Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Pos Militer PKK Hancur dibom IS

Rentetan serangan bom martir tentara Islamic State kembali menghajar sejumlah benteng partai komunis PKK di Utara wilayah Raqqah. Sumber Azzam Media di wilayah setempat menuturkan, dua buah ledakan bom mobil di mantiqoh Tall Khonazir pada Senin (11 Syawal).
Dua operasi tersebut dilakoni oleh dua Mujahid dari unit pasukan khusus bom martir, Julaybib al Hamawi dan Khottob at Tunisi berhasil meruntuhkan markas dan pos checkpoint militan PKK di mantiqoh yang oleh Islamic State diberi nam baru ‘Tall Muwahhidin’ tersebut. [battar/fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1JMpkNI

Mantan Kapolres: Penyerang Masjid di Tolikara Gabungan GIDI Seluruh Indonesia

Kapolres Tolkara, AKBP Suroso, SH mengungkapkan saat negoisasi dengan massa pemuda dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI)-yang merupakan para peserta Seminar Internasional (KKR)-pada Jum’at (17/7/2015) dirinya disuruh melepaskan songkok yang dipakainya.

“Saya disuruh untuk melepas songkok Dan saya juga dipukul sekali di dada,” kata AKBP Suroso, SH kepada wartawan di Kantor Polres Tolikara, Sabtu (25/07/2015).

Bahkan AKBP Suroso, SH menuturkan, jika dalam negoisasi itu, Bupati Tolikara Usman Winambo juga didorong-dorong dan ditunjuk-tunjuk oleh massa GIDI. Namun usai kejadian pendorongan itu, Usman Winambo menghilang entah kemana.

“Pak Bupati kemana saya tidak tahu. Kabarnya Pak Bupati itu pulang ke rumah setelah didorong-dorong,” imbuh AKBP Suroso yang ada saat tragedi berlangsung.

AKBP Suroso mengatakan, Bupati Usman memang ikut membantu untuk melakukan negoisasi dan menghalau, tetapi ia sudah tidak dianggap lagi oleh massa GIDI yang merupakan peserta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Seminar Internasional itu.

“Bisa jadi massa yang melakukan aksi itu bukan dari pemuda gereja GIDI Tolikara tetapi dari wilayah luar Tolikara. Sebab kalau orang sekitar Tolikara itu mereka pasti tahu dan kenal saya. Meskipun saya pakai kaos, atau tidak pakai baju dinas,” papar AKBP Suroso.

“Tetapi yang jelas itu kan massa dari gabungan dari gereja-gereja GIDI di seluruh Indonesia,” tegas AKBP Suroso.

Untuk itu, dalam kesimpulan sementaranya, AKBP Suroso menegaskan bisa jadi aksi anarkis massa dari pemuda gereja GIDI itu juga akibat provokasi dari pihak di luar gereja GIDI Karubaga, Tolikara.

Seperti diketahui, pada Jum’at (17/7/2015) sekelompok massa teroris melempari batu kaum Muslimin yang tengah Shalat Idul Fitri Masjid Baitul Mutaqqin dan membakar kios-kios milik umat muslim. Dalam aksi penyerangan itu, Masjid Baitul Mutaqqin dibakar masa teroris hingga rata dengan tanah, jamaah shalat pun berhamburan keluar.

(rz/Laporan Achmad Fazeri/JITU/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1MSHKiV

3 Penyusup Hancurkan Markas Militer PKK dan FSA

Serangan berani oleh tiga orang tentara khusus Islamic State pada Ahad (10 Syawal) berhasil menghancurkan markas komando operasi militer shohawat FSA dan militan komunis PKK di selatan Kobani atau ‘Aynul Islam.
“Kemarin, tiga orang Mujahid dari unit pasukan khusus Islamic State berhasil menyelinap ke dalam markas ruang komando operasi militer bersama milik Jaisyul Hurr (FSA) dan komunis PKK di desa al Ja’dah, kemudian meledakkannya,” reporter Azzam Media melaporkan.
Dalam keterangan rinci laporan tersebut, disebutkan bahwa satu ikhwah diantaranya meledakkan bom rompi yang melekat di tubuhnya, menewaskan puluhan militan. Sementara dua orang lainnya, kembali pulang menuju markas Mujahidin. [battar/fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1SKeA7j

Bashar Assad Mengaku Kekurangan Tentara



Minggu 26 Juli 2015, Presiden Suriah Bashar Al Assad mengumumkan bahwa negara sedang menghadapi darurat kekurangan tentara, akibat adanya perang berkepanjangan pasca revolusi 2011 lalu. Kekuasaan Assad saat ini tinggal "secuil" tanah, sebagian besar telah dicaplok Islamic State dan sisanya dikuasai faksi-faksi kecil.

