Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Libya Kuasai Beberapa Barak Militer di kota Benghazi

Milisi yang telah menyatakan sumpah setia pada Islamic State di negeri Libya mengumumkan kontrol penuh atas sejumlah barak militer pasukan rezim boneka di bawah pimpinan Jenderal Khalifah Heftar di distrik Shobari, kota Benghazi, pada Jum’at (29 Syawal) kemarin.
Sejumlah besar tentara rezim boneka tewas terbunuh dan luka-luka. Rilis pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita IS wilayah Barqah menambahkan laporan daftar rampasan peranv persenjataan yang diperoleh Mujahidin, diantaranya satu unit Tank, dua unit mobil roda empat yang dilengkapi senapan mesin, satu unit mobil ambulance, dan beberapa persenjataan berikut amunisinya. [fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1PtOqpa

Pagi ini, Tim SAR menuju lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air

Tim SAR berencana menuju lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air di Gunung Tangok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, pada Senin (17/08), pukul 06.00 WIT.

Kepala Tim SAR Jayapura, Ludiyanto, mengatakan pencarian diutamakan melalui udara karena lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan pengunungan.

"Kita akan melakukan pencarian dengan armada udara milik SAR, Trigana, TNI dengan heli dan juga (pesawat) Hercules untuk membawa logistik dan pasukan," jelas Ludiyanto kepada BBC Indonesia.

Ludiyanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jumlah personil yang akan dilibatkan dalam pencarian pesawat Trigana Air yang jatuh dalam penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Oksibil di Pengunungan Bintang Papua. Pesawat penumpang milik maskapai Trigana Air diperkirakan menabrak gunung.

"Sudah ada sekitar 100 orang dari Angkatan Darat dan kepolisian yang mengerahkan tim Brimob di Oksibil ... kami masih menghitung tim yang akan turun," tambah Ludiyanto.

Dia mengatakan upaya pencarian melalui jalur darat masih akan dipertimbangan, karena lokasi tempat jatuhnya pesawat sangat sulit dijangkau dan berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut.

'Menabrak gunung'

Dalam keterangan pers di Kementerian Perhubungan Minggu malam (16/08), Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo, mengatakan berdasarkan keterangan warga, pesawat Trigana Air jatuh setelah menabrak gunung Tangok yang terletak di Kampung Tiga, Distrik Oktabe, Pegunungan Bintang.

Pesawat Trigana Air membawa 49 penumpang dan 5 kru dengan pilot Kapten Hasanudin.

Terakhir melakukan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Oksibil pada pukul 14.55. Pada pukul 15.00 menara pengawas berupaya mengontak pesawat tetapi tidak ada jawaban.

Menurut jadwal pesawat Trigana Air seharusnya tiba di Bandara Oksibil pada pukul 15.04 WIT.

Menurut Tim SAR Jayapura, kecelakaan pesawat beberapa kali terjadi di kawasan Pegunungan Bintang Papua. (Bbc/infoduniamiliter)

Link: http://bit.ly/1fjeCWH 

Rusia Miliki Sistem Rudal Baru Pembunuh Semua Rudal

MOSKOW-Rusia mempunyai sistem rudal canggih terbaru bernama Buk-M3 yang aktif untuk militer tahun 2016. Sistem rudal versi modern dari sistem rudal Buk-M2 itu diklaim sebagai “pembunuh” semua rudal di udara.

Sistem rudal Buk-M3 dilengkapi komponen elektronik canggih dan sistemnya sama sekali baru. Sistem rudal ini dikembangkan oleh Biro Desain Tikhomirov. Alat militer itu dianggap sebagai senjata terbaik dunia untuk mencegat segala rudal jelajah yang terbang rendah.

Operasional sistem rudal Buk-M3 berlangsung sebelum akhir tahun ini dan akan memasuki layanan aktif militer Rusia pada tahun 2016.

