanjaan besar dikarenakan timbulnya bau gas di area tersebut. Awalnya, lubang tersebut diperkirakan berdiameter lima meter, namun kemudian lubang terus melebar. Saat lubang melebar, sebuah kendaraan van yang tengah diparkir tersedot ke dalamnya.

Belum diketahui penyebab insiden ini. Namun diduga ini ada kaitannya dengan pekerjaan pengeboran bawah tanah untuk proyek pembangunan jalur kereta bawah tanah.

Belum diketahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan kerusakan jalan ini.

"Ini sinkhole yang besar di pusat kota. Ini berdampak besar bagi pusat perbelanjaan retail terbesar kita, salah satu hotel besar kita serta salah satu persimpangan dan rute-rute bus tersibuk," tutur Wali Kota Ottawa, Jim Watson.

Sejauh ini belum ada laporan korban luka-luka dalam insiden ini.  (Detik/kabarduniamiliter)

SOHR: 132 Tentara IS Tewas dalam Perang di Manbij

Dikabarkan Lebih dari 130 tentara IS telah tewas dalam pertempuran yang didukung serangan-serangan udara Amerika Serikat dan koalisi di kota Manbij, Suriah utara yang saat ini dikuasai IS.

Koalisi AS melancarkan serangan udara tersebut untuk mendukung penyerangan yang dilakukan para petempur Kurdi dan Arab (SDF) dalam merebut kota tersebut dari tangan IS.

Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP,Kamis (9/6/2016), operasi yang dilancarkan sejak 31 Mei tersebut telah menewaskan setidaknya 132 mujahidin IS.

Dikatakannya, puluhan jasad tentara IS telah ditemukan pada Kamis pagi waktu setempat di desa-desa kecil di sebelah timur Manbij.

Disampaikan Observatory, serangan-serangan udara koalisi AS juga telah menewaskan setidaknya 30 warga sipil, termasuk 11 anak-anak. Menurut Observatory, sebanyak 21 petempur Syrian Democratic Forces (SDF) yang memerangi IS, juga telah tewas dalam pertempuran di kota Manbij. SOHR memantau keadaan Suriah dari Iggris, kondisi di lapangan bisa jadi berbeda. (Detik/kabarduniamiliter)

Terungkap, Militan Kurdi Pelaku Bom Mobil di Istanbul

Partai Pekerja Kurdi (PKK) terungkap sebagai dalang peledakan bom di Istanbul yang menewaskan 11 orang. PKK adalah organisasi terlarang karena telah melakukan pemberontakan di Turki. PKK memiliki sayap militer YPG yang bergerak di Suriah. Anehnya, barat menetapkan PKK sebagai teroris tapi barat mensuplai senjata pada YPG di Suriah. Senjata itu diharapkan barat digunakan untuk melawan Islamic State di Suriah, namun ternyata juga digunakan untuk meneror Turki yang merupakan sekuty barat. (Huriyet/kabarduniamiliter)

Penembakan di Israel Tewaskan 4 Orang

Dua orang bersenjata menembaki pembeli dan pengunjung di pasar Tel Aviv dan menewaskan 4 orang hari Rabu (8/6) malam.
Setidaknya dua orang bersenjata menembaki pembeli dan pengunjung di pasar hari Rabu (8/6) malam di dekat Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, menewaskan tiga orang (sumber lain 4 orang) dan melukai sedikitnya enam lainnya.
Polisi Israel menyebutnya sebagai serangan teroris dan menyisir daerah itu untuk mencari adanya kemungkinan bom yang ditanam.
Polisi mengatakan, dua laki-laki bersenjata itu berhasil "dilumpuhkan" dengan satu tembakan.
Serangan Rabu itu dilakukan di pasar Sarona di pusat Tel Aviv, tempat populer untuk berkumpul, berbelanja dan makan. (Voa/kabarduniamiliter)

Hilary Clinton Menangkan Pemilihan Bakal Calon Presiden dari Demokrat

New York - Hillary Clinton menyatakan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), setelah memenangi pemilihan awal di negara bagian New Jersey. Hillary semakin mendekati gelar pencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi capres AS.

"Terima kasih kepada Anda semua, kita telah mencetak sejarah. Kami semua berutang besar kepada Anda semua yang hadir," ucap Hillary Clinton saat menyampaikan pidato kemenangannya saat berkumpul bersama pendukungnya di New York, seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2016).

