Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

IS Menyerang, Tentara Irak Lari dari Timur Kota Markah

IS provinsi Fallujah
Tentara Islamic State / Khilafah di provinsi al Fallujah melakukan operasi penyerangan terhadap sebuah markas militer rezim syiah irak Shafawi di timur kota Markah. Serangan dilakukan dengan cepat dan bertubi-tubi, membuat pasukan musuh kabur bersama tank-tank mereka.
Dari operasi penyerangan ini, mujahidin berhasil membunuh sebagian dari tentara musuh, sebagiannya lari kabur meninggalkan persenjataan yang menjadi rampasan perang bagi mujahidin.
Selain itu, mujahidin juga berhasil menawan seorang tentara Shafawi yang ditinggal lari oleh kelompok pasukannya. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Video klik disini

Meski AS Terus Merusak Irak, IS Terus Memperbaiki

Koalisi Barat-Arab pimpinan Amerika kembali melakukan bombardir terhadap fasilitas umum kaum muslimin, kali ini terhadap jembatan yang memisahkan dua kota di Albu Kamal, wilayah Al Furat.
Terputusnya jalan dengan rusaknya jembatan ini mengakibatkan terganggunya aktifitas harian warga Khilafah sehingga harus menyebrangi sungai dengan perahu. Disisi lain, Islamic State berupaya melakukan perbaikan secepatnya agar aktifitas kaum muslimin di kota ini dapat berjalan kembali normal. 
AS memang terus melakukan bombardir secara sembarangan. Bahkan pasar dan rumah sakit pun tak luput dari kegilaan mereka. Meski begitu PBB tetap tidak menetapkan AS sebagai negara teroris, malahan IS yang terus memperbaiki bekas bom AS yang dicap sebagai teroris. (Azzammedia/infoduniamiliter)

IS Luluskan Regu Penembak Jitu Baru

Kantor Media Islamic State provinsi Salahuddin menghadirkan, video pelatihan dan pelulusan pasukan khusus penembak jitu.
Dalam viedo ini, diperlihatkan juga bagaimana aksi para penembak jitu IS melumpuhkan dan membunuh musuh secara efektif dengan satu tembakan jarak jauh. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Video klik disini

Korupsi APBD Tolikara Mengalir ke Teroris GIDI

Anggota Tim Pencari Fakta Balitbang Kemenag, KH Shohibul Faroji mengungkapkan bahwa diduga kuat dana korupsi APBD sebesar Rp 635 milyar mengalir ke Gereja Injili di Indonesia (GIDI).

Hal itu disampaikan oleh KH Shohibul Faroji saat membeberkan bukti-bukti dokumen dugaan korupsi seberat 30 Kg.

“Jadi -ini hipotesa saya- dana ini banyak masuk ke GIDI, makanya GIDI mati-matian membela,” kata KH Shohibul Faroji kepada wartawan di kediamannya di daerah Jakarta Selatan, Ahad (2/8).

Bahkan, acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pemuda GIDI berskala internasional, 13-19 Juli 2015 yang berdampak pada pelarangan shalat Idul Fitri dan memakai jilbab itu, diduga dinai dari hasil korupsi.

“Acara KKR kemarin yang Rp 6 Milyar itu ya dari dana ini,” imbuhnya.

Menurut informasi yang didapat KH Shohibul Faroji, dari hasil korupsi tersebut juga banyak digunakan untuk melakukan kunjungan-kunjungan, termasuk ke Jerusalem, Israel.

“Mereka ini banyak melakukan kunjungan-kunjungan, jadi Bupati ini selama tiga tahun tidak ada di Tolikara; di Jakarta, di luar negeri,” tuturnya.

Untuk diketahui, anggota Tim Pencari Fakta dari Kementerian Agama (Kemenag), KH Shohibul Faroji MA mengungkap data mencengangkan terkait kasus dugaan korupsi dana APBD yang melibatkan Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo.

Jumlahnya sangat fantastis untuk seorang Bupati, besarnya dana yang diduga hasil korupsi mencapai Rp 635 milyar.

Tak tanggung-tanggung, dokumen temuan tim pencari fakta Kemenag tersebut cukup banyak, hingga beratnya diperkirakan mencapai 20-30 Kg.(rz/panjimas)

Sejumlah Elemen Taliban Bergabung dengan IS

Setelah kematian Syeikh Mullah Umat yang didaulat sebagai pemimpin Taliban atau Imarah Islam Afghanistan, beberapa elemen taliban memilih memberikan sumpah setia pada IS, daripada mengakui pemimpin baru yang diangkat. Salah satunya, Syaikh Mawlawi Mohammad Tayeb Muntazir Komandan Taliban untuk Provinsi Nooristan ini memilih bergabung dalam Islamic State / Khilafah. Dengan demikian bertambah luas wilayah-wilayah yang dikuasai IS di Afghanistan. 

