Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Pesawat AS Tiba-tiba Jatuh Sendiri Saat Latihan

Sebuah pesawat militer Amerika Serikat jatuh di wilayah lepas Pantai Timur Amerika Serikat. Beruntung sang pilot berhasil meloncat keluar dengan parasut dan selamat.

Pesawat militer AV-8B Harrier II tersebut merupakan jenis pesawat penyerang daratan bermesin tunggal yang memiliki kemampuan pendaratan vertikal. Usai kejadian pada Jumat, 6 Mei waktu setempat itu, sang pilot saat ini dalam kondisi stabil di rumah sakit.

"Pilot diselamatkan oleh sebuah H-60 Seahawk dari Skuadron Helikopter Tempur Laut 22 pada sekitar pukul 17.28," ujar perwira militer setempat, Letnan Satu Maida Zheng seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/5/2016).

Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat militer tersebut. Insiden ini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Pilot dikirimkan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Kamp Lejeune, North Carolina dan saat ini tercatat dalam kondisi stabil," imbuhnya.

Menurut Zheng, kondisi sebenarnya dan lokasi serpihan pesawat tidak diketahui.

Tidak disebutkan identitas pilot tersebut. Saat kejadian, sang pilot baru saja usai melakukan latihan terbang setelah bertolak dari Bandara Internasional Wilmington, dengan niat kembali ke bandara. (Detik/kabarduniamiliter)

IS Eksekusi Mata-mata Koalisi AS

Pemerintahan Islamic State / Khilafah provinsi Raqqa mengeksekusi seorang pria setelah terbukti dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan syariat karena menjadi mata-mata untuk koalisi pimpinan AS di kota Tabqah. Mata-mata merupakan hal yang sangat penting bagi AS dalam memonitor target-target penting IS yang akan dilaporkan pada militer AS dan sekutunya. Link https://justpaste.it/u2ot

Singapura Gunakan Wilayah Australia Untuk Latihan Militer

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull hari Jumat (6/5/2016) mengumumkan perjanjian dengan Singapura untuk membangun pusat latihan miiliter di Queensland. Proyek yang diperuntukkan bagi tentara Singapura untuk berlatih ini bernilai $ 2,25 miliar.
Dengan luas hanya sekitar 700 kilometer persegi, Singapura tidak memiliki cukup lahan untuk digunakan bagi militer untuk berlatih, dan akan menggunakan pangkalan di Australia untuk berlatih dan uji senjata,
PM Turnbull dan Menteri Perdagangan Steve Ciobo mengatakan persetujuan yang dicapai dengan Singapura adalah kontrak selama 25 tahun dimana jumlah tentara Singapura yang berlatih di Singapura akan meningkat dari 6 ribu orang menjadi 14 ribu personel.
"Akan ada manfaat yang jelas bagi komunitas lokal, tidak saja dari mereka yang akan berlatih di sana, yang kadang akan membawa keluarga mereka, namun juga dana yang akan digunakan untuk memperbaiki pangkalan di sana." kata Ciobo kepada ABC.
Fasilitas yang akan dibiayai Singapura tersebut adalah di Shoalwater Bay, di utara Rockhampton dan di Townsville.
Kedua pangkalan ini berada di wilayah konstituen partai Koalisi pemerintah saat ini yaitu di Capricornia dimana anggota parlemen dari Partai Nasional Michelle Landry merebut kembali kursi dari Partai Buruh di tahun 2013 dan di konstituen Herbert yang dipegang oleh anggota parlemen dari Partai Liberal Ewen Jones.
Namun Ciobo mengatakan keputusan yang diambil bukan karena alasan politis, tetapi karena kepentingan strategis bagi Australia.
"Kita di sini berbicara mengenai dua pangkalan pertahanan dan pelatihan yang sudah lama ada. Itu yang menjadi alasan pengambilan keputusan." kata Ciobo.
"Saya kira warga Australia pada umumnya akan mengerti bahwa fokus kami adalah dimana terdapat pangkalan pertahanan."
"Saya kira Singapura tidak akan perduli dimana pangkalan itu berada." tambah Ciobo.
Keterangan yang diperoleh ABC menyebutkan bahwa langkah ini diambil karena Singapura ingin melakuikan kerjasama pertahanan lebih dekat dengan Australia dan di kawasan Asia Pasifik, di tengah semakin meningkatnya kekuatan militer China.
"Saya kira bukan hal yang mengejutkan bahwa negara kecil seperti Singapura misalnya akan berusaha melihat ke kawasan dimana mereka bisa mengirimkan pasukan untuk berlatih." kata Ciobo.
"Australia sudah lama memiliki hubungan jangka panjang dengan Singapura, jadi wajar ada kerjasama ini."
Perjanjian ini juga akan meliputi peningkatan kondisi visa bagi warga Australia untuk bekerja di Singapura, dan membuat pasangan mereka mendapatkan pekerjaan di sana.
Kedua negara juga berusaha mencapai persetujuan bagi pengakuan lulusan dari universitas di kedua negara, termasuk di bidang teknik dan akuntansi. (Detik/kabarduniamiliter)