Hillary (68) menyampaikan pidatonya sesaat setelah mengalahkan pesaing terberatnya Bernie Sanders dalam pemilihan awal di New Jersey yang digelar Selasa (7/6) malam waktu setempat. New Jersey merupakan salah satu dari enam negara bagian yang menggelar pemilihan awal, pekan ini. Penghitungan CNN menyebut, Hillary berhasil meraup 63,3 persen suara melawan Sanders yang hanya memperoleh 36,7 persen suara.

"Untuk setiap gadis kecil yang bermimpi besar: Iya, kalian bisa menjadi apapun yang kalian inginkan -- bahkan menjadi presiden. Malam ini untuk kalian semua," tulis Hillary dalam akun Twitternya, usai mengklaim kemenangan di New Jersey.


Sementara dari lawan partainya ada Donald Trump yang diprediksi akan bersaing dengan Hilary. Presiden AS mendatang bisa jadi Hilary Clinton yang merupakan wanita dengan segala sifatnya khasnya, atau jika tidak maka presidennya adalah Donald Trump yang memiliki sifat tempramen dan dibenci masyarakat dunia. (Detik/kabarduniamiliter)

Sama-sama Serang Raqqah, AS Mengaku Tak Kerjasama dengan Rusia


Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menuturkan, mereka tidak melakukan kerjasama dalam melakukan serangan terhadap basis teroris di Suriah, walaupun pasukan yang didukung AS atau Rusia melakukan serangan bersama di Suriah.

Pasukan Kurdi Suriah yang didukung AS, sementara pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia, saat ini diketahui tengah berusaha bersama-sama untuk bisa masuk ke Raqqa, kota terbesar di Suriah yang dikuasi oleh Islamic State (IS).

"Dalam hal koordinasi langsung (dengan Rusia) mengenai kegiatan di lapangan, hal itu tidak terjadi," kata sekretaris pers Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (7/6).

Dirinya menuturkan, sejauh ini koordinasi antara AS dan Rusia hanya terbatas pada koordinasi untuk memastikan pesawat tempur kedua negara tidak saling bertabrakan atau terlibat konflik di langit Suriah.

"Kami tidak melihat (koordinasi dengan Rusia) sebagai masalah sekarang. Namun, jika hal itu menjadi salah satu masalah di masa depan, saya yakin kami akan bisa mengatasi hal tersebut," sambungnya. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

Bom Meledak Dekat Bus Polisi Turki, 11 Orang Tewas

Jumlah korban jiwa akibat ledakan bom mobil yang menargetkan bus polisi di Istanbul, Turki telah bertambah. Korban tewas sejauh ini mencapai 11 orang, termasuk 7 polisi.

"Tujuh polisi dan empat warga sipil kehilangan nyawa mereka," kata Gubernur Istanbul, Vasip Sahin kepada para wartawan di lokasi kejadian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/6/2016).

Ditambahkan Sahin, sebanyak 36 orang luka-luka dalam insiden yang terjadi di distrik Vezneciler saat jam sibuk pagi hari itu. Di antara para korban luka, tiga orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.

Media CNN Turki seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (7/6/2016) melaporkan, sebuah mobil bermuatan bahan peledak yang diparkir di lokasi kejadian, diledakkan dengan alat pengendali jarak jauh saat sebuah bus polisi datang melintas. Akibat ledakan bom itu, bus polisi tersebut hancur.

Menurut saksi mata seperti dilaporkan media pemerintah Turki, Anadolu Agency,suara-suara tembakan terdengar di lokasi usai ledakan bom tersebut. Distrik Vezneciler merupakan pusat bisnis serta lokasi beradanya Universitas Istanbul, dan dekat dengan tempat-tempat wisata utama seperti Grand Bazaar. Belum ada yang mengakui sebagai dalang serangan ini. (Detik/kabarduniamiliter)

AS Larang Tentara Minum Alkohol di Jepang

Tokyo - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan minum alkohol terhadap seluruh tentaranya yang ditugaskan di wilayah Jepang. Larangan ini diberlakukan setelah satu tentara AS ditangkap di Okinawa karena mengemudi sambil mabuk, hingga memicu kecelakaan yang melukai dua orang.

