Tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

Like Us

Sejarah

Arab Saudi Gencatan Senjata dengan Militan Houthi

Pemerintah Arab Saudi secara tidak terduga mengumumkan gencatan senjata sepihak di Yaman. Saudi menyatakan, pihaknya akan memberlakukan gencatan senjata kemanusiaan selama lima hari, yang akan dimulai sejak Minggu (24/7/2015) malam.

Dalam sebuah pernyataan, Saudi yang merupakan pemimpin koalisi Teluk menyatakan gencatan senjata ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada negara-negara atau badan internasional yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Yaman.

Namun, seperti dilansir Russia Today, Saudi juga menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan mentolelir setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata tersebut. Setiap pelanggaran, lanjut Saudi, akan langsung mendapatkan respon yang keras.

Gencatan senjata ini sendiri diumumkan Saudi tidak lama setelah mereka melakukan serangan udara besar-besaran ke Yaman. Dimana, menurut beberapa sumber kesehatan setempat, setidaknya 80 hingga 120 orang tewas dalam serangan itu, dan mayoritas diantara mereka adalah warga sipil.

Ini adalah kali kedua dalam kurun waktu satu bulan terakhir terjadi gencatan senjata di Yaman. Gencatan senjata pertama yang digelar menjelang Idul Fitri lalu hanya bertahan beberapa jam, setelah Houthi dan Saudi sama-sama mengklaim bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap gencatan senjata tersebut.
(esn/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1KsYNHZ

60 Milisi Syiah Tewas Terkena Bom IS di Kirkuk

Tentara Islamic State di wilayah Kirkuk, Iraq mengeluarkan statemen pernyataan atas serangan bom martir menghantam kerumunan militan syiah Rofidhoh dari faksi Asho’ib Ahlul Hak, Sabtu (9 Syawal).
Unit pasukan khusus bom martir, Abu Umar al Lubnani melancarkan aksi in-ghimas dengan bom rompi yang melekat di tubuhnya, dengan target utama membunuh sejumlah pimpinan milisi syiah Rofidhoh yang bertanggung jawab atas sejumlah kasus penculikan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin di mantiqoh Tuz.
Serangan bom yang termasuk ke dalam rangkaian operasi militer pembalasan bagi Ahlus Sunnah yang tertindas tersebut berakhir sukses, dengan menewaskan dan menederai lebih dari 60 syiah Rofidhoh murtaddin. [fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]

Link:  http://bit.ly/1MsdCwP

Benteng Hancur, Tentara Syiah Lari Tunggang Langgang

Kantor Media Islamic State provinsi Al Janub menghadirkan video yang manggambarkan panasnya pertempuran di Zawba’ antara tentara khilafah dengan tentara syiah Rafidhah di markas mereka. Mujahidin berhasil menghancurkan benteng pertahanan musuh sehingga membuat para tentara musuh lari meninggalkan medan laga. (Azzammedia/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1CYi30w

PM Inggris Akan Datang ke Indonesia

Cameron dijadwalkan akan tiba di Indonesia hari Senin (27/07) dalam rangka kunjungan kerja untuk memperkuat kerjasama perdagangan kedua negara.
Kunjungan Cameron akan berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa cabang Negara Islam (Islamic State) dapat muncul di Indonesia.
David Cameron mengatakan "teroris brutal" hanya akan dikalahkan jika negara-negara bersatu melawan "musuh bersama" mereka. Inggria khawatir kebangkitan Islamic State yang mendeklarasikan kekhilafahan akan menghapus kedigdayaan barat, sebagaimana dahulu kekhilafahan berhasil menghalahkan Persia dan Romawi.
Perdana menteri Inggris tersebut dijadwalkan akan berada di Asia selama empat hari, dan dalam kesempatan tersebut akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Indonesia akan menjadi negara pertama yang dia kunjungi, namun Cameron juga rencananya akan berkunjung ke Malaysia untuk membahas hal yang sama.

'Saling membantu'

Pemerintah Inggris memperkirakan lebih dari 500 orang dari Indonesia dan sekitar 200 dari Malaysia telah bergabung dengan IS di Irak dan Suriah.
David Cameron dikatakan "tertarik untuk meninjau lebih lanjut" apakah Inggris dapat menawarkan dukungan kontra-terorisme yang lebih praktis untuk kedua negara, seperti menghancurkan pejuang IS dari negara barat, menyelidiki adanya kemungkinan serangan teror dan meningkatkan keamanan penerbangan.
Menjelang keberangkatannya ke Indonesia, Cameron mengatakan IS adalah "salah satu ancaman terbesar yang dunia pernah hadapi".
Cameron juga berencana untuk belajar dari Indonesia dan Malaysia dalam cara mereka menanggulangi ideologi jihad dan mendorong 'toleransi', agar melihat apakah Inggris bisa mengikuti pendekatan kedua negara tersebut. (Bbc/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1Kr803N