IS Dukung Penuh Sinai Melawan Mesir, Israel dan Hamas

Islamic State dari berbagai provinsi merilis video dukungan pada Islamic State provinsi Sinai. Hal ini dinyatakan setelah sebelumnya Israel, Mesir dan Hamas menjalin kerjasama menghadapi Sinai. Dukungan itu diantaranya datang dari Kirkuk, Homs, Fallujah, Aleppo, dll.

Islamic State provinsi Kirkuk merilis video  "The Return of the Grandchilren of the Sahabah (The Companions )" yang berisi dukungan pada mujahidin Khilafah di Sinai yang akan berhadapan dengan Israel, Mesir, sekaligus Hamas. Link https://drive.google.com/file/d/0B9Ie-nrph12RY3JKcGtYNmlGYUU/view

Sementara di Homs, IS menegaskan bawah Sinai adalah pintu menuju pembebasan Masjid Al-Aqsha. Provinsi Homs merilis video  dengan judul "Sayna : The Gateway to Bayt al-Maqdis" Link https://archive.org/download/sinai_/1462551828_sinai.mp4

Begitu juga IS provinsi Fallujah, Provinsi Fallujah merilis video  "Verily, Along with Hardship is Relief " www,drive.google.com/file/d/0BxPb4AuzHBhNaUlWTFJyRVoySE0/view

Provinsi Aleppo juga tak mau ketinggalan, IS provinsi Aleppo merilis video  "From Halab To Sayna" yang berisi dukungan pada mujahidin Khilafah di Sinai yang akan berhadapan dengan Israel, Mesir, sekaligus Hamas. Link https://drive.google.com/file/d/0BzMnUfBHGT1MTlVDTUZ2emQ0TzQ/view?pref=2&pli=1

(Syamtoday/kabarduniamiliter)