"Selama beberapa dekade, kami menikmati hubungan yang kuat dengan warga Jepang. Sungguh penting agar setiap tentara harus memahami bahwa tindakan mereka mempengaruhi hubungan itu dan aliansi AS-Jepang secara keseluruhan," tegas komandan pasukan Angkatan Laut AS di Jepang, Laksamana Muda Matthew Carter, dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Senin (6/6/2016).

Untuk saat ini, AS diketahui menugaskan 18.600 tentaranya di wilayah Jepang. Dengan adanya aturan baru ini, setiap tentara AS yang ada di Jepang akan diwajibkan tetap berada di markas dan dilarang untuk minum alkohol.

"Hingga seluruh personel memahami dampak perilaku bertanggung jawab mereka terhadap aliansi AS-Jepang," demikian bunyi keterangan pers militer AS.

"Tentara yang tinggal di luar markas (militer) akan diizinkan untuk bepergian dari dan ke markas saja dan hanya melakukan 'aktivitas penting'," imbuh pernyataan itu.

Larangan minum alkohol ini tidak akan berlaku untuk keluarga militer, juga warga sipil AS yang bekerja sebagai kontraktor di Jepang. Namun demikian, mereka didorong untuk menghormati aturan tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Tentara AS yang ditahan terkait insiden tabrakan mobil di Okinawa itu, dilaporkan berjenis kelamin perempuan dan masih berusia 21 tahun. Kendaraan yang dikemudikan tentara wanita itu terlibat dalam tiga kecelakaan mobil yang memicu korban sejumlah luka pada Sabtu (4/6) waktu setempat.

"Kami sungguh menyayangkan insiden ini dan menyampaikan simpati mendalam kami untuk korban kecelakaan serta keluarga mereka. Kami berharap pemulihan cepat untuk mereka. Tentara yang terlibat berada dalam penahanan polisi Jepang, atas dugaan mengemudi sambil mabuk dan kami bekerja penuh dalam penyelidikan," terang salah satu komandan militer AS di Jepang, Letnan Jenderal John Dolan. (Detik/kabarduniamiliter)

Penuh Lumpur, Paris Tak Lagi Indah

Sebagian wajah indah Paris, ibu kota Perancis, hilang karena telah berlumuran lumpur yang dibawa banjir bandang akibat meluapnya Sungai Seine.
Sebagian kota telah terendam banjir. Jalur transportasi sungai, metro, dan bus kota lumpuh. Warga kota dan wisatawan pun tak bisa lagi menjangkau tempat-tempat wisata publik.
Hingga Jumat (3/6/2016) malam, belum ada tanda-tanda banjir akan segera surut. "Luar biasa, itulah yang bisa saya katakan," ujar Catherine, editor sebuah penerbitan, mengomentari banjir tersebut.
Akibat hujan lebat dalam beberapa hari ini, dua negara bertetangga, yakni Perancis dan Jerman, dilanda banjir bandang terbesar dalam 65 tahun terakhir.
Hujan yang teramat lebat itu pula telah membuat Sungai Seine yang melintasi kota Paris pun meluap, seperti dilaporkan oleh The Guardian, Sabtu (4/6/2016) pagi.
Menurut media tersebut, permukaan sungai naik 6,07 meter dari ambang normal pada Jumat malam. Kenaikan itu merupakan yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Jalan-jalan di sepanjang tepi Sungai Seine dan sekitarnya di Paris, yang selalu ramai dilalui kendraan dan para pejalan kaki, telah berubah menjadi hamparan banjir yang luas.
Catherine harus dengan hati-hati keluar dari apartemennya, yang juga terletak tak jauh dari tepi Sungai Seine.
Jalan dan trotoar berbatu yang indah di ibu kota Perancis itu telah menghilang, tenggelam oleh hamparan luas air sungai yang berwarna coklat tua.
Rupa-rupa benda, entah puing bangunan, seperti kayu, papan, logam dari perahu-perahu yang biasa digunakan di sepanjang sungai telah terlempar ke jalan-jalan menjadi tumpukan sampah besar.
Paris tak lagi indah. Lumpur tebal mengotori kota itu. Beberapa kendaraan terbenam. Tiang-tiang untuk rambu-rambu lalu lintas "meranggas" di tengah hamparan banjir.
Beberapa loket penjualan tiket bus kota juga terendam banjir. Kantor pusat penjualan tiket "bus sungai", julukan armada pengangkut penumpang untuk transportasi sungai, terbenam banjir. (Kompas/kabarduniamiliter)

SDF dan Pasukan Assad Mulai intensif Serang Raqqah

Militan SDF yang dibentuk, dilatih dan diperaenjatai oleh Amerika Serikat telah mengerahkan 30.000 pasukan untuk menggempur Raqqah. Entah telah terjadi kesepakatan atau tidak, Pasukan Bashar Assad yang dibantuk penuh oleh Rusia juga mengerahkan pasukan dengan jumlah yang sama untuk menyerang ibu kota kekhilafahan tersebut.