IS Rilis Pembebasan Tawanan di Penjara Al Kholis

Pada bulan Rajab lalu mujahidin Khilafah / Islamic State melakukan serangan terhadap penjara Al Kholis dimana rezim syiah Rafidhah memenjaarakan kaum muslimin. Serangan tersebut berhasil membunuh para polisi penjaga dan sisa pasukan lainnya melarikan diri, sehingga mujahidin berhasil membebaskan para tawnan dan membawa mereka ke bumi Khilafah di wilayah Diyala.
Setelah pembebasan, para tawanan yang dibebaskan memperbaharui bai’at (sumpah setia) mereka kepada Abu Bakar Albaghdadi sebagai khalifah IS, untuk sernantiasa berjihad meninggikan kalimat Allah. Mujahidin merayakannya dengan menyembelih beberapa ekor kambing untuk dimakan bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. Tak lupa, Khalifah memberikan hadiah kepada mereka yang baru saja bebas dari penjara rezim syiah tersebut.  (Azzammedia/infoduniamiliter)

Link: http://bit.ly/1fvTpsN

Liburan Raja Saudi Diprotes Warga Prancis

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, mengajak sekitar 1.000 teman dekatnya berlibur ke Prancis. Liburan mewah ala raja Saudi itu membuat penduduk Prancis marah, karena akses ke salah satu pantai ditutup untuk publik.

Pantai yang ditutup untuk publik dengan alasan menjaga privasi dan keamanan pihak Kerajaan Saudi itu adalah pantai Riviera. Namun, liburan Raja Salman selama tiga minggu itu mendatang keuntungan ekonomi lokal.

Orang-orang di lingkaran keluarga kerajaan disiapkan villa khusus yang membentang satu kilometer dari Pantai Riviera antara Kota Antibes dan Kota Marseille. Sekitar 700 orang lainnya dalam rombongan liburan Raja Salman ditempatkan di sebuah hotel di Cannes.

Liburan mewah Raja Salman yang mengajak sekitar 1.000 teman dekatnya itu, seperti menjadi tradisi Kerajaan Saudi. ”Jelas ini adalah berita baik,” kata Michel Chevillon, presiden asosiasi yang mewakili manajer hotel di Cannes.

”Ini adalah orang-orang dengan daya beli yang besar, yang akan menambah semangat tidak hanya industri (pariwisata) mewah tetapi juga sektor ritel dan pariwisata kota,” lanjut Chevillon.

Meski demikian, tidak semua orang senang dengan liburan ala Raja Salman. Para warga lokal Prancis yang tidak bisa mengakses pantai karena ada liburan Raja Saudi itu bersiap menggalang petisi. Mereka sedang mengumpulkan lebih dari 45 ribu tanda tangan dalam delapan hari untuk memprotes “privatisasi” pantai Riviera yang jadi objek liburan Raja Salman.

”Kita ingat bahwa zona alam ini, seperti semua perkebunan masyarakat maritim, adalah milik umum yang harus tersedia untuk kepentingan semua, baik warga, wisatawan Prancis, asing atau orang yang lewat,” bunyi petisi itu, seperti dilansir Sputnik, Sabtu (25/7/2015).

”Kami meminta negara untuk menjamin prinsip dasar kesetaraan semua warga negara di hadapan hukum,” lanjut petisi itu.
(mas/sindo/infoduniamiliter)

Link:  http://bit.ly/1Kr68YJ

Peshmerga Mundur dari 2 Distrik di Kirkuk

Tentara Islamic State di Iraq, mengeluarkan pernyataan atas kekalahan memalukan pasukan komunis Peshmerga di sejumlah teritorial kunci di wilayah Kirkuk, timur Sholahuddin, dimana bala tentara komunis tersebut mundur dari dua distrik strategis baru-baru ini.
“Atas pertolongan Allah azza wa jalla, pasukan rezim murtad Kurdistan Iraq mundur dari desa al Marrah, di kota Riyadh dan kawasan Majmu’ asy Syahiid di kota Rosyad setelah digempur tanpa henti oleh operasi militer berbarokah Junud Daulah Islamiyyah,” koresponden Azzam Media melaporkan.
Sebagai catatan, peperangan tersebut mulai diluncurkan pada hari ke-19 di bulan Romadhon dan berhasil memenuhi semua target dan misinya di bulan Syawal ini,  [fudhail/azzammedia/infoduniamiliter]
Link: http://bit.ly/1Kr6FtF

Top