Friday, April 04, 2025

headlines

Tajuk

tajuk

Lokal

Islam

Barat

Timur

timur

Like Us

Sejarah

Sebuah organisasi nirlaba di Afrika, APOPO, melatih lebih dari 100 ekor tikus untuk mengendus ranjau darat. Binatang pengerat itu saban hari harus melahap latihan di lapangan seluas setengah lapangan bola voli dalam waktu 20 menit.
Menurut APOPO, latihan tersebut demi menyelamatkan ribuan nyawa manusia di seluruh wilayah Afrika. Sampai sejauh ini, APOPO telah melatih sekitar 140 ekor tikus di pusat penelitian di Tanzania. Hasilnya, seluruh tikus yang terlatih disebarkan ke sejumlah negara di Afrika antara lain Angola dan Mozambik.
“Tikus-tikus itu berhasil menjinakkan 17.500 ranjau darat,” ujar APOPO.
image
Proses latihannya membutuhkan waktu selama sembilan bulan dengan biaya 4.200 pounds atau setara dengan Rp 88 juta per ekor dan tikus dilatih pada usia enam minggu. Latihannya menggunakan kombinasi suara dan makananan kesukaannya, biasanya kacang dan pisang.
Tikus memiliki kelebihan daya ciumnya sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi sasaran TNT, bahan peledak yang biasanya digunakan untuk amunisi ranjau darat. Ketika hewan ini mencium TNT, mereka akan menggaruk tanah selama dua atau tiga detik sebagai pertanda ada indikasi ranjau, sehingga petugas bisa meledakkan ranjau tersebut.
image
Tikus-tikus yang disapih oleh induknya akan dilatih untuk bersosialisai dengan manusia agar lebih nyaman, tidak takut dengan orang. Pada saat latihan sudah selesai, tikus sudah dewasa dan bisa mendapatkan tugas mengendus ranjau.
Apa yang membuat tikus-tikus ini cocok untuk pekerjaan yang membahayakan? Tikus dipilih karena memiliki berat badan lebih rendah ketimbang manusia, sehingga tidak bisa meledakkan ranjau darat jika dia menginjak.
Untuk meledakkan ranjau dibutuhkan rata-rata benda seberat 5 kilogram, sedangkan tikus ini berat badannya tidak lebih dari 1,5 kilogram sehingga tidak pernah ada tikus mati akibat menginjak ranjau.
image
Tikus juga harganya murah, demikian juga biaya perawatan, makan dan tahan terhadap penyakit tropis. Itu berarti lebih efektif melatih tikus daripada melatih manusia.
APOPO mengoperasikan tikus-tikus terlatih di Mozambik dan markas besar lembaga ini di Morogoro, Tanzania, karena kedua kawasan ini memiliki iklim tropis. Pelatih melengkapi tikus dengan pelapis antimatahri karena binatang ini sensitif dengan cahaya surya sekaligus mencegah dari kanker kulit. Setelah tikus dianggap selesai masa tugasnya, maka dia dilepas di alam bebas.
Timothy Edwards, Kepala Pelatihan dan Riset Perilaku di APOPO mengatakan, “Banyak orang tidak menyadari pekerjaan menakjubkan dari seekor tikus. Ketika orang belajar dari karya ini, kesan mereka dari tikus adalah dia seekor hama.” (tempo/infoduniamiliter)
Link:  http://bit.ly/1Ki3SDQ

Sebarkan Bung!

«
Next
IS Konfirmasi Serangan Tunisia yang Tewaskan 40 Warga Barat
»
Previous
Serangan Ofensif IS Juga Hantam Nushairiy di Kota Tal Barak, Timur Hasakah Serangan Ofensif Tentara Islamic State Juga Hantam Nushairiy di Kota Tal Barak, Timur Hasakah. Selain menargetkan penaklukan penuh kota Hasakah, operasi pertempuran sandi ‘Ghozwah Abu Sahil al Urduniy’ di wilayah al Barakah juga menghantam pertahanan rezim Nushairiyyah di kota Tal Barak. Puluhan tentara syiah Nushairiy dilaporkan tewas terbunuh. “Pada Sabtu (10 Romadhon) fajar hari, ikhwah Junud Daulah Islamiyyah (IS) di wilayah al Barakah melancarkan serangan terhadap pertahanan rezim Nushairiy di sejumlah desa, di pinggiran barat kota Tal Barak, timur kota Hasakah,” reporter Azzam Media menuturkan. Sejauh ini, laporan yang sampai ke meja redaksi menyebutkan, Mujahidin menargetkan barak militer Nushairiy di desa Sukman al ‘Aliy dan Kaka Sa’iid. Diperoleh sejumlah besar rampasan perang persenjataan, diantaranya senapan mesin berat kaliber 23 mm, empat unit mobil pick-up, dan banyak persenjataan serbu lain baik berat maupun menengah, lengkap dengan amunisinya. Setelah berhasil memotong jalur suplai logistik militer rezim Nushairiyyah di kota Hasakah dengan Markas Resimen artilleri ke-123 di Jabal Kawkab, IS memasuki gerbang timur ibukota provinsi tersebut, dan membebaskan sebagian besar distrik. “Ikhwah Mujahidin melancarkan serangan kejutan yang berhasil menghancurkan lini pertahanan timur kota Hasakah, kemudian memasuki gerbang kota dan hingga kabar ini diturunkan berhasil membebaskan sebagian besar distrik timur kota,” reporter Azzam Media melaporkan pada Sabtu (10 Romadhon). IS kini mengontrol penuh pos checkpoint al Makanah dan kompleks industri al Ghozal di distrik timur kota Hasakah, dan terus menekan pertahanan pasukan rezim Nushairiyyah menuju pusat kota, baik dari arah timur, tenggara maupun barat. “Rezim Nushairiy kian terdesak, kami meminta bantuan dari kaum muslimin beruapa do’a agar kota pusat Hasakah segera takluk dan dibebaskan sepenuhnya kembali ke genggaman kaum muslimin,” imbuhnya. (Azzammedia/infoduniamiliter) Link:  http://bit.ly/1BMjcak

Post Comment

Tidak ada komentar:

Post a Comment