Pasukan Bashar Assad diperkirakan sudah memasuki provinsi Raqqah, namun masih jauh dari perkotaan. Pasukan loyalis diktator Bashar Assad itu dibantu oleh serangan udara Rusia. Rusia dan AS yang terkenal hubungannya seperti kucing dan anjing tersebut ternyata bisa bersatu juga, demi kepentingan yang sama yaitu menyerang khilafah. (Detik/kabarduniamiliter)

Banjir di Paris Terbesar Sejak 30 Tahun Lalu

Permukaan sungai Seine mencapai 6,5 meter dan diperkirakan akan surut pada akhir pekan ini.
Air sungai Seine di Paris mencapai titik tertinggi selama lebih dari 30 tahun terakhir, dan banjir di ibukota Prancis itu juga menyebabkan penutupan sistem transportasi kereta bawah tanah dan sejumlah lokasi penting.
Museum Louvre dan Orsay ditutup, sementara para staf memindahkan sejumlah karya seni ke tempat yang lebih tinggi, karena banjir mencapai ketinggian 6meter.
Permukaan air sungai Seine mencapai 6,5meter dan kemungkinan akan surut pada akhir pekan ini, dengan perkiraan akan turun hujan deras.
Jembatan juga ditutup dan perahu yang bukan digunakan untuk keperluan darurat pun dilarang untuk beroperasi (detik/kabarduniamiliter).

Sodomi 30 Anak-anak Suriah, Pria Turki Ini Cuma Dipenjara

Ankara, - Sebuah pengadilan di Turki menjatuhkan vonis penjara 108 tahun kepada seorang pria, yang dinyatakan melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki pengungsi Suriah.

Putusan itu dijatuhkan dalam persidangan yang digelar Jumat, 3 Juni waktu setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/6/2016).

Terdakwa berinisial E.E. tersebut merupakan seorang petugas kebersihan di kamp pengungsi Nizip di Gaziantep, Turki. Dia didakwa telah melakukan kejahatan seks terhadap total 30 bocah laki-laki Suriah di toilet-toilet kamp tersebut mulai September 2015 hingga awal tahun ini. Para korbannya berumur 8 tahun hingga 12 tahun.

Di persidangan, pria Turki berumur 29 tahun itu telah mengaku bahwa dirinya memperdaya korban-korbannya untuk masuk ke toilet, yang tidak dipasangi kamera CCTV. Di sanalah terdakwa berhubungan sodomi terlaknat dengan para korban setelah membayar 1,5-5 lira untuk masing-masing anak. Menurutnya, banyak pegawai dan manajer di kamp pengungsi itu juga terlibat dalam kejahatan seks anak-anak pengungsi.

Kejahatan tersebut terungkap setelah seorang anak laki-laki berinisial H.I menceritakan kepada ayahnya mengenai terdakwa. Sejauh ini keluarga delapan anak telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Keluarga para korban lainnya tidak mengambil langkah serupa karena khawatir akan dideportasi.

Kejahatan seks ini tak pernah terdeteksi oleh Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki, yang mengelola kamp pengungsi tersebut. (Detik/kabarduniamiliter)

51 Orang Disambar Petir Saat Festival Musik di Jerman

Berlin, - Setidaknya 51 orang terluka akibat disambar petir di Jerman barat. Insiden ini terjadi saat berlangsung festival musik "Rock am Ring" pada Jumat, 3 Juni malam waktu setempat.

Kepolisian Jerman menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/6/2016), serangan-serangan kilat lainnya diperkirakan akan kembali terjadi.

Pihak penyelenggara festival belum berkomentar mengenai ada tidaknya rencana untuk menghentikan festival tersebut. Festival tahunan ini telah berlangsung selama 31 tahun dan digelar di bandara di Mendig, sebuah kota kecil yang berlokasi sekitar 150 kilometer dari Frankfurt, dekat trek balap motor Nuerburgring.