Sistem rudal Buk-M3 menawarkan cara kerja dengan komputer digital dengan kecepatan pertukaran data yang tinggi. Probabilitas target penghancuran dari rudal Buk-3M telah mencapai 0,9999 dan dampak kerusakan maksimum telah meningkat dari 25 kilometer menjadi 70 kilometer.

Menurut laporan Sputnik News, Sabtu (15/8/2015), sebuah baterai dari sistem rudal Buk-M3 dapat melacak hingga 36 target secara bersamaan dan rudal yang dilesatkan bisa merobohkan semua target. Sistem rudal Buk-M3 juga dapat membidik target di laut dan darat, karena memiliki kemampuan meluncur vertikal.

Biro Desain Tikhomirov selama ini juga bekerja untuk merancang radar canggih untuk pesawat jet tempur Mig-29, pesawat latih Yak-40 dan UAV.
(mas/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1WuiEgw

AS Puji Turki karena Bolehkan Pakai Bandara Untuk Serang IS

Amerika Serikat dan Turki tengah menyelesaikan rincian terakhir dari target serangan udara terhadap basis Khilafah Islamic State di Suriah. "Turki telah menjadi rekan yang baik dengan membuka pangkalan udara Incirlik dan memungkinkan kami untuk melakukan operasi udara dengan pesawat tempur ataupun drone," ujar juru bicara pusat komando pasukan AS Pat Ryder seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (15/8/2015).

"Mereka benar-benar menunjukkan komitmen mereka untuk berpartisipasi dalam perang melawan IS melalui operasi udara, dan mereka telah menghentikan operasi udara dalam melawan IS hingga kami selesai menjalankan tugas kami," sambungnya.

Sebelumnya, AS telah mengirimkan enam pesawat tempur jenis F-16 bersama 300 personilnya ke Pangkalan Udara Incirlik, Turki. Pasukan yang dikirim berasal dari Italia akan bergabung dengan pasukan multinasional dalam operasi militer melawan IS.

Pengiriman pasukan dan pesawat tempur itu adalah reaksi atas kebijakan Turki yang bersedia membuka pangkalan militer mereka untuk digunakan oleh AS dan sekutunya dalam melancarkan operasi udara melawan IS.

Para pejabat AS pada Jumat kemarin mengklaim, pasukan koalisi terus menggempur basis-basis IS melalui udara, termasuk 8 sasaran di Suriah dan 23 sasaran di Irak. Serangan ini diklaim telah menghancurkan sejumlah posisi perlawanan yang dibangun oleh pasukan IS, kendaraan tempur, dan senjata. Namun sama sekali tidak memperlemah Islamic State karena sebenarnya AS sangat pengecut dalam menyerang IS dengan membom fasilitas umum seperti pasar, jembatan dan masjid.

(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1HOokXP

Bom Meledak di Kantor Intelijen Inggris

Sebuah bom meledak di markan Badan Intelijen Inggris yang ada di Irlandia Utara. Ledakan terjadi di Palace Barracks, County Down, kemarin pagi.

Dikutip dari laman Independen, Sabtu (15/8/2015), bom tersebut diletakkan di dalam sebuah mobil van. Ledakan bom tersebut juga menyebabkan kebakaran yang merembet ke dua kendaraan lain dan garasi yang berada di dalam kompleks. Meski begitu, tidak ada korban dalam insiden itu.

Aksi teror ini diyakini dilakukan oleh kelompok Republik yang menentang proses perdamaian di Irlandia Utara. Aksi ini pun menuai kecaman dari politisi Irlandia.

"Mereka yang bertanggungjawab mengirimkan bom dalam mobil pos ini menunjukkan ketidakpedulian mereka dan bertindak sembrono terhadap keselamatan para pekerja pos dan mereka yang tengah melakukan pekerjaan mereka. Tidak ada yang diuntungkan dari aksi ini. Tindakan mereka nekat dan sia-sia," ujar Menteri Luar Negeri Irlandia, Theresa Villiers.

Sementara tokoh kelompok Demokrat, Alex Easton mengaku marah atas aksi teror itu dan menilai hal itu adalah upaya pembunuhan terhadap seseorang atau bahkan terhadap tentara yang ada di Palace Barracks.
"Ini perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dan saya benar-benar mengutuknya," tegas Easton.