Selain itu, Gerakan Islam Uzbekistan yang sebelumnya bersumpah setia pada Taliban juga beralih pada Islamic State. Elemen ini pula yang sebelumnya mencurigai mengapa Mullah Umar tak kunjung muncul sejak 12 tahun lamanya. Pucuk pimpinan Taliban akhirnya mengakui bahwa Mullah umar tewas sejak 2013, itu artinya Mullah telah tewas sebelum Khilafah dideklarasikan Islamic State pada Juni 2014. Sementara setelah tahun 2013 terus ada rilisan atasnama Mullah Umar, diduga ada pihak pimpinan taliban yang memanfaatkan nama Mullah Umar dan berdusta atasnamanya untuk kepentingan tertentu.

Link: http://bit.ly/1HjxRFU

Myanmar Banjir Besar, Muslim Dilarang Mengungsi di Tempat-tempat Umum

Jumlah korban akibat banjir bandang dan longsor di Myanmar diperkirakan meningkat, kata sebuah lembaga yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perkiraan itu dikemukakan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) selagi hujan deras memapar sedikitnya 156.000 orang dan mengakibatkan 27 orang meninggal dunia.

“Jumlah itu amat mungkin jauh lebih tinggi karena banyak area yang belum bisa dijangkau atau belum dilaporkan tim-tim peninjau,” sebut pernyataan resmi OCHA.

Kepada kantor berita AFP, seorang pejabat Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar yang enggan identitasnya dipublikasikan mengatakan hanya satu dari 14 provinsi yang tidak terdampak banjir bandang.

Untuk membantu para korban, pemerintah Myanmar telah mengirimkan sejumlah regu penyelamat. Namun, karena hujan deras memicu tanah longsor, mereka kesulitan mencapai daerah-daerah terpencil.

Media setempat menayangkan Presiden Thein Sein mengunjungi para korban banjir di wilayah Sagaing, sedangkan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Min Aung Hlaing bertolak ke Provinsi Rakhine.

Seorang pejabat Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar mengatakan hanya satu dari 14 provinsi yang tidak terdampak banjir bandang.
Kondisi parah

Kementerian Pertanian dan Irigasi Myanmar mengatakan banjir kali ini telah menggenangi lebih dari 200.000 hektare lahan sawah.

“Ini jauh lebih parah dari biasanya,” kata Toe Zaw Latt, kepala biro jaringan berita the Democratic Voice of Burma (DVB) kepada BBC dari Yangon.

Akibat banjir besar ini, ribuan penduduk mengungsi ke biara-biara, tetapi media setempat melaporkan warga dari etnik minoritas Rohingya yang beragama Islam ditolak mengungsi ke tempat-tempat umum.

Surat kabar Myanmar Times melaporkan aparat keamanan tidak mengizinkan kaum Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine mengungsi di sekolah-sekolah dan balai desa.

Menurut PBB, 140.000 orang, sebagian besar ethik Rohingya, di Rakhine menempati kamp-kamp di dekat ibu kota negara bagian, Sittwe.

Pada masa-masa tertentu Myanmar mengalami musim hujan yang kuat. Pada 2008, misalnya, Topan Nargis menerpa Delta Irrawady sehingga menewaskan sekitar 140.000 orang. Karena hujan deras memicu tanah longsor, regu penyelamat kesulitan mencapai daerah-daerah terpencil.

Selain Myanmar, hujan menerpa sejumlah negara di Asia. Di Pakistan, banjir yang dipicu oleh hujan deras telah menewaskan 81 orang dan berdampak pada sekitar 300.000 orang selama dua pekan terakhir.

Kemudian banjir bandang di bagian barat India telah menewaskan 26 orang. Adapun kantor berita Press Trust of India melaporkan sedikitnya 20 orang meninggal akibat tanah longsor di Negara Bagian Manipur yang berbatasan dengan Myanmar.

Lalu di Provinsi Quang Ninh, Vietnam, sebanyak 14 orang meninggal gara-gara banjir. Sementara di Nepal, terdapat 36 orang yang tutup usia karena bencana serupa. (Bbc/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1IiBMEQ

IS Berhasil Pukul Mundur Komunis PKK, Rebut Jabal Khilafah

Setelah melancarkan serangan kejutan terhadap militan komunis PKK di Provinsi Hasakah, tentara Islamic State / Khilafah berhasil merebut kembali  titik paling puncak Gunung Abdul Aziz atau yang memiliki nama baru Jabal Khilafah.
Koresponden Azzam Media di wilayah al Barakah melaporkan, , sebelum masuk Sholat Fajar hari ini, sekelompok kecil Mujahidin bergerak menyelinap ke dalam kompleks stasiun dan menara radio di puncak Jabal Khilafah yang menjadi sarang pusat unit pasukan Sniper Komunis PKK.
Kontak senjata dalam jarak dekat lantas meletus antara pasukan Allah versus tentara murtaddin, dimana militan PKK yang terkejut oleh serangan tersebut kemudian bergerak mundur meninggalkan pos-pos pertahanan mereka, dan membuka kesempatan bagi Mujahidin untuk mengambil alih kontrol posisi musuh. [battar/fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]
Link:  http://bit.ly/1KKHouB

Top