Perang Sesama Syiah, Baghdad Kacau Balau

Pasukan keamanan Irak meningkatkan kehadiran mereka di seluruh Baghdad pada Jumat (6/5/2016).
Mereka menghalangi sebagian besar jalan utama dan jembatan agar para pengikut ulama Syiah Moqtada al-Sadr tidak mencapai distrik pemerintahan yang diserbu sepekan sebelumnya.
Seorang wakil Sadr menyerukan para pendukung untuk berpawai di luar masjid-masjid setempat usai sholat, ketimbang berkumpul dekat Zona Hijau yang dijaga ketat.
Langkah itu akan mengurangi risiko bentrokan-bentrokan.
Demonstrasi bertujuan menekan Perdana Menteri rezim syiah Irak Haider al-Abadi agar menindaklanjuti janji-janji yang dibuatnya untuk mengganti para menteri yang berafiliasi dengan partai dengan teknokrat independen sebagai bagian dari langkah anti korupsi.
Irak diguncang pertikaian berbulan-bulan mengenai proposal itu, dengan para anggota parlemen yang terbelah di tengah-tengah kekerasan aksi melawan aparat.
Frustasi yang dalam di antara warga Irak atas kebuntuan itu berpuncak pada Minggu lalu dengan penyerbuan Zona Hijau. Kekacauan ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Di kawasan itu terdapat gedung parlemen, kantor-kantor pemerintah, dan kantor-kantor diplomat asing.
Para pejabat keamanan mengatakan tiga resimen dari divisi polisi elit yang telah bertempur melawan  Negara Islam (IS) dikerahkan di dan sekitar Zona Hijau. Kini Irak harus menghadapi serangan dari sesama.
Di sebuah jembatan yang membentang di atas Sungai Tigris, puluhan anggota pasukan anti huru-hara mengai kendaraan Humvee dilengkapi senjata-senjata mesin.
Mereka berdiri di belakang dua penghalang berupa dinding setinggi 3,6 meter.
Kepala kantor politik Sadr mengatakan aksi-aksi unjuk rasa berskala besar telah ditunda hingga Selasa depan, ketika puluhan ribu pengunjuk rasa akan dimobilisasi untuk berpawai di luar sidang parlemen yang sudah dijadwalkan.
Setidaknya empat tentara tewas dan tujuh lainnya terluka pada Jumat ketika sebuah pelaku bom mobil bunuh diri menyerang sebuah pos pemeriksaan di bagian barat Baghdad.
Dua bom lainnya di dekat Abu Ghraib menewaskan tiga orang dan melukai 13 orang lainnya.  Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan-ledakan itu. (Detik/kabarduniamiliter)

Perang di Fallujah, IS Tembak Jatuh Helikopter Irak

Media amaq memberitakan peristiwa perang di timur Fallujah antara pemerintahan rezim syiah Irak yang merupakan bentukan AS melawan Islamic State yang menguasai sebagian wilayah Irak dan menolak tunduk pada aturan barat. Dalam perang tersebut IS telah menembak jatuh helikopter Irak yang merupakan pemberian AS dan membunuh pilotnya. Peperangan antara rezim syiah Irak melawan Islamic State yang sunni berlangsung dari sejak AS menjajah Irak hingga kini. (Amaq/kabarduniamiliter)

Assad Bom Pengungsi Suriah, 28 Orang Tewas

Sarmada - Setidaknya 28 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak tewas dalam serangan udara di sebuah kamp pengungsi di Suriah Utara dekat perbatasan Turki pada Kamis (5/5).

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan serangan yang juga mengakibatkan 50 warga sipil terluka itu ditargetkan ke kamp dekat Sarmada di Provinsi Idlib, yang dikendalikan oleh Jabhah Nushrah (Al-Qaeda) dan kelompok pemberontak lainnya.

Mamun Al Khatib, Direktur Kantor Berita Aleppo berbasis pro pemberontak Shahba Press, menuduh rezim yang telah melakukan serangan itu.

"Dua pesawat rezim menembakkan empat rudal di kamp di Desa Al Kammouna," katanya seperti ditulis AFP, Jumat (6/5/2016).

"Dua rudal jatuh di dekat kamp menyebabkan orang panik dan dua lagi jatuh di mana selusin tenda terbakar," ujarnya.

Pada foto yang disebar secara online oleh para aktivis menunjukkan para pekerja memadamkan api di antara tenda-tenda berwarna biru dan putih yang rusak. Khatib mengatakan, orang-orang di kamp telah melarikan diri dari pertempuran di utara Provinsi Aleppo.

Ribuan warga Suriah telah melarikan diri dari pertempuran yang terjadi di Provinsi Utara selama beberapa minggu terakhir. Kamp-kamp untuk pengungsi telah didirikan di sepanjang perbatasan Turki.

(Hbb/Hbb)

Top