Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Langgengkan Kekuasaan, Sisi Ingin Mesir Menganut Sistem Presidential Mutlak

Surat kabar Alarabi Jadid mengungkapkan adanya rencana presiden kudeta Abdel Fattah Sisi untuk merubah konstitusi negara dari sistem parlementer menjadi sistem presiden mutlak, pasca pemilu parlemen Mesir pada 18-19 Oktober mendatang.

Seperti dikutip Alarabi Jadid dari seorang sumber yang tidak mau diungkapkan identitasnya pada hari Senin (14/09) kemarin mengatakan, “Sisi telah membentuk unit intelejen khusus untuk memantau jalannya pemilu parlemen yang akan digunakan untuk kepentingan dirinya dan militer.”

Sumber tersebut melanjutkan, “Presiden kudeta ini mempunyai agenda untuk merubah sistem parlementer yang selama ini di anut menjadi sistem presidential yang memiliki kekuasaan mutlak dan akan mendukung dirinya berkuasa di Mesir.”
(Rassd/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/langgengkan-kekuasaan-sisi-ingin-mesir.html

Bantu Syiah, AS Kirimkan Tentara ke Irak

Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan tentara ke Irak. Pengiriman kembali tentara AS ke Irak ini dimaksudkan untuk membantu  rezim syiah yang merupakan boneka AS untuk mengalahkan IS, dan merebut kembali kota-kota yang dikuasai Islamic State.

Seorang sumber keamanan Irak, seperti dilansir The Times of Israel pada Senin (14/9/2015), AS setidaknya mengirimkan 160 personel tentara. "Mereka telah tiba di salah satu pangkalan militer di Anbar, semalam," ucap sumber tersebut dalam kondisi anonim.

Sumber itu juga memastikan, kedatangan 160 tentara AS itu bukan dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kepada tentara Irak. Ratusan tentara itu, lanjut sumber tersebut, diharapakan dapat bertempur bersama dengan pasukan gabungan Irak untuk melawan IS.

AS sebelumnya memang telah mengirimkan senjata dan penasihat militer ke Irak. Kehadiran penasihat militer ini ditujukan untuk memberikan pelatihan kepada tentara Irak untuk menggunakan senjata dan beberapa kendaraan tempur yang dikirimkan oleh AS.

Namun, baik pemerintah AS ataupun Irak sendiri sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi terkait pengiriman tentara AS. AS sejatinya sudah memutuskan untuk menarik mundur semua pasukan mereka di Irak, dan tidak akan mengirimkan kembali pasukan ke Negeri Seribu Satu Malam tersebut.  Hal itu karena AS kapok bertempur dengan mujahidin di Irak yang tidak mengenal takut mati.(Sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/bantu-syiah-as-kirimkan-tentara-ke-irak.html

Jelang Iedul Adha, India Larang Muslim Sembelih Sapi

Komunitas Muslim Kashmir di bagian India menyatakan akan menggelar aksi protes massal sebagai penolakan atas putusan Mahkamah Agung yang melarang konsumsi dan penyembelihan daging sapi di wilayah Muslim tersebut.


Perlu diketahui bahwa larangan ini disandarkan pada hukum warisan penjajah Inggris di India yang melarang menyembelih dan menkomsumsi sapi karena dianggap sebagai binatang suci di India.

Vonis hukuman Mahkamah Agung sendiri memerintahkan polisi India untuk menindak tegas mereka yang ketahuan melanggar larangan penyembelihan sapi meskipun di wilayah Muslim Khasmir.

Sejak berkuasa pada tahun 2014 lalu, Partai Nasionalis Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi banyak mengambil keputusan yang menyudutkan umat Islam India, meskipun berada di daerah mayoritas Islam. (Bbcarabic/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/jelang-iedul-adha-india-larang-muslim.html

IS Mulai Merambah Gurun Sahara

Eksistensi Islamic State kini merambah kawasan padang pasir Sahara di Barat Mesir, dekat perbatasan Libya, berdasarkan laporan aktivitas jihad Tentara Khilafah yang terbaru di bumi Kinanah tersebut, Ahad (29 Dzulqo’dah) kemarin.
Koresponden Azzam Media di wilayah Sayna’ (Sinai), menyebutkan adanya konfrontasi senjata di lokasi tersebut, dimana Mujahidin berhasil memukul mundur kampanye militer tentara Mesir, menggunakan rentetan senapan mesin ringan dan berat, serta roket RPG. Bala tentara Mesir akhirnya lari mundur dalam kekalahan dan kehinaan.
Sebaliknya, perkembangan terbaru yang dikumpulkan redaksi dari channel media rezim menyebutkan, serangan pasukan Mesir justru menyasar karavan turis, menewaskan belasan wisatawan Barat. [hanif/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/is-mulai-merambah-gurun-sahara.html

Rusia Gelar Latihan Perang Terbesar Lobatkan 95rb Tentara

Rusia dilaporkan akan melakukan latihan perang yang disebut-sebut sebagai latihan terbesar yang pernah mereka lakukan sepanjang tahun ini. Ratusan kapal, tank, pesawat, serta ribuan senjata dan amunisi, dan juga puluhan ribu tentara dikabarkan akan dilibatkan dalam latihan perang yang disebut Centre 2015 itu.

Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, latihan yang akan digelar di wialayah Ural itu akan melibatkan 95 ribu tentara, lebih dari 7.000 buah peralatan militer, 170 pesawat tempur dan 20 kapal tempur.

"Centre 2015 adalah tahap akhir dari pelatihan operasional dan tempur Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2015, sekaligus puncak dari latihan perang gabungan antara Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO)," bunyi pernyataan Kemham Rusia.

Kemhan Rusia, seperti dilansir Itar-tass pada Senin (14/9/2015) juga menuturkan bahwa Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Pertama yakni Jenderal Valery Gerasimov akan bertugas sebagai komandan latihan perang ini.

Sepanjang tahun 2015 ini Rusia memang telah menggelar belasan, bahkan hingga puluhan latihan perang. Tidak hanya dilakukan sendiri, Rusia juga tidak jarang melakukan latihan gabungan, salah satunya dengan China, dimana mereka telah melakukan dua kali latihan gabungan sepanjang 2015.

Banyaknya latihan perang yang dilakukan Rusia sejalan dengan banyaknya latihan perang yang dilakukan oleh rival mereka di Eropa, yakni NATO. Rusia semakin meningkatkan intensitas latihan perang setelah NATO menggelar latihan di beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Rusia.
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/rusia-gelar-latihan-perang-terbesar.html

IS Kuasai Markas Militer Syiah di Provinsi Janub

Tentara Khilafah provinsi Al Janub melakukan operasi penyerangan terhadap barak militer tentara syiah Shafawi. Dalam operasi ini, mujahidin berhasil membunuh sebagian besar tentara musuh dan mendapatkan rampasan perang berupa beberapa unit kendaraan perang.  Peristiwa ini direkam dalam video yang bisa dilihat disini. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Link:  http://www.infoduniamiliter.com/2015/09/tentara-khilafah-provinsi-al-janub.html

China Jadi Pemegang Utang Terbesar AS, Jumlahnya Rp 50.400 Triliun


China Jadi Pemegang Utang Terbesar AS, Jumlahnya Rp 50.400 TriliunChina merupakan pemegang utang terbesar surat utang (obligasi) yang diterbitkan pemerintah Amerika Serikat (AS), jumlahnya US$ 1,3 triliun atau sekitar Rp 50.400 triliun pada Juni lalu. Guncangan ekonomi China bikin AS deg-degan. Kenapa?

Saat ini, Negeri Tirai Bambu sedang membutuhkan uang tunai untuk menstabilkan pasar keuangannya, seperti kejatuhan pasar saham yang terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut bisa membuat China berhenti membeli surat utang pemerintah AS.

China selama ini menjadi salah satu tumpuan pemerintah AS untuk menutup defisit anggarannya, lewat surat utang yang diterbitkan.

Namun saat ini, China mulai menjual surat utang pemerintah AS miliknya, untuk mendapatkan uang tunai. Apalagi, China sedang berusaha mengucurkan uang tunai sehingga pasar sahamnya stabil, dan mata uang yuan tidak jatuh terlalu dalam. Ada juga stimulus ekonomi berbentuk tunai lain yang diberikan.

Sepanjang Agustus, jumlah cadangan devisa China turun US$ 94 miliar, menjadi US$ 3,6 triliun. Banyak analis menyatakan, penurunan cadangan devisa ini karena penjualan surat utang pemerintah AS.

Prediksi bahwa China akan menyetop pembelian surat utang pemerintah AS, menimbulkan kekhawatiran, biaya bunga utang pemerintah AS akan makin meningkat ke depan. Karena itu, bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) diprediksi bakal menaikkan bunga acuannya pekan ini, sehingga surat utang pemerintah AS bakal menarik untuk investor.

"Jumlah dana asing yang keluar dari China melonjak dan yuan ikut tertekan. Satu-satunya yang bisa dilakukan China adalah menjual surat utang untuk membeli mata uangnya sendiri," kata analis, Walter Zimmerman dilansir dari CNN, Senin (14/9/2015).

China tidak bermaksud menjatuhkan perekonomian AS. Banyak orang khawatir, China bisa menghancurkan ekonomi AS, karena besarnya jumlah surat utang pemerintah AS yang dipegang negara tirai bambu ini.

Penjualan surat utang pemerintah AS oleh China bisa membuat imbal hasil (yield) surat utang ini meninggi. Ini bisa jadi masalah, karena bunga surat utang pemerintah AS menjadi acuan bunga kredit, seperti kartu kredit dan kredit kepemilikan rumah (KPR).

Belum ada yang tahu seberapa besar kebutuhan uang tunai China untuk menyelamatkan yuan dan pasar sahamnya. Namun yang pasti, China bakal berhenti membeli surat utang pemerintah AS. Akankah keguncangan di pasar keuangan dunia berlanjut?
Finance.detik.com

Top