Pada Sabtu (4/6) pagi waktu setempat, pihak penyelenggara festival melaporkan di situsnya bahwa setidaknya 42 orang terluka akibat disambar petir. Sebanyak 8 orang di antaranya mengalami luka-luka serius.

Namun menurut kepolisian, jumlah korban terus meningkat seiring bertambahnya laporan korban luka pada Sabtu pagi waktu setempat.

Media-media Jerman melaporkan, tahun lalu, sebanyak 33 orang terluka akibat disambar petir saat berlangsung festival yang sama. Menurut media Deutsche Welle, festival tersebut tahun ini dihadiri oleh sekitar 45 ribu orang.

(ita/detik/kabarduniamiliter)

Truk Militer Terseret Banjir, 5 Tentara AS Tewas

Sebuah truk militer Amerika Serikat (AS) terguling dan jatuh ke sungai yang meluap di kompleks militer Fort Hood, Texas, AS. Sedikitnya 5 tentara AS tewas dan 4 tentara lainnya hilang dalam insiden ini. 

Seperti dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), insiden ini terjadi pada Kamis (2/6) waktu setempat, ketika sebagian wilayah Texas dilanda banjir yang dipicu badai yang membawa hujan deras ke wilayah tersebut. Banjir itu mengacaukan jalur transportasi lalu lintas setempat.

Dalam pernyataannya, militer AS menyebut truk militer itu terguling di perlintasan Owl Creek yang terendam banjir, ketika latihan militer digelar. Tiga jasad tentara AS ditemukan hanyut hingga ke bagian hilir, sedangkan dua jasad lainnya tidak disebutkan lokasi penemuannya.

Militer AS menegaskan, upaya pencarian terus dilakukan untuk mencari empat tentara yang masih hilang. Keempat tentara yang hilang itu disebut berasal dari Divisi Berkuda Pertama. (Atjehcyber/kabarduniamiliter)

CIA: Perancis Akan Mendapat Serangan Teror

Intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan teroris pada kejuaraan sepakbola Eropa 2016 di Prancis. Acara ini dijadwalkan akan digelar mulai dari 10 Juni hingga 10 Juli mendatang.

"Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Eropa di musim panas akan menjadi target yang lebih besar untuk teroris," sebut Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya seperti dikutip CNN, Selasa (1/6/2016).

Serangan disebut bisa terjadi di lokasi wisata, restoran, pusat komersial dan transportasi selama kejuaraan sepakbola berlangsung. Dalam travel alert-nya bagi warga AS, Kementerian Luar Negeri AS menyebut kemungkinan serangan teroris tak hanya terjadi di Prancis, namun seluruh wilayah Eropa.

Tak hanya kejuaraan sepakbola, namun peringatan juga muncul terkait dengan penyelenggaraan Tour de France dan the Catholic Church's Youth Day di Krakow, Polandia. Kedua ajang ini diperkirakan akan menarik 2,5 juta pengunjung.

Menanggapi peringatan tersebut, seorang mantan pejabat AS, Shamila Chaudhary mengatakan, adalah praktek standar bagi AS untuk mengeluarkan peringatan bagi setiap tempat yang diduga akan menjadi sasaran serangan teroris, termasuk Eropa.

"Saya pikir orang-orang Eropa sendiri telah menolak isu terorisme dalam negeri mereka," ujar Chaudhary.

Seorang mantan kepala kontraterorisme M16, Richard Barrett mengatakan, AS kerap mengeluarkan peringatan terkait isu serupa karena mereka berkewajiban memberi tahu orang-orang, bukan memastikan apa yang akan terjadi.

Namun peringatan yang dikeluarkan AS itu disebut Barret masih simpang siur. "Mereka bicara tentang seluruh Eropa," ujarnya.

Pejabat kontraterorisme di Kementerian Luar Negeri AS yang juga mantan pejabat CIA, Henry Crumpton, mengatakan, "pernyataan itu mungkin hanya merespon sinyal dan keributan," tutur Crumpton.

Tak hanya AS, namun Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengeluarkan peringatan tingginya potensi ancaman serangan teroris di Perancis.