"Saya hanya lega tidak ada yang terluka serius atau terbunuh dan saya akan menangkap siapa saja yang memiliki informasi kejadian untuk dibawa ke polisi dan menempatkan mereka yang terlibat di balik jeruji besi, tempat dimana seharusnya mereka berada," tambahnya lagi.

Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi peningkatan dalam aktifitas teroris di Irlandia Utara. Sejumlah aksi teror itu termasuk serangan bom di pos polisi di Lurgan, serangan bom pada saat perayaan perdamaian dan rekonsiliasi di pusat kota Belfast, dan ditemukannya sejumlah pistol dalam penggerebekan di sebuah rumah di kota perbatasan, Dundalk. (sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1gKOgh9

Israel Wajibkan Siswa Arab Belajar Bahasa Ibrani

Jum’at 14 Agustus 2015, Kementerian Pendidikan Zionis Israel mengumumkan bahwa bahasa Ibrani akan menjadi mata pelajaran wajib yang harus dipelajari oleh siswa Arab Israel dari tingkat sekolah taman anak-anak hingga Sekolah Menengah Atas.

Kementerian Pendidikan Zionis Israel menjelaskan bahwa kebijakan ini akan dimulai pada tahun ajaran baru yang akan dimulai pada pertengahan bulan Agustus ini, setelah diperiode sebelumnya pelajaran bahasa Ibrani dimulai dari siswa kelas 3 Sekolah dasar.

Menurut infromasi yang diperoleh surat kabar Al Masry Al Youm dari Voice of Israel menyatakan bahwa nantinya setiap siswa Arab Israel akan menerima mata pelajaran bahasa Ibrani selama 5 jam pelajaran, dengan 2 jam diantaranya dikhususnya untuk belajar berbicara.

Sedangkan ditempat terpisah, Menteri Pendidikan Zionis Israel Naftali Bennet menjelaskan bahwa kebijakan baru ini dibuat untuk menjamin masa depan anak-anak Arab, terlebih dalam bersosialisasi di negara Zionis Israel.

Sementara itu sejumlah pengamat Palestina menyebut kebijakan baru ini sebagai langkah pemerintah Yahudi untuk menghilangkan bahasa dan identitas Arab dari penduduk Palestina yang menjadi warga negara Zionis Israel.

Tercatat ditahun 2009 lalu jumlah warga Arab Israel mencapai 20 % (1,4 juta jiwa) dari total penduduk Israel. Mereka adalah warga Palestina yang tidak di usir Yahudi dalam peristiwa Nakba ditahun 1948. (Almasryalyoum/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1PsdLQx

Turki Mulai Bangun Tembok Perbatasan dengan Suriah

Jum’at 14 Agustus 2015, militer Turki dilaporkan mulai membangun dinding beton di sepanjang perbatasan dengan Suriah, paska serangkaian serangan militan kurdi di wilayah Turki yang menewaskan puluhan warga sipil pada bulan Juli lalu.

Seperti dilansir kanor berita Anatolia dalam pemberitaannya menyatakan, “Pembangunan dinding beton pembatas setinggi tiga meter dimulai militer Turki di daerah Rihanli, provinsi Hatay yang terletak di sebelah selatan dan berbatasan langsung dengan Suriah.”

Sementara itu di tempat lain tentara militer Turki juga dikabarkan telah memulai operasi militer sejauh 94 kilometer di dalam wilayah Suriah, yang membentang dari provinsi Afrin yang dikuasai oleh milisi Kurdi hingga kota Jarabulus milik Negara Islam.

Tercatat puluhan kendaran lapis baja dan senjata altileri berat telah di siagakan oleh militer Turki di sekitar perbatasan, dalam upaya mendukung pembangunan Zona Penyangga yang telah disepakati bersama AS sejauh 45 kilometer ke dalam wilayah Suriah. (Almasryalyoum/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1ITXBL7

Top