Dalam pengumumamnya di stasiun televisi pemerintah, Bashar Al Assad mengatakan, “Suriah dalam kondisi darurat tentara akibat perang berkepanjangan dan kurangnya minta warga yang ingin mendaftar sebagai personel militer.”

Assad melanjutkan, “Kekurangan kali ini telah menyebabkan kami menarik sejumlah tentara untuk memenuhi kebutuhan tentara nasional ditempat lain.”

Ini adalah pengumuman kedua yang dilakukan Assad dalam kurun waktu dua hari terakhir, sebelumnya pada Sabtu (26/07) malam Presiden Bashar Al Assad mengumumkan bahwa negara mengampuni warga yang melarikan diri dari wajib militer ataupun melarikan diri dari kesatuannya.

Perlu diketahui bahwa bantuan dari milisi Syiah Hizbullat Lebanon dan Iran menjadi kunci masih bertahannya Bashar Al Assad ditampuk kekuasaan hingga tahun ke lima revolusi Musim Semi Arab berlangsung. (Bbcarabic/Ram/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1Kuuyn2

Salah Satu Elemen Al-Qaeda Aljazair Nyatakan Sumpah Setia ke IS

Salah satu pasukan dari organisasi al Qo’idah Maghrib Islam (AQIM) di Afrika Utara mengeluarkan pernyataan audio bai’at pada Amirul Mukminin dan Khalifah Muslimin, Syaikh Abu Bakar al Husainiy al Qurasyi al Baghdadiy.
Berbasis di Konstantin, kota terbesar ketiga di Aljazair, pasukan al Qo’idah bernama Saroya al Ghuroba’ tersebut kini secara resmi menjadi bagian dari bala tentara Islamic State. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1GVXX1L

Brimob Minta Dilatih Kopassus, TNI Tolak Mentah-mentah

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengirimkan surat kepada Panglima TNI terkait permintaan pelatihan Raider untuk Brimob oleh Kopassus. Menurut Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, permintaan tersebut tidak bisa dikabulkan.

“Nggak boleh dong, Raider itu kan untuk menghadapi perang konvensional. Kalau Brimob itu untuk menghadapi kerusuhan-kerusuhan massa,” ungkap Fuad saat dihubungi detikcom (26/7).

Fuad mengakui surat permintaan dari Kapolri tersebut memang ada. Meski belum dibahas lebih lanjut, menurutnya permintaan itu juga tidak akan dikabulkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Permintaan benar ada, kaget juga kita. Tapi doktrinnya berbeda, nggak boleh. Jadi nggak memungkinkan. Kalau Brimob dilatih Raider bisa disalahkan masyarakat kita. Panglima juga nggak akan setuju,” jelas Fuad.

“Raider kan untuk tentara, bukan tentara biasa lagi. Infanteri biasa juga nggak latihan raider. Masa Brimob dilatih Raider. Raider itu satu tingkat komando,” sambungnya.

Sebelumnya beredar surat permintaan Kapolri tertanggal 15 Juli 2015 dengan Nomor B/3303/VII/2015. Dalam surat yang ditandatangani Badrodin itu, dijelaskan permintaan agar Brimob diikutsertakan dalam pelatihan dan pendidikan Raider tahun ajaran 2016 di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Bandung.

Untuk diketahui, Raider merupakan satuan elit infanteri TNI yang memperoleh pendidikan dan pelatihan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut. Raider merupakan prajurit kekuatan penindak di mana satu batalyon Raider setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri biasa di TNI Angkatan Darat. Latihan untuk menjadi anggota Raider dilakukan selama 6 bulan.(rz/azz/eramuslim/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1HWgjUf

Anak-anak SD IS Sudah Pandai Menembak AK47

Kantor Media Khilafah / Islamic State provinsi Dijlah menghadirkan sebuah rilisan video yang menampilkan suasana pendidikan militer putra-putra Khilafah yang dinamakan Muaskar. Muaskar terdiri dari dua sesi, yang pertama adalah sesi muaskar syar’i sebagai pelatihan dasar yang akan membekali para calon tentara khilafah di masa depan ini dengan ilmu syar’i. Yang kedua adalah sesi askari (militer) sebagai modal dasar dalam persiapan menuju medan jihad.
Dalam video ini, ditampilkan juga pesan-pesan dari para singa muda khilafah untuk kaum muslimin. Dalam video tersebut juga ditunjukkan bahwa anak-anak kira-kira umur 6 tahun sudah pandai menembak dengan senapan AK47. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Video: Klik disini 
Link:  http://bit.ly/1KuydOV

Top