Ketika disinggung apakah pernyataan itu sebagai reaksi atas peringatan AS sebelumnya, Inggris tidak menjawab secara jelas. Mereka mengatakan peringatan itu ditujukan bagi penonton kejuaraan sepakbola.

Prancis sendiri telah memperpanjang keadaan darurat, termasuk ketika kejuaraan sepakbola tengah berlangsung. Negara itu kabarnya akan menggunakan drone sebagai upaya antisipasi atas berbagai isu keamanan.

Lebih dari 90.000 polisi, tentara dan agen keamanan swasta dilibatkan dalam mengamankan pelaksanaan kejuaraan sepakbola itu. Sekitar satu juta orang diperkirakan akan memadati area kejuaraan sepakbola. (Cnn/atjehcyber/kabarduniamiliter)

Paris Direndam Banjir, 1 Warga Tewas

Wilayah Paris, Prancis dilanda banjir setelah sungai Seine meluap akibat hujan deras, yang terus mengguyur tiada henti selama beberapa hari. Sedikitnya satu wanita tewas dan warga yang menghuni ribuan rumah di sepanjang sungai Loire dan juga sungai Seine, dievakuasi.

Sejak dua hari terakhir, Paris dalam kondisi siaga banjir setelah sungai Seine meluap dan membanjiri jalan raya yang ada di sekitarnya. Sungai Seine selama ini menjadi jalur air yang penting bagi kota Paris. Dengan meluapnya air sungai, seluruh lalu lintas air dihentikan sementara.

Banjir landa Paris (REUTERS/Christian Hartmann)

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/6/2016), Perdana Menteri Manuel Valls menyatakan pemerintah memprediksi sejumlah area masih akan dilanda banjir hingga beberapa jam ke depan.

"Kami masih sangat khawatir," ucap PM Valls kepada wartawan setempat.

Pada Rabu (1/6), seorang nenek berusia 86 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya yang digenangi air banjir. Rumah nenek ini ada di wilayah Souppes-sur-Loing, yang berjarak 136 kilometer dari Paris.

Secara terpisah, otoritas kota Paris menyebut sungai Seine diperkirakan akan mencapai ketinggian maksimum 5,6 meter pada Jumat (3/6) besok. Ketinggian itu masih berada di bawah batasan 6 meter, yang berarti jalur kereta bawah tanah bisa tergenang air dan juga masih di bawah rekor tahun 1910 ketika ketinggian sungai mencapai 8,6 meter.

Badan Prakiraan Cuaca menyebut wilayah Paris dan sekitarnya mulai dilanda hujan sejak Mei, yang tercatat sebagai bulan terbasah sejak tahun 1960 lalu. Di wilayah Loire, banjir yang melanda disebut sebagai banjir terparah dalam 100 tahun terakhir. Tentara setempat dikerahkan untuk ikut mengevakuasi pengendara yang mobilnya terjebak banjir. (Detik/kabarduniamiliter)

AS Peringatkan Serangan Jihadis di Eropa

Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warga negaranya mengenai kemungkinan serangan-serangan jihadis di Eropa selama musim panas.

"Kami mengingatkan warga negara AS soal risiko kemungkinan serangan-serangan teroris di Eropa, yang menargetkan event-event besar, tempat-tempat wisata, restoran, pusat-pusat bisnis dan transportasi," demikian disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam travel alert yang berlaku hingga 31 Agustus mendatang.

"Banyaknya turis yang mengunjungi Eropa pada bulan-bulan musim panas akan memberikan target lebih besar bagi para teroris yang merencanakan serangan-serangan di tempat-tempat publik, khususnya di event-event besar," demikian disampaikan Deplu AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (1/6/2016).

Deplu AS mengimbau warga Amerika untuk "waspada ketika berada di tempat-tempat publik atau menggunakan transportasi massal, berhati-hati terhadap lingkungan sekitar dan menghindari tempat-tempat ramai."

Kekhawatiran akan keamanan di Eropa telah meningkat sejak serangan-serangan teror di Paris, Prancis pada 13 November 2015 lalu, yang menewaskan 130 orang. Ditambah lagi dengan serangan teroris di Brussels, Belgia pada 22 Maret lalu, yang merenggut 32 nyawa.

Juru bicara Deplu AS John Kirby mengatakan, sejauh ini tak ada informasi mengenai ancaman spesifik. Diimbuhkannya, peringatan baru ini didasarkan pada akumulasi informasi.

"Kami menggunakan kesempatan ini, dikarenakan ini awal musim panas, untuk menyampaikan kekhawatiran kami," tutur Kirby. (Detik/kabarduniamiliter)

Kebakaran di Depot Senjata India, 17 Orang Tewas

New Delhi, - Kebakaran besar terjadi di sebuah depot amunisi militer di India hari ini. Setidaknya 17 orang tewas dan 19 orang lainnya luka-luka dalam insiden itu.

Kebakaran itu terjadi pada sekitar pukul 01.30 waktu setempat di depot yang berada di Pulgaon, dekat kota Nagpur di negara bagian Maharashtra, India barat. Tayangan televisi memperlihatkan kepulan asap membubung tinggi di langit malam.

Para petugas pemadam kebakaran butuh waktu semalaman untuk memadamkan kobaran api. Kebakaran yang kini telah berhasil dipadamkan itu, memaksa evakuasi ribuan warga desa sekitar.

Di antara para korban tewas adalah dua perwira militer yang pergi ke lokasi ketika kebakaran terjadi. Kedua perwira tersebut datang ke lokasi untuk mengumpulkan orang-orang dan membantu menjinakkan si jago merah.

"17 Orang telah tewas. 19 Orang terluka namun tidak dalam bahaya," tutur Smita Patil, pejabat kepolisian distrik Wardha seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (31/5/2016).

"Operasi tengah berlangsung dan kebakaran telah dikendalikan," imbuh Patil.

Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran di salah satu depot senjata terbesar di India itu. Pihak militer telah memerintahkan penyelidikan atas kebakaran ini.

Atas kejadian ini, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan berduka atas jatuhnya korban jiwa. Modi pun memerintahkan Menteri Pertahanan Manohar Parrikar untuk mendatangi lokasi kejadian. (Detik/kabarduniamiliter)

Tentara Kurdi Asal Australia Tewas di Suriah

Jamie Bright, seorang warga negara Australia yang turut berperang di Suriah bersama militan Kurdi dikabarkan telah tewas. Seorang yang juga dikenal dengan nama Heval Gabar ini tewas ketika berperang dengan Islamic State di sekat Raqqah, ibukota IS.

Australia sendiri telah melarang warganya untuk berperang di Suriah, meskipun untuk melawan Islamic State. Namun beberapa warganya tetap nekat, biasanya mereka bergabung dengan militan Kurdi YPG, karena dinilai sebagai militan yang solid, tidak relijius dan memiliki ideologi komunis yang kental. (Almasdar/kabarduniamiliter)

Penembakan Brutal Kembali Guncang AS, 2 Orang Tewas

Houston, - Aksi penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Dua orang tewas dan enam orang lainnya luka-luka dalam penembakan di pinggiran Houston. Dua dari enam korban luka merupakan polisi.

Kepolisian setempat mengatakan, penembakan pada Minggu, 29 Mei waktu setempat itu dilakukan oleh dua pria bersenjata berat.

Satu dari kedua orang yang tewas adalah salah satu tersangka penembakan dan seorang lainnya adalah korban. Tersangka lainnya, terluka setelah ditembak seorang anggota tim SWAT.

"Salah satu tersangka ditembak dan dia tewas. Kami yakin dia ditembak tersangka lainnya, dan tersangka lain tersebut akhirnya ditembak salah satu personel SWAT ketika tim SWAT merespons," ujar Kepala Kepolisian Interim Houston, Martha Montalvo seperti dilansir CBS News, Senin (30/5/2016).

"Tersangka menggunakan senjata berkekuatan besar, mereka menggunakan AR-15, dengan itu mereka bisa menembak sebuah helikopter," tutur Montalvo.

Belum diketahui motif penembakan itu. Juga belum diketahui mengapa satu dari kedua pria bersenjata itu menembak tersangka yang tewas.

"Pria kedua yang bersenjata, kami sedang mencoba mengetahui apa perannya dalam hal ini. Apakah dia tersangka atau seseorang yang kebetulan bersenjata," ujar juru bicara Departemen Kepolisian Houston, John Cannon.

"Sampai pemberitahuan selanjutnya, kami sekarang mengatakan dia tersangka karena dia memiliki senjata. Namun kami belum tahu apa perannya," imbuhnya.
(ita/detik/kabarduniamiliter)

Top